"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 - AYAH
Rumah Sakit.
Nayla terus berjalan menuju ke ruangan dimana ayahnya dirawat. Di depan pintu ruangan itu dijaga oleh salah satu anak buah Akbar agar ayah Nayla tidak bisa kabur dari sana.
"Saya ingin bertemu dengan ayah saya,"
"Maaf, Bu Nayla. Tapi kata Pak Akbar tidak ada yang boleh masuk selain Pak Akbar itu sendiri,"
"Saya adalah anaknya. Biarkan saya masuk atau saya akan membuat kamu menyesal untuk seumur hidup kamu. Saya bisa melakukan apapun yang saya mau selagi saya masih memiliki banyak uang,"
"Baik, Bu Nayla. Silahkan masuk,"
"Terimakasih,"
Nayla pun masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat keadaan ayahnya saat ini.
"Willy, kamu bagaimana sih? Bukannya Pak Akbar bilang kalau Bu Nayla tidak boleh kemari. Lalu, kenapa kamu malah membawanya kemari sih,"
"Aku tadi sudah melarang Bu Nayla untuk pergi kesini. Tapi, Bu Nayla terus bersikeras untuk menjenguk ayahnya. Aku hanya seorang bodyguard. Aku takut pada Pak Akbar. Tapi aku juga takut pada Bu Nayla. Bagaimana kalau Bu Nayla malah jadinya memecat diriku,"
"Kamu ini memang tidak bisa diandalkan ya. Bu Nayla tidak akan bisa memecatmu bodoh, Pak Akbar lah yang punya segala wewenang di rumah itu. Jadi ngapain juga kamu harus takut pada Bu Nayla,"
"Lalu, bagaimana denganmu? Kamu sendiri saja takut dengan Bu Nayla,"
"Iya juga sih soalnya Bu Nayla itu terlihat nekad orangnya. Dia punya banyak uang dan kuasa setelah menjadi istri dari Pak Akbar yang merupakan orang terkaya di kota ini. Jika dia membayar satu orang saja untuk membunuhku maka aku tidak akan pernah bisa melihat hari esok setelah membuatnya kesal,"
"Itu kamu tau,"
...*******************...
Ruang Rawat.
Nayla berjalan perlahan menuju ke ranjang rumah sakit. Ia melihat keadaan ayahnya yang sungguh memprihatinkan.
"Ayah," Nayla menyentuh tangan ayahnya.
Hartono pun membuka matanya dan melihat ke arah wajah Nayla. Hartono tersenyum saat melihat Nayla. Ia bahagia akhirnya di sisa - sisa hidupnya, ia bisa bertemu dengan putri tunggalnya.
"Nayla, putriku," Ucap Hartono dengan nada suara lemah.
"Ayah! Ayah kenapa bisa jadi seperti ini?,"
"Ayah tidak apa - apa kok. Ayah senang bisa bertemu denganmu lagi, Nak,"
"Ayah harus sembuh ya. Aku yakin ayah pasti bisa sembuh karena ayah itu adalah orang yang kuat,"
"Nayla, Ayah minta maaf ya karena ayah dulu udah bikin kamu dan juga ibu kamu hidup menderita,"
"Aku udah maafin semua kesalahan ayah. Jadi ayah harus tetap hidup ya, demi aku,"
"Ayah tidak tau, sampai kapan ayah bisa bertahan. Tapi Ayah ingin memberitahu kamu satu hal, ayah punya tanah. Tanah itu dihargai sangat mahal karena ingin dibeli oleh sebuah perusahaan. Ayah yakin uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu, Nak,"
"Itulah tujuan Nayla datang kesini, Nayla ingin ayah menandatangani surat pernyataan ini,"
"Surat apa itu, Nak?,"
"Perusahaan yang akan membeli tanah itu adalah milik dari suami Nayla, Yah. Projek proyeknya terhambat karena ayah menolak untuk menandatangani surat pernyataan ini. Nayla mohon, jika memang tanah itu akan di serahkan untuk Nayla. Maka tandatangani lah surat pernyataan ini,"
"Baiklah, Ayah akan tandatangani surat pernyataan ini, demi kamu,"
"Terimakasih Ayah,"
Nayla langsung meninggalkan rumah sakit setelah mendapatkan tanda tangan ayahnya. Ia sudah memenuhi janjinya pada Akbar untuk mendapatkan tanda tangan ayahnya.
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor