NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Pertemuan Yang Tidak Terduga

Sesuai janjinya kemarin, hari ini Raihan membawa istrinya ke Kebun Raya. Sejak pagi-pagi Kirana dan Raihan sudah beranjak keluar dari hotel. Keduanya lebih dulu merealisasikan niat mereka kemarin. Berjalan-jalan di sekitaran hotel.

Kirana berdiri kemudian memejamkan matanya, dia berusaha menghirup segarnya udara pagi sebanyak yang dia bisa. Dia merentangkan tangannya dan membiarkan angin yang berhembus membelai tubuhnya. Raihan menjaga jarak agak jauh dari Kirana dan sibuk mengabadikan Kirana yang terlihat begitu menikmati kegiatannya.

Setelah cukup puas menikmati indahnya hijau hamparan sawah, Kirana dan Raihan beranjak pergi ke Kebun Raya. Raihan sudah menyewa satu unit mobil kecil untuk modal mereka berjalan-jalan keliling Bogor. Dengan bantuan maps dari handphone Kirana, keduanya bisa sampai di lokasi tujuan dengan mudah.

Begitu sampai di sana, Raihan sibuk mengabadikan momen sedangkan Kirana sibuk mengamati begitu banyaknya koleksi tumbuhan yang ada di sana. Raihan tersenyum ketika istrinya itu menggenggam tangannya dan menariknya. Tidak peduli dia sadar atau tidak melakukannya, tapi setidaknya Kirana sudah tidak setakut sebelumnya pada Raihan.

“Dek, Abang capek. Istirahat dulu kenapa,” kata Raihan yang ngos-ngosan mengikuti langkah kaki Kirana yang begitu lincah berjalan kesana kemari.

“Ah Abang nih bagaimana. Katanya Abang polisi. Lari keliling komplek kuat kok ini nggak kuat?” tanya Kirana.

“Sudah sini duduk dulu. Kamu nggak capek apa?”

“Nggak Bang. Kirana mau lihat itu yang ada di sana,” kata Kirana.

Raihan menyerah. Dia mana bisa melarang Kirana. Tidak sampai hati juga dia membuat istrinya cemberut.

“Ya sudah kamu duluan saja ke sana nanti Abang susul. Abang mau beli minum dulu,” kata Raihan.

“Jangan lama-lama Bang kirana takut sendirian,” katanya.

“Iya makanya jangan jauh-jauh ya. Tuh Abang ada di cafe sana. Kalau kamu takut kamu susul Abang ke sana ya,” kata Raihan kemudian diangguki oleh Kirana.

Kirana dan Raihan berpisah. Karena Kirana hanya berjalan sendirian, dia tidak seheboh sebelumnya. Dia lebih tenang melihat-lihat ke sekitar. Dia memandangi pepohonan, membaca-baca keterangan yang ada dan mencermati segala jenis tanaman yang disuguhkan di hadapannya.

Mumpung ada di sini, dan Raihan bilang mereka akan ada di sini seharian jadi Kirana lebih menikmati sekitar sekarang. Dia berjalan pelan, menikmati pemandangan dan sesekali berfoto-foto. Ketika mereka sampai ke sebuah jembatan, Kirana terdiam. Dia hanya berdiri memandang lurus ke seberang.

Di sana dia melihat seseorang, berdiri mematung menatap ke arahnya. Wajah laki-laki itu tidak asing. Kirana ingat betul siapa orang itu. Raihan yang baru menemukan Kirana ikut terdiam ketika memandangi Kirana tengah berhadap-hadapan dengan seseorang yang dia juga tahu dia siapa.

Raihan memilih untuk mundur dan memberikan privasi untuk Kirana dan mantan kekasihnya itu bertemu. Keduanya berjalan ke arah tengah. Raihan melihat semuanya dari balik sebuah pohon. Dia sebenarnya ingin mencegah Kirana, tapi dia sadar diri jika hati Kirana belum sepenuhnya menjadi miliknya. Hati istrinya itu masih menjadi milik seorang laki-laki bernama Keenan Raditya Ghifari.

Kirana berusaha memanggilnya dan berusaha mengejar Keenan yang mulai beranjak pergi. Kirana akhirnya berhasil. Dia kini berdiri di hadapan Keenan mantan kekasihnya dan bersiap melayangkan sejuta pertanyaan andai saja dia tidak melihat ekspresi Keenan yang merasa terganggu dengan kedatangannya.

“Maaf. Siapa ya?” tanya Keenan pada Kirana.

“Keenan…, ini aku Kirana. Kamu lupa?”

“Ohh, Kirana. Anaknya Pak Bagus kan?”

“Iya Keenan aku Kirana. Aku kekasihmu,” kata Kirana.

“Kekasih? Aku tidak punya pacar. Jangan ngaku-ngaku kamu,” jawab Keenan begitu menyakitkan untuk Kirana dengar.

“Kee…, kamu kenapa sih? Kamu betulan lupa sama aku?”

“Lupa apa? Yang aku ingat hanya kau dan aku pernah sekelas dulu. Tidak ada kenangan yang lebih dari itu dalam ingatanku,” jawab Keenan.

Kirana langsung menangis. Keenan langsung pamit dan pergi dari hadapan Kirana meninggalkan gadis itu terduduk sambil menangis. Raihan melihat istrinya menangis di seberang jembatan membuatnya berlari secepat yang dia bisa. Reflek dia memeluk Kirana dan berusaha menenangkan Kirana yang mulai meraung.

“Shtt…, sudah Kirana sudah…,” kata Raihan.

Kirana mengeratkan pelukannya pada Raihan dan mencurahkan semua tangisannya. Dia tidak tahu saja jika saat ini Raihan sudah terbakar api kemarahan. Mana ada suami yang diam saja melihat istrinya disakiti oleh orang lain? Bahkan jika kedua orang tuanya sendiri yang berani menyakiti Kirana akan tetap dia lawan apalagi hanya mantan pacar.

“Abang Kirana mau pulang,” isaknya.

“Iya iya kita pulang, tapi hentikan dulu tangisanmu.”

Raihan membatalkan semua rencana perjalanannya hari ini dan segera membawa Kirana kembali ke hotel. Begitu sampai, Kirana menelungkupkan kepalanya ke bantal dan kembali menangis. Raihan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Jadi dia hanya duduk di pinggiran bed sambil menepuk-nepuk bahu untuk menenangkan Kirana.

Beberapa waktu kemudian Raihan menyadari jika Kirana tertidur. Raihan dengan perlahan membalik tubuh Kirana agar dia tidak sesak nafas dan bisa tidur dengan lebih nyenyak. Raihan memandangi wajah Kirana dan menghapus jejak air mata istrinya.

Andai saja Raihan tidak ingat Kirana akan ketakutan jika dia tinggalkan, Raihan pasti sudah mengacak-acak seluruh kota hanya untuk menemukan mantan kekasih Kirana. Dia memang tidak mendengar secara langsung percakapan yang terjadi di antara keduanya tadi tapi Raihan berani bilang jika Keenan pasti mengatakan hal yang menyakitkan sampai Kirana menangis begitu keras seperti ini.

...***...

Kirana baru selesai mandi dan Raihan melihat rona di wajah Kirana menghilang. Wajahnya pucat dan tidak bertenaga. Ketika dia berusaha mendekat, Kirana melangkah mundur. Kirana juga menggeleng tanda jika dia sedang tidak ingin diganggu.

“Abang cari makan dulu ya, kamu di dalam kamar saja jangan kemana-mana. Kamu mau makan apa?” tanya Raihan sambil memakai jaketnya.

“Apa saja Bang, Kirana tidak napsu makan,” jawab Kirana.

Raihan melihat Kirana langsung naik ke tempat tidurnya kemudian menggulung dirinya dalam selimut hangat. Raihan menaikkan suhu AC kemudian melangkah keluar dari dalam kamar. Raihan pergi membeli makanan apapun yang sekiranya bisa menaikkan mood Kirana. Dia ingat Adnan pernah bilang kalau Kirana suka mie ayam dan kebetulan sekali tidak jauh dari hotel ada yang menjualnya.

Sembari menunggu pesanannya dibuat, Raihan melipir ke minimarket terdekat untuk membeli obat dan beberapa snack. Ketika itulah handphonenya berdering. Tanpa pikir panjang Raihan mengangkatnya dan langsung mendapatkan semburan dari kakak iparnya.

“Gue nggak maksud bohong Nan. Karena jujur gue juga bingung sama situasinya,” kata Raihan.

“Barusan Kirana telepon gue dan bilang dia ketemu Keenan apa bener Han?”

“Iya bener.”

“Astaga…, kenapa sih dari segala kemungkinan tempat yang ada mereka malah ketemu di Kebun Raya? Di jembatan merah pula,” kata Adnan membuat Raihan cukup heran. Nada bicaranya seperti dia ikut ambil bagian dalam menghilangnya kabar Keenan selama ini.

“Gue nggak ngerti harus ngerespon kaya gimana. Kirana kayanya demam deh habis mandi tadi mukanya pucet banget terus nggak bertenaga. Nah ini gue nggak paham dia kaya gitu karena ketemu sama Keenan atau karena kecapekan,” curhat Raihan.

“Dia kalau lagi dapat tamu juga bisa sakit sampe guling-guling Han. Mending lo tanyain dulu dia sakit kenapa. Kalau gue nggak salah inget tanggal-tanggal ini biasanya Kirana tanggal merah,” jawab Adnan.

“Nanti deh gue tanya,” jawab Raihan.

“Nanti? Lo lagi di mana sih sekarang?”

“Lagi beli makan sama cari obat. Gue nggak lagi sama Kirana, dia ada di dalam kamar sendirian,” kata Raihan.

“Jangan kelamaan ditinggalnya, kasihan adek gue,” kata Adnan.

“86.”

Selesai dengan segala urusannya, Raihan segera kembali ke kamar. Dia menemukan Kirana sedikit merintih dan kedua tangannya menggenggam erat ujung selimut. Wajahnya juga masih pucat seperti tadi. Raihan segera mendekatinya dan bertanya ada apa dengannya.

“Abang perut Kirana sakit,” keluhnya.

“Sakit banget? Kita ke rumah sakit ya,” ajak Raihan.

“Nggak Bang nggak usah, udah biasa begini kok.”

“Kamu lagi tanggal merah?” tanya Raihan pelan. Kirana hanya bisa mengangguk karena dia hampir tidak sanggup menahan sakit yang terasa di perutnya.

“Masih kuat makan nggak? Abang beliin mie ayam tuh. Makan dulu ya terus minum obat baru kamu istirahat,” bujuk Raihan.

Tidak pakai sulit, Kirana langsung mengiyakan dan meminta bantuan Raihan untuk membawanya ke tempat duduk dan makan dengan tenang. Walaupun dia hanya menghabiskan separuh porsi tapi sudah lumayan untuk mengganjal perutnya jadi dia bisa minum obat dan sekarang sudah kembali beranjak ke tempat tidurnya.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!