NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Si BabySitter Cantik

Cinta Untuk Si BabySitter Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:681.8k
Nilai: 5
Nama Author: nafisa

Menjadi Ibu susu anak dari sepupu mantan suami!! sanggupkah Aeril bertahan menjadi ibu susu dari pria dingin dan kejam, apa lagi majikannya adalah sepupu dari mantan suami, dan itu membuat kenangan pahit hadir kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nafisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Abi

Abi benar-benar murka melihat Aeril tertidur pulas. Bahkan saat Abi berteriak pun Aeril tak juga bergerak dari tidurnya.

Seteledor itukah kamu Aeril. Dalam hati Abi.

Karena tak juga bergerak dari tidurnya Abi memberikan Naira kepada Sari lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air satu ember. Dengan perasan marah yang luar biasa Abi keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Areil yang masih tertidur pulas, lalu ....

BYURRR!!!

Abi menumpahkan seluruh air yang ada di dalam ember itu pada wajah Aeril. Sontak saja Aeril langsung terbangun sembari megap-megap seperti orang yang hampir kehabisan oksigen.

"Abi sabar, jangan kelewatan begini," ucap Gilang karena merasa iba kepada Aeril.

"Apanya yang sabar, dia udah dua kali hampir bunuh anak gue," murka Abi lalu menatap tajam kepada Aeril yang sedang bengong karena bingung apa yang sebenarnya terjadi.

"Bagus kamu ya, enak-enakan tidur di sini sementara anak saya hampir saja mati kepanasan," teriak Abi sembari membanting ember yang tadi ia pakai untuk menyiram Aeril.

"Maksud Bapak?" tanya Aeril tak mengerti. Efek obat tidur yang di berikan sari membuatnya bingung seperti orang bodoh.

"Masih nanya, lihatlah Naira." Abi memperlihatkan Naira yang masih saja menangis juga menyodorkannya ke hadapan Aeril agar Aeril melihat jelas keadaan Naira.

"Ya Allah Naira, kamu kenapa sayang!" pekik Aeril kaget karena melihat tubuh Naira sudah kemerah-merahan, lalu Aeril hendak mengambilnya untuk menenangkannya tapi tangannya segera di cekal oleh Abi lalu di hempaskannya dengan kasar.

"Jangan berani menyentuh anak saya karena kamu hanya akan mencelakainya," teriak Abi marah.

''Maksud Bapak apa? Saya nggak mungkin mencelakai Naira, saya sangat menyayanginya." Aeril begitu bingung dengan perkataan Abi.

"Menyayanginya kamu bilang ... Kamu hampir saja membunuh Naira kalau saja tidak ada Sari," bentak Abi.

YESS. Dalam hati Sari, akhirnya Abi mulai mengakui kebaikannya.

Sabar Sari, tinggal beberapa langkah lagi maka Aeril akan segera enyah dari sini selamanya.

Sari merasa sangat bahagia karena akhirnya rencananya sempurna.

"Maksud Bapak apa? Memangnya apa yang saya lakukan kepada Naira?" tanya Aeril bingung. Aeril benar-benar bingung, sedari tadi ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi tapi belum di beri kesempatan.

"Kamu bertanya sama saya, hah? Harusnya saya yang bertanya, apa yang sebenarnya telah kamu lakukan kepada Naira." Suara Abi begitu menggelegar sampai membuat Aeril bergetar mendengarnya.

''Bi sabarlah lebih baik kita bawa Naira ke rumah sakit dulu, kasian dia." perkataan Gilang membuat Abi tersadar jika dia harus cepat-cepat membawa Naira ke rumah sakit.

''Kalau sampai terjadi apa-apa kepada Naira, saya nggak akan segan-segan memasukkan kamu ke dalam penjara,'' hardik Abi.

Abi bergegas membawa Naira ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Aeril pun bermaksud untuk ikut tapi di cegah oleh Abi saat Aeril sudah hampir membuka pintu mobil.

"Menjauhlah dari Naira karena aku tidak ingin lagi membahayakan anakku jika selalu di dekatmu." Seketika Aeril mematung di samping mobil dan tak berani membuka pintunya karena Abi jelas melarangnya.

"Sari kamu ikut saya," perintah Abi kepada Sari.

Sari bersorak riang dalam hati karena akhirnya Abi akan menjadikannya satu-satunya yang mengasuh Naira. Sari pun ikut dan duduk di belakang sembari menggendong Naira sedangkan Abi yang menyetir.

Abi merasa sangat panik karena Naira terus saja menangis dan tak mau diam. Sari sudah mencoba menenangkannya tapi tak berhasil, bahkan Abi marah-marah tak jelas karena jalanan sangat macet.

Setelah sampai di rumah sakit Abi buru-buru meminta pertolongan kepada Dokter.

"Bapak bisa menunggu di luar," ucap seorang Dokter muda yang akan menangani Naira.

"Tapi Dok, saya Papanya saya akan menemani Putri saya di dalam." Abi menolak untuk menunggu di luar karena sangat khawatir dengan keadaan Naira.

"Tolong Pak patuhi prosedur yang ada. Bapak harus menunggu di luar dan saya akan memeriksa anak Bapak," tegas sang Dokter.

Akhirnya Abi mengalah dan menunggu di luar dengan sangat cemas.

Sementara di rumah Aeril terus menangis karena memikirkan keadaan Naira yang dia sendiri tidak tahu apa yang sudah terjadi kepadanya.

"Tenang Neng, Ibu akan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi sekarang Neng Aeril tenang dulu, jangan menangis terus," bujuk Bu Diyah.

"Bagai mana saya bisa tenang Bu sedangkan Naira tadi terus menangis dan saya tidak tahu apa yang membuat dia sampai seperti itu," isak Aeril.

"Tenanglah Nak nanti kalau keadaannya sudah tenang Ibu akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." Bu Diyah masih terus berusaha menenangkan Aeril. Bu Diyah sendiri tak mengerti kenapa selalu saja ada masalah yang menimpa Aeril belakangan ini padahal Bu Diyah tahu pasti kalau Aeril wanita yang sangat baik.

"Saya nggak tahu kenapa saya bisa sampai ketiduran di sofa dan Naira ada di halaman depan. Seingat saya Naira tadi ada di samping saya saat tengah duduk di sofa ruang tamu, mengajaknya bermain sembari minum kopi.

Awalnya saya memang sangat mengantuk Bu jadi saya membuat kopi agar kantuk saya hilang, tapi setelah saya minum kopi kok malah nggak ingat apa pun yang terjadi." Aeril menarik kasar rambutnya berusaha mengingat apa yang terjadi tapi tetap saja tidak ingat.

"Aneh biasanya kalau orang habis minum kopi harusnya matanya segar tapi kenapa Neng Aeril malah ketiduran dan tak mengingat apa pun, kayak kopi abis di kasih obat tidur saja," kata Bu Diyah asal.

Aeril terdiam saat Bu Diyah mengatakan obat tidur. Seketika Aeril mengingat jika Sari lah yang membuatkannya kopi, tapi apa iyya Sari tega berbuat seperti itu sampai membahayakan keselamatan Naira. Aeril terus berargumen di dalam hatinya tapi menggeleng dengan cepat mengusir fikiran-fikiran buruk dari dalam kepalanya.

Nggak mungkin Mbak Sari tega melakukan hal itu, lagi pula Mbak Sari udah berubah kok dan aku nggak boleh meragukan perubahan seseorang. Dalam hati Aeril.

Saat menjelang Sore mobil Abi terdengar oleh Aeril yang sejak tadi gelisah menunggu Naira pulang. Aeril merasa sangat lega saat melihat Naira yang tertidur pulas di dalam gendongan Sari.

Aeril cepat-cepat turun ke bawah untuk melihat bagai mana keadaan Naira. Tapi baru saja hendak ingin mengambil Naira dari gendongan Sari tangan Aeril kembali di cekal oleh Abi.

"Sekarang kamu nggak boleh sembarangan memegang Naira," ucap Abi setengah membentak.

"Tugas kamu sekarang cuma menyusui Naira dan setelah selesai kamu harus memberikannya kembali kepada Sari, mengerti!!!"

Jeder!!!

Menjauhi Naira? Aeril bahkan bertahan di rumah ini hanya karena Naira, dan sekarang Aeril harus menjauhi Naira. Aeril menggelengkan kepalanya.

"Tapi Pak saya nggak bi--"

"Cukup!!! Kalau kamu masih ingin tinggal di sini lakukan perintah saya, atau pergi saja di rumah ini."

"Sari mulai sekarang saya percayakan Naira kepada kamu dan pindahkan barang-barang kamu ke kamar Naira sekarang juga dan suruh Aeril juga memindahkan barang-barangnya ke kamar kamu."

"Baik Pak." Sari rasanya ingin terbang sekarang juga karena senang.

"Jangan pernah melakukan kesalahan seperti yang Aeril lakukan, mengerti kamu!!"

"Mengerti Pak." Sari mengangguk patuh.

Abi pun belalu meninggalkan semua yang ada di ruang tamu. Aeril seketika terduduk lemah di lantai mendengar perintah Abi.

"Aeril maafin aku ya aku cuma menuruti perintah Pak Abi, aku nggak bermaksud menggantikan posisi kamu," ucap Sari dengan nada yang di buat buat, tapi Aeril tak menghiraukan perkataan Sari melainkan terus memikirkan nasibnya ke depan jika tanpa Naira.

*

*

*

*

*

Bersenang senanglah Sari jika saatnya tiba Author yang akan nendang kamu keluar dari rumah Abi untuk selamanya.

😘😘😘😘😘 buat semua readersku.

1
Raisya Almira
Abi lama-lama mulutnya kayak si Sari,pedes amat ngomongnya...Pergi aja Aeril biar tau rasa tuh c Abi..😒
Raisya Almira
pasang CCTV Boss,jangan ngomel yg akan berakhir dengan penyesalan nantinya...tuh si Sari makin lama makin seenaknya saja...😡
Raisya Almira
Abi kurang tegas orang nya 😒
Caca 🌻
udah tamat aja kak
Caca 🌻
Luar biasa
amelianhaliza
emang dirumah orang kaya gk punya cctv ya.. apa kayanya kaya boongan
amelianhaliza
ya allah othor selera humornya yee, apel groak😂😂
amelianhaliza
seruuuu sukaaa, untung muncul ini novel di beranda
ωα⏤͟͟͞R∂αн🦐
padahal q selalu menunggu upnya
arthiagucia: mampir yu ke novel ku,"aku masih mencintaimu by arthiagucia"❤️
total 1 replies
ωα⏤͟͟͞R∂αн🦐
blm up lagi
.NURALIfA SURDA
kok belum lanjuuuuuut lagi sudah lamani
arthiagucia: kk mampir yuk ke novel ku "Aku masih mencintaimu by arthiagucia"
❤️
total 1 replies
🍓🍓🍓
rasakno🤣
🍓🍓🍓
abi modus🤣
🍓🍓🍓
babu setres bayi di kasih obat tidur🤣
🍓🍓🍓
udah riel kmu kan di situ kerja ketika sudah gk dipercaya gak di hargai pergi aja daripada tekanan batin masih bnyk majikan yg gak buta mata hati percaya dech krn aq juga pernah jd babu krj 2 org gini yg slalu di fitnah di negara org pula😆
🍓🍓🍓
hhhhh sari kerja opo yo kan naira wis di urus airen pa jd babu berlagak boz gitu🤣
🍓🍓🍓
hhhhhh naira hajar terus bapakmu😆
🍓🍓🍓
mertua dan suami kek gini halal di racun gak sih😆
Malika
lope lope juga untukmu thorr..
arthiagucia: salam kenal, saya pendatang baru mampir yuk ke novel ku " Aku masih mencintaimu by arthiagucia 🌹🌹
total 1 replies
𝓭𝓪𝓪𝓱𝓱𝓱
blm up ya
arthiagucia: hi salam kenal, saya pendatang baru.
mampir yuk ke novel ku "aku masih mencintaimu by arthiagucia ❤️
makasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!