Airell Miranda baru saja menerima kenyataan bahwa ia telah menjadi selingkuhan sang kekasih bernama Bram Smith yang telah dipcarinya selama hampir 3 tahun. Istri Bram yang datang ke apartemen Airell bersama seorang pria yang Airell tidak tau siapa. Perempuan yang mengaku sebagai istri dari Bram memberi peringatan berupa ancaman dan pelajaran untuk tidak lagi mendekati suaminya, Bram.
Berita Airell yang merebut suami orang kini sudah tersebar di rumah sakit tempat di mana Airell bekerja sebagai seorang psikiater. Tidak hanya itu, Airell dipecat dari pekerjaannya dan nama Airell dikasih tinta hitam agar rumah sakit, biro ataupun perusahaan tidak menerima Airell sebagai pekerja. Selain Airell kehilangan pekerjaannya, Airel juga dijauhi dan ditinggalkan teman-temannya.
Kemalangan Airell masih berlanjut saat Airell tiba-tiba diculik oleh orang suruhan pria yang datang ke apartemennya bersama istri Bram yang Airell baru tau nama pria tersebut adalah Max Alexanders Wu. Max memperkosa Airell yang saat itu masih suci dan memberikan ancaman untuk tidak lagi mendekati Bram suami dari adiknya.
Airell menatap penuh dendam kepada pria yang merenggut kesuciannya. Namun, Airell tidak bisa melakukan apa-apa. Hingga akhirnya setelah kejadian itu Airell memutuskan untuk pindah keluar negeri.
Bagaimana perjuangan Airell setelah menghadapi kemalangan-kemalangan yang menimpa dirinya. Yuk, ikuti novel ini!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunar Sirius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Noel and Queeny were Kidnapped
Keesokan harinya Queeny dan Noel mengajak Airell dan Disha untuk bermain di taman kompleks perumahan.
Sedangkan dua orang pria dewasa hanya duduk diam di rumah karena telah dilarang oleh kedua anaknya untuk tidak boleh ikut bersama mereka. Yang satu merana karena dari kemarin ia tidak bisa bersama istri dan anaknya karena ada anak laki-laki yang membuat anak perempuannya menjadi centil. Yang satu sibuk dengan acara muntahannya karena ditolak kembali.
"Sampai kapan sih kamu terus muntah-muntah begini?" Keluh Diego melihat Max mondar mandir ke kamar mandi hingga Diego lelah melihatnya belum lagi jika pria itu meminta Diego untuk membantunya.
"Mana aku tau, kamu pikir aku tidak lelah terus muntah-muntah seperti ini." Ketus Max
"Inilah seleksi alam karena kamu telah menyakiti Airell." Ucap Diego, hal itu membuat Max terdiam mendengarnya dan membenarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya ini.
Diego yang melihat Max terdiam dengan tatapan kosongnya mendecakkan lidahnya karena merasa sangat kesal bahwa ia berempati kepada Max sekarang.
"Jangan memasang wajah seperti itu, kamu tau saingan kamu sangat berat. Anakmu yang posesif dan dokter Adam yang menunggu ucapan terima atas lamaran yang berulang kali dilontarkan kepada Airell." Ungkap Diego.
"Apalagi melihat dokter Adam yang sangat baik latar belakang. Laki-laki lurus seperti itu mana ada wanita yang nggak menyukai dan mengaguminya termasuk wanita pujaan mu lama-lama pasti akan jatuh hati dengan dokter jika kamu begini. Ibarat kata dokter Adam itu sempurna." Max yang mendengarnya merasa kesal melihat Diego yang memuji dokter Adam lebih baik darinya.
"Kamu berniat menghiburku, menjatuhkan ku atau bagaimana sih. Sahabat kamu itu siapa aku apa dokter Adam." Gerutu Max
"Aku kan hanya mengungkapkan persepsi aku mengenai dokter Adam itu." Jelas Diego, kenapa sih sensi banget kayak Disha waktu hamil Queeny pikir Diego.
"Airell, apa kamu tidak mau memulai sebuah hubungan?" Tanya Disha hati-hati kepada Airell yang sedang duduk lesehan bersama dirinya sambil menatap Noel dan Queeny yang sedang bermain balon sabun.
"Entahlah, saat ini bagiku kebahagiaan Noel lebih berarti. Hanya bersama Noel sudah lebih dari cukup aku tidak menginginkan apapun selain Noel." Ungkap Airell sambil mendesah.
Disha menganggukkan kepalanya mengerti, "tapi, apa kamu tau bahwa seorang anak laki-laki akan memerlukan seorang pria dewasa untuk menunjukkan sikap sebagaimana seorang pria." Ucap Disha karena setaunya figur ibu dan ayah itu sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak untuk menjadi bekal di usia dewasa nanti.
"Kamu benar itu sangat penting, tapi figur ayah itu bisa digantikan dengan adanya dokter Adam." Jelas Airell membenarkan.
"Apakah kamu akan menerima lamaran dokter Adam?" Tanya Disha merasa was-was dengan jawaban Airell karena setaunya sahabat suaminya sangat mencintai wanita di sampingnya ini yang sedang memantau Noel dan Queeny bermain.
Apalagi ia tau bahwa selama ini Max menutup diri dengan wanita lain karena sosok di sampingnya.
"Adam sudah berulang kali melamar tapi sampai saat ini aku belum bisa memberikan jawaban. Menurut aku akan sangat tidak adil bagi dokter Adam jika menikah dengan aku yang mempunyai anak apalagi anak itu aku dapatkan dari hal yang tidak baik." Ungkap Airell, hal itu membuat Disha merasa bersimpati dan merutuki perbuatan Max yang gelap mata di masa lalu sampai membuat wanita ini merasa hilang kepercayaan dirinya dan harga dirinya.
"Tapi, itu kan sudah berlalu. Sedangkan sekarang kamu memiliki Noel yang memberimu kebahagiaan. Seorang pria jika mereka sudah tulus dan sangat mencintai seorang wanita maka ia akan menerima segalanya baik itu kekurangan maupun kelebihan dan bahkan melakukan apapun." Ucap Disha misterius
"Aku tau memang itu tidak mudah bagimu sama jika aku berada di posisimu dan bertemu dengan orang-orang di masa lalu yang membuat dada sangat sakit dan sesak ketika mengingatnya. Tapi, hidup terus berjalan semua orang bisa berubah." Lanjut Disha
"Aku tidak berniat untuk membela siapapun atau condong terhadap siapapun aku hanya ingin mengungkapkan pikiran ku karena aku sudah menganggap mu sebagai teman." Hal itu membuat Airell memandang ke arah Disha. Dapat Airell lihat bahwa Disha adalah orang yang tulus Airell bisa merasakannya hingga ia nyaman bercerita dengan Disha walaupun baru 3 kali bertemu.
"Kamu benar hidup terus berjalan dan aku masih terjebak di dalamnya." Ungkap Airell.
"Maka sudah seharusnya kamu mulai bangkit Airell, kamu tidak bisa menghindar terus." Ucap Disha dengan senyum lembutnya.
"Kamu mau tau sebuah rahasia." Ucap Disha membuat Airell menoleh menatap Disha yang sedang tersenyum.
"Rahasia apa?" Tanya Airell penasaran.
"Tentang seorang pria bernama Max Alexanders Wu yang digilai wanita dan sang pria yang digilai oleh semua wanita yang melihatnya menggilai wanita bernama Airell Miranda." Mendengar hal itu membuat Airell penasaran bagaimana bisa seorang Max Alexanders Wu itu menggilai dirinya.
Disha yang melihat Airell penasaran tersenyum sepertinya melihat dari rasa penasaran Airell sudah lebih dari cukup bahwa akan ada harapan jika wanita di sampingnya berani memulai sebuah hubungan.
Airell mengerjakan kedua matanya setelah mendengar rahasia yang diceritakan oleh istri dari Diego ini. "Begitulah adanya Airell." Sambung Disha mengakhiri cerita mengenai Max Alexanders Wu.
"Kamu pasti tidak menyangka setelah mendengar kekonyolan dari Max sama hal dengan aku saat aku mendengar kekonyolan Max dari Diego beberapa waktu lalu." Ucap Disha cekikikan karena seorang pria kaku dan dingin seperti Max bisa melakukan hal itu terhadap seorang wanita di sampingnya.
Airell mendengus memikirkannya, "tapi, dia merusak privasi seorang wanita." Ungkap Airell hal itu membuta keduanya tertawa bersama.
Tanpa mereka sadari mereka sudah tidak melihat Queeny dan Noel yang sudah menghilang entah ke mana karena keasyikan bercerita.
"Jadi, kamu akan memilih siapa pria yang terlihat sempurna seperti dokter Adam atau pria yang menghadirkan Noel untukmu?" Tanya Disha penasaran.
Airell terdiam dan menatap ke depan sambil mengitari pandangannya mencari keberadaan anak laki-lakinya dan Queeny yang sudah hilang di depan sana.
"Di mana Noel dan Queeny." Ucap Airell yang tidak menemukan keberadaan kedua anak kecil itu di taman.
Disha yang mendengarnya juga melihat ke sekeliling matanya mengitari ke sana kemari namun benar apa yang dikatakan oleh Airell bahwa Noel dan Queeny sudah tidak ada di depan mata. Hal itu membuat Disha mulai khawatir dan cemas.
"Bagaimana ini Airell." Ucap Disha yang mulai cemas, Airell juga sebenarnya cemas namun ia harus bisa menjernihkan pikirannya dan menenangkan Disha yang sudah sangat cemas sekarang ketika mereka sudah mencari ke sekeliling taman tapi mereka belum juga ketemu dengan akan-anak mereka.
"Telepon Diego atau Max." Ucap Airell, hal itu dengan segera ia menelpon suaminya untuk memberitahukan bahwa anak mereka hilang.
Diego yang baru saja selesai membantu Max keluar dari kamar mandi segera mengangkat ponselnya yang terus berdering.
"Halo sayang kenapa apakah terjadi sesuatu?' Tanya Diego.
"Sayang, Queeny dan Noel menghilang." Tangis Disha di seberang sana. Diego yang mendengarnya terkejut dan khawatir akan keadaan putrinya.
"Baiklah sayang kamu tenang di sana aku dan Max akan menyusul." Ucap Diego menenangkan istrinya yang sangat khawatir.
Max yang melihat kepanikan Diego merasakan perasaan yang buruk, "apa yang dikatakan Disha?" Tanya Max cemas dan pikiran Max sudah ke mana-mana apakah Airell dan Noel kembali menghilang dan benar-benar pergi darinya. Itulah isi pikiran negatif dari Max.
"Queeny dan Noel hilang di taman bermain." Ucap Diego sambil mengambil kunci mobil, hal itu membuat Max segera mengikuti Diego yang kini berjalan di parkiran mobil.
5 menit kemudian Max dan Diego sampai di taman bermain dan melihat Disha yang menangis dan Airell yang diam dengan pandangan kosongnya.
Max dan Diego segera mendekat ke arah dua wanita tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi, sayang?" Tanya Diego dengan lembut sambil memeluk Disha yang menangis.
Sedangkan Airell masih dengan pandangan kosongnya dan memegang ponselnya. Max yang melihatnya mengambil ponsel Airell dan melihat isi pesan tersebut yang membuat Max mendidih membacanya.
"Kamu tenang saja kita bisa menemui Noel dan Queeny." Hibur Max, hal itu menyadarkan Airell dari lamunan dan menatap Max dengan tatapan kosongnya. Tanpa sadar air mata Airell menetes dan dadanya mulai sesak.
Max yang melihat Airell memegang dadanya menjadi panik dan khawatir lalu setelahnya Airell pingsan.
Beruntung Max yang menyadarinya segera menangkap tubuh Airell hingga sekarang Airell berada di dalam pelukannya.
Situasi dan keadaan menjadi kacau
*Bersambung*