Ini bukan sebuah legenda, maupun reinkarnasi. Ini adalah awal dari perjalanan Kaisar Alam Semesta ke Alam Yang lebih rendah, yang belum pernah mengenal siapa penguasa yang sesungguhnya.
Yu Zhou adalah nama pemberian dari ketiga Seniornya, karena memang dialah Yu Zhou huangdi Sang Kaisar Alam yang sesunggunya.
Saksikan dan ikuti kelanjutan perjalanan Yu Zhou huangdi keseluruh alam semesta.
Cerita ini fiktif belaka, jika ada alur maupun kesamaan dari tokoh pemeran utama, itu bukan unsur kesengajaan, itu memang asli dari Imaginasi Author, Salam persahabatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jonson pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Membuat Jebakan sebelum diserang.
"Zhou'er ..!!!" Nak..,apa benar ini kamu..???" respon ketiga seniornya dengan gembira, setelah kemunculan sibocah Yu Zhou mengagetkan mereka semua.
Bukan hanya ketiga seniornya saja yang merasa cukup senang melihat kehadiran sibocah, Pemimpin Sekte, para tetua, serta semua murid inti yang ada ditempat pertemuan itu, langsung menunjukkan respon kegembiraan, bahkan hampir melupakan sejenak tentang topik permasalahan yang mereka bahas didalam rapat darurat itu.
Namun melihat reaksi atraktif dari tiga murid inti yang menjadi seniornya sibocah itu mendahului mereka, yah mereka semua hanya bisa menahan diri menjadi penonton yang budiman, tak berani mengganggu reunian mereka berempat.
"Salam paman bertiga ..!!!" ucap Yu Zhou memberi hormat kepada ketiga Seniornya.
Melihat reaksi dan sikap sibocah Yu Zhou yang sangat menghormati ketiga Seniornya, sangat berbanding terbalik kepada Ketujuh Leluhur yang mereka hormati, dan bahkan tidak segan memberi hukuman yang menjatuhkan harga diri para leluhur dihadapan mereka.
Pemimpin sekte, para tetua, dan juga Master Zhou Li hanya bisa menahan nafas yang tiba tiba meyesakkan otak dan pikiran mereka, yang tidak berkutik setelah kehadiran sibocah membuat perubahan besar disekte mereka.
Tapi lain halnya kepada ketiga Seniornya, tanpa perduli status, usia maupun jabatan yang mereka miliki, dihadapan sibocah Yo Zhou Mereka bertiga adalah saudara senior yang sangat menyayanginya, dan bahkan menganggapnya saudara junior mereka.
Melihat ketulusan hati ketiga seniornya, itulah yang sangat disukai Sibocah Yu Zhou dan dicarinya selama ini. Menjadi suatu kebanggan dihatinya, bahkan rela meninggalkan tahtanya sebagai Kaisar Alam Semesta yang Agung setelah melihat sifat sombong, dengki, iri, tamak dan ingin berkuasa dari para bawahan yang ditugaskanya menjaga beberapa dimensi dunia di diseluruh Alam kekuasaannya.
"Haaaa ..aaa..aa !!!"
"Zhou'er..., setelah kamu selesai latihan tertutup untuk meningkatkan kultivasimu, Kami semua atas Permintaan Pemimpin Tuo Li, diminta untuk berkumpul, serta mengadakan rapat darurat disini."
"Karena datangnya surat penyerangan dari Keluarga bangsawan Mu ke Sekte, namun saat ini kami hanya menemui jalan buntu tentang permasalahan itu, jadi setelah terdengar jawabanmu yang tiba tiba, kami sungguh tidak paham, apakah kamu dapat menjelaskanya kepada kita semua Nak ..!!!" jelas Tian Zhong mewakili mereka semua sambil meminta penjelasan saudara Juniornya itu.
"Huuhhh .., begini paman dan juga Pemimpin, serta para tetua dan saudara para murid inti yang berkumpul disini." Soal penyerangan yang akan kita hadapi, sudah ada dalam rencanaku." jelas Sibocah, sejenak menarik nafasnya dan kemudian lanjut menjelaskannya.
"Adapun rencana yang kita lakukan, terlebih dulu kita harus mempersiapkan diri, mental dan kekuatan semua penghuni Sekte Pedang Naga." Namun hal yang paling utama adalah Jebakan, Array pertahanan, dan senjata tempur serta sedikit Serbuk Racun pelumpuh Energi."
Didalam penjelasannya, ketiga seniornya, para murid inti, para tetua sekte, dan bahkan Pemimpin sekte Tuo Li yang didampingi beberapa pengurus seperti Ketua tim Alkemis, dan Ketua Perbendaharaan kas, terdiam dan bahkan merasa mustahil, karena semua itu butuh persiapan besar, terlebih masalah dana keuangan mereka tidak mencukupi.
Melihat reaksi dan raut wajah jelek mereka semua yang tidak menyenangkannya, Sibocah Yu Zhou menjadi kesal. Karena dia jelas tahu apa yang mereka pikirkan setelah mendengar ucapannya, sangat tidak mungkin /mustahil bisa dilakukan.
"Aisssssshhhh...!!!" Sudah sudah, aku tau apa yang ada di Otak kalian !!!" ucapnya sambil kesal.
"Siapa bilang kalau biayanya itu harus keluar sekarang dari kas sekte." Karena itu semua sudah aku miliki, dan Aku dengan senang hati untuk meminjamkannya." ucapnya sambil tersenyum licik.
"Tapi ingat, kita semua jadi saksi setelah kita berhasil mengatasinya, semua peralatan tempur, beberapa gulungan teknik untuk membuat Array pertahanan, dan juga biaya untuk membuat Serbuk racun pelumpuh energi yang ku keluarkan, tidak gratis." jelasnya mengingatkan.
Sebelumnya, mereka semua sangat merasa senang, bahwa itu semua dimiliki sebocah Yu Zhou, dan rela memberikannya ke Sekte, namun setelah mendengar bahwa itu semua akan menjadi UTANG' tidak gratis sama sekali, seketika itu juga rasa senang mereka berubah cepat menjadi kesal tingkat dewa, dan sangat terpaksa menyetujuinya. Karena hanya itulah cara satu satunya, walaupun akhirnya mereka akan dipaksa bekerja keras untuk menggantinya.
"Itu baru namanya teman terbaik untuk menjalankan bisnis." hahaha..haha..ha..!!! ucap sibocah dengan senang setelah melihat wajah wajah tua yang tak berdaya. Termasuk ketiga Seniornya.
"Baiklah.., karena semua setuju, Aku Yu Zhou meminta beberapa tetua dan para murid yang berbakat untuk mempelajari gulungan teknik teknik Array, dan mahir menyusun letak strategis yang bagus untuk menempatkan beberapa jebakan, juga yang mahir menggunakan senjata jarak jauh, akan kita buat atas persetujuan Pemimpin." ucap Sibocah melihat kearah Pemimpin Tuo Li.
"Ya nak.., aku mengizinkannya !!! dan lakukanlah apa yang menurutmu untuk dilakukan, dan bila perlu ada tambahan beberapa murid, Para tetua dan bahkan aku sebagai Pemimpin siap bekerja untuk membantu jika kamu butuh bantuan, tidak perlu meminta persetujuanku, kamu cukup hanya memberi perintah." jelas sang Pemimpin memberi jawaban yang pasti kepada Sibocah Yu Zhou.
"Terimakasih Pemimpin atas kerja samanya, dan sudah saatnya bagi kita para kaum muda bekerja, Setuju tidak ..???" tanya Yu Zhou seketika.
"Setujuuuuuu ...!!!" Sahut semua para murid. Semua semangat dan berjalan mengikuti langkah si bocah Yu Zhou dari belakang, begitu juga para tetua Sekte, bahkan Sang Pemimpin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat apa yang telah diperbuat Sibocah kepada mereka semua.
Dari bantuan beberapa pil sebelumnya yang diberikan sibocah, sekalian penyiksaan bagi ketujuh para leluhur sekte, sehinggah kekuatan sekte mereka yang jatuh total meningkat drastis, begitu juga saat mereka menemui jalan buntu mengenai penyerangan yang akan mereka hadapi, lagi lagi sibocah Yu Zhou yang menjadi penyelamat mereka, walaupun semua itu harus mereka bayar kembali.
Itu semua baru saja terngiang didalam bayangannya, dan akan tersimpan di dalam memory otak sang Pemimpin. Jadi Apakah dia harus Menangis, marah, dan tidak terima setelah melihat sisi negatif dari sibocah Yu Zhou..??? atau dia harus tertawa senang, dan tersenyum manis sambil berterimakasih atas pemberian yang besar yang tiada bandingannya, setelah melihat sisi positip nya si bocah ???
"Entahlah !!! desah suara hati sang Pemimpin Sekte, Tetua Agung Tuo Li.
Pengenalan beberapa Sekte di Ke Kaisaran Benua:
A. Aliran Putih terkuat
1. Sekte Pedang Naga
2. Sekte Kuil Abadi
3. Sekte Tapak Emas
4. Sekte Tombak Dewa
B. Aliran hitam terkuat
1. Sekte Pedang Iblis.
2. Sekte Pisau beracun.
3. Sekte Tengkorak hitam.
4. Sekte Bulan darah.
C. Aliran Netral
1. Asosiasi Alkemis Pusat Pil
2. Asosiasi Perdagangan.
Adapun beberapa Keluarga bangsawan di Ke Kaisaran Benua :
1. Keluarga bangsawan Wang
2. Keluarga bangsawan Xu
3. Keluarga bangsawan Xiao
4. Keluarga bangsawan Lu
5. Keluarga bangsawan Li
6. Keluarga bangsawan Mu
7. Keluarga bangsawan Meng