NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Ku Mencintaimu

Dan Akhirnya Ku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa Modern / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:44k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alesha Neova

Monika seorang mahasiswi jurusan kedokteran disuatu universitas swasta yang bolak-balik harus berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar aturan lalu lintas, membuatnya bertemu dengan Evan seorang polisi tampan yang membuatnya terjebak dalam situasi yang sulit. Namun dari situasi sulit itulah yang membuat mereka harus berpura-pura untuk saling mencintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alesha Neova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Diseberang sana, tepatnya di apartemen Andrean setelah ia selesai melakukan video call dengan Monika ada rasa terbakar didalam hatinya. Perasaan marah yang menyelimuti hatinya. Cemburu, mungkin itu sebutan yang tepat dikatakan pada Andrean untuk saat in. Tak dapat dipungkiri ada api cemburu yang menyulut dalam benaknya, rasa kesal dan tidak rela menyelimuti hatinya. Andrean memang kerap kali sering merasakan hal seperti itu, ia tipe lelaki pencemburu. Terkadang ego yang mengendalikannya, hingga terkadang ia kerap kali tidak berfikir jernih saat api cemburu melanda dirinya.

Ia cemburu jika ada laki-laki lain yang dekat dengan kekasihnya. Bagaimana tidak, karena ia pun tahu kalau kekasihnya itu menjadi idaman bagi banyak laki-laki. Banyak teman dikampusnya yang juga menyukai dan mendambakan Monika untuk bisa menjadi kekasih mereka.

Selain memiliki wajah yang cantik, sikap dan sifat yang baik, Monika adalah putri tunggal dari pengusaha kaya yang terkenal di kotanya. Maka tak heran jika banyak laki-laki yang juga ingin menjadi kekasihnya.

Andrean melemparkan ponselnya tepat diatas kasur, ia segera menuju lemari pakaian untuk mengambil kaos dan segera ia kenakan. Terlihat sedikit memerah wajah putih Andrean karena sedang dibakar api cemburu, namun kali ini cemburunya sedikit tak beralasan.

Andrean mencoba menghubungi balik Monika, namun setelah dua kali nada sambungan panggilan terhubung dan Monika tak menjawabnya, akhirnya ia putuskan untuk mengakhiri panggilannya.

Ia melemparkan ponselnya diatas tempat tidurnya, ia menjambak rambutnya frustasi. Menyeka wajahnya dengan telapak tangannya, kemudian ia memilih untuk keluar dari dalam kamarnya, menuju dapur untuk mengambil sebotol soft drink yang dingin dari dalam lemari es. Mungkin itu sedikit bisa mengurangi kekesalan dalam hatinya.

Andrean duduk dimeja mini bar yang berada di dapurnya, ia membuka tutup kaleng pada soft drink yang ia ambil dari dalam lemari es, lalu dengan segera ia menenggaknya dengan kasar. Setelah menenggaknya lalu ia meletakkan kembali kaleng soft drink yang berada pada genggamanya diatas meja dengan kasar, hingga terlihat ada sedikit percikan air yang keluar dari dalam kaleng minumannya.

*** Di tempat Lain

Di tempat lain, Evan dan Doni sudah kembali ke kantor lagi setelah mereka makan siang tadi. Begitu sampai di kantor, mereka kembali bekerja menyelesaikan tugas mereka masing-masing hingga tiba waktunya jam pulang kerja tiba. Saat jam pulang tiba, Evan bergegas merapihkan meja kerjanya, menyimpan dokumen-dokumen penting di dalam laci, dan juga mematikan laptop yang tadi tengah ia gunakan.

Selesai merapihkan mejanya, Evan bergegas keluar dari ruangan kemudian ia menuju koridor kantor untuk melakukan absen siang sebelum pulang bekerja. Seusai melakukan finger print, kemudian ia menuju parkiran mobil dan segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang ia mengemudikan mobilnya dengan pelan, menikmati perjalanan sore dengan sesekali terbelesit bayangan kejadian tadi siang saat di pengadilan.

Dari kantor Evan menuju rumahnya tak memakan banyak waktu, mungkin hanya sekitar tiga puluh menit saja sudah sampai.

Sesampainya dirumah, seperti biasa ia langsung memarkirkan mobilnya ditempat parkir mobil yang berada di rumahnya. Setelah mobil terparkir, ia segera berjalan menuju rumah utama.

Ia menekan tombol bel yang berada disamping pintu rumah, menunggu asisten rumah tangga membukakan pintu untuknya. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya asisten rumah tangga di rumahnya membukakan pintu dan menyambut kedatangan Evan.

Evan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya, sesampainya di kamar tidur ia segera meletakkan tasnya diatas meja kerja, melepas sepatu dan menggantinya dengan mengenakan sandal slop untuk dirumah. Ia melepas kancing baju seragamnya, melepaskan baju seragam yang ia kenakan lalu menggantungnya digantungan baju yang terletak diruang ganti kamarnya dan kini ia hanya mengenakan kaos pendek pres body yang tadi ia kenakan untuk kaos dalam kemudian ia beranjak ke kamar mandi untuk mencuci tangannya di wastafel.

Setelah mencuci tangan ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, menyalakan AC untuk mendinginkan ruang tidurnya. Melepas lelah setelah seharian bekerja, tak terasa sayu-sayu matanya mulai terpejam, Evan tertidur.

Dilantai bawah, pak Erlangga dan bu Nirmala tengah mengobrol di ruang keluarga sambil menikmati secangkir teh dan juga kue sebagai cemilan sore.

Mereka mengobrol dan bercerita tentang pekerjaan mereka masing-masing, dengan sesekali ada candaan ditengah-tengah obrolan mereka berdua.

“Mah, sepertinya Evan sudah pulang tumben dia tidak turun dari kamarnya?” Ucap pak Erlangga pada istrinya.

“Mungkin Evan sedang beristirahat pah, pasti dia lelah.” Ucap bu Nirmala menjawab pertanyaan suaminya.

“Mah, rumah pasti akan ramai jika Evan sudah berkeluarga nanti. Akan ada cucu kita yang berlarian kejar-kejaran kesana kemari.” Ucap pak Erlangga tiba-tiba sambil menyeruput secangkir teh yang ada ditangannya.

Mendengar perkataan suaminya tersirat senyum dari bibir bu Nirmala.

“Iya pah, mamah juga jadi ikut membayangkan pasti rumah jadi ramai. Tapi bagaimana mau ada cucu, sepertinya Evan saja masih santai tidak ingin terburu-buru untuk segera berkeluarga.” Ucap bu Nirmala.

“Coba mamah lihat ke kamarnya sedang apa dia, papah ingin ngobrol banyak dengannya.”

Kemudian bu Nirmala beranjak dari ruang keluarga menuju kamar Evan yang berada dilantai dua. Setelah di depan pintu kamar Evan, bu Nirmala mengetuknya dengan pelan dan memanggil namanya. Namun tidak terdengar ada sahutan dari dalam kamar Evan. Bu Nirmala pun akhirnya membuka pintu kamar Evan, karena kebetulan tidak dikunci. Begitu bu Nirmala masuk kedalam kamar Evan, ia mendapati putranya yang tengah tidur terlelap. Bu Nirmala mendekatinya, duduk

dipinggiran tempat tidur sambil memandangi putra semata wayangnya yang tengah terlelap karena kelelahan.

Kau tumbuh menjadi pria yang tampan, tegas, dan juga berwibawa nak. Siapapun kelak yang menjadi pendamping hidupmu pasti akan bahagia. Guman bu Nirmala dalam hati sembari menatap lekat kearah putranya.

Kemudian bu Nirmala memutuskan untuk kembali lagi ke ruang keluarga tanpa membangunkan Evan. Tak tega rasanya jika ia harus membangunkan putranya yang tertidur pulas yang terlihat sangat lelah. Bu Nirmala menutup kembali pintu kamar Evan dengan pelan, ia kembali menuruni anak tangga dan menghampiri suaminya yang masih duduk di sova sambil menikmati sepotong kue.

“Lho.. Evan mana mah, kok tidak ikut turun?” Tanya pak Erlangga.

“Evan tidur pah, kelihatannya dia kelelahan tidak tega kalau mamah membangunkannya.” Ucap bu Nirmala.

“Ya sudah, biar saja dulu kalau begitu.”

Hari pun semakin sore, pak Erlangga dan bu Nirmala menghabiskan waktu sorenya untuk mengobrol santai di ruang keluarga. Menceritakan tentang bisnis mereka, dan sesekali bercerita tentang masalalu disaat dulu mereka masih muda.

Keluarga pak Erlangga memang begitu harmonis, tidak pernah ada selisih paham diantara mereka. Romantisnya pak Erlangga terhadap istrinya dari dulu pun tak pernah hilang, ia tetap romantis dan memperlakukan istrinya dengan istimewa sejak dulu hingga sekarang.

Terimakasih untuk dukungannya selalu..

Jangan lupa untuk terus memberi dukungan ya😊

Vote.. vote.. dan vote yang banyak, biar penulisnya lebih semangat lagi nulisnya.🤭

1
Sri Lestary
kelamaan u nya
Sri Lestary
lanjut kak
DHe AngeL's
nice 👍
Sri Lestary
ditungguin gak up load² sik kak
Sri Lestary
kok blm up lg kak😭
Sri Lestary
😭kok lama kak up ny
padahal dah ditungguin lho😪
Sri Lestary
kok belum up lg sich kakk...jadi sedih n kecewa nich😪
DLK HASAN haha
jika
Sri Lestary
kakk...sibuk ya?
kok blm up lagi sich?
Sri Lestary
apa gak ada kelanjutannya ya?🤔
Sri Lestary
kok belum up lg kak...😭 ditungguin nich😪🙏
Sri Lestary
kok blm up lg kak??
Sri Lestary
lanjut kak...seru nich...jgn lama² up nya
Titi SyahRani
mantap kk
Kusmiati
lanjut donk...
Dina She Mamora
lanjut thor
Marga Biri
aku menunggu kelanjutannya kapang dong.....??🙏🏻🙏🏻🙏🏻
laksamana Radithya Tolo
ditunggu kelanjutannya kak
Marga Biri
so sweet
Marga Biri
aku penasaran akan kelanjutamx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!