Setelah menyelesaikan halaman terakhir novelnya, Livia Ananta langsung mendapatkan banyak sekali hujatan dari para pembaca setianya. Bukan tanpa alasan, mereka menghujat Livia lantaran telah membuat cerita berjudul Happy Ending namun justru berakhir sad ending. Karena kesal, Livia memutuskan untuk pergi diving bersama teman-temannya.
Siapa sangka hujatan serta sumpah serapah yang diberikan para pembaca malah berakhir membuat Livia tenggelam. Beberapa waktu kemudian, Livia menyadari kini jiwanya sudah berada di dalam tubuh Shabira Lawrence, tokoh utama dalam novel yang telah ia buat menderita selama hidupnya.
Di atas gedung itu adalah moment ketika Shabira memutuskan untuk menutup halaman terakhir kisah hidupnya dengan cara bunuh diri. Berbagai masalah jelas akan Livia hadapi jika memutuskan untuk membuka halaman baru untuk kisah Shabira. Lalu apa yang akan dilakukan Livia? Akankah ia tetap melanjutkan hidupnya sebagai Shabira? Ayo ikuti kisahnya!
Follow IG : @smiling_srn27
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smiling27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Sikap Aneh
Shabira mengedarkan pandangan, ternyata tidak ada siapapun lagi di dalam kelas. Hanya tinggal Austin yang masih duduk di sampingnya sekarang. Sejak tadi cowok itu memang masih setia menunggu Shabira yang belum selesai mencatat beberapa materi dari guru.
"Udah selesai?" tanya Austin.
Shabira mengangguk, kemudian menutup bukunya. Seharian ini ia merasa aneh dengan Austin. Sikap cowok itu sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. "Kok lo nggak pulang duluan? Biasanya juga langsung ninggalin gue kalo kelamaan gini."
Cukup lama Austin terdiam, menatap Shabira yang masih sibuk memasukkan buku ke dalam tas. "Ara!" panggilnya.
"Hah?" Shabira menghentikan pergerakan, menatap Austin dengan kening berkerut. Tiba-tiba saja Austin memanggil dirinya dengan nama Ara. Apa ia tidak salah dengar? Akan tetapi, sampai detik ini pandangan cowok itu masih menatap mata Shabira lekat.
"Gue boleh kan manggil lo Ara?" tanya Austin.
"Kenapa?" Shabira masih tidak mengerti.
"Apanya?"
"Kenapa harus Ara?" ulang Shabira bertanya.
"Gue suka!"
"Hah?" Kening Shabira kembali berkerut.
"Gue suka panggil lo Ara!" ulang Austin menjelaskan.
"Oh!" Shabira kembali memasukkan bukunya, meskipun masih merasa aneh dengan perubahan sikap Austin. Seharian ini ia sudah dibuat terkejut oleh tingkah cowok itu, dari pengakuan Austin di hadapan semua siswa tadi pagi sampai sekarang. Shabira bahkan tidak menduga Austin akan berani menegur Ronna hanya karena dirinya tadi.
"Oh?" Austin masih memandang Shabira penuh pertanyaan, merasa tidak puas dengan jawaban gadis itu.
Shabira menghela nafas. "Iya, terserah lo mau panggil gue apa. Ayok mending kita pulang sekarang!" ajaknya seraya memakai tas sambil berjalan.
Merasa Austin masih duduk di tempat, Shabira menghentikan langkahnya. "Kok diem?" tanyanya.
Tidak ada jawaban, Austin hanya mengulurkan tangannya. Awalnya Shabira bingung, namun sedetik kemudian ia baru menyadari apa yang Austin inginkan. Sejak siang tadi Austin memang tidak sedetikpun melepaskan tangannya, setelah mendapati beberapa siswa cowok mencoba menggoda Shabira dengan terang-terangan.
"Lo kenapa sih? Lagian udah nggak ada siapa-siapa juga. Susah tau kalo pegangan gini, nggak bebas!" Shabira mencebikan bibir bawahnya, menatap tangannya yang sudah dalam genggaman Austin.
"Kalo bebas lo mau ngapain?" Austin bertanya, tangannya semakin erat menggenggam tangan Shabira. "Mau godain anak satu sekolah?" sewotnya.
"Kok lo malah marah sih? Lagian lo aneh banget dari pagi, abis kesurupan apa lo?" tanya Shabira keceplosan.
"Bilang apa barusan, hm?" tanya Austin penuh ancam.
"Lo aneh!" sahut Shabira cepat.
Austin hanya menggeleng pelan, kemudian menarik Shabira agar lebih cepat berjalan. Waktu sudah semakin sore, mereka harus keluar sebelum gerbang sekolah di tutup. Sesampainya di parkiran, Austin langsung melajukan mobilnya setelah memastikan Shabira duduk dengan nyaman.
"Kita mau ke mana?" Shabira sedikit heran, jalan yang mereka lalui sekarang bukan jalan menuju rumahnya atau bahkan apartemen.
"Gue ada janji bentar sama temen, lo nggak papa kan?" tanya Austin masih sibuk dengan setirnya.
Shabira mengangguk, kemudian menyandarkan tubuhnya. Pandangannya menatap keluar jendela, terlihat deretan gedung-gedung tinggi berdiri kokoh dipinggir jalan. Sudah beberapa menit berlalu, namun Austin belum juga menghentikan mobilnya.
"Masih lama ya?" tanya Shabira mulai lelah.
"Capek?" tanya Austin. "Tidur aja dulu, ntar kalo udah sampai gue bangunin."
Shabira mengangguk, kemudian mulai memejamkan mata. Austin yang melihatnya hanya tersenyum kecil, membiarkannya tidur dengan nyaman. Tidak berselang lama Shabira sudah terlelap dalam tidurnya. Austin membawa mobil dengan sangat hati-hati, sembari menjaga Shabira agar tidak terganggu tidurnya.
"Shitthhh!" Austin mengumpat, ia tidak menduga mobilnya justru akan melewati jalanan berlubang. Ia kembali melihat ke arah Shabira, ternyata gadis itu masih terlelap dengan pulas. Melihat hal itu Austin mengusap dada seraya menghela nafas lega. "Lubang sialan, untung nggak bangun cewek gue!"
🎀🎀🎀
Sambil menunggu HTKS up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini 👇🏻
Judul : Sang Ratu Malam
Napen : Asire
Malam adalah dunianya. Ia akan aktif beraktifitas saat malam menjelang. Ia sangat suka mengikuti ajang balap liar. Sebab dengan mengikuti hal tersebut, ia dapat menghilangkan sejenak beban pikiran dan derita hidup yang dialaminya. Ia mempertaruhkan hidup dan matinya di atas jalanan. Selain hasil dari taruhan yang mengiurkan.
Ia berjuang hidup mengandalkan sepuluh jarinya sendiri dalam mempertahankan hidupnya di tengah kerasnya kehidupan ibu kota. Terkadang ada rasa iri menyelinap ke dalam relung hatinya yang paling dalam. Mengapa Tuhan tidak adil padanya. Hingga suatu saat ia bertemu dengan seseorang. Akankah seseorang itu dapat mengubah jalan takdir hidupnya ke arah yang lebih baik. Atau malah semakin menenggelamkan dirinya dalam hitam pekatnya malam.
...Sampai bertemu di cerita HTKS selanjutnya 👋🏻...
ceritanya ditamat in dulu baru focus yg lain lagi.. 😵
semangat up lgi yaa
tapi semoga aja kali ini cerita mu aku suka ya dan g ngebosenin.. dan yang paling penting update nya sering2 y...😁😁
ayooo dong aku cuma punya 🌹 hikzz..
otor reader nya bawel yaa?,,
biarin bawel tpi jgn d usir ya..☺☺
karna sjatinya balas dendam yg ampuh itu adalah memperbaiki diri..🌹
dan yg heavanna jg dong thor upz lg udah lama loh ga upz...pdhl lg seru
(teman yg paling dekat adalah musuh yg paling berbahaya),, semangat shabira🌹
mari kita saling mndukung...
ditunggu ya kelanjutannya🥰
tetap semangat ya thor💪💪
tanpa sadar mereka tdur satu ranjang,, seru kali ya klo d tengahnya ada si jaka (kucingnya Zia),😀😀
ayooo lanjuut
Renita anak boleh mulung pantes aja sifat nya beda.
Papa nyesel kaan luu,, huuu
ayolah, jgn lama" hiatus nya..
bagus nih ceritanya ya otor yaa...