Gadis cantik bernama Ryu Jin mengalami penyiksaan dari kedua orang tua angkatnya dan pengkhianatan Alex kekasihnya. Hampir saja ia terbunuh oleh orang-orang Alex dan diselamatkan Guru Ken.
Ia kemudian bertransformasi menjadi seorang ahli pedang dan pengawal tingkat tinggi. Namun ia belum bisa melupakan masa lalunya dan menyimpan bara dendam dihatinya. Takdir membuatnya bertemu dengan Nicholas yang menyewanya untuk menjadi pengawal pribadi Isabel istrinya. Nicholas menawarkan bantuan pada Ryu Jin untuk membalas dendam dan sebagai balasannya Ryu Jin harus menikah dengannya.
Bagaimana akhir kisah mereka, akankah benih cinta tumbuh diantara Nicholas dan Ryu Jin dan bagaimana dengan Isabel istrinya....akankah mereka bisa bersama?
up setiap weekend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part 27: Isabel dan Ryu Jin
Keesokan harinya....
Ryu Jin telah bersiap untuk berjalan-jalan. Ia merasa sudah cukup waktu untuk beristirahat. Meski sesekali rasa nyeri datang dari lukanya tapi ia tidak peduli.
Bukan kali ini saja ia pernah terluka. Sebelumnya pun ia pernah mengalami luka saat mengawal para tamu, jadi baginya tidak ada kata mengeluh. Ini bagian dari resiko pekerjaannya. Meski ia harus hidup dengan puluhan bekas luka. Tapi kali ini ia tidak menyadari bahwa lukanya sangat istimewa luka yang akan membawa sebuah cerita dalam sejarah hidupnya.
Ia memilih dress dengan potongan sederhana. Guru Ken melarangnya banyak bergerak dan juga latihan sampai masa pemulihan selesai. Ryu Jin menata rambutnya, memoles tipis bedak dan lipstik terakhir tentu saja topeng kesayangannya.
Ryu Jin meraba kain kasa yang membalut lukanya. Ia mendesah panjang baginya dibalut kain putih sebanyak itu membuatnya merasa bagaikan mumi berjalan. Ia berharap dapat segera melepas kain kasanya dan kembali bergerak bebas.
Ryu Jin segera menuju ruang makan di rumah utama, perutnya lapar sekali. Masa pemulihan membuatnya sangat bersemangat untuk mengisi perutnya. Ternyata disana sudah berkumpul semua anggota keluarga dan tentu saja Nicholas serta Isabel.
" Selamat pagi semua...." sapanya
" Aaah ...adik....kemari...duduk bersamaku.." panggil Hagia seraya bergeser memberikan tempat.
Ryu Jin mengangguk dan segera mendudukkan dirinya bersebelahan dengan Hagia dan Ryuga.
" Ryu-chan....bagaimana hari ini apa masih sakit? " tanya Guru Ken
" Aaah....tidak guru....aku semakin membaik sudah tidak terlalu sakit seperti kemarin. " jawabnya dengan ceria
" Adik....jangan khawatir aku akan menjagamu sampai kau sembuh..." ujar Eiji bersemangat
Ryu Jin hanya terkekeh melihat tingkah Eiji. Mazano datang setelah Ryu Jin masuk, ia mendekati Ryu Jin dan menepuk nepuk bahunya dengan keras,
" Ryu-chan....aku senang kau ada disini...makanlah yang banyak supaya lekas sembuh.." ujarnya tanpa melihat wajah Ryu Jin yang meringis kesakitan
"Aaaaw.... ka-kakak....sakiiit...." jeritnya kecil
" Hei....apa yang kau lakukan kak...adik kecil kesakitan." ujar Hagia
" Apa....sakit ..aaaah aku lupa....maafkan aku sayang.." sahutnya santai sambil mendekat ke wajah Ryu Jin.
Ryu Jin hanya bisa meringis kesakitan. Mazano menjauh sambil menarik pelan rambut perak Ryu Jin. Ia hanya bisa mendengus kesal pada Mazano.
Guru Ken hanya tertawa kecil melihat mereka sementara Nicholas memaksakan senyumnya. Adrian dan Isabel pun ikut tersenyum. Dan sarapan pagi itu berjalan dengan penuh canda. Mereka bahagia salah satu keluarganya telah berkumpul kembali.
Selesai sarapan mereka kembali ke posnya masing-masing. Ryu Jin yang belum diijinkan kembali mengajar memutus kan untuk duduk-duduk di gazebo sambil melihat para junior ya berlatih. Isabel tampak mendekatinya,
" Nona Ryu Jin ...kau ada acara hari ini?" tanya Isabel
" Oh...Nyonya Isabel...tidak...aku belum diperbolehkan melakukan apapun oleh Guru jadi aku banyak waktu luang. " jawabnya
" Maukah kau menemaniku jalan-jalan ?" tanya Isabel.
" Tentu Nyonya dengan senang hati..." sahut Ryu Jin
Ryu Jin kemudian berdiri, ia menjadi penunjuk jalan Isabel untuk mengelilingi kebun milik Guru Ken. Mereka berjalan berdampingan sambil menikmati keindahan kebun. Beberapa sakura tampak sudah memenuhi pohonnya. Dedaunan maple yang berisik tertiup angin membuat siapa pun betah berlama-lama.
" Nona....terimakasih...terimakasih sudah menyelamatkan suamiku...kau menepati janjimu.." kata Isabel membuka percakapan
" Sudah kewajibanku Nyonya untuk bertanggungjawab atas kelengahanku menjaga suamimu." sahut Ryu Jin
Mereka berhenti di bawah salah satu pohon maple. Ada bangku kayu panjang dibawahnya. Guru Ken sering menghabiskan waktu sambil memandang ke arah kediamannya. View dari tempat itu memang langsung mengarah ke kediaman Guru Ken. Hampir seluruh bagian resort bisa terlihat dari tempat itu.
" Indah sekali disini.." kata Isabel memandang ke sekeliling.
Ryu Jin hanya tersenyum melihat Isabel. Ia memandang ke atas merilekskan tubuh dan pikirannya.
" Adakah tempat lain yang seindah ini nona?" tanya Isabel lagi
Ryu Jin membuka matanya dan sejenak berpikir. Sejurus kemudian ia teringat satu tempat indah.
" Apa Nyonya mau pergi kesana? Agak jauh dari sini apa anda kuat?"
" Hhmmm ....aku mau nona, bisa antarkan aku kesana ? " pinta Isabel
" Tentu...jaraknya sekitar 1 jam dari sini, aku akan menyiapkan semuanya..." sahut Ryu Jin berdiri
" Nyonya silakan bersiap dulu....aku akan memanggil kakakku untuk mengantarkan kita kesana."
" Baiklah..." Isabel mengangguk dan tersenyum
Ryu Jin bergegas menuruni jalan dan mencari Ryuga. Menyiapkan mobil dan picnic box. Tak berapa lama semua ya siap. Ryu Jin tak lupa meminta ijin kepada Guru Ken dan tentu saja suami Isabel, Nicholas.
Sejujurnya Ryu Jin bahagia karena baru kali ini dia bisa bersantai dengan seorang wanita. Ia bosan karena selama ini berinteraksi dengan para pria dingin yang selalu membawa pedang.
Isabel sudah menanti di halaman depan. Peralatan kesehatan sudah disiapkan khusus untuk Isabel. Dokter Leah dan Bibi Ann setia mendampingi.
" Nona Ryu jin...." tangannya dilambaikan ke arah Ryu Jin
Ryu Jin yang didampingi Ryuga membalas lambaian tangannya.
" Anda sudah siap Nyonya...mari kita berangkat."
Isabel mengangguk. Mereka memakai mobil berbeda Isabel bersama Bibi Ann dan Dokter Leah didampingi satu pengawal sedangkan Ryu Jin bersama Ryuga berada di mobil lain. Dua mobil lainnya juga ikut berangkat mengawal mereka.
Nick sebenarnya ingin mendampingi tapi karena ada meeting mendadak dan sangat penting ia urung untuk ikut serta. Ia menatap rombongan Isabel dari balik jendela tempat ia bekerja sementara.
" Adik...kita pergi kemana? Kau tidak ingin memberitahukannya kepadaku? "tanya Ryuga
" Kemana lagi kak tentu saja kita akan pergi ke bukit merah jambu." ujarnya tersenyum pada Ryuga
" Sudah lama sekali aku pergi tidak kesana kakak. Nyonya Isabel memintaku membawanya ke tempat indah."
" Baiklah....mari kita pergi piknik. " sahut Ryuga senang.
Setelah beberapa lama akhirnya sampailah mereka di gerbang bukit merah jambu. Hamparan bunga petunia yang bermekaran menyambut kedatangan mereka.
Hari ini tidak banyak wisatawan datang jadi suasananya agak sepi. Tentu saja hal ini menguntungkan setidaknya mereka bisa menikmati piknik tanpa harus disibukkan dengan pengawalan VVIP.
Ryu Jin segera keluar dari mobil, merentangkan kedua tangannya dan menghirup dalam-dalam udara di bukit. Ia segera menghampiri mobil Isabel dan menunggunya keluar.
Isabel tersenyum padanya. Ryu Jin memakaikan topi besar ke kepala Isabel . Ia kemudian mengambil alih kursi roda dari Bibi Ann,
" Mari Nyonya kita berjalan-jalan...selamat datang di bukit merah jambu." katanya
" Indahnya....." gumam Isabel
" Bagaimana Nyonya....anda suka tempat ini? " tanya Ryu Jin
" Tentu saja....terimakasih Nona....ini indah sekali....aku suka..." jawab Isabel
Mereka berjalan pelan sambil menikmati pemandangan indah di depannya. Ryuga dan yang lainnya berjalan agak jauh di belakang mereka berdua.
" Apa kau sering kesini nona?" tanya Isabel membuka percakapan
" Dulu.... dulu sekali....saat kami tidak sesibuk ini...Guru sering mengajak kami kesini untuk melepas penat. "
" Tapi sekarang kami sibuk sekali jarang bisa bersantai seperti saat ini." lanjut Ryu Jin
" Kau pasti lelah Nona...aku dengar jasa pengamanan mu mendapat peringkat terbaik di Eropa....pasti..kau sibuk sekali."
" Tidak juga...kami berbagi tugas dan wilayah Nyonya...Aku sendiri hanya memegang wilayah lokal, aku tidak mau berada jauh dari Guru." sahutnya
" Kenapa..."
" Entah....tapi bersama guru aku yg merasa aman dan tenang...rasanya sulit jika aku jauh darinya." terang Ryu Jin
Mereka berhenti di suatu tempat. Setelah memasang rem di roda kursi Ryu Jin berpindah ke sisi Isabel.
" Maaf atas pertanyaan ku ini Nyonya....aku hanya penasaran....apa yang terjadi denganmu?"
Isabel tersenyum lalu ia berkata
" Kakiku lumpuh karena kecelakaan beberapa waktu lalu...dan saat ini aku sedang berjuang melawan penyakitku."
" Oh....maafkan aku Nyonya...semoga anda bisa segera pulih kembali...berjuanglah Nyonya ...." kata Ryu Jin menyemangati
" Hhmm....aku tidak tau Nona....aku tidak sekuat dirimu....rasanya benar-benar tidak kuat lagi..." perlahan air matanya menetes
" Aku lelah....lelah untuk berjuang..." isaknya
" Nyonya...." Ryu Jin berjongkok di depan kursi roda Isabel
" Jangan berkata seperti itu....anda harus bisa bertahan...jangan mendahului takdir Tuhan." kata Ryu Jin sambil menyeka air mata Isabel
" Anda tidak tahu betapa menderitanya aku dimasa lalu....aku pun sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku...tapi Tuhan memberiku kesempatan kedua dengan mempertemukan ku pada Guru Ken. "
" Anda harus yakin nyonya....yakinlah pada diri anda sendiri.." kata Ryu Jin
Isabel menatap Ryu Jin dan mengangguk.
Aku tahu siapa dirimu Nona...dan aku memilihmu....batin Isabel
" Terimakasih....untuk semuanya nona Ryu Jin..." ujar Isabel.
Ia memegang tangan Ryu Jin dan kembali berkata
" Bolehkah aku menjadi temanmu nona?"
" Teman....tentu saja Nyonya...aku senang anda mau berteman denganku. Aku belum punya teman wanita." jawab Ryu Jin
" Anda tau kan semua temanku adalah para pria tangguh...sejujurnya aku tidak mau berlama-lama dekat dengan mereka...bisa-bisa aku berotot kekar seperti mereka." seloroh Ryu Jin yang membuat Isabel terkekeh.
" Nona....ikutlah denganku ke LA....temani aku disana..." pinta Isabel
" A-apa....ah tidak...tidak Nyonya aku tidak bisa.." jawab Ryu Jin
" Kau keberatan nona... mengapa...?"
" Aku serius nona...aku ingin kau menjadi pengawal ku di LA...tolonglah aku nona...aku kesepian..." ujar Isabel menunduk dan bersedih
" Nyonya....a-aku...."
Ryu Jin bingung harus menjawab bagaimana. Ia belum siap pergi dari Guru Ken, ia takut akan masa lalunya. Tapi melihat Isabel bersedih ia juga tidak tega.
" Tolong beri aku waktu Nyonya...ini terlalu cepat untuk ku.." pinta Ryu Jin pada Isabel
" Baiklah...aku menunggu jawabanmu Nona...aku sangat berharap kau mau menerima tawaranku...dan aku akan bersedih jika kau menolaknya. "
Apa apaan Nyonya ini...kenapa memberiku pilihan seperti itu...secara tidak langsung dia mengatakan aku harus ikut dengannya...Ujar Ryu Jin dalam hatinya
" Lusa aku harus kembali ke LA....Nick sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan dan aku sendiri perlu check up rutin ke dokter...aku harap kau sudah memiliki jawaban itu nona."
" Uhmm....akan kupikirkan Nyonya....baiklah waktunya kita memakan cemilan...ayo kita cari tempat yang nyaman." ajak Ryu Jin sambil mendorong kursi Isabel.
Isabel menurut dan membiarkan Ryu Jin memilihkan tempat untuk memakan bekal piknik bersama yang lain.
uda seribu purnama saya gk
say hello.... jd rindu
padahal saya gk d rindukan 🤣🤣🤣🤣🤣
Wkwkwkwkwkkwkkkk
Hanzo yg ada di anime Naruto..