NovelToon NovelToon
MY POSSESIVE BOSS

MY POSSESIVE BOSS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:471.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Gita

SINOPSIS :

"Tuan, aku ini diangkat menjadi sekretaris mu atau kucing ini?" Liora tak percaya, mengapa harus mengurus kucing ini? Liora memang suka sekali dengan kucing, tapi Liora heran mengapa ia harus menjadi asisten pribadi seorang owner perusahaan besar hanya untuk mengurus kucingnya.

Billionaire itu melirik Liora, dalam lirikannya dia menampilkan secarik senyuman yg kecil. Sepertinya dia tertarik pada Liora. Tapi ia segera menepis senyuman nya. Ia mengingat kejadian 5tahun lalu, dan ia tidak ingin jatuh kedalam lubang cinta lagi. Terlalu muak rasanya untuknya.



REGRADS,
Cicankyuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. TEARS ON THE CHEEKS

Kini mereka semua telah berada di ruang keluarga. Berbincang santai satu sama lain. Para wanita berada di sofa sebelah kanan. Sedangkan para pria tak menentu posisinya. David terduduk dengan Alden. Sedangkan Marco terduduk di kursi lain yang berada didepan meja.

"David.. terimakasih telah menjaga puteri ku" ucap Alden sembari memegang segelas sirup ditangan kanannya. Mendengar itu, otak David mengingat saat-saat ia menembak Liora tanpa sengaja. Hancur hatinya ketika mengingatnya. Bagaimana jika Alden tahu? Bisa-bisa rencananya menikah dengan Liora akan batal.

"Ah tentu paman, sudah menjadi kewajibanku untuk menjaga Olla" ya, kini nama panggilan Liora telah diganti dengan nama panggilan kesayangan dari David sejak kecil.

"Jadi bagaimana, apakah kau setuju jika puteraku menikahi puterimu?" Kini Marco yang bertanya. David tersenyum mendengar dukungan dari ayahnya.

"Ah tentu, segerakan tentukan tanggal pernikahannya" ucap Alden bersemangat. Dirinya merasa bahagia ketika puteri semata wayangnya telah mendapatkan pria yang tepat.

"Daddy, itu tidak perlu buru-buru" sahut Liora dari seberang sana. Alden tersenyum.

"Bukankah lebih cepat lebih baik?" Timpal sang ayah. David tersenyum menang, tetapi Liora memajukan bibirnya mendengar itu.

"Jangan cepat-cepat dad. Umurku masih 25 tahun. Sedangkan Dave? Berapa umurmu huh bayi kingkong?" Terlihat semua yang berada disana menahan tawanya ketika mendengar julukan bayi kingkong itu diberikan kepada David.

"Pftt, hahaha" akhirnya semua tertawa nyaring. David menepuk jidatnya. Aleesha mengangkat kedua alisnya lalu menaikkan bahunya.

"Ada apa?" Tanya Liora dengan polos.

"Kau satu-satunya orang yang berani untuk mengejeknya sayang" ucap Marco sembari tertawa terbahak-bahak. Melihat ekspresi David malah tersenyum kecil dan tidak sama sekali tertawa.

"Benarkah?" Tatapan Liora sumringah

"Bahkan David tidak marah sama sekali. Kau hebat Liora" sahut Freya sembari menutup mulutnya karena sangat ingin tertawa kencang. Dirinya tak kuat menahan tawa ketika melihat anaknya tak berdaya ketika diejek oleh Liora. Biasanya David selalu marah dan terlihat seram ketika diejek.

Liora menampilkan gigi-gigi putihnya. Benar kata Freya, ia merasa hebat sekarang. Liora menjulurkan lidahnya lalu kembali mengejek David. Dan semuanya pun tertawa kembali. Sedangkan David sangat gemas dengan tingkahnya. David menyunggingkan senyuman. Ia merasa sangat bahagia hari ini.

"Hei Dave, jawab aku" Liora kembali berbicara kepada David.

"Apa?" David menaikkan sebelah alisnya.

"Umurmu berapa?" Tanya Liora.

"Hmm, mungkin 29 tahun" jawabnya santai. Meneguk segelas air sirup yang sudah tersedia.

"Ternyata kau memang tua ya" sahut Liora.

"Maka dari itu umurku sudah pas untuk menikah. Kau pun begitu. Jadi kita harus segera menikah" David memanfaatkan situasi. Liora terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"Tapi.." Liora masih dalam mode memikirnya.

"Benar kata David. Bagaimana kalian menikah pada akhir tahun ini?" Ucap Vionna.

"Terlalu lama Tante" rengek David. Vionna tersenyum mendengar itu. David sangat ingin menikahi Liora secepatnya.

"Tetapi pernikahan itu memerlukan persiapan yang matang. Kalian harus lebih lama mengenal satu sama lain. Tante ingin pernikahan kalian adalah pernikahan yang termewah di dunia" Vionna menggenggam tangan Freya sahabatnya. Freya menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Vionna.

"Tidak Tante, aku bisa urusi semuanya dalam waktu tiga bulan" tegas David menegakkan tubuhnya di sofa putih itu. Siapapun yang melihat itu sangat terpana dengan ambisi David yang serius untuk segera menikahi Liora.

"Baiklah. Aku percayakan semua nya kepadamu. Tetapi tante juga ingin memilih tema pernikahan kalian" Vionna tersenyum.

"Aku juga!" Timpal Freya sangat bersemangat membahas hal itu.

"Dan kami para pria bertugas untuk apa?" Tanya Alden melirik Marco yang sedang menyaksikan perdebatan itu.

"Be-ker-ja" ucap Vionna dan Freya serempak. Mereka semua pun tertawa setelah itu. Sebenarnya Liora belum yakin akan menikah dengan David. Hatinya belum mantap untuk mencintai David bukan? Memang David sudah mantap mencintai Liora?

Dua jam setelah pertemuan itu, kini David dan Liora sudah kembali di mansion pribadi David. Liora menghempaskan tubuhnya ke atas kasur yang sangat empuk. Pikirannya selalu tertuju pada hasil rundingan tadi. Apakah jalan yang ia ambil adalah benar? Mengingat pertemuannya dengan David sangat menjengkelkan, dan beberapa kejadian yang tak terduga pun terjadi. Apakah mereka ditakdirkan untuk bersama? Tiba-tiba ponsel Liora berdering.

Geraldine William.

Liora membulatkan matanya ketika melihat nama itu tertampil di ponselnya. Gerald? Sudah berapa lama ia tidak berkomunikasi dengan Gerald? Liora melirik kanan dan kirinya. Tidak ada David disana. David sedang mandi sedari tadi. Liora bangkit dari kasur itu lalu jalan menuju balkon kamar David. Tangannya menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari Gerald.

"Hallo? Gerald?" Liora membuka percakapan itu terlebih dahulu.

"Hei apa kabar Liora? Sudah lama sekali aku tidak berbicara denganmu. Bagaimana dengan kondisi mu?" Gerald seraya memberikan perhatian nya kepada Liora. Sebenarnya selama ini Gerald sangat ingin menghubungi Liora. Tetapi ia tidak tahu bagaimana kondisi Liora sekarang.

"Ahh, kondisi ku sudah membaik. Sekarang aku sudah berada di mansion milik David. Bagaimana dengan kabarmu Gerald?" Ucap Liora menanyakan kabar Gerald sekarang.

"Kabarku baik-baik saja Liora. Jika kau sudah pulang ke mansion David, kapan-kapan bisakah kita bertemu kembali? Apakah kau tidak merindukanku huh?" Tanya Gerald dari seberang telepon itu.

"Ah tentu Gerald. Tetapi akan lebih baik aku akan meminta izin terlebih dahulu kepada David. Jika tidak aku takut akan ada kejadian buruk lagi nanti" jawab Liora.

Tak disadari sama sekali oleh Liora, ada pria bertubuh besar yang memperhatikannya dari belakang balkon tersebut. Liora terus berbincang dengan Gerald di telepon itu. Terlihat emosi pria itu akan memuncak. Rahang yang mengerat, tangan yang terkepal, hingga urat-urat pada tangannya pun bermunculan.

"Hahaha, sudah dulu ya Gerald. Aku takut sekali jika David mendengar pembicaraan kita. Sampai jumpa nanti"

"..." Liora segera menutup panggilan itu. Penglihatannya sesaat memandangi indahnya pemandangan dari atas balkon itu. Senyuman yang mengembang.

"Dipikir-pikir, mengubah kondisi menjadi semula tidak begitu buruk. Malah rasa kangen kepada mom dan dad pun sudah terobati" gumam Liora pelan. Dirinya menikmati angin yang sepoi-sepoi menyapa tubuhnya. Liora memutuskan untuk kembali ke dalam. Pandangannya terhenti melihat seorang pria yang berada di belakangnya ketika berbalik.

"Da-david?" Ucap Liora dengan gugup. Pikirannya kalut, apakah David mendengarkan semuanya? Apakah David akan marah?

"Siapa itu Liora?" Pengen David dengan tatapan dingin.

"Ah, em, siapa apa nya?" Liora kembali bertanya namun dengan nada yang gugup.

"Aku tanya itu siapa?" David kembali mengulang pertanyaannya. Sedangkan Liora hanya terpaku diam dan tidak merespon sama sekali.

"Ehm.. itu..." Liora kembali gugup, bingung apa yang akan dia katakan.

"JAWAB AKU LIORA!" Sin suara bariton milik David menggema hingga terdengar di seluruh penjuru mansion. Liora tak percaya bahwa David akan membentaknya. Mendengar itu, air mata Liora terjatuh mengalir membasahi pipinya. Hatinya hancur seperti cahaya bahwa kenyataannya David seperti itu. Memang itu juga salahnya, Liora tidak sama sekali menggubris pertanyaan David. Liora berlari keluar dan melewati David begitu saja. Air mata yang tidak dapat dibendung lagi. Sungguh hancur hati Liora sekarang.

-to be continued-

Note :

Ramadhan tiba yeay! Cerita ini di tulis kemarin tapi karena kemarin aku ga ada kuota dan konter tutup karena munggahan, jadi aku baru sempet upload sekarang. Maaf ya teman-teman ku sayang:(( Semoga suka dengan apa yang aku tulis. Semangat! Aku sayang kalian.

Btw kalau ada typo komentarin dong biar aku revisi hehehe.

Regrads,

Cicankyuu

1
Indira Indri
jg kangen thor... apalagi ma novel mu lanjuttttt....
Sri Ningsih
lanjutan ny mn thor???
dr td q bc smua ny tnggung2 smw
😢
Laelaa Putri
cmiwcmiw
Asiah
lanjut
Abdy Mensuk
semangat trus up ceritanya 💪💪👌👌😊😊
charis@ŕŕa
lnjut thor sll semngat..
....
atteu
thor q lupa lagi ceritanya jd hrs baca dr awal lg mf y thor hehehe
semangat thor
Put Rii
maaf ya thor lupa alur 😶
Cicankyuu
Udah di lanjutin guys!❤️
Absarina Rayya
lanjut kan thor
Absarina Rayya
lanjut kan thor
Dewi Puspita
lanjut kk ... aku tunggu ga apa ... selesaikan dulu urusan kk ... masih mnunggu ... semangat ya 🥰
Rachma Sabila
semangaattt untuk lanjut thor 😘😘
Meiri Feriana
lanjut Thorr
Abdy Mensuk
lanjut Thor semangat 💪💪😊😊
Sunshine
lanjut kakak 💪💪💪💪💪💪


turut berdukacita untuk kucing'nya
atteu
lanjut donk thor
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
lanjut donk thoorrr..masih dinanti para reader nya niihhh..
turut berduka cita tuk c empus nya..
Putri Monicaazemi
masih nunggu looo
charis@ŕŕa
lanjut thor nulis nya q suka karya mu tp msih nggantung...
penasaran...
semangatttttttt
charis@ŕŕa: ok thor ...
💪💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!