NovelToon NovelToon
SECRET LOVE

SECRET LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dwi Apriana

Gimana jadinya kalau harus menikah dengan seseorang yang bahkan tidak dikenal sama sekali?

Inilah yang terjadi kepada Alvaro dan Kiara, Pernikahan yang sudah diatur membuat mereka tidak bisa untuk menolaknya.

Disatu sisi Ara sangat mencintai kekasihnya dan tidak rela bila harus kehilangannya, dan satu sisi lagi, Ara tidak bisa menolak keinginan Sang Papa.

Dan dengan terpaksa Ara memutuskan untuk menikah akan tetapi dirinya tetap berhubungan dengan pacarnya dibelakang Alvaro.

Suatu ketika Al mengetahui kenyataan yang sangat pahit bahwa Sang Istri berselingkuh!
Bagaimanakah nasib pernikahan mereka? Akankah Al menceraikan Ara? Bagaimanakah takdir mempermainkan mereka berdua? Akankah mereka mampu untuk menghadapinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Apriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SL 27

Dengan tatapan dingin al segera melepaskan tangan ara dengan kasar, "aku sedang sibuk sekarang. nanti pasti akan aku makan, kalo kamu seperti ini terus gimana aku bisa melanjutkan pekerjaanku?"

ara membelalakkan kedua matanya tidak percaya dengan perkataan bahkan perlakuan al yang mendapat berubah sangat dingin dan tidak suka bila mendapatkan sentuhan darinya.

"kamu kenapa berubah sih al?" tanya ara sambil terus menatap al dengan tatapan sedihnya.

"aku berubah?" jawab al singkat dengan senyuman ngejeknya.

"iya kamu udah jauh berbeda dengan al yang aku kenal dulu? kamu bisa menjelaskan tentang perubahan kamu sekarang?" balas ara masih menatap al dengan sangat tajam, ingin segera mendapatkan jawaban dari pertanyaan barusahan yang sangat membuat ara sangat gelisah akhir akhir ini.

""itu hanya perasaan kamu saja, ra! aku memang seperti ini dan akan selalu seperti ini, jangan pernah menuntutku untuk menjadi orang lain." ujar al dengan tegas dan sangat ketus.

ara langsung turun dari pangkuan al dengan sangat kesal. "oke! mau ngapain aku berada disini lagi, suamiku sendiri saja sudah tidak ingin melirikku lagi?!" tutur ara lalu bergegas pergi dari ruangan al.

al hanya menatapnya dengan tatapan dingin, al kemudian langsung melanjutkan pekerjaannya kembali. 'kenapa disaat aku sudah menjauh seperti ini, malah dia yang mendekat? ah sudahlah.' umpat al dalam hati.

ara terus mengumpat kesal kepada al, karena al telah menyuekin dirinya seperti itu. "aku sudah rela rela untuk datang berkunjung ke kantornya dan membayangkan hal hal indah yang bakalan kami lakukan, malahan mendapatan penolakan dan perlakuan sangat dingin olehnya! dia kirain dia itu siapa, berani banget dia memperlakukanku seperti ini?!"

kemudian ara langsung bergegas pergi dari sana, lalu kembali lagi menuju kantornya. seharian mood ara tidak bagus karenanya. ara terus kepikiran tentang perubahan sikap al yang sangat drastis itu kepadanya.

"apa aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar ya? tapi apa?" aku terus berpikir sampai dia tidak konsentrasi dalam melakukan pekerjaannya.

akhir akhir ini ara tidak terlalu sering untuk bertemu dengan rey, dikarenakan kesibukan rey yang semakin padat, pertemuan mereka pun bisa terhitung hanya 2 kali saja dalam seminggu. dan anehnya ara sudah terbiasa dengan itu bahkan tidak pernah mempermasalahkannya.

biasanya ara akan marah bila rey tidak mengabarinya dalam sehari, tapi selama sebulan belakangan ini ara bahkan tidak pernah marah ataupun kesal akan sikap rey itu.

tanpa terasa hari sudah semakin gelap saja, ara tidak ingin segera pulang dan harus bertemu dengan al dirumah. ara tidak ingin kesal dan marah bila langsung menatap al yang semakin hari semakin dingin saja kepadanya.

bahkan sudah beberapa bulan belakangan ini al tidak pernah ingin melakukan hubungan intim dengan ara. ara semakin gelisah karenanya, ara sangat merindukan sentuhan dari suaminya itu, tapi ara sangat gengsi bila memulainya duluan untuk menawarkan dirinya sendiri kepada suaminya. ra terlalu takut bila al akan menolaknya mentah mentah. ara tidak siap untuk itu.

ara menghela dengan sangat berat, lalu bangkit dari posisi duduknya. kemudian langsung berjalan keluar dari ruangan kerjanya. ara memperhatikan semua ruangan yang sudah tidak berpenghuni itu, tinggal dirinya lah yang masih betah berlama lama berada disana, ara kembali menundukkan wajahnya lalu berjalan secara perlahan keluar dari kantor. ara mengingat bila hari ini adalah malam minggu, ara jadi kepikiran untuk berkunjung ke apartemen rey.

apalagi mengingat dirinya yang sudah lama sekali tidak pernah berkunjung kesana. wajah ara langsung membentuk sebuah senyuman, senyuman yang sangat penuh dengan maksud. tapi sebelum menuju apartemen rey, ara membeli makanan kesukaan dari kekasihnya itu.

"pasti rey akan sangat kaget melihatku berkunjung ke apartemennya?" apalagi mengingat mereka sudah lama tidak berkencan, wajah ara terus menerus memancarkan senyuman.

setibanya di apartemen rey, ara yang mengetahui password apartemen rey langsung menekan beberapa angka lalu berjalan masuk.

apartemen rey sangat gelap, ara langsung menyalahkan lampu, kemudian berjalan menuju meja makan rey lalu mengambil piring dan mangkuk untuk memindahkan makanan yang sedang berada didalam bingkisan yang dibawa oleh ara.

dengan tersenyum sumringah ara terus melakukannya, sambil membayangkan ekspresi kaget dari kekasihnya itu. setelah selesai, ara langsung duduk disofa lalu karena merasa sangat bosan ara menyalakan tv. ara terus menerus menatap jam tangannya, tapi rey tidak ada tanda tanda untuk segera pulang.

ara sudah menunggu selama 3 jam, sampai akhirnya ara ketiduran lalu terbangun lagi.

"rey kamu kemana sih?" gerutu ara dengan sangat kesal. dengan perasaan yang sangat berat ara memutuskan untuk segera kembali kerumah, tapi sebelum kembali, ara menuliskan sebuah memo untuk rey. setelah selesai menulis, ara keluar dari apartemen rey.

setelah sampai diparkiran, ara langsung menyalakan mesin mobilnya kemudian melajukan dengan sangat pelan mobilnya hingga telah keluar dari parkiran apartemen rey.

disepanjang perjalanan ara selalu murung, ingatannya kembali lagi untuk mengingat perubahan sikap dari suaminya itu, tapi sekeras apapun dia berusaha untuk berpikir, tetap tidak menemukan sebuah petunjuk.

dulunya ara marah saja, al langsung takut dan segera memohon untuk supaya dimaafkan oleh dirinya, tapi sekarang tidak lagi. dan biasanya al akan segera mendengarkan semua rengek manja ara, tapi sekarang sekeras apapun ara berusaha untuk menggoda suaminya itu, al bahkan tidak tertarik dan tidak tergoda.

ara sangat frustasi dengan perubahan al. "kenapa aku selalu memikirkannya akhir akhir ini? apa jangan jangan.... kemudian ara langsung segera menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat.

"aku tidak boleh memiliki perasaan apapun untuknya, perasaanku itu hanya untuk rey! tidak ada tempat untuk al didalamnya." ara masih sibuk dengan pikirannya itu.

hingga tiba tiba ponselnya berdering dengan sangat keras lalu menyadarkan ara dari lamunannya.

"sayang.. tadi kamu kesini ya?" suara yang sangat dikenalnya, siapa lagi kalau bukan rey kekasihnya.

"iya sayang. kamu sih lama banget pulangnya. jadinya aku harus segera kembali, tadinya aku mau memberikan kamu kejutan. tapi malahan aku yag terkejut karena kamu tidak kembali." rengek ara dengan manja kepada rey.

"aduh sayang... maaf banget ya! thanks ya udah bawain aku makanan, kamu tau saja aku belum makan. btw, besok kamu sibuk?" tanya rey dengan sangat antusias.

"sepertinya tidak sih. kenapa rey?" tanya ara dengan datar.

"kebetulan banget kalo begitu, besok jadwalku sedang kosong. kita makan siang bareng ya?" ujar rey dengan sangat bersemangat.

"hmmm... gimana ya? ya udah deh sayang. oke sampai ketemu besok ya." ucap ara lalu segera mengakhiri panggilan teleponnya.

tiba juga ara didepan rumahnya, dengan langkah yang sangat berat ara memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah.

'apa al belum kembali ya? semoga saja belum.' batin ara.

ara membuka pintu lalu masuk kedalam, karena terlalu gelap ara memutuskan untuk segera menyalahkan lampu. begitu kagetnya ara yang menatap al yang duduk di sofa sambil menatap tajam kearahnya sambil melipatkan kedua tangannya, sangkin kagetnya ara sampai memegangi dadanya. sepeti pencuri yang sedang ketangkap basah.

"al kamu ngapain berada disana? bikin aku kaget saja." ucap ara yang masih memegangi dadanya.

"dari mana saja kamu? kamu tau ini sudah jam berapa?" tanya al dengan dingin dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.

"aku... aku lembur! lagian tumben banget kamu nyariin aku?" sahut ara dengan ketus.

"aku tanya kamu darimana saja? tadi aku kekantor kamu tapi kamu sudah tidak berada disana?" ucap al dengan tatapan sangat curiga.

"aku... aku... kenapa aku harus memberitahu kamu! aku capek, aku mau istirahat." ucap ara lalu melangkah pergi darisana.

al langsung menahan tangan ara. "kamu gak lupa kan kalo aku ini suami sah mu?!" ucap al penuh penegasan.

ara hanya tertawa mengejek setelah mendengar ucapan al barusan. "suami? suami yang tidak punya waktu lagi untuk ku? kenapa mendadak jadi sangat peduli dengan apa yang aku lakukan." ucap ara lalu menepis tangan al dengan kasar.

ara langsung berlari dengan cepat dan memasuki kamarnya kemudian mengunci kamarnya itu.  entah mengapa hati ara menjadi sangat pedih, ara terus memegangi dadanya yang terasa sangat sesak. air mata ara berjatuhan begitu saja terus menerus, sampai ara sudah tidak sadar dirinya sudah berapa lama sudah menangis.

pagi harinya, ara yang berada didepan cermin sedang merutuki dirinya sendiri, mata ara terlihat begitu sembab dan bengkak. "kenapa aku harus menangisi pria seperti itu? kenapa aku harus kecewa dengan perubahan sikap al! toh aku juga jadi mempunyai banyak waktu luang untuk bertemu dengan rey." ucap ara untuk menguatkan dirinya sendiri.

ara sangat malas bila harus bertemu dengan al pagi ini, ara sengaja berlama lama berada didalam kamar. ara sengaja ingin terlambat untuk pergi bekerja. 'apa al sudah pergi?'

diam diam ara berjalan pelan untuk mengamati sekitar rumah, lalu mengintip menuju meja makan. kemudian ara tersenyum lega. 'akhirnya al sudah pergi.'

lalu ara membalikkan tubuhnya, betepa kagetnya ara menatap al yang sedang berada tepat dibelakangnya. sampai ara hampir saja terjatuh, untung saja al dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

"kamu kenapa? kenapa telat sarapan." tanya al dengan tatapan dinginnya itu.

ara langsung tersadar lalu melepaskan tangan al dengan segera. "kenapa kamu masih berada disini?" ucap ara spontan lalu segera menutup mulutnya itu.

al hanya melewati ara. al langsung duduk dikursi. "kamu sedang menghindariku? maaf atas sikap ku tadi malam."

ucap al sambil terus melahap makanannya.

akhirnya dengan berat hati ara duduk di kursi juga, ara mengambil sangat sedikit makanannya karena sedang tidak berselera makan.

ara tidak menggubris ucapan al barusan yang meminta maaf kepadanya, ara hanya terus menerus melanjutkan makannya. ara ingin secepatnya pergi meninggalkan al.

setelah selesai makan, ara langsung berdiri. "aku pergi!" ucap ara lalu melangkah pergi.

"NANTI MALAM KAMU BISA MENEMANI KU?" Teriak al tanpa menoleh ke arah ara.

langkah kaki ara langsung terhenti seketika, ara langsung menoleh.

'setelah sekian lama dia baru ini mengajak ku? dia pikir aku akan mau menemaninya? tidak akan!' umpat ara dalam hati.

"maaf al, aku sibuk!" ucap ara ketus lalu melanjutkan kembali langkah kakinya.

"aku sudah mengecek jadwalmu hari ini, dan aku sudah bertanya kepada papa. sepertinya hari ini kamu tidak sibuk. jadi kamu tidak punya alasan untuk menolak ajakkan ku." tegas al.

ara yang kesal langsung segera menghampiri al. "kenapa aku harus menemanimu? kenapa kamu mengecek semua jadwalku? biarpun aku sedang tidak sibuk aku tidak akan menemanimu." ujar ara dengan amarah yang sudah meluap luap.

"karena kamu istriku! jadi kamu harus menemaniku, lagian disana ada mama papa kamu dan orangtua ku." bisik al dengan penuh penekanan.

"aku tunggu kamu nanti malam. ingat jangan sampai telat." kemudian al langsung berlalu begitu saja meninggalkan ara yang sedang berdiri mematung.

ara hanya terus merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa membalas perkataan dari al itu. 'kenapa aku begitu bodoh sih? kenapa aku tidak bisa berkata apa pun lagi? aaaarrrrgggghhh...' umpat ara dalam hati lalu memgacak acak rambutnya sendiri sangkin kesalnya.

siang ini saat sedang bersama rey, ara sedang tidak bersemangat. bahkan ara yang sedang makan hanya mengaduk aduk makanannya dengan kesal.

rey yang memperhatikan sikap ara itu semakin tidak mengerti melihat sikap kekasihnya itu akhir akhir ini.

"sayang..." ucap rey sambil mengoyangkan bahu ara.

"haaah..? ya rey..." sahut ara singkat.

"kamu sebenarnya lagi mikirin apaan sih? sikap kamu aneh banget tau gak!" ucap rey sambil terus memperhatikan ara.

"aku...aku gapapa kok sayang. mungkin cuma kecapean aja. gimana pekerjaan kamu?" ucap ara lalu berusaha untuk mengalihkan rey.

"ya begitu deh, aku sangat sibuk belakangan ini. maaf ya, jadinya waktu aku sama kamu tidak banyak. kamu gak sedang marah sama aku kan?" tanya rey dengan ragu ragu.

"gak kok sayang. aku ngerti kamu sedang sibuk sibuknya saat ini. aku juga tidak akan menuntut kamu kok. beneran." ucap ara dengan serius.

"duh jadi makin sayang nih. thanks ya sayang." ucap rey sambil mencium pucuk tangan ara kemudian mengelusnya dengan lembut.

ara hanya tersenyum mendengarnya. karena tidak mungkin ara menceritakan yang sebenarnya kepada rey.

****\*

dengan terpaksa ara harus pergi menemani al untuk pergi ke acara perusahaannya yang baru memenangkan tender. ara sangat tidak bersemangat, ara memilih asal saja gaun yang berwarna cream yang sangat memperlihatkan bentuk tubuhnya. dengan perhiasan anting dan kalung yang menambah kesan mewah dan simple tapi sexy itulah yang menggambarkan ara pada saat ini.

selama didalam mobil, ara hanya diam saja sambil mengamati jalanan atau sesekali menatap layar ponselnya.

al juga tidak mengajak ara untuk mengobrol sama sekali. keadaan benar benar semakin canggung.

begitu sampai, al langsung turun lalu membukakan pintu mobil untuk ara. ara hanya menatap al tidak mengerti.

'dasar cari muka! didepan dan dibelakang lain, apa sih yang sedang direncanakan al?' umpat ara dengan kesal.

kemudian al langsung menggenggam tangan ara dengan sangat erat, ara saja sudah tidak mengingat terakhir kali al kapan menggenggam lengannya itu.

ara hanya mengikuti langkah al, sambil terus megumbar senyuman semua teman, kerabat, rekan bisnis al hingga kedua orangtua mereka. tentu saja hanya senyum palsu yang benar benar sangat melelahkan untuk ara melakukan itu semua.

"hai al.. kamu apa kabar?" ucap seorang wanita yang langsung memeluk al dengan sangat erat.

al membalas pelukan dari wanita itu dengan senang hati.

ara yang memperhatikan itu semua tepat didepan matanya langsung kesal, marah, emosi bercampur menjadi satu. al tidak menggubris pandangan tidak suka dari ara itu. al malah asik sendiri dengan wanita itu...

Bersambung....

*******

siapakah wanita itu? yang berhasil membuat ara sangat berapi api terbakar cemburu...?

jangan lupa selalu memberikan dukungan kalian, dengan cara like, comment, favorite and rating!

singgah juga ya ke novel yang lain author yang berjudul "NARA"

THANKYOUU ^.^

1
sweetie72
kenapa sih jln ceritanya mikah,Alvin selalu jatuhan gitu....
sweetie72
bosan ceritanya
sweetie72
sedikit bosan alur ceritanya..konflik muter muter nga ada baikan
Bundanya Pandu Pharamadina
ijin marathon
like
favorit👍❤
Tuấn Mark
iyaaa pemeran utamnya jadi nggak sreg bacanya
Tuấn Mark
yah pwran utamanya udah second ternyata sjadi kurang menarik
Kenzi Kenzi
gw mampir thor....
gw syuka sama alurnya,....tata bahasanya meski pjg,tpi runut annya bagus,...teratue...bahkan menurut gw "sempurna".......
capcus....lnjut.....💪💪thor🙏
Gendhuk sri
jadi ilfil aku kayanya wanita baik2 eh ternyata...maaf y thor
Tuti Hayuningtyas
seru biar ce OOO at terbongkar thooooorrrr
Tuti Hayuningtyas
ceritanya tentang perselingkuhan
kapan tpada tobatnya biar terbungkar
Ozell
jijik banget nih ...ara, moga aja dapat hukuman dr perselikuhannya.
Ozell
infill dg ara
Ozell
jijik banget dg ara, tdk punya harga diri
Ozell
Ara, barang bekas, ya bgmn reaksi al
Lina RA
ketika komentar lbh menarik dr pada crt@..
Yulia
males lg bacanya ahh. jiiik
Nur Rochimah
baru kali ini aku baca crita kayak gini... kasian al kok dapet wanita yg uda nggak suci😭😭al nya buat aku aja ya thor🤣🤣🤣🙏
Naimatul Jannati
gak bner nih si ara jd istri
Naimatul Jannati
si Al dapet barang second ya
Efesus Sri Efesus Haryani
cerita nya sgt bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!