NovelToon NovelToon
Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku

Status: tamat
Genre:Teen / Chicklit / Tamat
Popularitas:172.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aris pujiono

Audy Salernita dan sang adik Nadia Fiorentina Kakak beradik yang memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Nadia yang merupakan selebgram dan Idola di kampusnya, sedangkan Audy memiliki tubuh gemuk yang sering dibandingkan dengan adiknya.

Itu membuat Audy rendah diri. Satu-satu cara menutupi rendah dirinya adalah menghindar sebisa mungkin dari Nadia. Namun, mereka sering dipertemukan dengan kejadian yang tak teduga.

Oleh karena itu secara sembunyi-sembunyi Audy bertekad menurunkan berat badannya supaya dia tidak dibully lagi teman kampusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris pujiono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menangkap Reihan.

Sesampainya di taman Audy seperti biasa berlari kecil mengelilingi taman sebanyak dua kali. Nadia yang memberikan aba-aba. Audy begitu bersemangat gara-gara Reihan selalu memanasinya.

Audy menyelesaikan dua putaran selama sepuluh menit. Waktu yang baik untuk ukuran gadis gemuk.

"Wah ... Kak Audy peningkatannya cepat sekali. Kalau begini terus Kak Audy bisa turun dua puluh kilo selama satu bulan," ucap Nadia.

Audy tersenyum, duduk di kursi taman sambil minum air mineral yang ada di tangan.

"Habis ini gue ngapain lagi, Nad?" tanya Audy

"Angkat barbel dulu deh, Kak. Nanti Nadia awasi."

Audy mulai mengambil barbel seberat lima kilo, lalu memainkan barbel itu. Tiba-tiba Reihan datang dengan motor vespanya menghampiri Audy dan Nadia dengan membawa karung.

Audy menaruh barbelnya di tanah. "Ngapain lo kesini?"

"Gak pa-pa, gue cuma mau ngasih semangat saja."

"Gak usah basa-basi lo!" sahut Nadia.

"Tenang, gue kesini gak mau ganggu kakak lo. gue kesini cuma mau ngasih ini." Reihan mengeluarkan isi dari karung yang di bawanya.

Audy dan Nadia sontak terkejut, seekor ular di lempar di hadapan Audy dan Nadia. Mereka berdua berlari ke takutan. padahal itu hanya ular bohongan yang terbuat dari karet. Namun, Audy dan Nadia tidak tau, mereka kira itu ular beneran.

Reihan mengambil ular karet itu, lalu mengejar Audy yang sedang berlari. Kecepatan lari Audy tentu saja kalah dari Reihan. Dengan iseng Reihan menaruh ular karet itu di pundaknya Audy.

"Ahhh ...! Reihan!" Audy berteriak histeris tidak berani menatap ular karet yang masih menempel di pundaknya.

Reihan tertawa lepas melihat Audy ketakutan. saking takutnya Audy sampai ngompol di celananya. Karena kasihan melihat Audy, Reihan akhirnya mengambil ular itu dan bergegas pergi dari taman.

Audy masih menangis sambil beteriak memejamkan matanya. Nadia yang bersembunyi di balik pohon menghampiri Audy.

"Kak Audy! Ularnya sudah gak ada!" Nadia berteriak menggoyangkan tubuh gemuk Audy. Namun, Audy masih saja ketakutan memejamkan matanya.

Nadia lalu berteriak di telinga Audy mengulangi ucapannya. Audy terperanjat dan mulai tersadar.

"Lo, Nad. Reihan mana?" Audy berdiri sambil membersihkan pundaknya bekas ular tadi.

"Sudah pergi, Kak?"

"Kurang ajar tu anak, lihat saja gue bakal balas lo Reihan!" Audy mengepalkan tangan dengan tatapan tajam ke depan.

"Iseng banget tu orang, ngasih ular karet," ucap Nadia.

Audy menatap Nadia. "Tadi itu ular bohongan?"

Nadia mengangguk sambil memajukan bibir bawahnya. Audy mulai merasakan ada yang basah di area selangkangannya. Terlihat Air kencing yang sudah membasahi celananya.

"Yah, Nad. Basah," ucap Audy dengan Nada pelan.

"Kita pulang saja yuk, Kak. Dari pada malu dilihat orang," bujuk Nadia.

Audy mengangguk dengan wajah kecewa.

Sesampainya di rumah Ayu melihat Audy dengan rambut acak-acakan dan mencium bau pesing dari tubuh Audy. Ayu menyipitkan mata serta meruncingkan mulutnya.

"Bau apa ini?" tanya Ayu sambil mengibaskan tangan di area hidungnya.

"Ini, Ma. Kak Audy tadi dikerjain sama Reihan sampai kencing di celana," jawab Nadia.

"Audy ... sudah besar kok pakai kencing segala," omel Ayu.

Audy cemberut. "Audy 'kan takut sama ular, Ma."

"Ular?" Ayu menaikan satu alisnya.

"Tadi Reihan naruh ular karet di pundak Kak Audy, Ma. Kak Audy kira itu ular beneran," jawab Nadia.

Ayu menggeleng. "Kamu ini, Audy. masih saja kayak anak kecil. Sana kamu mandi bersihin diri kamu."

Audy dengan wajah cemberut naik ke lantai atas menuju kamar segera membersihkan diri.

...***...

Pagi harinya Audy sudah menyiapkan benda yang dijamin membuat Reihan berteriak histeris. Seikat buah rambutan, Reihan paling takut dengan buah rambutan. Setiap kali dia memegang buah rambutan, entah kenapa dia seperti kestrum listrik 100 volt. Badannya langsung lemas.

Audy tersenyum menyeingai, memasukan buah rambutan itu di tas punggungnya. Audy menaiki taksi berangkat ke kampus. Sesampainya di kampus dia langsung mencari Reihan.

"Levi!" Panggil Audy saat melihat Levi.

Levi dengan kaca mata besarnya melihat Audy lamat-lamat. Dia mengendikan kepalanya.

"Lo mau duit gak?" Tanya Audy menghampiri Levi.

"Ya mau lah, hari gini siapa yang gak mau duit," jawab Levi.

Audy tersenyum, lalu berbisik kepada Levi. Audy ingin bekerja sama dengan Levi menangkap Reihan. Audy sadar, dia tidak mungkin bisa menangkap Reihan karena larinya terlalu lambat.

"Oke, berapa lo kasih ke gua?" tanya Levi.

"Ceban," jawab Audy.

"Ceban ... ogah kalau segitu."

Audy melirik kesal kepada Levi. "Ya udah deh goban."

"Oke cantik." Levi tersenyum mencubit gemas pipi Audy.

Audy segera mrnyingkirkan tangan Levi, menatap tajam. "Apa sih lo! Sekali lagi cubit pipi gue abis lo."

"Iya, Iya ... namanya juga bercanda."

"Bercandanya gak lucu," cibir Audy sambil memberi uang lima puluh ribu buat Levi.

Tak berselang lama Reihan datang. Audy mengambil satu buah rambutan di dalam tas nya menghampiri Reihan. Audy mulai berakting.

"Reihan!" Audy berlari kecil menghampiri Reihan.

Reihan berhenti melihat Audy. "Ada apa."

Audy membungkuk dengan napas tersengal. "Tolongin gue dong, Rei."

"Tolongin apa, penting amat kayaknya," ucap Reihan.

"Tolong pegangin ini dulu." Audy memegang tangan Reihan, lalu memindahkan rambutan itu ke telapak tangannya. Reihan memegangnya, terasa ada bulu-bulu yang menggelikan. Reihan lalu membuka Telapak tangannya.

"Achh ...!" Reihan berteriak melempar rambutan itu, lalu berlari menjauhi Audy.

Audy mengejar Reihan, banyak mahasiswa melihat tingkah mereka. Audy semakin jauh dari jangkauan Reihan, langkahnya tidak secepat Reihan. Namun, Levi menghadangnya dari depan.

"Minggir lo, Levi!" teriak Reihan.

Levi tidak mengindahkan perintah Reihan karena dia hendak menangkapnya. Namun, Levi gagal, tubuhnya yang kurus tidak bisa menahan tenaga Reihan. Bahkan Levi berhasil di dorong hingga menabrak Audy. Si kurus dan si gemuk itu terjatuh. Reihan segera berlari menjauh dari mereka berdua.

Audy mewek. "Lo gimana sih! Malah nabrak gue!"

Levi memegang pinggangnya yang terasa sakit. "Sorry ... gak sengaja."

Audy masih mewek sambil melempar beberapa rambutan ke arah Levi. "Pokoknya gue gak mau tau, lo harus menangkap Reihan!"

"Iya ... masih ada waktu nanti siang. Kita buat rencana baru." Levi tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.

Audy berdiri, pergi dari hadapan Levi. Levi menatap punggung Audy, lalu memungut rambutan yang di lempar Audy tadi.

"Manis juga ya rambutannya," ucap Levi memakan beberapa rambutan yang berserakan di taman.

Sementara itu Reihan berada di toilet pria dengan napas terengah-engah.

"Selamet gue, hampir saja gue pingsan," ucap Reihan berkaca di cermin sambil membasuh wajahnya.

Reihan mengendap memastikan Audy dan Levi tidak mengejarnya lagi. Setelah dilihatnya aman, dia menuju kelas.

Bersambung ...

1
sun-rise🌻
Semangat kk😍😍😁
sun-rise🌻
🤔🤔🤔🤔🤔☺️
sun-rise🌻
Kyk film Reza r4h4rdi4n dn si cew. Yg di ggs
sun-rise🌻
Kyk rmh seseorg
sun-rise🌻
Mampir kk
sun-rise🌻
B4gb4g4i pin4ng t4k berbel4h
viana
belum tentu kurus itu cantik
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttttt
Fira Ummu Arfi
likeeeeeee
Fira Ummu Arfi
folback kak, sdh ku follow yaaa 🥰
auliasiamatir
wkwkwkwkk bisa aja pak Reno nostalgia nya bikin bini kesel aja.
auliasiamatir
masuk favorit deh.. keren pokonya,
auliasiamatir
lanjut Thor, keren...

salam dari cinta tak pernah mati
auliasiamatir
hadir... penasaran sama ceritanya, dan aku suka sana karakter Audy
Ufika
bakalan diterima gk yah😁
Ufika
😁😁 suka la masa enggak
Senajudifa
bodohx nadia percaya aj sm aldo
Senajudifa
ngapain tu aldo msh cr nadia
Senajudifa
makax jgn terlalu percaya blm yg baik diluar baik jg didlm
Senajudifa
padahal sdh maraton bacax tp blm selesai jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!