NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:802.7k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Agartha

Gerbang Imperial Agartha terbuka perlahan, derit besinya menggema seperti seruan masa lalu yang kembali dipanggil. Panji-panji kerajaan berkibar tinggi, kain-kain emas dan merah tua menari di udara. Rakyat telah memadati jalan utama di luar tembok sejak fajar. Wajah-wajah tua dan muda berdiri berdampingan, mata mereka menunggu penguasa yang hilang dari singgasana namun tak pernah benar-benar pergi dari ingatan.

Ketika kuda Lexus melangkah melewati ambang gerbang, bisik-bisik itu berhenti. Sunyi sejenak, lalu lutut-lutut berjatuhan ke tanah.

Di hadapan mereka berdiri Kaisar Alexius, mengenakan jubah kekaisaran lambang singa dengan mahkota ringan bertatahkan batu safir. Permaisuri Erivana berdiri anggun di sisinya, wajahnya terjaga namun sorot matanya penuh kewaspadaan. Pangeran Evan berdiri tegap di sisi ibunya, posturnya terlatih, sementara di sisinya, seorang gadis muda berdiri dengan sikap dingin.

Alexius melangkah maju lebih dulu. Untuk sesaat, ia bukan kaisar. Ia hanyalah seorang adik yang kembali melihat kakaknya.

“Selamat datang kembali ke Imperial Agartha, Kakak.” ucap Alexius.

Ia memeluk Lexus erat, penuh kerinduan.

Lexus membalas pelukan itu, lalu mundur setapak. Ia menunduk hormat, auranya membuat seluruh istana gemetar.

“Semoga adikku, Yang Mulia Kaisar Alexius, selalu diberkahi umur panjang dan kebijaksanaan dalam memimpin Agartha.” ucapnya tenang, suaranya dalam dan mantap.

Alexius mengangguk, lalu menoleh pada Anastasia.

“Selamat datang kembali, Kakak Ipar.”

Anastasia melangkkah maju setengah langkah. Gaunnya sederhana, namun jatuh dengan wibawa yang tak dapat ditiru oleh kemewahan mana pun. Ia menunduk hormat, anggun dan tegas.

“Semoga Yang Mulia selalu diberkahi umur panjang dan keteguhan hati.” balasnya.

Keduanya lalu berbalik, menunduk hormat pada Permaisuri Erivana.

“Salam hormat untuk Permaisuri Agartha,” ucap Lexus dan Anastasia hampir bersamaan.

Erivana membalas dengan senyum yang terjaga rapi. “Selamat datang, Kakak… Kakak Ipar.”

Di antara barisan pelayan dan bangsawan, bisik-bisik kembali bergulir. Kaisar dan Permaisuri terdahulu masih sama… bahkan waktu pun tak berani menyentuhnya. Kecantikan Lady Anastasia tak pudar, hutan seperti apa yang menyimpannya selama ini? Lexus masih berdiri seperti poros dunia. Bahunya tegak, pandangannya tenang namun menekan. Banyak yang menunduk bukan karena aturan, melainkan karena naluri.

Pangeran Evan melangkah maju. Ia menunduk dalam-dalam.

“Salam hormat untuk Paman dan Bibi.”

Anastasia tersenyum tipis. Ia mengulurkan tangan, menyentuh kepala keponakannya dengan lembut.

“Tidak merindukan bibimu ini?” tanyanya pelan.

Keraguan Pangeran Evan runtuh. Ia melepaskan sikap formal istana dan memeluk Anastasia dengan tulus.

“Bibimu ini menunggu surat darimu, Pangeran.” kata Anastasia, suaranya hangat namun tegas.

Evan tersenyum kecil. “Maaf, Bibi. Aku baru kembali dari pelatihan.”

Anastasia mengangguk, seolah mengerti sepenuhnya arti tanggung jawab yang dipikul seorang putra mahkota.

Pandangan Anastasia lalu bergeser pada gadis muda di sisi Evan. Gadis itu berdiri diam, wajahnya datar, seolah kedatangan dua sosok legendaris itu hanyalah angin lalu.

“Beri salam pada Paman dan Bibi, Aster.” perintah Evan pelan namun jelas.

Putri Aster menunduk hormat tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya.

Alexius menegang, merasa malu dengan sikap putrinya. Ia menatap kakaknya sekilas, lalu menatap Aster tajam. Namun gadis itu tetap diam, tak menunjukkan rasa bersalah maupun hormat.

Alexius menarik napas, lalu kembali tersenyum kaku.

“Mari, silakan masuk.” ucapnya, mengisyaratkan ke dalam istana.

Namun Lexus mengangkat tangannya perlahan.

“Tunggu, Yang Mulia.” katanya.

Suaranya tidak keras, namun seluruh halaman istana kembali sunyi. Aura pria itu masih sama, mampu membuat setiap orang bertekuk lutut di hadapannya.

Deru tapak kuda kembali memecah keheningan halaman istana. Dua kuda hitam berhenti tepat di balik Lexus dan Anastasia. Dari punggungnya turun dua pria muda, postur mereka tegap, wajah mereka tampan dengan garis-garis yang jelas. Perpaduan darah kekaisaran dan keteguhan yang ditempa latihan berat sejak kecil. Para bangsawan tanpa sadar menahan napas, tidak bisa melepaskan pandangan dari keduanya.

Lexus menoleh setengah badan.

“Anak-anakku,” ucapnya, suaranya rendah namun penuh kebanggaan.

“Pangeran Aurelian Velemont dan Pangeran Leonardo Alistair, beri salam pada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri.”

Kedua pangeran melangkah serempak. Gerakan mereka rapi, terlatih, tanpa tergesa… cara berjalan orang yang tahu siapa dirinya. Mereka menunduk hormat bersamaan.

“Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar Alexius dan Permaisuri Erivana.” ucap Aurelian dengan suara tenang dan jernih.

“Semoga Yang Mulia senantiasa diberkahi umur panjang dan kejayaan.” sambung Leonardo.

Hening menyapu halaman istana. Detik itu juga, dunia terasa berhenti berputar. Wajah-wajah para bangsawan membeku. Para pelayan saling berpandangan. Bahkan rakyat di luar gerbang terdiam, seolah takut bernapas terlalu keras.

Puluhan tahun lalu, Kaisar dan Permaisuri terdahulu mundur dari tahta karena tidak diberkahi keturunan. Dan kini, mereka muncul dengan dua pangeran?

Bisik-bisik bergetar, lalu berubah menjadi doa lirih.

“Terima kasih, Dewa.”

Kebaikan dan kebijaksanaan Lexus dan Anastasia masih terkenang di jiwa mereka.

Alexius menatap kedua pemuda itu lama, jelas tekejut. Tak lama kemudian, senyum tulus terbit di bibirnya.

“Kakak…” katanya. “Mengapa kau tidak pernah memberitahu kami kabar bahagia ini?”

“Karena waktu belum mengizinkan,” jawab Lexus. Tatapannya mantap, tanpa penyesalan. “Saat itu, Anastasia mengandung bayi kembar. Dan takdir meminta kami menjauh dari istana hingga saatnya tiba.”

Sorak sorai rakyat meledak seperti gelombang pasang. Kelahiran bayi kembar merupakan berkat tertulis di buku sejarah Agartha.

“Hidup Pangeran Aurelian!”

“Hidup Pangeran Leonardo!”

“Hidup Imperial Agartha!”

Nama kedua pangeran itu dielu-elukan, menggema di dinding istana, melambung ke langit seolah doa yang akhirnya menemukan tujuannya.

Namun tidak semua hati ikut bersorak. Permaisuri Erivana terdiam. Napasnya tercekat, dadanya terasa sempit. Pandangannya terpaku pada Anastasia, pada wajah tenang wanita itu, pada dua pangeran yang berdiri sebagai bukti hidup.

Tidak mungkin… Anastasia adalah wanita mandul… Pikirannya bergetar, memberontak pada kenyataan.

Sorak rakyat terasa seperti pisau yang mengiris telinganya. Setiap kali nama Aurelian dan Leonardo diteriakkan, wajah Erivana semakin muram. Ia menoleh pada putranya, Pangeran Evan. Tatapannya penuh kekhawatiran, dan sesuatu yang lebih gelap dari itu.

Di balik sorak kebahagiaan itu, benih kecemasan mulai tumbuh di istana Agartha.

Pewaris tahta memang telah ditetapkan. Pangeran Evan adalah putra mahkota, darah sah Kaisar Alexius, anak yang sejak lahir disiapkan untuk duduk di singgasana emas. Namun istana tidak pernah hanya hidup dari hukum tertulis. Tahta bukan sekadar warisan. Ia adalah pertandingan kekuatan dan kecerdasan. Siapa yang mampu bertahan, maka dialah pemenangnya.

Sorak sorai rakyat yang menggemakan nama Pangeran Aurelian dan Pangeran Leonardo terasa seperti api yang disiramkan ke dalam dada Erivana. Setiap teriakan dukungan adalah pengingat pahit bahwa darah kekaisaran tidak hanya mengalir pada putranya seorang. Ia menggenggam jemarinya sendiri, kukunya menekan kulit telapak hingga nyeri.

Kedatangan mereka tidak sesuai dugaanku.

Lexus dan Anastasia kembali bukan sebagai bayangan masa lalu yang telah usai. Mereka datang membawa dua pangeran, membawa harapan lama yang belum sepenuhnya padam di hati rakyat. Bagi Agartha, itu mungkin berkah. Namun bagi Erivana itu adalah petaka. Mereka tidak datang membantu kemenangan kerajaan. Mereka datang mengguncang masa depan putranya.

1
Vika Lestari
uf kaka
jeon_niie
akhirnya up lagi, kemana ajaa thor,
author udah sehat kan..

ya walau ampek lupa udh sampek mana ceritanya... 🤭🤭🤭
Sandisalbiah
didikan kaisar Lexus dan ratu Anastasia menjadikan anak²nya manusia yg rendah hati dan bijak sana...
Sandisalbiah
ragumu bukan hanya ratu utk manusia Christopher tp dia ratu bagi seluruh mahluk hidup.. dan alam pun tunduk pd nya... luar biasa imajinasi authornya.. keren
Sandisalbiah
intinya sang raja justru jatu hati pd sikap membangkang, sifat bar bar dan keberanian sang ratu... yg artinya kung Christopher mencintai Lily dan segala pri lakunya.. hem.. harus sedia stok sabar seluas samudera kamu Chris
Ami Aja
aku bacanya terharu,dari awal kisah Lily yg terpaksa harus menikah dengan Crist,sekarang ada buah cinta diantara mereka🩷
Vika Lestari
semangat 👍💪uf lagi dong
Dev..
gk sabar banget nunggu lahirannya Lily🥰
Widya Febrina
Daebak...ceritanya menarik... alurnya rapi juga gak mudah dimengerti...hiburan yang betul2 menghibur...
Widya Febrina
pulang kampung buat lahiran ya Ratu 🤭🤭🤭 apa akan terulang lagi keajaiban hutan moonveil atas kelahiran pewaris dua kerajaan ini ya...pasti ada dong y..Thor 😁😁👌👌
j4v4n3s w0m3n
wah seru pasti klw ratu.pergi ke hutan moonvill penyambutanya pasti wow🤭
Yeni Fitriani
novelnya bagusss... kereeen abis... tp sayang author nya mungkin kurang fokus jd nulis rambut lily nya berubah ubah mulu... dlm 2 bab rambut lily berubah sampe 3x.... dr rambut emas.... lalu jd rambut perak.... kembali lg rambut emas...🤣
Sang: kak yen tahu gak dengan teknologi pengubah warna rambut? kalo cabe-cabean aja bisa gonta-ganti warna, masa permaisuri gak boleh???
total 1 replies
Sandisalbiah
the real titisan Anastasia, tdk pernah kehilangan ke Bar-barannya.. selalu tegas dan berani
Ninis Hartanto
. Aku ikut baper😍😍
Ary Wijayanti
Alhamdulillah...
buka notifikasi, lgsg baca 4 bab...
terimakasih Thor telah up lagi
sehat selalu buat author..😍😍
Ami Aja
maniiiisnyaaa,,,mereka bikin iri 😊
Sandisalbiah
jd Christopher pernah punya wanita yg begitu dia cintai sebab itu di memasang jarak pd Lily?.. penasaran
Kinanda Husnancandra
aku ikut berdebar Thor, ke inget beberapa tahun lalu gak mudik lebaran,dan pas mudik rasanya lega,bahagia,dan haru.🤭
ratu Liliane gitu juga gak ya perasaannya🤣
Sandisalbiah
Jandice menyebut dirinya adik tp niatnya ke Christopher penuh minat dan nafsu... dia ini sejenis jalang yg menyerupai belatung nangka yg gak bisa diem
Sandisalbiah
jd Christopher ini kebalikan dr Lexus... kasihan Lily..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!