NovelToon NovelToon
Macau Love Story

Macau Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Mafia / Tamat
Popularitas:832k
Nilai: 5
Nama Author: Andreane

Apa yang salah dengan hidup Nayla?"

Setelah lepas dari kekejaman sang tante, yang menjadikannya mesin uang, Ia harus menikah dengan seorang mafia peretas mesin judi. Lelaki yang telah membelinya dengan harga fantastis.


Akankah sia-sia, Perjuangannya untuk mengeluarkan sang suami dari labirin perjudian. Dengan masa lalu tersulut dendam kepada sang ayah yang telah meninggalkannya.

Hingga ia nekad untuk menikahi adik kandungnya sendiri demi sebuah pengakuan dari Hari Hermawan.

Apakah sang ayah akan membiarkan Pandu menikahi adiknya dari rahim wanita selain ibunya, ataukah Nayla yang akan meredupkan sarat emosi dan melupakan dendamnya..

Lelaki mapan dan matang..
Seorang mafia judi. PANDU MAHARDANI HERMAWAN

"Aku percaya bahwa ada cinta yang tak pernah melukai" (Nayla)



"Menyenangkan sekali berbicara denganmu, Meskipun usiamu jauh lebih muda dariku, namun perkataanmu bak wanita dewasa yang menghipnotisku agar selalu mendengarkanmu.

Wanita sepertimulah yang aku butuhkan.

Cinta yang kau berikan untukku, mampu mengembalikan hidupku yang rapuh menjadi utuh hingga sempurna" (Pandu)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andreane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 (Berpisah lagi)

Hidup memang penuh kejutan, dan kejutan yang aku alami benar-benar sangat ekstrim, tiba-tiba kehilangan orang tua, tiba-tiba menikah, tiba-tiba hamil, besok entah apa lagi.

Aku berharap kejutan selanjutnya tidak membuatku sesedih ketika kehilangan orang tua.

Menghirup napas berat, aku membantu mas Pandu memasukan laptop dan notebook-nya ke dalam ransel. Hampir sebulan dia menemaniku disini, dan hari ini dia akan kembali ke Macau.

Ada sedikit rasa takut yang tiba-tiba singgah, tapi aku juga tidak berani mengungkapkannya.

Ada ketidak relaan juga di tinggal suami dalam kondisi hamil, tapi mau bagaimana lagi, aku harus mengikuti skenario mas Pandu, itu semua dia lakukan demi aku dan juga calon anaknya, jadi mau tidak mau harus menurut.

"Sudah mulai dingin ya, pakai bajunya banyakin dikit"

"Dingin banget ya mas?" tanyaku penasaran

"Tidak, nanti kalau sudah terbiasa, tidak begitu dingin kok. Kita kan sudah siapkan baju-baju hangat, sama ada beberapa salep, jaga-jaga jika tanganmu pecah-pecah, ada lip balm juga siapa tahu bibirmu kering, gunakan semuanya jika di perlukan"

"Segawat itu ya mas musim dingin"

Mas Pandu tersenyum menanggapi ucapanku, dia sibuk memilih kaos dari dalam lemari.

"Nanti lama-lama akan terbiasa, kalau ada apa-apa langsung telfon"

"Iya"

"Minta bantuan Nuri kalau kerepotan, jangan di paksakan buat ngerjain sendiri, ingat ada kehidupan di dalam perutmu"

"Iya"

"Satu lagi?" kata mas Pandu dengan mimik serius.

"Apa?" sorot mataku fokus menatap bibir mas Pandu.

"Harus bahagia, jangan banyak pikiran"

Ku pikir sudah tidak ada pria yang memiliki perhatian dan kasih sayang seperti mas Pandu, sudah jarang ada laki-laki yang mengatakan seperti apa yang mas Pandu katakan barusan, tapi ternyata masih ada, dan beruntungnya aku sebagai pemilik pria itu. Sebait kalimat sederhana, tapi bagiku sangat istimewa.

"Masih suka deg-degan?" tanya mas Pandu dengan alis terangkat satu, ketika aku hanya diam.

Alih-alih menjawab, aku justru memeluk erat tubuhnya yang sudah terbungkus pakaian lengkap. Sebulan tinggal bersama, membuatku sudah sedikit lebih paham dengan sifat mas Pandu, dan entah kemana rasa canggungku menghilang, bahkan jejaknya pun tak nampak. Kini aku lebih bisa menguasai debaran jantungku jika berhadapan dengannya.

Mas Pandu membalas pelukanku tak kalah erat, kedua alisnya sempat terangkat melihat sikapku tadi

"Ibu hamil biasanya emosinya jadi labil, kalau sudah mulai emosi, di bawa rebahan saja, ngerti ya?"

"Hem" jawabku dengan suara teredam.

Saat mas Pandu hendak mengurai pelukannya, aku justru mengeratkannya. Kembali memeluk dan menyembunyikan wajahku di dadanya yang bidang

"Kenapa lagi?"

"Cuma bingung nanti kalau pengin sesuatu, aku harus suruh siapa?" kataku sambil mempertemukan sepasang mata kami. Aku yang sempat membuatnya pusing karena pengin makan soto beberapa malam lalu. Kami diam dan hanya saling bertukar pandang hingga beberapa detik.

"Maaf, seharusnya kamu bahagia, apalagi saat sedang hamil seperti ini, asal kamu tahu, ini yang terbaik buat kita, aku ambil keputusan seperti ini juga tidak sendirian, Clara dan Rondypun ikut andil. Kalau kekhawatiranku terjadi" ucap mas Pandu terhenti sesaat untuk menghela napas "aku takutnya nanti akan berdampak buat kamu dan anak kita"

Pada akhirnya, ucapan mas Pandu barusan membuatku memahami alasan di balik keputusan yang sudah di ambil.

Satu hal yang tidak berhenti untuk ku syukuri adalah cinta dari mas Pandu, meskipun aku masih di buat penasaran, tapi aku berusaha untuk menepis pikiran buruk itu. Aku terus meyakinkan diri, bahwa cintanya padaku memang tanpa alasan apapun.

Aku kembali memeluk tubuh mas Pandu, menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya yang entah kapan bisa ku hirup lagi.

"Baiklah, mas bisa pergi"

"Makasih sudah mau mengerti, makasih, sudah mau merawat ibu dengan tanganmu, makasih untuk semuanya"

Mas Pandu mengurai pelukannya lalu berlutut di depanku.

"Maafin papa ya nak" ucapnya dengan kedua tangan memegang sisi pinggangku. "Meskipun papa jarang mengahabiskan waktu dengan kalian, Tapi kalian selalu ada di pikiran papa setiap saat, setiap waktu"

Usai mas Pandu mengatakan itu, aku berjinjit lalu mengecup bibirnya, sedikit **********. Dia sempat terkejut dengan sikapku, namun sekian detik kemudian, mas Pandu mulai membalas ciumanku. Saat aku mengurai tautan kami, dengan cepat mas Pandu merangkum wajahku, lalu ganti dia yang menciumku, hingga beberapa menit.

"Aku cinta kamu" ucapnya setelah ciuman kami terlepas"

Aku hanya bisa tersenyum tidak mampu menjawab, tapi percayalah aku juga cinta kamu. Hati kecilku berbisik, sorot mataku tajam menatap manik matanya yang membuatku semakin hari semakin mencintainya. Tatapannya tak kalah tajam menyoroti netraku, kedua tangannya masih menangkup wajahku, dengan ibu jari mengusap lembut bibir bawahku yang sempat ia gigit lembut. Sementara tanganku, bertahan melingkar pada pinggangnya. Kami diam saling menatap sebelum kemudian kembali menautkan bibir kami.

"Mas sudah suruh Apri untuk mencari apa yang kamu pengini"

"Iya" Akunya sembari mengangguk

"Sudah ya, aku go sekarang" pamitnya

"Mas" panggilku

"Kenapa?"

"Cepat kembali" Mas Pandu tampak mematung sesaat, kemudian mengecup keningku sedikit lebih lama. "Ayo aku antar sampai bawah"

"Ibu" Mas Pandu berlutut di depan kursi roda ibu "Pandu pamit ya bu, Pandu janji akan secepatnya jengukin ibu lagi"

"Ibu tampak mengangguk, meskipun bicaranya terbata dan pelo, setidaknya itu adalah perubahan luar biasa bagi ibu. Di banding saat pertama kali aku datang, benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali matanya yang mengerjap.

Sampai-sampai Anak perempuannya ingin segera menjenguk ibunya, dan bertemu denganku. Tania, adik mas Pandu yang minggu lalu sempat menelpon kami.

****

"Jaga diri baik-baik, kalau butuh sesuatu bilang Nuri, nanti dia akan ngomong ke Apri"

Aku mengangguk "Hati-hati" pesanku setelah mengecup punggung tangannya.

"Okey, Assalamu'alaikum"

"Waaikumsalam, kalau sudah sampai kabarin"

Ku hela napas pasrah, berharap semua akan baik-baik saja, dan usaha mas Pandu membuat Alvin sadar, tidak akan sia-sia.

Sebelum taxi benar-benar pergi, mas Pandu sempat tersenyum padaku, dan aku reflek meneteskan air mata, sebelum kemudian membalas senyumannya.

bersambung

1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
ngasih tau orang dewasa ngalahin anak paud.... anak paud aja tau kl di diijek injek balikkkk lahhhh....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kasih pelajarn nayla.... lama lama kaya orang oon...
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
awas aja kalo otor pro sama nayla
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
baik sih baik tapi kasusu ya nayla baiky bikin eneg
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tolongin aja nay tantemu kn hati baik bak malaikat
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hahaaha dah kejepit baru ngomng nyari anakya kmrn pasa mau nikah susah ngakuin... trs emak hrs percaya sama siape nih... pandu n hermawan otor....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tinggal bareng sama bu risa dong adehhh.... apaa sudah nerima hukuman.. woi ditinggalkan cerai sama istri kedua itu bukan hukuman tapi sebab akibat die tak jujur sama kondisi die n emng rakus pingin ngiasain harta ye
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
yaelah semudah itu ayah y di maafin....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
bgussss top usir tuh aki aki tamak
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
emak kalo baca novel cuma nunggu happy ending atau sad ending dan satu lagi karma..... dah ngk macam macam kok thor..... kalo orang yg udah berkhianat atau di sakiti ngk dapt karma... otor emk demo..... 😂
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
nah kan nyari penyakit lo
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kenapa pandu blm jujur kalo dia adalh lelaki masa kecilya
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hadir kembali
Ran Aulia
terimakasih ceritanya author 👍👍👍👍

langsung cuzzz ke personal assistant
Adi Suweni
Luar biasa
Srie Sulastri
keren
Lucinta Gua
Tinggal di LN namanya Indo bgt
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
PART AKHIR MLH JENGKEL DGN SIKAP NAYLA..
Sulaiman Efendy
ENTAH TERLALU BAIK ENTAH GOBLOK SI NAYLA,, HNY MIKIRKN TANTENYA YG JAHAT, TNPA MIKIRKN PANDU & KELLEN..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!