Tiga orang pemuda Tampan yang keras kepala ingin mencoba hidup mandiri dengan penghasilan masing-masing. Mereka meninggalkan keluarga dan menyambung study-nya di luar negeri sehingga mereka dipertemukan dan terbentuklah Trio Badboy. Kehidupan mereka dipenuhi dengan hanya bermain seperti huru hara, balapan motor, bergadang dan berantem. Hidup mereka dikelilingi oleh wanita-wanita seksi dan penggoda. Mereka selalu gonta ganti pacar tidak pernah bertahan lama, sehingga mereka selalu gagagl dalam percintaan. Meskipun mereka memiliki perilaku yang buruk tapi mereka tidak pernah melakukan sifat yang dilarang oleh agama ataupun hukum seperti masuk club malam, main judi, minum minuman keras, bermain wanita, narkoba ataupun membunuh. Mereka mempunyai prinsip menghormati orang lebih tua, menghargai teman sebaya, menjaga wanita cantik dan melindungi anak-anak. Mereka juga mempunyai keinginan untuk mendapatkan seorang pendamping hidup yang soleha dan bisa mengubah sifat buruk mereka. Akankah ada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon serli restu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ABH Enterprise
Bian sedang berada di apartemennya, dia mengirim pesan pada Andra dan Hendry untuk datang ke perusahaan. Setelah mengirim pesan Bian langsung sarapan sambil menunggu Ray datang.
Beberapa menit kemudian Ray datang “assalamualaikum bos”.
“Waalaikummussalam, lo udah sarapan?” tanya Bian.
“Sudah bos, gue sudah makan di kost. Jam berapa berangkat bos?” Ray duduk.
“Bentar lagi” Bian melanjutkan makan.
Setelah makan Bian masuk kamar dan mengganti baju, kemudian dia langsung keluar kamar menemui Ray.
“Ray, ayo berangkat” ajak Bian.
“Baik bos” jawab Ray.
Mereka langsung keluar dari apartemen, mereka turun lift dan menuju parkiran basemant. Ketika masuk mobil, ponsel Bian berdering. Ternyata Luna mengirim pesan pada Bian.
“Assalamualaikum kak, dimana kak?” isi chat Luna.
“Waalaikummussalam, ini kakak lagi mau jalan” balas Bian.
“Mau kemana kak?”
“Ketemu sama teman bentar, kamu dimana?”
“Lagi di rumah, bentar lagi mau kuliah online”
“Ya udah, kakak pergi dulu ya. Kamu lanjut aja kuliahnya, sampai ketemu nanti malam” Bian mengakhiri chatnya.
“Hati-hati di jalan, jangan lupa makan dan jaga kesehatan” isi pesan terakhir Luna.
***
Bian sudah sampai di perusahaan “Mas Adi ada di dalam?” tanya Bian pada sekretaris Adi.
“Ada pak, bapak silakan masuk saja” sekretaris Adi yang bernama Bunga itu langsung menyuruh Bian masuk. Sebab Bian, Andra, dan Hendry sudah tidak bisa dilarang lagi keluar masuk ke perusahaan tersebut.
“Terimakasih Bunga” Bian melihat Ray “Ray, lo ke ruang latihan saja. Nanti lo bisa latihan seperti yang lo bilang” perintah Bian pada Ray.
“Baik bos, tapi dimana ruangannya ya bos” jawab Ray.
Ketika mereka sedang bicara datang Andra dan Hendry bersama asisten mereka masing-masing.
“Bi, ada apa?” tanya Hendry.
“Oh kalian udah datang. By the way kalian semua sudah disini, Ray, Bima, dan Leo kalian mau latihan beladiri kan?” tanya Bian.
“Iya bos” jawab mereka serentak.
“Ada apa sih Bi?” Hendra tidak paham sama Bian.
“Nggak ada apa-apa, mereka kan belum terbiasa dengan dunia yang kita alami sekarang. Bagaimana bisa mereka jadi kaki tangan kita kalau mereka tidak tahu bela diri dan menggunakan senapan ataupun senjata tajam lainnya” penjelasan Bian.
“Benar juga Hen apa yang dibilang Bian” ucap Andra.
“Lagian kita tidak selalu bisa kesini, mereka pun juga. Mumpung kita disini lebih baik mereka latihan” lanjut Bian.
“Lalu siapa yang akan melatih mereka?” tanya Hendry.
Bian dan Andra tertawa “lo amnesia bro, pelatih kita kan masih ada disini ditugaskan papi” kata Andra.
“Oh iya..” Hendry garut-garut kepala.
“Bunga, antar mereka semua ke ruang latihan. Bilang sama Mr. Lee kalau mereka asisten pribadi dari kita” ucap Bian pada Bunga.
“Iya pak” jawab Bunga. “Mari mas..” ajak Bunga pada semua orang.
Ray, Bima, dan Leo mengikuti Bunga ke ruang latihan yang dibilang sama Bian. Sedangkan Bian, Hendry, dan Andra masuk ke ruangan Adi.
“Siang mas” ucap mereka masuk.
“Siang, kalian udah datang. Mau bicara disini atau di ruangan kalian?” tanya Adi.
“Bagaimana?” tanya Bian pada Andra dan Hendry.
“Di ruangan kita aja, nanti disini ada yang dengar lagi” ucap Hendry.
“Iya benar juga” sambung Andra.
“Baiklah, ayo kita kesana” Adi berdiri dari tempat duduknya.
Mereka berempat langsung naik lift menuju lantai 5 ruangan mereka. Didalam lift Bian masih penasaran dengan reaksi Bunga tadi yang tidak kaget ketika mendengar apa yang dia bilang tadi.
Keluar dari lift “mas, boleh tanya sesuatu gak?” ucap Bian sambil jalan ke ruangan meeting di ruangan mereka.
“Apa Bi?” tanya balik Adi.
Mereka masuk dan langsung duduk “apa Bunga sudah tahu siapa kita bertiga mas?” ucap Bian.
“Emang kenapa kamu tanya gitu” Adi tidak mengerti.
Lalu Bian menceritakan apa yang terjadi ketika mereka masuk “jadi gitu ceritanya mas”.
“Oh iya gue baru ingat disana tadi ada Bunga” ucap Hendry.
“Bagaimana mas?” tanya Andra.
“Iya dia sudah tahu, tapi kalian tenang saja. Dia itu sebenarnya orang pilihan dari James, bukan karyawan yang mencari pekerjaan disini” jawab Adi.
“Sebenarnya berapa orang kepercayaan papi disini sih mas?” tanya Hendry.
“Empat orang, mas, Bunga, Keanu sama Mr. Lee” jawab Adi.
“Keanu, Keanu yang di ruang kontrol itu mas?” tanya Andra.
“Iya” jawab Adi.
“Mas sama papi benar-benar ya main rahasia pada kita” ucap Bian.
“Iya nih mas” kata Hendry.
“Tapi kalian harus hati-hati mulai dari sekarang bicaranya ya. Apa yang mau kalian bicarakan itu?” tanya Adi.
“Nggak tahu nih Bian menyuruh kita untuk datang kesini” kata Andra.
“Kalian berdua juga gak tahu?” kata Adi pada Andra dan Hendry.
“Nggak mas” ucap Hendry.
“Ada apa Bi, coba jelaskan?” Adi.
“Sebenarnya tidak ada masalah apa-apa, gue hanya ingin bilang Joy mau liburan disini” Bian.
Semua orang kaget “apa, Joy!”.
“Iya, kok pada kaget semua sih” Bian.
“Kamu yakin Bi, apa James sudah tahu?” Adi.
“Sudah mas, makanya gue kesini mau bilang siapa yang akan menjemput dan mengawal Joy kesini” Bian.
“Kalau gue gak bisa, gue lagi syuting film baru” tolak Hendry.
“Gue juga gak bisa, sebab gue akan persiapan buat pembukaan toko sepatu terbaru” Andra juga menolaknya.
“Kenapa gak lo aja” ucap Hendry.
“Gue mana bisa pergi, gue kan ada syuting sama host” jawab Bian.
“Oke-oke, mas aja yang pergi. Pasti James sudah menyiapkan bodygurth untuk Joy, kapan dia kesini?” keputusan Adi.
“Dua hari lagi, semalam dia sudah telvon” Bian.
“Oke, ada lagi yang mau dibicarakan?” tanya Adi.
“Sekarang sudah tidak ada, kalian berdua bagaimana?” Bian bertanya pada Andra dan Hendry.
Mereka berdua menggeleng “kita ke ruang latihan yuk!” ajak Andra.
“Kalian pergi aja, mas mau ke markas sebab mas belum kontrol dari kemarin” Adi langsung pergi ke markas.
Mereka bertiga langsung ke ruang latihan, mereka melihat asistennya yang sedang berlatih dengan Mr. Lee. Kemudian mereka menemui Mr. Lee dan menyapanya. Mereka melihat asistennya masing-masing mudah menangkap apa yang diajarkan Mr. Lee.
Setelah selesai latihan mereka makan siang bersama di ruangan mereka. Kemudian mereka melanjutkan latihannya bersama-sama. Sore harinya mereka langsung kembali ke rumah masing-masing. Bian akan bersiap-siap untuk syuting host nanti malam.
Bersambung