NovelToon NovelToon
Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir

Status: tamat
Genre:Misteri / Petualangan Fantasi-Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Dan budidaya abadi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: KidOO

Berjuang dari titik terendah, Gou Long memapak jalannya sendiri di Dunia Kangow.

Dunia Kangow penuh dengan Kultivator-Kultivator yang tamak dan ingin berkuasa.

Pertarungan, perebutan, pelarian, kelicikan lawan dan berbagai macam rintangan lainnya. Pertemuan dengan orang-orang baru, pencarian akan musuh dan pembalasan dendam.

"Aku akan berdiri di Puncak Dunia Persilatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KidOO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 027

Tidak dapat dipungkiri, bahwa dari setiap bangkai Siluman, selalu meninggalkan banyak kegunaan bagi para kultivator. Terlebih lagi, dengan jenis Siluman yang berhasil dikalahkan oleh Gou Long ini, Siluman Kobra ini adalah Siluman dengan kategori kelas ketiga.

Perlu diketahui, setiap Ras Monster dan Siluman juga memiliki kelas tersendiri. Monster biasa, yang hidup dalam cakupan usia seratus tahun, dan baru berevolusi menjadi Siluman, berada pada kelas keempat.

Kemudian, ketika monster itu bertapa selama seratus tahun, lalu berhasil membentuk Kristal Esensi Siluman, maka dia telah berhasil menerobos ranah ke Peringkat Kelas Ketiga. Sudah tentu hal-hal yang ada pada Ras Monster ini, menjadi sangat berguna bagi para kultivator, hal itu sudah menjadi pengetahuan umum.

Apalagi, ketika awal terjun ke Dunia Persilatan, hal pertama yang Gou Long pelajari yaitu, Kitab Dewa Obat Tangan Sakti yang berisikan berbagai macam Teknik Alkimia, maka tidak mengherankan, kalau Gou Long akan mengenal berbagai manfaat dari bangkai Siluman Kobra.

“Bangkai ini kalau dibiarkan begini saja, rasanya akan sia-sia. Banyak hal yang bermanfaat bisa kuambil darinya,” gumam Gou Long.

Gou Long membedah bangkai Siluman Kobra tersebut, memilah-milah berbagai item yang dianggapnya berguna, baik itu untuk Alkimia atau barang yang bisa dijual kelak. Dia membedakan beberapa item, seperti kulit dan taring Siluman Kobra, setelah dikelupas dan dicabuti, langsung dimasukkan ke dalam cincin semesta.

Kedua item tersebut, sangat berguna pada pembuatan artefak. Kemudian Gou Long mencari kristal inti siluman. Berdasarkan Kitab Dewa Obat Tangan Sakti, kristal inti siluman merupakan kumpulan dari aura dan hasil kultivasi para monster selama seratus tahun, atau bahkan ratusan tahun, yang kemudian dipadatkan menjadi sebongkah kristal.

Manfaatnya sungguh luar biasa, selain dapat digunakan untuk meracik berbagai jenis pil. Juga dapat dikultivasikan dengan cara menyerapnya, sehingga akan menambah fondasi tenaga dalam secara pesat.

Kristal inti siluman dari cobra itu, terletak di rongga dada bangkai siluman tersebut. Ukurannya sebesar kepalan tangan pria dewasa. Saat Gou Long mencungkil Kristal itu, secara tidak sengaja Gou Long merasakan aura yang berbeda, aura itu berasal dari peti di dalam perut Siluman Kobra.

Gou Long beranjak, mengambil peti tersebut.

Peti itu belum bisa dibuka Gou Long, karena tersegel dengan Array segel yang menggunakan bahasa serta pola segel rumit, sekilas Gou Long melihat pola bahasa yang sedikit mirip dengan pola bahasa yang terdapat pada Jurus Segel Pengunci Jiwa.

“Apa harus menggunakan Jurus Segel Pengunci Jiwa?” batinnya.

Tidak mau ambil pusing, segera disimpannya juga kristal inti siluman dan peti itu ke dalam cincin penyimpanan.

Hari sudah senja ketika Gou Long telah membereskan tempat itu, kondisi yang tadinya porak-poranda sudah seperti sedia kala. Tidak lupa pula, Gou Long menyiapkan tempat berteduh sederhana di sana.

Walaupun jeda masa pengasingan di Hutan Seribu Ilusi bagi Gou Long telah berakhir, tapi dia memutuskan akan tetap tinggal di Hutan Seribu Ilusi selama empat bulan ke depan. Hal ini disebabkan kondisi fisik Gou Long yang sangat kurus, mungkin saja tidak akan dikenali oleh orang-orang terdekatnya.

“Aku belum benar-benar tinggal di sini, apa salahnya mencoba peruntungan di Hutan ini?”

Merasa belum benar-benar tinggal di Hutan Seribu Ilusi, selama dua bulan lebih telah berlalu malah di habiskan Gou Long dalam keadaan koma. Gou Long ingin merasakan sensasi dari kehidupan di Hutan Seribu Ilusi secara sadar.

Nama dari Hutan Seribu Ilusi ini memanglah bukan nama kosong belaka. Kabut yang sangat pekat serta suara-suara aneh, jeritan-jeritan yang menggetarkan jiwa terdengar samar, saat malam hari merupakan saat yang sangat paling mencekam di hutan itu.

Gou Long yang merasakan gangguan dari suara dan jeritan tersebut, segera menutup indra dan berkultivasi. Hutan ini memang penuh dengan mara bahaya, tapi aura Dunia yang terkandung di sini juga sangat melimpah.

Selama berkultivasi, Gou Long merasa tenaga dalamnya meningkat, pikiran menjadi jernih. Seakan masa terobosan ke Ranah Langit sudah sangat dekat, Gou Long terbayang masa kehidupan yang sangat lama di Dunia Ilusi, sekitar delapan puluh tahun lamanya.

Pengalaman hidup sudah sangat mencukupi untuk segera menerobos ranah. Hawa murni di tiga dantian utama memadat dan berkumpul dengan pesat, seluruh meridian juga terbuka, hawa murni itu segera menyebar keseluruhan tubuh, memberikan kenyamanan yang sangat membuncah.

Tapi, rasanya ada yang kurang, dia tidak boleh menerobos ranah saat ini, kembali diingatnya setiap detail hal penting dalam penerobosan ranah. Ya! Itu adalah kondisi fisik Gou Long. Saat ini, fisiknya terlalu lemah untuk melakukan penerobosan.

“Dengan kondisi fisik seperti ini, merupakan hal tabu untuk menerobos ranah.”

“Ah! Hampir saja aku mencelakai diri sendiri.”

Untuk menerobos Ranah Langit sangat membutuhkan kondisi fisik yang prima, Aura alam yang murni, jiwa yang tenang, serta pengalaman hidup dan pertarungan yang banyak. Menerobos Ranah Langit sangat berbeda dengan menerobos Ranah Bumi, Ranah Raja dan Ranah Prajurit.

Penerobosan Ranah Langit dan Surgawi akan sangat menentang prinsip-prinsip Dunia dan menantang alam. Sehingga Dunia dan alam akan memberi ujian yang sangat menyakitkan bagi para kultivator.

Setiap kegagalan penerobosan akan memberi efek samping, efek paling ringan yaitu penurunan ranah secara drastis, efek yang paling fatal akan menyebabkan kematian.

Menyadari hal itu, Gou Long segera menghentikan niat penerobosan, dan mengganti cara berkultivasi. Dia mengubah cara menyerap aura alam dan hanya menahan aura itu tetap di dantian. Malam itu berhasil dilaluinya dengan tetap berkultivasi.

“Tidak perlu tergesa-gesa, kesempatan akan datang pada saat yang tepat.”

***

Di tempat bekas pertarungan, dalam Hutan Seribu Ilusi itu, saat ini telah berdiri sebuah dangau kecil serta dilengkapi dengan halaman tempat berlatih. Area tersebut menjadi tempat paling terang di dalam hutan itu.

Dangau kecil tersebut, didirikan oleh Gou Long selama seminggu ini, dia tidak perlu mencari kayu atau menebangnya lagi, karena kayu dan pohon besar yang tumbang pasca pertarungannya dengan Siluman Kobra banyak berserakan di situ.

Selama seminggu ini, memanfaatkan tenaga dalam elemen petir, Gou Long telah menjelajahi Hutan Seribu Ilusi dalam radius dua ratus tombak dari dangau tempat tinggalnya. Dalam penjelajahan, Gou Long mendapatkan sumber air serta beberapa binatang yang dapat dijadikan bahan makanan.

“Dengan penemuan binatang-binatang ini aku tidak perlu takut kehabisan makanan di Hutan ini.”

Gou Long mendirikan beberapa tumpukan api unggun, di pojok-pojok tempat tinggalnya guna menambah penerangan di tempat tersebut.

Persiapan untuk hidup selama empat bulan ke depan di tempat tersebut, dirasa Gou Long sudah sangat memadai, lalu Gou Long melihat kembali isi dari cincin semesta-nya.

Hal yang paling menarik yaitu, peti yang masih tersegel.

Segera dikeluarkan peti itu, Aura dingin yang menyesakkan jiwa terpancar dari peti. Diperhatikannya, peti tersebut terbuat dengan bahan yang sangat alot dan kuat, kulit monster kelas ketiga. Tidaklah mengherankan, peti itu tidak rusak di dalam perut Siluman Kobra.

“Apa isi peti ini? Kenapa auranya sangat dingin?” pikir Gou Long.

1
Indah Hidayat
kurangi penjelasan yg mengurangi keseruan shg alur ceritra jadi lambat
Indah Hidayat
agak bosan shg skip terus krn adegan2nya kurang berkualitas.
Indah Hidayat
pacar si mc bentar2 main peluk ...pacaran yg tdk menyentuh spt abg
Indah Hidayat
adegan dialognya kaku, kebanyakan tertawa: ha....ha....kqlau dibayangkan jadi spt sandiwara
Indah Hidayat
si mc kasar kata2nya
Indah Hidayat
hambar
Indah Hidayat
ternyata teman2 si mc juga sama erornya dgn si mc gerombolsn balita
Indah Hidayat
candaannya garing
Indah Hidayat
tertawa ha ...ha...ha...tdk pas spt dibuat2 spt sinetron indo....dialog juga spt tdk wajar, aneh.
Indah Hidayat
reaksi si thor thd komentar spt sifat si mc
Indah Hidayat
ai mc sikapnya spt balita...main2 terus tapi sdh pacaran ironi
Indah Hidayat
si mc gayanya tengil, aok pamer pada wnt...tdk dewasa
Indah Hidayat
heran ya setiap tokoh yg berhub dgn si mc kok mesti wnt cantik....ini si thor rupanya ingin dikeliling wnt cantik?
Indah Hidayat
kara2 si mc kok terasa hambar, lucu tdk, berkualitas juga tdk.
Indah Hidayat
adegan sepele2 tdk membuat tegang...byk diskip
Indah Hidayat
si mc pasif...pinternya hanya arogan duit dan php cewek...belum sakti sdh genit ke cewek.
Indah Hidayat
kata si thor si mc di gua menemukan byk pil kok luka dalam si mc tdk minum pil aja????
Indah Hidayat
simc kurang tenaga kurang semangat hidup, pasif
Indah Hidayat
kebanyakan narasi drpd dialognya
Mohammad Mursyidi
Asalkan cantik ga papa kok judes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!