Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Aldo mematikan mesin mobilnya saat mobil yang ia kendarai tiba di rumah Verdi. Dengan cepat Aldo membuka pintu mobil dan keluar dari mobil dan menutupnya kembali. Perlahan Aldo melangkah masuk kedalam. Kebetulan sekali ada bibi penjaga rumah yang baru saja hendak menutup pintu.
"Tuan Aldo." Sapa bibi.
"Bi, Verdi ada?" tanya Aldo.
"Tuan Verdi tidak ada tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Bibi, "Oh iya Tuan, silahkan masuk." Ajak bibi mempersihlakan Aldo masuk.
Aldo pun masuk di ikuti Bibi dari belakangnya.
"Silahkan duduk Tuan."
"Makasih Bi." jawab Aldo sopan. "Ouh iya Bi sejak kapa Verdi keluar?"
"Sejak tadi pagi Tuan."
"Pagi?" gumam Verdi mengulang. "Bukan kah ini hari libur, lalu kemana Verdi pergi?" Batin Aldo. "Oh apa Verdi pergi liburan bersama Sandra?"
"Tidak Tuan, nyonya pergi bersama dengan temannya." jawab Bibi.
Aldo terdiam, ia mengingat kebiasaan Verdi, yang tidak pernah keluar jika tidak ada urusan yang penting. Lalu apa ini? Verdi bahkan keluar di hari libur seperti ini, dan tanpa Sandra istri tercintanya.
Aldo langsung meraih ponsel yang berada di saku celananya, dan langsung menghubungi no Verdi. Panggilan masuk namun tak mendapat jawaban dari Verdi, sehingga membuat Aldo merasa geram.
"Ver, kamu dimana? Sekarang aku ada dirumah mu, ada hal yang ingin aku bahas dengan mu" Isi pesan Aldo kepada Verdi.
Beberapa saat kemudian pesan pun di balas.
"Sory Do, aku lagi ada pekerjaan yang penting. Mungkin saja malam baru bisa pulang." Balas Verdi.
"Oke baiklah, kalau begitu aku pamit dulu. Nanti malam aku datang kembali."
Setelah mengirim pesan Aldo pin kembali pulang kerumahnya, namun saat berada di depan rumah Aldo langsung berpapasan dengan Sandra.
"Hay Aldo, apa kabar?" tanya Sandra dengan sangat sopannya, membuat Aldo menautkan alisnya. "Aku penasaran dengan mu Aldo, kenapa kau begitu dingin dan susah untuk di sentu." Bisik Sandra di kuping Aldo, dan tangan Sandra pun memegang dada Aldo.
"Jangan macam-macam Sandra. Ingat kau itu istri dari sahabatku."
"Sikapmu membuat ku semakin tertantang untuk memiliki mu." Bisik nya lagi,
Dan Aldo menyentakkan tangan Sandra dengan kasar sehingga terlepas dari dadanya.
"Jangan pernah bermimpi terlalu tinggi." Ucap Aldo lalu berjalan menuju mobilnya meninggalkan Sandra yang terdiam menatap kepergiannya.
"Aku pastikan kau akan mengemis dan minta tidur bersama ku." Gumam Sandra lalu masuk kedalam rumah.
...🍃🍃🍃🍃...
Sore hari.
Verdi berjalan menuju ruang kerjanya, karna ada pekerjaan untuk besok di perusahaan yang harus ia selesaikan dengan secepatnya. Dan saat Verdi berjalan ia terhenti sejenak, melihat Melati yang tertawa tanpa beban di dapur, bercanda gurau dengan Bibi. Lalu Verdi memanggil Bibi dan menyuruhnya membuat segelas kopi dan juga cemilan.
"Ada apa Bi?" tanya Melati saat Bibi telah kembali kedapur.
"Tuan meminta segelas kopi dan juga cemilan agar di antar ke ruangan kerjanya."
"Biar aku saja Bi yang membuat dan mengantarnya." Ucap Melati dengan perasaan semangat. "Ingat ini kesempatan mu Melati, kau harus membuat nya nyaman dan jatuh cinta padamu" Batinnya lalu membuat kopi.
Setelah membuat kopi dan mengambil cemilan dikulkas. Melati langsung berjalan menuju ruang kerja Verdi. Melati menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. "Kau pasti bisa Melati." Batinnya, lalu Melati mengetuk pintu dan membuka saat sudah mendapat sahutan dari dalam.
maaf, autor up nya cmn sedikit. karna lagi kurang enak badan.🙏
calangheeoooo semuanya🥰🥰🥰😘😘
jaga kesehatan kalian🤗🤗🤗
smw pada gantung ceritanya