NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:228.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: cilamici

Balqis adalah gadis yang polos dan sederhana yang hidup bersama Kakeknya, sepanjang hidupnya ia tak pernah membayangkan tiba-tiba ada seorang Albar Harrys yang ikut tinggal di rumah sang Kakek.

Albar Harrys, seorang model, penyanyi dan aktor yang naik daun serta digandrungi begitu banyak gadis, bahkan teman-teman Balqis.

Pertemuan mereka nyatanya mengantar mereka pada hubungan yang indah sekaligus rumit.

Mampukah Balqis bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Biang Kerok

Jam pulang sekolah,

"Aqiiiiiis, Aqiiiiiis..."

Seorang anak perempuan sekelasnya, yang semula sudah keluar dari kelas berlari ke kelas lagi di mana Balqis dan ketiga temannya masih sibuk bebenah peralatan sekolah sambil ngobrol sekalian menunggu Bang Adit.

Hari ini mereka memang akan pulang dengan Bang Adit lagi karena Balqis dan ketiga temannya itu tak bawa sepeda yang itupun memang atas permintaan Adit.

"Ada apa May?"

Tanya Dinda mewakili Balqis.

"Keluar cepetan."

Kata Maya.

Balqis dan ketiga temannya saling berpandangan.

"Ada apa sih?"

Eti yang tak sabaran akhirnya berdiri lebih dulu, baru kemudian yang lain menyusul.

Keempatnya kemudian mengikuti Maya keluar dari kelas dan berjalan menuju gerbang sekolah di mana saat ini banyak siswi Aliyah tempat Balqis bersekolah pada kumpul seperti sedang melihat sesuatu.

"Eh ini Aqisnya."

Teriak Maya, membuat semuanya menoleh pada Balqis yang berdiri bersama Dinda, Po dan Eti.

"Wiiiiiiiih..."

"Suiiiit suiiiiiiit..."

Semua langsung gempar.

Balqis kemudian berjalan menyeruak kerumunan, dan kemudian...

Astaga naga...

Sebuah mobil Fortuner berwarna hitam yang masih mengkilap seperti sepatu habis disemir Kiwi tampak terparkir di depan sekolah.

Albar dengan topi, masker dan kacamata hitam berdiri di dekat mobilnya.

Begitu Balqis muncul, Albar terlihat dada-dada pada Balqis yang langsung membulatkan matanya ke arah Albar.

Haisshhh... Apa-apaan sih dia ini. Batin Balqis.

Fajar yang baru kembali dari warung membeli minuman dingin menghampiri Balqis dan ketiga temannya.

"Ayuk pulang, ngga enak nih buat tontonan."

Kata Fajar.

"Pulang apa? Itu mobil siapa?"

Tanya Balqis.

"Itu calon suamimu beliin kamu mobil biar ngga usah numpang orang lagi katanya."

Ujar Fajar membuat Balqis, Dinda, Po, Eti dan seluruh siswi yang ada di sana melongo.

Haaaaaaaaah????????? Buseeeeeeet...

**---------**

Balqis duduk di mobil dengan muka datar seperti penggilasan cucian. Ia malu bukan main satu sekolahan heboh Balqis punya calon suami tajir melintir icik kiwir.

Belum lagi dari penampakannya yang meskipun pakai topi, masker dan kacamata hitam tetap saja kelihatan pasti ganteng badai.

"Mumpung naik mobil, piknik dulu dong."

Kata Eti malah tambah bikin kompor.

"Ah iya bener, ayuklah gas, mumpung enggak mendung nih."

Po malah jadi sponsor ide Eti.

Dinda yang duduk di depan sebelahan dengan Fajar yang didapuk jadi supir Albar hari ini tampak senyam senyum saja.

Sementara Balqis hanya menghela nafas.

Albar yang sudah membuka maskernya tampak menoleh pada Eti dan Po yang duduk di barisan belakang.

"Mau ke mana?"

Tanya Albar baik hati.

Tentu saja itu adalah pertanyaan yang sangat merdu bagi Eti dan Po.

"Ke mall saja, hihihi..."

Eti cekikikan.

Jiwa mengambil kesempatan dalam kesempitannya seolah bergejolak.

"Yah ayuk, sekalian saja kamu beli laptop Qis, kan laptop kamu rusak."

Kata Albar.

"Naaah cocok sumiacok."

Sahut Eti yang malah semangat.

"Iya nih, aku juga mau cari jilbab baru, sekalian aja Nda."

Kata Po pada Dinda di depan.

"Yah enggak apa, aku ikut aja."

Sahut Dinda yang padahal biasanya peka dengan kesulitan Balqis kini malah jadi ikutan error.

Yah sudah, alamat suara Balqis tak ada yang akan dengar.

Satu lawan lima, bagaimana mungkin?

Balqis akhirnya mengalah.

Dasar Albar, tahu sekali bagaimana menjadi pemenang di dunia ini.

Kekuatan uang memang nyatanya semengerikan ini. Batin Balqis.

**--------**

Sementara itu, Adit di kantor Guru tampak memaksakan senyumnya meski sebetulnya dadanya seperti terbakar nyaris matang tinggal dikasih kecap.

Bagaimana tidak, ia sudah berencana akan mengajak Balqis dan ketiga teman dekat Balqis makan di luar lebih dulu saat pulang sekolah akhirnya rencana itu terpaksa gagal.

Beberapa Guru juga heboh membicarakan mobil jemputan Balqis yang sudah jelas bukan mobil murah dan belum banyak orang yang punya di daerah mereka.

"Tapi ini akan mengganggu prinsip sekolah kita yang mencoba menekan kesenjangan kelas sosial di antara para siswi."

Tiba-tiba kepala sekolah yang baru keluar dari ruangannya tampak ikut nimbrung.

"Jika tiga hari Balqis masih diantar jemput mobil mahal, nanti kita panggil saja ke kantor Guru supaya diperingatkan."

Kata kepala sekolah.

"Yah demi menghindari akan ada anak orang kaya lain yang ikut-ikutan tidak mau kalah, lebih baik memang kita bicara dengan Balqis."

Kata Pak Khafid juga mendukung pemikiran Kepala Sekolah.

Sekolah mereka yang berbasic agama memang sejak dulu mengedepankan sikap hidup sederhana dan menghindari bermewah-mewah.

Bahkan keseragaman bukan hanya pada seragam, tapi juga tas sekolah, yang biasanya menjadi ajang persaingan harga milik siapa yang paling mahal.

Sebetulnya, sekolah juga ingin sekali menyediakan sepeda yang sama untuk para siswi, tapi jelas keuangan yayasan yang menaungi sekolah tak sampai sekuat itu, walhasil untuk sepeda mereka tak membatasi harus merk apa dan harga berapa.

Lagipula, tak banyak orang paham harga sepeda. Membedakan sepeda harga mahal dan murah juga sedikit sulit, karena sama saja tetap harus dikayuh. Hihihi...

"Yah nanti tugas Bu Henny yang sebagai wali kelas Balqis."

Kata kepala sekolah.

Bu Henny mengangguk saja.

Sementara Adit di tempatnya hanya terdiam, karena sesungguhnya karena berawal dari dirinya lah yang menawarkan tumpangan pada Balqis.

Ah yah, tentu saja, Adit tak menyangka akan jadi seperti ini.

Adit bahkan tak tahu jika pemuda yang dikenalkan Balqis padanya kemarin sore sebagai saudara Aki ternyata calon suami Balqis.

Adit duduk lemas di depan mejanya.

Apa? Calon suami?

Jadi keputusannya menunda bicara pada Balqis tentang perasaannya selama ini pada akhirnya hanya berakhir seperti ini?

Perasaan yang ia coba tekan karena ia ingin menunggu Balqis lulus sekolah lebih dulu akhirnya menjadikannya seperti seorang pecundang yang kalah sebelum sampai ke medan perang.

Adit menghela nafas.

Kenapa jadi seperti ini? Dan kenapa mendadak sekali. Batinnya.

**-----------**

Balqis membeku menatap beberapa model laptop terbaru yang di jejer di atas etalase toko.

Sementara sang pelayan toko mengoceh tanpa titik dan koma menjelaskan kelebihan setiap produk yang mereka jual.

"Ayo pilih, kalau bingung pilih dari warna kesukaan saja, jadi gampang."

Kata Albar.

Dinda yang merangkul Balqis tampak mengangguk setuju.

"Itu aja Qis yang merah kayak punya aku."

Kata Dinda.

"Ini aja lebih oke."

Sahut Eti menunjuk laptop warna hitam merk Accer.

Balqis menghela nafas.

Po sendiri malah asik sendiri melihat-lihat model hp, begitu juga dengan Fajar.

"Ya udah deh, yang kayak Dinda aja."

Kata Balqis akhirnya memutuskan.

Sebetulnya Balqis tak begitu suka apa-apa dibelikan secara cuma-cuma, jadi nanti niatnya Balqis akan mengajak bicara serius Albar ketika sudah pulang.

"Oke, bungkus."

Kata Albar dari balik masker yang ia sudah pakai lagi.

Ah yah tentu saja, berbahaya jika tak pakai masker pergi ke mall, bisa-bisa dia digeruduk orang.

"Kalian mau beli hp, sekalian aja, aku bayarin."

Ujar Albar.

Semua melongo.

"Ikh sudah, kamu mah jadi orang boros banget."

Balqis mengomeli Albar.

"Ngga apa, mumpung aku masih di sini."

Kata Albar santai sambil merangkul Fajar.

"Cari yang sesuai sama kamu Jur."

Balqis menghela nafas.

"Dia serius ngga sih?"

Tanya Eti.

Balqis menatap Eti.

"Dia kalau mau beli toko ini sekalian juga mampu."

Sahut Balqis.

Astaga!

Emejing!

Eti, Po dan Dinda melongo lagi.

**--------**

1
falea sezi
q bacanya 2024 thor/Curse//Curse/ telat bgt yak nemu ne novel
Mamak Fathur Habibi
Biasa
Mamak Fathur Habibi
Buruk
Pelangi Senja
Mampir di cerita ku ya, judulnya
DIKIRA TUKANG OJEK TERNYATA PENGUSAHA.
Terimakasih
novita setya
kasih aja kipas kertas gambar partai👉👈
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
akhirnya,,, Sah 💕💕💕
Putrii Marfuah
finally .naik pelaminan juga. tapi moso langsung end Yo...bochap yo..bon Cabe yo GPP kok
Putrii Marfuah
klo bukan mami yg ngomong pasti udah disleding Ama flo
Putrii Marfuah
siap2 menuju dunia baru
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝖚𝖓𝖚𝖓𝖌1723༆•❤꧂
asli ngakak baca part ini 🤣🤣🤣
Erni Sasa
weeh seriuus ni end ka cila😆😆😆😆😆😘😘😘😘
ALNIE
isi cerita nya bagus .... tentang persahabatan dan kisah romantis sepasang kekasih walau beda profesi dan banyak pelajaran yg di ambil dlm kisah ini ....smangaaat berkarya trs othot cilla mici ....
Cila Mici: hihihi semangat seoreg 🤣
total 1 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
berakhir bahagia...👋👋👋👋👋
Satri Eka Yandri
seluruh novel selalu keren.. 😍
Satri Eka Yandri
Akhirnya finish juga Si Al n Bal.. 😍😍

Bonchap yah tor.. unboxing si bal 😄
🎎 Lestari Handayani 🌹
waaahhhh. .. akhirnya mau nikah juga mereka. hehehe
🎎 Lestari Handayani 🌹
lanjuuuuut....😁😁😁😁
Putrii Marfuah
semangat othor cantik..lanjutkan....kutunggu janurnya melengkung
Putrii Marfuah
albar balqis Jangan lupa sungkem sama othor ya...biar disegerakan nikahnya...biar cepet SAH.

sayang yg tulus tak selalu datang Dari keluarga yg berhubungan darah
Karunasankara
trus ntar othor ga balik lg kesini.. ga tamat2 dah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!