NovelToon NovelToon
Cinta Terpendam

Cinta Terpendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:714.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: why_elok

Dari bab awal akan banyak revisi kata ya. Maafkan author yang masih sering typo dalam penulisan. Jangan lupa untuk terus dukung author dengan memberikan like, komentar, dan jadikan novel "Cinta Terpendam" sebagai favorite agar kalian tidak ketinggalan update episode terbarunya. Eiittsss jangan lupa kasi vote buat author ya, biar author tambah semangat.





Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang diam-diam saling menyimpan rasa. Ya, mereka adalah Hutama dan Ayu. Mereka adalah sepasang sahabat yang bisa dikatakan cukup dekat, hampir seperti sepasang kekasih. Tetapi di antara mereka tidak pernah terlontar ucapan cinta, hanya dari perbuatan saja. Ikuti terus kisah Hutama dan Ayu.


ig : whyelok

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon why_elok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Bih, nanti sore kita pergi ke dokter kandungan ya...Kita konsultasi ke dokter, aku pengen anak kita tumbuh sehat."

Posisi Tama masih memangku Ayu dan menyuapi roti bakar isi coklat. Terpancar kebahagiaan di wajah Tama.

"Pah...mamah masih laper, pengen nambah lagi roti bakarnya." Rengek Ayu dengan manja.

"Tunggu ya sayang, papah bakarin roti lagi..dedek sabar ya." Tama seperti mengajak calon anaknya berbicara dan mengelus perut istrinya.

***

"Bih, apa kita perlu cari ART? Kamu kan lagi hamil muda, gak mungkin kamu ngerjain semuanya sendiri." Ucap Tama dengan memangku kepala istrinya.

Sekarang mereka sudah ada di kamar, Tama menyandarkan kepalanya di ranjang dan memangku kepala Ayu.

"Gak usah sayang, wanita hamil juga perlu gerak, biar ibu dan anaknya sehat."

"Tadi aku udah coba tanya temenku tentang dokter kandungan, nanti kita periksa langsung ke tempat prakteknya aja. Sama temenku juga udah di daftarin, jadi nanti kita gak perlu antri."

"Siap papah."

Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, aku dan Tama sudah dalam perjalanan menuju tempat praktek dokter kandungan karena prakteknya buka jam 5 sore. Kami memang sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan.

Setelah sampai, terpampanglah papan nama dr. Trivena S.POG. Nama yang tidak asing menurutku. Apa dokter Trivena ini temanku SMA dulu ya? Ah mungkin saja nama yang sama.

"Ayo turun bih. Kita sudah sampai." Tama turun lebih dulu lalu membukakan pintuku dan menggandengku turun.

Aku dan Tama sudah duduk di ruang tunggu untuk menunggu panggilan dari perawat yang bertugas di tempat praktek itu.

"Sayang.." Panggilku pada Tama.

"Hmm, kenapa bih?" Balas Tama.

"Pulang dari sini kita makan mie ayam ya, aku pengen banget."

"Iya sayang, nanti setelah periksa kita langsung beli mie ayam ya...aku tau tempat mie ayam yang enak disekitar sini." Tama menjawabnya dengan sangat lembut sembari mengusap punggung tanganku.

Tak lama kemudian, namaku dipanggil.

"Nyonya Hutama" Suster jaga memanggilku dan mempersilahkan kami masuk.

Kami berdua masuk ke dalam ruang praktek dokter kandungan ini. Dokter Trivena mempersilahkan kami untuk duduk dengan posisinya membelakangi kami karena beliau masih mencuci tangan.

Sedangkan Tama terus saja menggenggam tanganku tanpa melepaskannya sedikitpun, yang periksa siapa yang gugup siapa. haha

"Papah jangan gugup dong, kan mamah yang mau diperiksa." Bisikku lirih dekat telinga Tama dan mengusap punggung tangannya untuk menenangkan Tama.

Setelah itu terdengar langkah kaki dokter Trivena berjalan ke arah meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya.

"Selamat sore bapak dan ibu." Sapa dokter Trivena pada kami.

Mendengar sapaan itu, aku mendongakan kepalaku dan betapa terkejutnya aku, lebih tepatnya aku dan dokter Trivena.

"Vena!"

"Ayu!"

Sontak kami berdua tertawa bersamaan, karena ternyata dokter Trivena adalah temanku SMA.

"Kamu apa kabar?" Ucap dokter Vena

"Aku baik, kamu sendiri gimana? Eh iya kenalin ini suamiku. Namanya Hutama, tapi panggil aja Tama."

"Tama"

"Vena"

Tama dan Vena saling berjabat tangan untuk berkenalan.

"Kalau tau kamu dokternya, aku gak perlu antri ya" Hahaha

"Eh tunggu tunggu, sepertinya aku pernah lihat tuan Hutama, kalau gak salah dia cinta pertamamu kan Yu?" Celetuk Vena yang sungguh membuat pipiku memerah.

Dan seketika itu juga Tama langsung melirikku dengan senyum kemenangan.

"Udah-udah, nanti aja dibahas lagi. Sekarang kita kembali ke tujuan awal kamu." Ucap dokter Vena memotong pembicaraan sebelumnya.

"Jadi, tujuan kamu kesini untuk periksa kandungan apa sekedar konsultasi Yu?" Tanya dokter Vena.

"Emh, aku mau periksa sekalian konsultasi Ven, tadi pagi aku mual, setelah aku tes menggunakan testpack ternyata muncul garis dua."

"Baiklah, sekarang kamu tiduran di situ ya, aku akan memeriksanya."

Asisten dokter Vena mengoleskan gel ke perutku, setelah itu Vena mengarahkan sebuah alat seperti pensil besar ke perutku.

"Kamu lihat di monitor, itu ada titik putih masih sebesar biji kacang hijau. Itu adalah calon embrio yang sedang tumbuh. Tunggu-tunggu, sepertinya ada 3 titik. Bisa jadi anakmu kembar 3 Yu."

Tanpa sadar, aku dan Tama beradu pandang mendengar perkataan dokter Vena bahwa kemungkinan anak kami kembar 3.

"Beneran dok kembar tiga?" Ucap Tama penasaran.

"Ini masih sepertinya, kita bisa memastikan bulan depan. Ini kehamilanmu sudah memasuki 4 minggu"

Pemeriksaan sudah selesai, suster membersihkan bekas gel di perutku dengan tisue basah. Setelah itu aku dipersilahkan turun dan kembali ke tempat duduk.

"Kalian menikah sudah berapa lama?" Tanya Vena.

"Kami menikah 2 bulan yang lalu." Kali ini Tama yang menjawab pertanyaan dokter Vena.

"Bersyukurlah Ayu kandunganmu sangat subur, kondisi calon janin dan ibu sangat sehat. Pola makan harus tetap dijaga, jangan sampai kelelahan. Karena trimester pertama adalah masa sulit untuk ibu hamil, tapi tidak semua mengalaminya" Ucap Vena dengan tersenyum.

"Apa ada makanan pantangan untuk ibu hamil dok?" Tanya Tama lagi.

"Jangan mengkonsumsi makanan yang beralkohol, seperti Tape. Hindari buah durian, nanas dan nangka. Intinya makanan yang membuat perut panas. Itu bisa mengakibatkan kondisi janin lemah."

Tama sangat antusias mendengarkan arahan dokter Vena. Setelah di rasa cukup, aku dan Tama ijin pulang.

"Nanti hubungi aku ya, nomor aku tetep seperti dulu." Ucap Vena.

Setelah bersalaman, kami pamit pulang. Ketika kita sudah sampai di pintu, tiba-tiba...

"Pekerjaan di ranjang jangan terlalu keras ya, kasian bayinya masih rawan." Celetukan dokter Vena sangat mengejutkanku. Tapi berbeda dengan Tama, ia malah menanggapinya dengan senang... dan diakhiri dengan tawa renyah kami bertiga.

***

Aku dan Tama sudah berada di dalam mobil, tiba-tiba Tama menangkup kedua pipiku dan...

"Terimakasih sudah memberikanku keturunan" Ucapnya sembari mencium keningku

"Terimakasih sudah bersedia menjadi istriku." Ucapnya dengan mencium pipi kiriku.

"Terimakasih sudah bersedia menjadi ibu dari anak-anaku" Ucapnya sembari mencium pipi kananku.

"I Love U my wife" Ucapnya dengan ******* bibirku lembut dan berangsur-angsur menjadi panas.

Jangan lupa like dan favoritkan novel ini ya. Author semakin semangat nulis kalau kalian juga bersedia memberikan tip untuk Author😊

1
Widelia 7Naga
🍓🍓🍓 #09.02.25
Yun Ani
d tunggu lanjutannya...
Diana Susanti
nyimak
Ifa Lai
ceritanya bagus tapi sayang masih gantung
Rini Haryati
keren dan mantap
Kezie Fitri
Tama suami idaman
Kezie Fitri
novel nya , beda dari yang lain, ini lebih masuk ke diriku sndrii, besttt Thor smngat
Ajeng Regita Cahyani
lanjut👍💪
Ayu Olala
ditunggu ya kak
Evy Rochma Wati
setuju thorrrr lanjutttt semangatttt
Fatmawati_ Kusnadi
lanjutkan thor..
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵
mauuuu Thor, bangetttt.... bangettt...
kayak mimpi dapet notif darimu😘😘
Rani Tatulus
uhhh totwetttt
Rani Tatulus
ceritanya bagus, ahirnya ada juga cerita yg bener2 seperti dunia nyata. kabanyakan slalu ttg cowok kaya arogan trus jatuh cinta sampe jadi "bodoh". ngeselin gak sih baca cerita dongeng yg tokoh2nya slalu punya karakter yg sama😏. mantap thor, aku padamau dech😍😍😍
Purnama Dewi
astaga pengennnnnn di peluk Abang juga....😆😆😆😆😆😆😆
Purnama Dewi
wahhhhh ada 3 bibit unggul papah Tama❤️💕
Purnama Dewi
papah Tama emang topcer👍💕🦋🦋
Purnama Dewi
Tama ❤️❤️❤️❤️❤️
Purnama Dewi
yes.. akhirnya Tama❤️🦋🦋🦋🦋🦋🦋
aquawomen
baru kali ini seneng sm peran yg jadi pelakornya
abisnya lucu
ga ditanggepin masiiiih aja ga tau diri
ga kaya di tempet lain
malah di ladenin sm pemeran cowonya jadiiii aja berantem Mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!