NovelToon NovelToon
Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Deg.

Vina terhuyung ke belakang setelah mendengar perkataan Devan barusan.

Tadinya Vina datang berniat memberitahu Devan bahwa dirinya hamil, tapi siapa sangka Vina malah mendengar kabar menyakitkan tentang hubungan mereka.

Tanpa pikir panjang Vina langsung berlari keluar dari apartemen itu dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Vina pergi tanpa memberitahu Devan soal kehamilannya. Toh hubungan mereka tidak bisa lagi di perjuangkan, itu sebabnya Vina memutuskan untuk merawat sendiri bayi yang masih ada di dalam perutnya.

Vina memutuskan pulang ke kampung halamannya meninggalkan semua kenangan yang ada di kota itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Pagi menyapa dengan sinarnya, burung-burung berkicau saling bersahutan. Udara begitu dingin menusuk, apalagi di daerah perkampungan yang asri dengan tumbuhan hijaunya.

Semalam, setelah pembicaraan panjang lebar yang menguras air mata dan emosi. Akhirnya Vina mengakui bahwa Naya adalah anaknya bersama Devan.

Laki-laki itu beberapa kali memohon bahkan berlutut di bawah Vina untuk memohon kembali bersama, tapi Vina tetap menolak.

Vina juga sudah memberi izin Devan untuk menemui Naya kapan pun laki-laki itu mau, tapi untuk kembali bersama seperti dulu lagi Vina masih tetap menolak.

Devan maklum kenapa Vina menolaknya, bagaimana pun juga apa yang dirinya lakukan dulu sangat menyakiti wanita itu.

Devan sudah bertekad sejak malam itu bahwa ia akan berusaha merebut hati Vina kembali, Devan juga berjanji pada dirinya sendiri untuk memberi keluarga yang utuh bagi anak gadisnya itu.

Gadis kecil yang baru dia ketahui keberadaannya di dunia ini.

***

“Hoam..” Devan terbangun dalam keadaan duduk meringkuk di dalam mobil saking dinginnya udara saat itu.

Karna tidak ingin menimbulkan gosip dan cibiran, Vina menyuruh Devan untuk kembali pulang ke tempatnya.

Tapi bukan pulang, Devan malah tidur di dalam mobil yang terparkir di halaman rumah Vina. Laki-laki itu tidur di temani sang supir.

Devan melirik ke samping dan ke belakang, ternyata sang supir sudah tak ada.

“Kemana pak Parto?” Gumam Devan bertanya-tanya.

Saat Devan ingin mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pak Parto, dari arah depan orang yang Devan cari keluar bersama Adi dengan kopi di tangannya.

Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu dan sesekali Parto menunjuk ke arah mobil tempat Devan sekarang berada.

Laki-laki itu pun beranjak turun sambil melangkah menghampiri dua orang tersebut.

“Pagi semua.” Sapa Devan dengan muka bantalnya.

“Pagi.” Sahut Adi dan Parto serempak.

“Tunggu sebentar, biar saya suruh Vina untuk buatkan minum.” Sambung Adi hendak berdiri masuk.

“Tidak usah Ayah.” Cegah Devan.

“Ada yang ingin Devan bicarakan sama Ayah.” Ragu Devan lagi berbicara.

“Bicarakan apa?” Tanya Adi bingung.

“Bisa kita bicara di sana saja.” Tunjuk Devan.

Seolah mengerti, Adi pun mengikuti langkah Devan menuju arah mobil atau lebih tepatnya mereka berhenti di belakang mobil Devan.

Sementara Parto masih tetap pada tempatnya memberikan tuannya waktu untuk berbicara.

Lama mereka berbicara, Parto bahkan melihat Devan mengusap matanya yang diyakini pasti tuannya sedang menangis.

Adi menepuk-nepuk bahu Devan, lalu beliau berjalan masuk ke dalam rumah.

Entah apa yang mereka bicarakan, hanya mereka berdualah dengan Tuhan yang tau.

Tidak lama Devan menyusul masuk tapi hanya sebatas di teras rumah bersama Parto.

Beberapa menit kemudian.

Adi, Vina dan Naya berjalan keluar menghampiri mereka di teras.

“Dia ingin pamit pada kalian.” Ucap Adi seolah tau apa yang ingin ditanyakan sang anak lewat tatapan matanya.

Devan berdiri lalu berjongkok dan memeluk Naya erat seolah tidak ingin berpisah.

Naya hanya diam sambil melirik sang kakek dan bundanya. Adi tersenyum sambil mengangguk pada gadis kecil yang masih kelihatan bingung itu.

“Papa pamit ya, papa akan kembali ke kota untuk mengurus beberapa hal penting. Kamu baik-baiklah bersama bundamu disini, setelah urusan papa disana selesai papa akan kembali kesini untuk mengunjungi kalian.” Ujar Devan pada gadis kecil itu.

Naya hanya mengedip-ngedipkan matanya.

Setelah lama memeluk dan mencium Naya sepuasnya, Devan kemudian berdiri lalu menghadap pada wanita yang dicintainya.

“Aku akan kembali ke kota untuk mengurus beberapa pekerjaan ku disana. Tapi setelah semua selesai, aku akan kesini lagi. Aku akan kembali untuk membuatmu kembali membuka hatimu untuk ku.”

“Apa aku boleh meminta nomormu agar aku bisa menghubungimu saat aku merindukan Naya.” Lanjut Devan bertanya.

Vina ragu untuk memberikan nomornya pada Devan, tapi demi Naya dan kesepakatan semalam yang mereka ambil. Akhirnya Vina memberikan nomornya pada laki-laki itu, lak-laki yang sebenarnya masih ada dalam hatinya tapi karna kekecewaan yang lebih besar sampai menutup mata hatinya.

“Mulai sekarang aku akan mengirim kalian uang yang seharusnya dari dulu aku lakukan yaitu memberi nafkah pada anak dan ibu yang telah melahirkannya.”

“Tidak perlu Devan, aku sanggup menghidupi Naya.” Tolak Vina halus.

Niat Vina mengatakan itu karna tidak ingin merepotkan laki-laki itu, tapi justru Devan menangkap maksud lain dari perkataan wanita itu.

Hatinya sakit mendengar penolakan Vina yang kesekian kalinya.

“Vina tolong biarkan aku menjalankan tugas ku sebagai seorang ayah.” Ucap Devan dengan wajah memelas sedih.

Sambil menghela napasnya pelan “Baiklah.” Balas Vina.

Devan senang setengah mati, dengan begitu setidaknya Vina masih menghargainya sebagai ayah dari anak itu.

“Terima kasih. Aku pamit.” Kata Devan dengan senyum tulus dibibirnya.

Vina hanya mengangguk sebagai jawaban.

Laki-laki itu kemudian beralih pada Adi “Ayah saya pamit.”

“Ya.” Sahut Adi.

Parto langsung berdiri setelah menghabiskan minumannya. Supir Devan itu juga turut pamit pada keluarga itu.

Devan dan Parto pun kembali ke mobil setelah berpamitan. Tidak lama mobil melaju keluar dari halaman rumah itu.

Vina menatap sendu kepergian mobil itu.

Rasanya ada sesuatu yang hilang dalam dirinya, rasa tidak rela tak luput dalam hatinya.

“Bunda, siapa om itu? Kenapa dia memeluk Naya dan mengatakan papa. Naya tidak mengerti bunda.” Tiba-tiba gadis kecil itu bersuara saat mobil sudah tidak ada lagi.

“Masuk dulu sayang, biar bunda jelaskan di dalam.” Jawab Vina sambil menuntun Naya masuk. Wanita itu sengaja ingin berbicara di dalam karna takut ada tetangga yang mendengar.

Anak dan ibu itu duduk di ruang tamu.

Dengan lembut dan penuh kesabaran Vina berbicara dan menjelaskan siapa Devan pada Naya.

“Jadi selama ini Naya punya ayah, sama seperti teman-teman Naya yang lain.” Polos gadis kecil itu berbicara.

“Iya sayang.”

“Hore, Naya punya ayah. Teman-teman tidak bisa mengejek Naya lagi sekarang, hore..” Teriak gadis kecil itu girang.

“Tapi kenapa ayah tidak tinggal bersama kita bunda?” Tiba-tiba Naya kembali bertanya, mungkin saja gadis kecil itu merasa aneh.

“Kan ayah kerja sayang, ayah kerjanya jauh sekali.” Jawab Vina lembut. Wanita itu sebisa mungkin memberi penjelasan yang mudah di pahami gadis kecil itu.

“Kalau tadi Naya tau, Naya pasti akan memeluk ayah dengan erat sekali. Pokoknya sampai Naya puas.” Tutur gadis kecil itu.

Vina tau anaknya itu pasti merindukan pelukan seorang ayah, anaknya itu butuh sosok ayah dalam dirinya.

Maafkan bunda sayang. Sesal Vina dalam hati.

“Kapan ayah akan kesini lagi bunda? Naya tidak sabar.” Tanya gadis itu riang.

“Secepatnya sayang, tunggu pekerjaan disana selesai ayah pasti akan kesini lagi. Makanya Vina harus jadi anak yang baik, tidak boleh usil pada orang lain.”

“Siap bunda.”

Hari itu Vina merasa satu beban dalam dirinya hilang. Akhirnya wanita itu tidak perlu lagi membuat kebohongan-kebohongan lain setiap Naya menyinggung soal ayah.

❤️

Sorry ya baru up🙏Mohon pengertiannya🙏

Jangan lupa tinggalkan jejak😊

1
Cheng Nyo
👍👍👍
Erina Munir
akhiiirrrnyaaa😍😍😍😍😍
Erina Munir
algamdulillaaah ...akhirnya sadar juga😍😍😍😍😍😍😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Erina Munir
udh dong thor... jngn lama2 komanyaaa...kesian kan puegeel thooor
Erina Munir
smg vina cpt sadar dri.komanya
Erina Munir
ini mah bner2 k tunda
Erina Munir
tiara gendeng... ga mikir sm usahanya...klo kaya gitu usahanya nnti bisa sepi hadeehh
Erina Munir
nmnya juganudh bucin Vin... suamimu 🤣🤣🤣
Erina Munir
itu klo bangun pgi...suruh pd sholat dong thooor
Erina Munir
bahagiaa teruus yaa.Devan vina Anaya
Erina Munir
😄😄😄😄😍😍😍 othor bikin pembaca baper
Erina Munir
syukur alhamdulillaah...akhirnyaa...😍😍😍😍😍😍
Erina Munir
thor ...jngn samp si wanita ular kadut itu tiba2 muncul n mengacaukan suasana
Erina Munir
cieee...ciee... Devan Vinaa..
Erina Munir
udh klamaan atuh thoor 5 thn gituh looooh
Erina Munir
dasar uler kadut luh Tiara...sebbeellll
Erina Munir
vina...mulai egois niih...kamu ga kesian sm naya...hadeehhh...egooo sja yg d kedepanin....
Erina Munir
hahaa kejutaan yaa
Erina Munir
siìp
Erina Munir
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!