Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Sesuai keinginan Zakiya, pagi ini Daniel akan membawanya ke tempat latihan menembak. Daniel sudah membicarakan hal ini kepada Leo agar pria itu dapat membantunya dari amukan Aisyah. Daniel selalu memiliki firasat bahwa ia akan mendapatkan kemarahan dari Aisyah jika itu berhubungan dengan Zakiya.
Leo meminta Daniel membawa Zakiya ke markas miliknya, di tempat itu semuanya lengkap ada arena bertarung, menembak, dan lainnya. Leo menggunakan markas tersebut untuk melatih anggotanya karena dunia bisnis itu tidak lah sebaik yang orang kira, persaingan yang terjadi antara sesama pembisnis dapat membahayakan diri sendiri atau pun keluarga yang mereka miliki.
Butuh waktu tiga jam menuju markas milik Leo tersebut. Daniel, Zakiya, dan Kemal disambut dengan ramah oleh anak buah Leo. Kemal membawa Daniel dan Zakiya ke tempat yang di inginkan bocah itu, Zakiya takjub melihat arena bertarung, memanah, dan yang lainnya saat berjalan menuju ruangan menembak yang ada di rumah tersebut. Zakiya ingin mencoba bertarung disana, namun niat awalnya bukan lah untuk arena bertarung melainkan untuk berlatih menembak.
“Waw…Kiya sangat suka dengan tempat ini Baba.” ucap Zakiya dengan perasaan yang membara.
“Dan lagi, ini tidak buruk dengan markas milik Baba.” tambahnya dengan memberikan senyum terbaiknya kepada Daniel.
Daniel tersenyum mendengar perkataan Zakiya, Daniel heran dari mana Zakiya memiliki kemampuan yang seperti ini. Daniel tau bahwa Aisyah memiliki bakat seni bela diri dan itu hanya untuk melindungi dirinya saja, sedangkan gadis kecil yang bersamanya saat ini, sangat-sangat menyukai dunia seni beladiri dan hal-hal yang berhubungan dengan senjata. Daniel tidak dapat memikirkan, masa depan seperti apa yang menanti anak angkatnya itu.
**
Ruangan menembak
Di ruangan itu, Zakiya sudah berdiri di atas kursi yang membantunya untuk lebih tinggi. Zakiya diajari oleh Daniel bagaimana memegang pistol dengan benar dan menekan pelatuknya tepat dengan sasaran.
“Kiya, perhatikan dengan baik-baik, fokuskan padangan mu pada titik yang akan kamu bidik. Luruskan tangan mu seperti ini dan jangan tegang, tarik nafas mu agar lebih rileks”
Dor..Dor..Dor…
Tembakan Daniel tepat mengenai sasaran, membuat Zakiya bertepuk tangan.
“Sekarang giliran mu girl” ucap Daniel sambil memberikan pistol kepada Zakiya.
Zakiya menerima pistol tersebut dan mulai membidik sasarannya sesuai dengan ajaran Daniel.
Dor…
Tembakan pertama Zakiya meleset dari bidikannya, walau begitu Daniel tetap memberikan pujian untuk Zakiya agar putri kecilnya itu tidak berkecil hati. Daniel meminta Zakiya untuk mencoba lagi hingga mencapai bidikannya.
Kemal masuk keruangan tersebut sambil membawa jus jeruk dingin dan cemilan untuk dua orang tersebut. Kemal duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut sambil melihat Zakiya berlatih. Kemal benar-benar takjub dengan kemampuan putri bos sekaligus sahabatnya itu. Kemal membuat video Zakiya berlatih dan mengirimkannya kepada Leo.
“Hey…kalian kemarilah istirahat dulu nanti lanjutkan” seru Kemal kepada Daniel dan Zakiya.
Daniel membantu Zakiya turun dari kursi, lalu mereka berdua berjalan ke arah Kemal dan duduk di sana sambil menikmati jus dan cemilan yang di bawa oleh Kemal.
**
Di lain tempat
Leo yang menerima pesan berupa video dari Kemal dan langsung menontonnya, Leo tidak menyangka bila putri kecilnya memiliki bakat sehabat itu. Leo tersenyum bangga setelah selesai menonton video tersebut membuat Aisyah penasaran dengan apa yang dilihat oleh Leo.
“Ada apa Mas?” tanya Aisyah sambil berjalan mendekat ke arah Leo.
Leo kelabakan saat Aisyah berjalan mendekati dirinya, dengan segera Leo menghapus video tersebut agar perang dunia tidak terjadi nantinya.
“G-gak ada apa-apa kok sayang, hanya saja Kemal mengirimkan video lucu” jawab Leo dengan sedikit gugup, dan untungnya Aisyah tidak bertanya lebih lanjut tentang video tersebut kepadanya.
Leo berpamitan kepada Aisyah untuk menemui kedua putranya, Leo ingin mengetahui segalanya tentang ketiga buah hatinya karena Leo hanya mengetahui sisi luar mereka saja yang sangat genius di bidang teknologi, bisnis, dan seni beladiri.
**
Kembali ke markas
Daniel dan Zakiya kembali melanjutkan latihan menembak usai beristirahat. Zakia benar-benar belajar dengan cepat dan kini Zakiya sudah beberapa kali menembak selalu tepat sasaran. Lelah dengan latihan menembak, Zakiya meminta baba Daniel untuk mengajarkannya memanah dan mengajak pria itu untuk bertarung di arena tarung yang membuatnya bersemangat.
Daniel menuruti semua keinginan putri angkatnya tersebut, mulai dari memanah dengan bidikannya adalah buah apel yang ada di atas kepala Kemal. Kemal sangat beruntung Zakiya tidak salah membidik atau salah satu anggota tubuhnya akan terluka. Dan kini, Zakiya dan Daniel sudah berada di arena pertarungan.
“Baba, Kiya akan mengeluarkan semua kekuatan dan keahlian Kiya untuk melawan Baba” ucap Zakiya.
“Baiklah, Baba akan lihat sudah sejauh mana kemampuan putri Baba ini” balas Daniel sambil tersenyum.
Zakiya mulai menyerang Daniel dengan begitu lihainya, beberapa kali Daniel menerima pukulan dari Zakiya, sedangkan Daniel tidak benar-benar menyerang putrinya atau Aisyah akan mengetahuinya.
“Hey…kita harus pulang sekarang” seru Kemal menghentikan pertarungan yang mulai membuat Daniel kelelahan karena pria itu selalu mengelak dari pukulan-pukulan yang diberikan Zakiya.
Mendengar perkataan Kemal, Daniel menghentikan pertarungan itu dan meminta Zakiya membersihkan diri. Saat Zakiya akan keluar dari arena pertarungan tiba-tiba saja Zakiya jatuh membuat memar di bagian keningnya.
Daniel segera mendekat dan melihat keadaan Zakiya, pria itu terlihat cemas.
“Apa ada yang sakit sayang?” tanya Daniel.
“Gak apa-apa Baba, ini hanya memar, nanti akan hilang. Baba gak perlu cemas, Zakiya kan kuat.” ucap Zakiya menenangkan Daniel lalu putrinya itu izin untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Kini tinggal Daniel dan Kemal, Kemal berusaha menghilangkan rasa cemas pria yang berada di samping nya itu dengan mengajak Daniel berbicara.
“Daniel, gue gak nyangka kalau anak-anak Leo memiliki bakat yang luar biasa” ungkap Kemal , ia benar-benar takjub melihat Zakiya hari ini.
“Ini belum seberapa, kedua kakaknya juga memiliki kemampuan yang lebih memukau. Azzam sang hacker dan serba bisa dengan urusan teknologi, sedangkan Azzim dengan kepintarannya dalam dunia bisnis.” jelas Daniel dengan bangga kepada Kemal.
“Dan asalkan lo tau, Azzim itu di usianya sekarang sudah memiliki beberapa saham di perusahaan-perusahaan terbaik dengan menggunakan nama samaran tentunya dan itu tanpa sepengetahuan Aisyah, hanya gue, sikembar dan lo yang tau.” tambahnya lagi.
Tidak ada kata yang bisa diucapkan Kemal setelah mengetahui hal besar tentang ketiga bocah yang tampak biasa-biasa itu di depan orang lain itu.
“Baba dan Om Kemal, yuk kita pulang” ajak Zakiya yang sudah bersih dan rapi.
Di dalam perjalan pulang Daniel meminta Kemal untuk pergi ke mall terlebih dahulu untuk membeli sesuatu agar Aisyah tidak curiga terhadap mereka. Di mall, Zakiya mengajak Daniel dan Kemal untuk makan terlebih dahulu. Zakiya merasakan lapar yang sangat hebat setelah bertarung dengan Daniel tadi.
Akhirnya mereka masuk ke salah satu restoran di dalam mall dan menikmati pesanan mereka masing-masing. Selesai dengan urusan perut, kini mereka berkeliling mencari sesuatu yang dapat mengubah topik pembicaraan saat mereka sampai di rumah nanti.
**
Daniel, Zakiya, dan Kemal saat ini sudah sampai di rumah, mereka masuk dengan
mengucapkan salam dan bersikap biasa-biasa saja sambil memberikan apa yang mereka beli di mall. Saat itu, Aisyah dan yang lain tengah bersantai di ruang tamu. Aisyah meminta mereka untuk membersihkan diri dan segera kembali karena ada yang ingin di tanyakan oleh Aisyah kepada mereka bertiga.
^_^
Selamat malam dan selamat membaca.
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat