" Aku sangat membenci mu aku berdoa semoga tidak pernah bertemu dengan mu lagi, lenyap lah dari hadapan ku."
Ucap Crystal yang menahan emosinya.
" Kamu tidak akan pergi jauh dariku karena selamanya kamu akan menjadi isteri ku selamanya."
Ucap Alexander sambil tersenyum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Genggaman Tangan
Saat pesawat akan mendarat Crystal berkali kali menghembuskan nafasnya. Ia merasa tidak siap ketempat masa lalu yang banyak membuat luka dihatinya. Bahkan tubuhnya sampai bergetar hebat. Tetapi tiba-tiba ada sebuah tangan kecil yang menggenggam salah satu tangan nya. Crystal yang merasakannya langsung melihat ke bawah ia melihat Adelio yang ternyata menggenggam tangan nya.
" Tenang Mommy, jika Mommy takut lebih baik kita kembali ke New York saja." ucap Adelio sambil tersenyum. Menurutnya kebahagiaan Mommy dan adiknya adalah nomor 1 bagi Adelio.
Aurora yang melihat tangan Adelio menggenggam tangan Mommy nya merasa iri. Akhirnya ia juga menggenggam tangan sebelah Mommy nya.
" Mommy jangan takut ada Rora di sini, Jika mereka jahat pada Mommy. Rora janji akan menghajar mereka." ucap Aurora sambil tersenyum hingga menampilkan gigi kelincinya yang kelihatan menggemaskan.
Crystal yang mendengarnya merasa terharu ia merasa tidak sendiri di dunia ini. Karena menurutnya anak anaknya merupakan sumber kekuatan Crystal untuk bertahan hidup. Crystal berjongkok dan memeluk kedua anaknya kembarnya sambil menitikkan air mata. Ia bersyukur karena Tuhan telah memberikannya sebuah anugerah berupa kedua anaknya meskipun ia juga ingin memeluk anak ketiganya yang sayangnya sudah tidak ada. Tetapi Crystal tidak ingin membuat kedua anaknya khawatir.
" Terima kasih Mommy sangat menyayangi kalian berdua." ucap Crystal sambil terus memeluk kedua anaknya dan menitikkan air mata haru.
Mendengar perkataan dari Mommy nya Adelio dan Aurora membalas pelukan Crystal dengan tidak kalah erat.
" Kami juga menyayangi Mommy." ucap Adelio dan Aurora secara bersamaan.
Banyak yang menyaksikan adegan haru tersebut bahkan ada juga yang sampai menitikkan air matanya melihat sepasang ibu dan anak anaknya saling menyayangi. Bahkan Alex yang melihatnya merasa bangga kepada Crystal yang telah membesarkan kedua anaknya dengan penuh kasih sayang. Sampai mereka memiliki kepribadian baik dan peduli kepada seseorang.
Alex berjalan mendekati Crystal dan kedua anaknya sambil memeluk nya dengan erat.
" Tolong izinkan aku untuk membahagiakan mereka, Crystal maafkan aku yang telah membuat hidupmu menderita. Tetapi sekarang tidak lagi karena setelah urusan ini selesai aku akan meninggalkan tahta dan akan hidup bahagia bersama kalian." batin Alex.
Semua orang yang berada di pesawat merasa terkejut melihat Raja nya menitikkan air mata juga. Sekarang mereka yakin bahwa Raja nya sangat menyayangi keluarganya, dan mereka berdoa semoga hidup mereka bahagia dengan abadi.
Tidak lama pesawat pun mendarat di bandara internasional Grace. Alex menggendong Aurora dan Crystal menggendong Adelio. Tapi sebelum mereka turun Alex memberikan kacamata hitam untuk Crystal. Crystal pun menerimanya dengan alis terangkat.
" Untuk apa?" tanya Crystal mengapa di kasih kacamata.
Alex yang melihat ekspresi kebingungan Crystal terkekeh pelan.
" Untuk bergaya di depan awak media dan jangan mengatakan satu kata pun ketika mereka berbicara kamu mengerti Crystal." jawab Alex yang memberitahu fungsi kacamata tersebut.
Crystal yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya pertanda mengerti.
Alex yang melihatnya tersenyum sebelum menggandeng tangan Crystal dengan sebelah tangannya. Setelah itu Alex menyuruh membuka pintu pesawat.
Pramugara itu menggangguk dan membuka pintu pesawat. Alex turun dengan elegannya sambil menampilkan wajah datarnya. Sedangkan Crystal hanya diam sambil memasang kacamata nya.
Banyak awak media yang menunggu di depan bandara. Saat Alex keluar awak media terkejut ketika Sang Raja membawa seorang wanita dan kedua anak.
Media tersebut langsung mengurumuni Raja tetapi Pengawal langsung mengambil alih.
" Siapa wanita itu Yang Mulia."
" Apa dia merupakan isteri anda."
" dan siapa kedua anak itu. apa dia anak anda."
Pertanyaan pertanyaan dilontarkan kepada Alex. Tetapi Alex tidak mempedulikan nya sedangkan Crystal hanya mengangkat wajahnya dengan angkuh tanpa mempedulikan pertanyaan dari Awak media. Begitu juga dengan Adelio yang menatap mereka dengan datar. Aurora yang menjadi pusat perhatian merasa risih ia memegang leher Alex dengan erat dan menenggelamkan kepalanya di lekuk leher Alex.
Alex yang mengetahui bahwa Puterinya sedikit terganggu langsung masuk ke dalam sebuah mobil mewah di susul dengan Crystal dan Adelio. Setelah masuk kedalam mobil Crystal langsung bernafas lega sambil melepaskan kacamata nya.
" Itu yang ku maksud." ucap Alex sambil mengangkat alisnya menatap Crystal dengan jahil.
Crystal yang mendengarnya menatap Alex dengan sinis dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobil.
" Paling sebentar lagi aku akan jadi bahan gosip." ucap Crystal yang mengeluh.
Alex yang mendengar perkataan dari Crystal hanya tersenyum sambil mengelus rambut Aurora yang sedang tertidur. Ia tahu bahwa membawa keluarga nya kesini merupakan hal berbahaya. Tetapi dirinya tidak bisa meninggalkan mereka sendirian tanpa penjagaan yang bisa di percaya.
" Masalah akan dimulai....
Continue....
setelah cinta kedua'a metong,,hati verpindah kg kemantan,,ga oantas jd seorang raja