Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasangan aneh
Mereka telah sampai di sebuah studio foto, Aluna yang memang sedari tadi mengunakan gaun pengantin berwarna putih dengab semangat masuk ke dalam tempat tersebut.
Alex yang bahkan belum berdiri dari tempat duduknya melongo, apa wanita itu punya kecepatan super?
Setekah keluar dari mobil Alex berlari kecil ke arah wanita yang sepertinya tidak sadar jika ia menggunakan hak tinggi, dengan sekali tarikan tangan Aluna sudah berada di dalam genggamannya.
"Ingat dirimu sedang hamil," bisik Alex membuat wanita itu langsung berhenti, ah iya lupa jika dirinya sedang hamil.
"Maaf, aku terlalu bersemangat!" ucap Aluna membuat Alex mengangguk tanda mengerti.
"Ayo, ini sudah mulai siang!" ajak Alex, mereka berdua pun masuk ke dalam sana, entah sadar atau tidak kedua tangannya saling menggenggam erat.
"Kenapa kamu selau terburu-buru sih?" tanya Aluna tapi tidak di balas oleh Alex.
Hal ini membuat ibu hamil itu menjadi kehilangan mood, bahkan I langsung menghentikan kakinya sebelum mereka sampai di depan resepsionis.
"Kenapa?" tanya Alex saat sudah menyadari Aluna menghentikan kakinya.
Tapi bukannya menjawab Aluna malah melenggang pergi menuju meja resepsionis, Alex yang melihat itu menghela nafas.
"Sabar Alex semua ibu hamil memang seperti itu," batin Alex lalu mengikuti Aluna.
Tiba di depan meja resepsionis wanita itu masih terus diam, membuat Alex yang ada di sana lagi-lagi menghela nafas.
"Selamat datang, apakah anda tuan dan nona Alex?" tanya wanita yang ada di meja resepsionis itu.
"Ya!" Jawab Alex singkat padat dan jelas.
"Kalau begitu silahkan ikut saja tuan," ucap wanita itu sambil tersenyum ramah.
"Ayo Aluna!" ajak Alex sambil mengulurkan tangannya.
Namun sayangnya gadis itu tidak menerima uluran tangan Alex, ia langsung berjalan mengikuti wanita tadi.
Lagi-lagi Alex mengelus dada, kenapa Aluna jadi wanita pembangkang setelah menjadi istrinya.
Mereka tiba di dalam sebuah ruangan, sepertinya itu ruangan yang sengaja di pesan Alex. Sama seperti studio foto pada umunya, di sana sudah ada kamera dan juga juru kameranya.
"Kami akan memperbaiki make up anda terlebih dahulu nyonya," ucap pegawai wanita yang ada di sana sepertinya ia adalah seorang MUA.
"Baiklah," kata Aluna sambil mengikuti langkah pegawai wanita tadi.
Alex yang merasa di abaikan langsung duduk di sebuah sofa yang memang ada di sana, pria itu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke pada seseorang.
[Pastikan tidak ada yang melihat kami di sini!]
Isi pesan yang Alex kirim, meski percaya pada bawahannya tapi tetap saja ia takut ada musuh yang tidak sengaja melihatnya.
Lima belas menit berlalu Aluna telah selesai di make up, Alex yang duduk di sana langsung terdiam.
Rupanya Aluna mengganti gaunnya, wanita itu mengenakan gaun Cinderella berwarna biru, atasnya yang terbuka menampilkan leher jenjang dan tulang kecantikan milik Aluna.
Rambutnya yang tadi di gulung ke atas kini di biarkan tergerai, tak lupa ia juga mengikat sedikit helai rambutnya ke belakang dengan jepitan kupu-kupu biru.
Satu kata yang ada di dalam hati Alex, Sempurna!
"Cantik sekali," puji Alex tanpa ia sadari. Dari tadi ia memang tidak terlalu memperhatikan Aluna karena di landa rasa cemas, memastikan keselamatan wanita itu.
Pegawai wanita tadi tersenyum melihat tingkah Alex, sedangkan Aluna malah tersenyum malu. Tunggu bukannya tadi wanita itu sedang marah, kenapa sekarang ia menjadi manis?
Namun rupanya hal itu tidak berlangsung lama, Aluna yang mulai kesal karena Alex yang tak juga mau berdiri. Pria itu masih terpesona dengan Cinderella yang ada di hadapannya, wanita yang sudah berstatus istrinya.
"Cepatlah Alex, apa kau pikir mengunakan gaun ini tidak susah," kesal wanita hamil itu membuat Alex langsung berdiri dan berjalan ke arah Aluna.
Petugas yang berada di bagaian kamera langsung mengarahkan kereka ke tempat yang memiliki latar berwarna putih itu, sebenarnya mereka bisa memilih latarnya tapi Alex mengingkan latar berwarna putih saja.
Setelah berdiri di sana, para fotografer mulai mengerahkan gaya yang akan mereka lakukan. Gaya pertama adalah Aluna memegang dada milik Alex sedangkan tangan pria itu berada di pinggang Aluna.
Keduanya nampak canggung membuat pengambil foto itu terus mengarahkan mereka, tapi sayang mereka berdua tetap kaku.
"Santai saja tuan, jangan kaku!" entah sudah ke berapa kali fotografer mengatakan hal itu.
Setelah cukup lama, mereka masih tetap kaku. Membuat sang fotografer menghela nafas, baru kali ini ia mendapat klien kaku seperti mereka.
"Baiklah, lakukan gaya yang menurut kalian bagus," ucap sang fotografer membuat Alex dan Aluna saling pandang.
Rupanya hal itu malah di abadikan oleh sang fotografer, akhirnya ia mendaoatkan foto yang bagus.
"Maksudmu, gayanya terserah pada kami?" tanya Aluna yang di balas anggukan oleh sang fotografer.
Melihat itu Aluna kembali bersemangat, dengan cepat ia mengambil posisi yang menurutmu bagus. Yah memang bagus tapi untuk dirinya sendiri, wanita itu bahkan tidak sadar jika pria di belakangnya masih ada.
Melihat Aluna yang menguasai tempat membuat Alex tidak mau kalah, pria itu juga langsung memasang gaya dengan menggeser tubuh Aluna.
Merasa tubuhnya di geser membuat Aluna jadi kesal, wanita itu juga tidak mau kalah. Dan akhirnya sesi foto itu di isi dengan adegan saling geser dari kedua mempelai, tadi kaku sekarang berebut.
Melihat itu sang fotografer menepuk jidatnya, bisakah ia mendapatkan pasangan normal saja?
Kedua orang itu masih terus berebut tempat hingga akhirnya Alex kesal dengan sekali gerakan, Aluna sudah berada di dalam gendongannya.
Wanita itu terkejut, langsung berusaha melepaskan diri tapi sayangnya tenaganya tidak ada apa-apanya.
"Diamlah, nanti kau terjatuh!" bisik Alex di telinga Aluna. pemandangan itu tentu langsung di abadikan oleh sang fotografer, Pasangan aneh itu langsung terkejut.
"Kenapa dari tadi kau hanya mengambil foto saat kami tidak siap?" tanya Alex pada sang fotografer.
"Kalian terlalu kaku jika harus bergaya, jadi lakukanlah hal yang kalian inginkan," ucap sang fotografer membuat Alex langsung memiliki ide.
Pria itu mengangkat naik kepala Aluna hingga berada sangat dekat dengan wajahnya, dengan tersenyum menggoda Alex menatap mata milik Aluna.
Aluna yang terkejut dengan gerakan Alex langsung melingkarkan tangannya di leher milik Alex, hingga matanya tanpa sadar juga menatap mata milik Alex.
Kedua orang itu tenggelam dalam tatapan hingga tiba-tiba Aluna merasa mual melihat wajah milik Alex, wanita itu langsung menutup mulutnya.
"Alex turunkan aku," ucap Aluna tidak nyaman, dan tentu saja langsung di ikuti oleh Alex dengan tatapan panik.
"Kau baik-baik saja?" tanya Alex mendekati wanita itu tapi di tahan oleh tangan Aluna.
"Tidak jangan mendekat, wajahmu membuatku mual," ucap wanita itu membuat para karyawan yang ada di sana menutup mulutnya karena tak ingin tertawa.
TBC