Semua orang sudah tahu jika Queen mencintai Dokter Frans. Namun ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Kenyataannya Frans sudah memberikan cintanya kepada gadis lain. Wanita masa kecilnya dan juga cinta pertamanya. Berbagai cara dilakukan Queen untuk menarik perhatiannya. Hingga suatu hari temannya menjebak mereka berdua sampai mereka diharuskan menikah. Akankah Queen berhasil mendapatkan hati dan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita Buruk
Queen menikmati makan malam sendiri ditepi pantai. Jujur jika ditanya dia kesal atau tidak?jawabannya pastilah kesal dengan kelakuan suaminya, apalagi saat ponsel tidak bisa dihubungi rasanya dia ingin teriak dan memaki suaminya namun dia masih bisa menahannya.
Ice cream pun mulai mencair namun Queen tidak juga menyentuh ice cream itu. Dari jauh dia melihat sosok suaminya, dia mulai menajamkan matanya dan melambaikan tangannya saat melihat topi suaminya.
Frans yang dari jauh melihat ke arahnya mulai kebingungan. Dia sedang bersama Tina namun diujung sana ada istrinya melambaikan tangannya.
"Kamu pesan apapun yang kamu mau, aku akan kebelakang dulu sebentar" setelah Tina mengangguk Frans segera berlalu lewat pintu belakang. Daripada dia repot jika Queen yang menghampirinya lebih baik dia yang menghampiri istrinya.
"Kamu sedang apa disini tanyanya?"
"Lagi makan, aku lapar suamiku"
"Aku tau makanan yang paling enak disini, ayo kita pergi dari sini" ajaknya, Queen pun mau tak mau segera bangkit dan mengikuti suaminya dari belakang.
"Gandeng tanganku napa suamiku?"Queen tidak melanjutkan langkahnya, dia merajuk.
Frans langsung berhenti dan menoleh ke belakang.
"Ayo cepat, jangan bertingkah seperti anak-anak" setelah berkata seperti itu, dia kembali melanjutkan langkahnya.
"Idihh....gak ngaruh deh..tunggu suamiku" Queen pun berlari kecil menyusul suaminya.
"Apa kamu masih lapar?"tanyanya
"Iyalah...aku lagi makan tau-tau kamu ngajakin aku keluar dari sana, sayang kan tuh makanan aku"
"Jangan cerewet aku akan menggantinya 2x lipat" janjinya.
"Baiklah...ayo kita cari tempat yang enak" alih-alih mencari makanan yang enak Frans malah memilih makanan yang ada dihotelnya.
"Baik Pak nanti kami bawakan langsung kesana ya"
"Oke terima kasih" Frans langsung menggandeng Queen dengan langkah kaki yang cepat-cepat.
"Suamiku...gimana sih katanya mau ngajak aku makan yang enak?kenapa sekarang malah makan didalam kamar?bulan madu gini amat yak" Queen menatap sebal suaminya.
"Kamu kan daritadi sudah diluar Queen, bagaimana jika nanti kamu masuk angin?"tanya Frans
"Kan ada kamu suamiku hehehe" mereka pun sedikit berdebat dan merajuk, namun Queen tidak mampu membuat Frans goyah dengan rajukannya.
30 menit kemudian,
"Makanannya sudah datang, aku ambil dulu" Frans segera membuka pintu kamar dan mengambil semua pesanannya.
"Terima kasih" ucapnya sopan lalu menutup pintu itu.
"Kamu gak kasih tips dia?"
"Tidak, kenapa? kan kita sudah bayar pajaknya".
"Jangan pelit-pelit suamiku, nanti rezeki seret" Queen mulai mengeluarkan nasehatnya.
"Makanlah jangan banyak bicara" Frans membuka dan menyerahkan makanan-makanan itu kepada Queen.
"Hehehe...tumben perhatian suamiku. Sayang...kamu kemana saja selalu menghilang tiba-tiba?"tanya Queen sambil sesekali menyuap makanannya.
Frans nampak tidak suka dengan pertanyaan Queen tadi.
"Aku..aku ada urusan, ada kawan yang membutuhkan bantuanku sini" jawabnya datar.
"Tapi kan ini bulan madu kita suamiku, pokoknya aku gak mau ditinggal sendiri lagi"
Frans menghela nafas berat, dia akhirnya bingung sendiri mengajak istri dan kekasihnya liburan diwaktu yang bersamaan. Taklama ponselnya pun bergetar.
"Pasti ini panggilan dari Tina"dia berguman dalam hati.
"Tunggu sebentar aku ada panggilan" Frans memberi kode Queen agar dia diam tak bersuara, dia segera berjalan keluar menuju balkon dan langsung menutup pintu balkon itu.
"Baiklah...aku akan kesana sebentar lagi, ada tamu dadakan sayang dan dia mengajakku bertemu sebentar, hanya sebentar oke" kemudian dia menutup ponsel itu. Queen segera kembali duduk diranjang sebelum Frans membuka pintu balkon itu.
"Tunggu apa tadi yang ingin kamu bicarakan?"tanyanya sambil menyeruput kopi latte pesanannya.
"Ohh..ehmm...apa yaaa..oh iya, aku dapat telpon dari mommy katanya Axel sebentar lagi akan menikah dengan Hilda, dalam beberapa hari ini makanya kita harus mempersingkat liburan ini suamiku" Queen segera menyuap salad buah miliknya (dia lupa jika sedang menunggu jawaban dari Frans kenapa selalu timbul-tenggelam seperti jelangkung)
Frans langsung berhenti dan terbatuk-batuk mendengar keterangan Queen tadi. Dengan cepat Queen menepuk-nepuk bahunya namun Frans malah menjauh dan memberinya kode agar diam ditempat.
Setelah dirinya tenang dia berkacak pinggang dan malah tertawa membuat Queen menjadi heran.
"Kenapa suamiku?apa kamu bahagia mendengar berita bagus ini?sama aku pun bahagia" Queen berlari dan memeluk suaminya kegirangan namun tak ditanggapi oleh Frans.
"Menurutmu ini berita bahagiakah?"tanyanya.
"Iya dong, saudaraku akan menikah dalam waktu dekat ini pastilah aku sangat bahagia mendengarnya, tapi sepertinya kamu tidak menyukai berita bagus ini suamiku"
"Tentu saja aku tidak suka, aku hanya berharap Kakakmu segera menikahi sepupuku, ingat dia punya anak...punya anak" andai Frans bisa mengatakan semua itu kepada Queen mungkin dia akan berteriak memberitahunya namun dia sudah berjanji kepada Linda agar menutup semuanya dan tidak perlu bilang apapun kepada Axel karena dia tidak akan terima penolakan dari Axel, Linda tahu jika Axel hanya mencintai Hilda. Dan sudah pasti Axel akan menolak kehadiran anaknya begitu pikirnya.
Frans berbalik arah membelakangi Queen dan bertolak pinggang, entah apa yang ada dipikirannya. Kepalanya mendadak menjadi pusing dan dia seperti sesak bernafas jika melihat Queen dihadapannya.
"Aku akan keluar, jangan cari aku tunggulah sampai aku selesaikan urusanku diluar. Jangan pergi kemana-mana, karena aku tidak suka kamu berkeliaran tanpa sepengetahuanku" selesai berkata seperti itu dia langsung berjalan menuju pintu, begitu dia hendak memutar handle pintu dia menolehkan wajahnya ke arah Queen.
"Ingat pesanku...jangan keluar tanpa sepengetahuanku atau aku akan meninggalkanmu lagi, paham?" tanyanya dan Queen seperti boneka yang patuh pada perkataan majikannya tanpa sadar dia pun mengangguk tanda setuju. Setelah itu Frans langsung keluar kamar tanpa menoleh lagi kepada Queen.
Begitu Frans menutup pintu itu dia seperti baru tersadar dari hipnotis suaminya.
"Hah...apaan sih dia menghilang lagi??aku rasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Kenapa aku seperti orang bodoh yang patuh pada semua perintahnya. Ya ampun gini amat ya menikah dengan orang yang kita cintai bukan dengan orang yang mencintai kita? Sampai kapan kamu akan menerima kehadiranku Frans?" Queen tersenyum miris menerima nasibnya kini.
"Semangat Queen semangaaatt....cinta akan datang dengan sendirinya nanti...sabar...dan bersabarlah terus" dia tetap menyemangati dirinya sendiri.
Frans berjalan dengan cepat sambil menempelkan ponselnya ditelinganya.
"Lin, aku ada kabar buruk untukmu"
"Kabar apa Frans?"
"Axel akan menikah dalam minggu ini"
Tiba-tiba hening dan tak ada suara Linda lagi. Linda syok mendengar kabar ayah anaknya akan menikah. serasa ribuan jarum menghantam jantungnya, sakit dan perih. Walau dia sudah merelakan Axel bersama Hilda entah mengapa tetap saja ada rasa sakit didadanya. Dia berusaha menenangkan diri begitu mendengar kabar buruk itu. Sementara suara disana terus saja memanggil namanya. Linda mengusap air matanya, ada rasa terbuang dan rasa tak berharga didirinya. Ingin rasanya dia pergi jauh dari kenyataan hidup ini namun apa daya, ada makhluk kecil yang tak berdosa yang selalu menunggu kepulangannya setiap sore, ya Sky adalah sumber semangat hidupnya, dia tidak memperdulikan apa kata orang-orang disekelilingnya. Mereka menghina dan mengejek Sky hampir setiap waktu namun dia selalu memberikan semangat kepada Sky agar kuat menghadapi hidup ini. Walau Sky belum mengerti apa-apa namun dia tumbuh menjadi anak yang manis, anak yang selalu menyayangi ibunya. Harapannya hanya satu semoga Sky tidak akan pernah bertanya dimana ayahnya berada.
"Iya Frans...terima kasih atas pemberitahuannya,aku hanya berharap agar Axel selalu bahagia bersama wanita yang dicintainya. Sudah dulu ya, aku masih banyak pekerjaan kamu taukan apotik selalu ramai, sudah dulu ya. Kamu jangan khawatir aku akan baik-baik saja Frans. Salam pada istrimu, jaga dia ya semoga kalian tidak akan pernah merasakan seperti yang aku rasakan. Queen gadis baik-baik Frans jangan hancurkan dia" begitu pesan Linda padanya.
Linda langsung menutup ponselnya sebelum Frans berbicara lagi. Hari ini adalah hari yang paling buruk untuknya. Pantas saja dia lemah dan cemas tanpa sebab dan seharian ini dia selalu uring-uringan tidak jelas, rupanya kabar buruk ini yang akan dia terima. Dia tidak konsen lagi bekerja, ya saat ini dia bekerja di sebuah apotik milik Pak Rahmat, orang yang menolongnya saat dia kecelakaan dulu. Dia berhutang banyak padanya entah kapan dia bisa melunasi hutangnya itu. Frans selalu membantunya namun dia menolak saat Frans akan melunasi hutang-hutangnya itu, karena dia tahu tabungan Frans tidak lebih dari 200 juta. Dan tidak mungkin juga Frans akan menghabiskan semua tabungannya untuk membantunya. Satu-satunya jalan Linda harus bekerja di apotik milik Pak Rahmat itu. Pak Rahmat seorang duda beranak 2, pria yang baik hati dan suka menolong siapapun, hanya saja anak gadisnya judes dan sombong hingga membuat Linda tidak betah tinggal bersama mereka.
Linda lebih suka ngekos berdua dengan anaknya dan jika pagi hari dia akan menitipkan anaknya pada tetangganya dan mengambil Sky pada sore harinya. Dulu dia boleh membawa Sky ke apotik namun Fitri selalu mengomelinya karena Sky tidak bisa diam dan membuat pekerjaan Linda menjadi berantakan.
Linda tidak dapat menunjukkan surat ijasah kedokterannya makanya dia cukup kesulitan jika ingin melamar pekerjaan di Rumah Sakit. Ijasahnya ditahan oleh ayahnya, jika Linda mau menggugurkan kandungannya maka ayahnya akan memberikan semua surat ijasahnya namun Linda lebih memilih mempertahan darah dagingnya makanya dia diusir keluar oleh ayahnya. Untung saja Pak Rahmat mempunyai usaha Apotik maka Linda tidak perlu membuat surat lamaran pekerjaan untuk memperoleh pekerjaan. Awalnya Linda bekerja menjadi kasir namun semenjak anak gadisnya ikut kerja dengan ayahnya, posisi Linda digeser menjadi karyawan bisa. Karena memang dasarnya dia dokter umum maka dia dengan mudah mendengar dan memberikan konsultasi gratis kepada pembeli obat diapotik itu. Itulah alasannya Fitri tidak bisa melempar Linda keluar dari tempat pekerjaannya.
*****
Met siang genks....jangan bosan dulu ya bacanya biar nyambung ceritanya😂
Love you all😘😘😘
Dr.Linda