NovelToon NovelToon
Our Love Story

Our Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:765.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Nena Layla (20 tahun) yang harus pindah ke Jakarta dan hidup bersama Malik (29 tahun) sang Kakak. Nena harus terlibat dengan Janu Arsana (32 tahun), seorang duda yang berprofesi sebagai pejabat pemerintah dan terlahir di keluarga mapan. Sebagai asisten rumah tangga di apartemen Janu, akhirnya mereka saling tertarik dan muncullah benih-benih cinta. Namun, prasangka mengalahkan logika Janu hingga ia melukai Nena. Nena akhirnya hamil. Berbagai polemik dan intrik yang terjadi diantara kisah cinta keduanya, mengingat perbedaan, usia, status sosial juga gaya hidup. Tanpa mereka ketahui ada keterkaitan antara orangtua Janu dan Nena. Bagaimana kelanjutan kisah cinta Janu dan Nena?

18++

=======
Instagram : dtyas_dtyas
Facebook : dtyas auliah
Murni hasil imajinasi author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku

Nena melihat Malik yang duduk pada sofa sambil merokok, “Nena,” panggilnya. Nena pun menoleh. “Duduklah,” pinta Malik sambil mematikan rokok yang sedang dihisapnya. Nena duduk tidak jauh dari Malik.

“Ada pria yang beberapa kali datang, ada hubungannya dengan orangtua kita dulu,” jelas Malik, Nena berusaha menyimak. “Mereka ingin bertemu kita, aku sudah berkali-kali menolak. Itu masa lalu Abah dan Ibu, kamu pun tidak tau masalahnya apa. Yang jelas, kalau ada yang menemui kamu, menceritakan hal ini dan mengajak bertemu dengan atasan mereka jangan kamu sanggupi,” ungkap Malik.

“Memang, ada urusan apa mereka dengan Abah?”

Malik menghela nafasnya, “Kekejaman para orang kaya. Yang aku yakini, Ibu meninggal salah satunya karena masalah ini.” Nena menghela nafasnya karena terkejut, dia masih kecil saat ibunya tiada. Penyebab kematiannya pun tidak ia ketahui.

.

.

.

Bertempat di kediaman Radja, keluarga itu berkumpul di ruang keluarga bahkan Dio pun ada di sana. “Memang kamu tidak bisa menemui adiknya saja? Siapa tau dia lebih lunak dan mau diajak bertemu kami,” ucap Halimah.

Janu yang berada di sana, menyandarkan kepalanya pada sofa menatap langit-langit rumahnya. “Janu, kamu jangan diam aja dong. Ini gimana, Mamih mau bertemu anak-anak Ibu Ela.”

Janu menghela nafas dan merubah posisi duduknya, “Buat agar mereka terpojok lalu tawarkan solusi masalah mereka dengan balasan temukan mereka dengan Mamih,” ucap Janu pada Dio.

“Janu, jangan selesaikan setiap masalah dengan cara itu. Di sini kita yang bersalah,” ungkap Radja.

“Atau bawa paksa aja adiknya, kamu culik,” titah Janu pada Dio. “Astaga, Papih ini anak kamu kenapa? Bukannya makin waras malah tambah kejam."

“Harus cepat dinikahkan biar ada pawangnya,” ujar Dio sambil tertawa, “aduh,” ucapnya sambil mengusap tulang kering yang ditendang Janu. “Kewajiban kamu pertemukan kita dengan anak-anak Ibu Ela dan menikah. Tinggal pilih wanita pilihan kamu sendiri atau pilihan kami sebagai orangtua,” perintah Radja yang seakan titah seorang Raja.

“Aish,” ucap Janu sambil menatap garang pada Dio seakan berkata kalau semua ini gara-gara kamu.

“Janu, please. Mamih mau ketemu mereka, apa kamu enggak bisa fokuskan masalah ini dulu.”

“Enggak bisa Mih, ini biar diurus Dio. Masalahnya mereka enggak mau bertemu kalian karena tidak ingin mengingat luka masa lalu. Mamih tunggu aja, Dio selalu laporkan hasil kerjanya. Tapi kalau mau cepat ya, pakai usul aku tadi,” tutur Janu.

Bughh, Halimah memukul Janu dengan bantal sofa. “Mamih enggak mau kamu dipenjara karena menculik anak orang.” Radja hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Janu dan interaksi dengan istrinya.

...~ *** ~...

Sudah hampir satu bulan Nena pindah tugas kerja, kini dia kembali bekerja di cabang pertama kali ia ditugaskan. Berada di deretan ruko dekat pasar, hanya lima menit berkendara motor dari tempat tinggalnya. Saat ini ia sedang masuk shift malam, berharap pagi segera datang karena sejak tadi ia terus menguap. Bahkan Nena beberapa kali mencuci mukanya.

Saat sudah pergantian shift, Nena memakai sweaternya lalu bergegas pulang. Merasa kurang sehat karena sudah lama ia tidak bekerja tiga shift. Kepalanya terasa berat dengan perut yang terasa begah. “Fix, aku masuk angin,” gumam Nena saat sudah tiba di rumah. Setelah meminum beberapa teguk air hangat dan berganti pakaian ia langsung merebahkan diri di ranjang.

Ingin sekali langsung terlelap karena kantuk, tapi selalu saja setiap ia ingin tidur selalu dihantui bayang-bayang Janu. “Aku benci Om Janu,” ucapnya sambil membenamkan wajah pada bantalnya menahan tangis. Mulutnya selalu berucap kebencian tapi entah dengan hatinya.

Belum lama ia terpejam, terdengar ketukan pintu. Nena tidak perduli dan kembali melanjutkan tidurnya karena jika Malik yang pulang sudah tentu pria itu akan langsung masuk.

Nena terbangun karena merasakan perutnya yang tidak nyaman. Terasa perih, mual juga begah. Melihat jam dinding, ternyata sudah sore. "Aku tidur apa pingsan," ucap Nena lalu turun dari ranjangnya.

Ia berniat keluar rumah untuk membeli makanan. "Nena," panggil tetangganya. "Tadi pagi ada yang dateng ke rumah lo, emang enggak ada orang ya?"

"Aku di dalam, tapi tidur. Baru pulang, shift malam," jawab Nena. "Itu orang gue perhatiin udah beberapa kali dateng, ketemu Abang lo, tadi dia nitip kartu nama. Nih."

Nena menerima kartu nama yang dititip pada tetangganya. "Katanya, Malik diminta hubungi itu nomor telpon."

"Oke, makasih ya Mpok," ujar Nena. "Eh, Na. Lo sakit? Muka lo pucet banget."

"Kayaknya kurang tidur, Mpok."

"Ya udah, sono tidur yang lama tapi jangan lupa bangun lagi." Nena membaca kartu nama tersebut, "Dio," ucapnya.

Malam itu Dea sedang menghadiri acara di sebuah hotel, dia melihat Janu hadir di acara yang sama. Dea pun Bergegas menghampirinya.

"Janu," panggil Dea. Janu menoleh, "aku perlu bicara, lima menit," pinta Dea. Janu malas dengan ajakan Dea, pria itu bergeming di tempatnya. Dea sangat kesal dengan respon Janu, "Ini tentang Nena," ucap Dea.

Tanpa berfikir dua kali, "Ikut aku," sahut Janu sambil berjalan meninggalkan lokasi acara. Kini mereka berada di koridor tidak jauh dari toilet.

"Apa yang kamu lakukan dengan Nena?"

Janu mengedikkan bahunya.

"Setau aku kalian saing mencintai tapi ..."

"Aku hanya mengikuti permainanmu, kalian sudah menjebak aku lalu aku jatuh cinta dan apa lagi yang harus dilakukan orang yang jatuh cinta selain ber*cinta," ucap Janu sambil mencondongkan tubuhnya seolah takut didengar oleh orang lain dan tertawa.

Dea menatap heran pada Janu, "Menjebak? Apa maksud kamu?"

"Jangan berpura-pura, aku muak melihat kepura-puraanmu. Kamu dengan Nena bekerja sama, mendekati aku, memanfaatkan keluguannya hingga aku jatuh cinta untuk membalaskan dendam kamu," ungkap Janu.

Dea menatap Janu, "Jadi kamu pikir Nena dan aku bekerja sama sampai kamu harus menyentuh Nena. Dasar bodoh, kamu apakan dia," pekik Dea.

"Nena adik dari laki-laki yang aku cintai. Mana mungkin aku mengorbankan dia. Otak kamu di mana Janu? Kalau aku mau menjebakmu, aku akan pilih pela*cur bukan gadis polos seperti Nena," ungkap Dea.

Janu mencengkram rahang Dea. "Katakanlah kalau kamu memang menjebakku menggunakan Nena," ujar Janu. Dea menggelengkan kepalanya, Janu sedikit melonggarkan cengkraman rahangnya. "Dia adik Malik, laki-laki yang aku cintai. Pria penuh tanggung jawab bukan seperti kamu, pengecut hanya berani dengan wanita," jerit Dea.

Janu melepaskan tangannya dari wajah Dea, dia menyugar rambutnya. "Kamu akan menyesal, Nena sangat membencimu. Semoga kamu tersiksa dengan rasa bersalah kamu seumur hidup," tutur Dea sambil meninggalkan Janu.

"Om Janu, sadarlah, kamu sedang mabuk."

"Om Janu, jangan. Aku sayang Om Janu, tapi enggak begini caranya."

"Om Ja-nu, sa-kit."

Rintihan Nena malam itu seakan terus berputar di kepala Janu. Dia yang sudah berada di dalam mobil memukul setirnya. "Shitt Nena maafkan aku," ucapnya merebahkan wajahnya pada setir mobil.

1
Paramita Mita
wali nya tetap wali hakim donk. kakak laki2 dari ibu tidak berhak sebagai wali nikah
istri darmayanty
kisah lanjuta janu nena dengan Ben dan aeuna, judulnya apa kak
dtyas (ig : dtyas_dtyas): Ben gak ada lanjutannya kak

kalau Juna ada di kukira kau cinta, tapi kisah anaknya
total 1 replies
Tamirah Spd
, Supaya seru aja keluarga yg tadinya harmonis dari kecelakaan dibuat amnesia, gak kenal dgn istrinya yg sdh mempunyai 3 anak kok yg diingatkan mantan istri durjana nya,yah nama nya cerita fiksi suka suka Author saja biar cerita nya gak panjang.😄😄😄😄
Tamirah Spd
Ceritanya sih bagus yg gak bagus alurnya kok selalu hubungan intim wanita wanita nya los dol sebelum halal , kelihatan Novel ini gak menyisipkan norma norma agama . Setelah membaca novel entah mungkin sdh puluhan atau hampir seratus novel banyak para author yg tidak menyisip kan pesan moral.
LikCi Vinivici
kurang ajar emang si janu
LikCi Vinivici
Halimah lagi... sdh tau arina berulah.. masih diberi tempat aja deh
LikCi Vinivici
emang janu pikirin?? kurang kerjaan deh..
LikCi Vinivici
arina coming ni kayaknya🤭🤭
LikCi Vinivici
malik nikah yg ke2 jg sih... anaknya dibawa rita, istri pertamanya yahh??
LikCi Vinivici
dasar mulut janu... ombree
LikCi Vinivici
nggletek e janu gemblung
LikCi Vinivici
akkkh begini nih yg bikin kesel
LikCi Vinivici
tawaran sedeng nii
LikCi Vinivici
janu libur, alih profesi jd mentor nya nena😄😄
LikCi Vinivici
dih nggemesin... 🤣🤣sdh rada2 candu morning kiss... trus masuk bucin dah.. sumpah si dea... bakal terwujud kah??
LikCi Vinivici
payah om janu niih.. 🤭🤭
LikCi Vinivici
biar sdh lama, ceritanya asik aja sih👍👍
LikCi Vinivici
astaga janu!! 🤓🤓
Dewi Sri
Luar biasa
Dewi Sri
wah cerita novel ini sudah 3 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!