NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:487.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: VirentaNita

Aila. Seorang gadis muda yatim piatu ... Yang harus menghadapi dilema dengan dua pilihan sulit dalam hidupnya.

Aila di hadapkan dengan sebuah perjodohan dengan CEO muda kaya raya, Fakhri ... Putra sahabat karib Almarhumah Ibunya. Namun sebuah rintangan besar ada di depan Aila, jika Ia memilih Fakhri, lantaran sudah ada sosok Naira yang telah menempati lebih dulu ruang di hati Fakhri.

Sementara di sisi lain ada Ardan, seorang sahabat yang diam-diam menaruh rasa pada Aila.

Siapa kiranya yang akan dipilih Aila sebagai jodohnya?

Siapa yang akan dijadikan Aila sebagai pelabuhan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VirentaNita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Aila

"Aila!"

Aila yang baru memasuki lobi kantor secara otomatis menghentikan langkahnya, ketika mendengar suara seseorang memanggil di belakangnya.

Naira.

Berjalan tergesa dengan raut muka penuh emosi. Menghampiri Aila yang masih berdiri di tempat.

"Masih punya muka kamu kembali kesini!" sinis Naira. Tajam.

"Maksud kamu apa Nai?"

"Aku memang bekerja di sini ... Karena itulah Aku datang kemari,"

Tukas Aila. Bingung sekaligus risih karena menjadi pusat perhatian semua karyawan yang berada di lobi kantor.

"Bekerja kamu bilang?"

"Sungguh tidak tahu malu kamu, Ai!"

Naira semakin melantangkan suaranya. Membentak-bentak Aila di depan semua karyawan kantor hingga membuat kegaduhan.

"Naira ... Sebenarnya mau kamu apa sih?" geram Aila. Mulai kesal.

"Mau ku?"

"Ini mau ku!"

Plaaaaak

Naira melayangkan sebelah tangannya, mendarat tepat di pipi Aila hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.

"Cukup Nai! Jangan membuatku kehilangan batas kesabaran lagi!" gertak Aila.

Naira tertawa lirih, detik kemudian menatap tajam wanita yang berusia jauh lebih muda di hadapannya itu.

"Justru kamu lah yang membuatku hilang batas kesabaran, Ai!"

"Kamu pikir karna siapa ... Kamu bisa naik jabatan, kerja di perusahaan bagus seperti ini, hah!"

"Semua itu karena Fakhri, suamiku Aila!"

"Tapi lihat lah yang terjadi sekarang ini ... Karena kamu yang sudah merayu Mama Erna dan membuatnya bermusuhan dengan Fakhri, kini Fakhri harus kehilangan segalanya!"

Aila memicingkan kedua matanya. Belum mengerti benar maksud ucapan Naira.

"Kehilangan segalanya?" ucap Aila. Mengulangi ucapan Naira.

"Ya, karena kamu lah Fakhri jadi kehilangan segalanya ...."

"Jangan berpura-pura bodoh kamu Ai!"

"Fakhri sudah memutuskan hubungannya dengan Mama Erna ... Begitu pun dengan perusahaan ini!"

Aila tersentak, kaget. Barulah Ia mengerti kemana arah pembicaraan Naira.

Putus hubungan?

Bukankah Fakhri sendiri yang memutuskan ... Dan penyebabnya bukanlah Aila. Namun lantaran Fakhri yang lebih memilih Naira ketimbang Erna.

Lantas mengapa sekarang Naira datang melabraknya?

Dan menganggap Aila lah yang menjadi penyebab semuanya ....

Aila mengernyitkan dahinya. Semakin bingung dengan pola pikir wanita di hadapannya kini.

"Kenapa kamu diam saja?"

"Apa sekarang kamu sudah merasa puas, hah!"

"Kamu bukan hanya menghancurkan keluarga kami ... Tapi kamu juga telah berhasil mempengaruhi Mama Erna dengan terus memihak padamu!"

Plaaaaaak

Rentetan kalimat Naira terhenti. Lalu dipeganginya sebelah pipinya yang terasa panas akibat tamparan Aila.

"Benar ... Memang inilah dirimu yang sebenarnya Aila! Kasar dan serakah!"

"Apa tujuanmu sebenarnya masuk ke dalam kehidupan kami?"

"Apa untuk ini? Mendepak Fakhri, lalu menggunakan kedekatanmu dengan Mama Erna untuk menguasai perusahaan ini?"

"Cukup Naira!" bentak Aila. Memotong kalimat Naira.

"Aku tidak mau lagi mendengar omong kosongmu yang tak beralasan itu!" imbuh Aila. Lantas melangkah pergi meninggalkan Naira.

"Kamu sengaja kan Ai ... Menghasut Mama Erna untuk ini ...."

"Mama Erna langsung memecat Fakhri dari jabatannya ketika meninggalkan rumah ... Dan Fakhri akan bisa mendapatkan jabatannya kembali jika bersedia menikah denganmu!"

Langkah Aila kembali terhenti. Ditolehnya Naira yang masih saja mengoceh di belakangnya.

Menikah?

Aila semakin bingung. Bukankah rencana pernikahan mereka telah dibatalkan?

Lantas mengapa Erna kembali membuat keputusan tak masuk akal?

"Aku benar-benar tak menyangka jika kamu akan selicik ini Ai ... Jadi ini cara halusmu untuk mendapatkan perusahaan dan Fakhri sekaligus!" imbuh Naira. Masih menatap tajam Aila.

"Dimana Mas Fakhri?" tanya Aila. Bermaksud menanyakan semua kebenaran ucapan Naira pada Fakhri langsung.

"Untuk apa kamu mencari suamiku?"

"Apa kamu ingin merayunya lagi?"

Plaaaaaak

Sekali lagi, Aila melayangkan tamparannya pada Naira. Merasa geram dengan semua tuduhan tak berdasar wanita di hadapannya itu.

Lalu tanpa kata meninggalkan Naira yang masih berdiri di tempat.

Dengan langkah tergesa lantaran menghindari tatapan karyawan yang sejak tadi memperhatikannya, Aila merogoh phosel miliknya yang berada di dalam tas.

Berusaha menghubungi satu nomor.

Erna!

Aila urung untuk menanyakan semua pertanyaannya pada Fakhri, lantaran tak ingin menimbulkan masalah apa pun lagi dengan Naira.

Akhirnya Ia lebih memilih menghubungi Erna. Namun sayang, panggilan telphonnya tak juga tersambung.

Hanya suara merdu operator wanita yang menjawab di seberang sana.

Lelah.

Aila langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kerjannya begitu sampai dalam ruangan tempat kerja miliknya.

Baru hendak mencoba untuk menghubungi Erna lagi namun phonsel di tangannya telah lebih dulu berdering.

Dada Aila langsung bergemuruh hebat begitu melihat sebuah nama yang terpampang di layar phonselnya.

Nama seseorang yang dipercaya Fakhri untuk memimpin pencarian Ardan.

Takut.

Tangan dan nada suara Aila bahkan bergetar hebat ketika menjawab sambungan telphon.

Sebuah harapan dan rasa takut muncul bersamaan kala seseorang yang berbicara di seberang telphon sana meminta Aila datang untuk melihat sesuatu.

Yang pastinya berhubungan dengan Ardan...

*-*-*

Dengan perasaan campur aduk tak karuan, Aila turun dari mobilnya. Kemudian berjalan tergesa menemui seseorang yang tadi menghubunginya.

Aila sudah tak sabar ... Untuk mengetahui perkembangan terbaru tentang pencarian Ardan.

Namun di sudut hati terdalamnya, justru perasaan takutlah yang lebih mendominasi. Aila takut jika harapan terakhirnya untuk menemukan Ardan dalam kondisi selamat akan musnah.

"Aila ...."

Fakhri yang juga dihubungi dan tiba di sana terlebih dulu, langsung menyapa Aila begitu melihat Aila datang.

"Bagaimana?" tanya Aila dengan diselimuti rasa takut yang teramat sangat.

"Apa kamu mengenali barang-barang ini?"

Aila mengalihkan tatapan matanya pada beberapa barang yang berada tak jauh dari hadapannya.

Barang-barang milik Ardan.

"Dimana Ardan ... Mas Fakhri?"

Rasa takut tak dapat dibendung lagi ketika Aila melihat semua barang itu.

"Ikutlah dengan kami, Ai ...."

Fakhri menuntun Aila, mengikuti seseorang yang tadi meminta mereka untuk datang.

Seluruh tubuh Aila langsung terasa lemas ketika lelaki paruh baya yang membawanya tadi membawanya pada sebuah kantong berisi mayat.

"Tidak mungkin ... Dia bukan Ardan kan Mas Fakhri?"

"Dia bukan Ardan kan Pak?"

Aila berbicara sembari menggelengkan kepalanya keras. Perasaan tak enak mulai berkecamuk di hatinya.

Ditatapnya Fakhri dan lelaki paruh baya di hadapannya secara bergantian.

"Tenanglah Aila, masih belum jelas dia Ardan atau bukan ...."

"Kami hanya ingin memintamu untuk memastikan sesuatu," ucap Fakhri mencoba menenangkan Aila yang tiba-tiba histeris.

"Mayat ini ditemukan tanpa identitas ... Dan wajahnya sudah tak dapat dikenali lagi, namun ada satu hal yang masih bisa dikenali ... Jam tangan di pergelangan tangannya ...."

Lelaki paruh baya suruhan Fakhri berbicara sembari membuka sedikit kantong jenazah di hadapannya, lalu memperlihatkan pergelangan tangan yang memakai arloji berwarna silver.

Bruuukh

Aila refleks pingsan setelah melihat jam arloji itu.

Sebuah arloji yang tak asing baginya. Milik Ardan.

**Hai readers tercinta ... Jangan lupa dukung Author ya ... Dengan meninggalkan like, komen dan vote kalian.

Terima kasih**.

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻
Nova Yuliati
😭😭😭😭😭😭
Nelli Susilawati
bahhh..lanjutannya mana thorr..gantung
Umy Daffa
saya kasih hadiah thor
Titah Novi
ceritanya gk seru,,,awalnya seru tentang poligami itu,,,eh terus diganti,,,bikin penasaran az,,,lg seru2nya malah diganti,,,
Irma Saja
masak ceritanya segitu aja.. gak seru..
seru pas diawal aja cerita dipologami, ini kan ganti cerita masak cuma dikit doank episodenya...
uda lama nggu akhirnya cm gini doank
Dina Purwasih
😲😲😲😲 end??????????????
Dina Purwasih
ah ada lanjutan ny tapi ak lupa alurnya cz udah lama banget mesti baca d bab awal
Lara Sartika: betul kk, udah lupa
awalnya bacanya enak, udak kelamaan ga up jadi gaenak deh🥴
total 1 replies
J. Marta
Sudah mendarat thor,,,,

Udh q boom like juga,

Jangan lupa mampir novelku yang lain

Love revenge, Obsesi

Tinggalin jejak juga 👍👍

Nuhun 🙏
Dina Purwasih
kapan lanjut lagi nya Thor
Berna Dheta
ini tamat ya koq lanjut
Tika Sartika
kpn up lg
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Halimatus Sadiah
lnjut
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Sasa Sun
aq mampir baca ka
mampir juga donk ke crt aku..

WHEN KAMA MEET SUTRA

aq tgg ya ka 🤗
Attin Nurhuda
author kemana gerangan dirimu
cegilnya_minyoongi
kapan up lg thorr??
ngk sabar nungguin kelanjutann kisah fahri dan aila
Dina Purwasih
kapan up lagi thor??
Nona Gladdys
"PERNIKAHAN LUAR BIASA" Recomend juga kak
Siti Mulyanah Ami Yusuf
lama juga up nya thor
Ira Sain
lanjut min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!