Nada dan Alva di haruskan menjadi teman satu kamar di asrama karena ada sebuah kejadian yang tak diduga duga.
Selama menjadi teman satu kamar Alva selalu merasakan hal yang aneh pada dirinya yang menurutnya tak normal. Suatu hari Alva pergi ke dokter untuk memeriksaan kondisinya yang aneh selama ini.
"Apa keluhanmu?" Tanya sang dokter.
"Begini dok, akhir akhir ini jantungku selalu berdetak tak sewajarnya! Terkadang jantungku sakit, terkadang jantungku berdetak dengan kencangnya! Seperti itu yang kurasakan!" Jelas Alfa.
Sang dokter mengerutkan keningnya.
"Apa ini bereaksi setiap saat atau hanya saat saat tertentu? Atau mungkin bereaksi terhadap sesuatu?"
"Jantungku akan bereaksi seperti ini hanya pada seseorang saja dok!"
"Sepertinya anda punya masalah serius dengan jantung anda."
"Yang benar dok?"
Puk..
"Sakit kak!"
"Kau itu hanya pintar dalam akademi, tapi bodoh masalah cinta. Kau itu sedang jatuh cinta bodoh!!!"
Penasaran? langsung cek ceritanya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 25
Setiap hari teman teman Nada datang menjenguk Nada dan menemani nada. Mereka takut terjadi apa apa pada Nada, terutama pada Reno. Mereka terkejut jika Nada dan Reno menjadi saudara tiri karena kejadian di rumah sakit saat itu.
Alfa di kurung ayahnya karena akan diboaksa menikah dengan Rina. Alfa tak bisa kemana mana setelah keluar dari rumah sang kakek ia di tangkap oleh orang suruhan ayahnya dan berakhirlah ia di sini di dalam kamarnya sendiri.
Alfa duduk bersandar dinding dengan kepalanya ia tenggelamkan di antara lututnya. Meratapi nasibnya sendiri yang sungguh malang ini.
"Mama..Tolong Affan Mama! Mama.. Affan rindu sama Mama!" Gumam Alfa.
Seperti inilah Alfa ia memiliki sisi yang begitu rapuh jika berhubungan dengan orang terkasih.
Alfa mengambil ponsel miliknya yang ada di laci, untung saja ia punya ponsel 2 karena yang satunya buat main game. Dan ponsel miliknya di sita oleh ayahnya tadi.
Alfa mencoba menghubungi seseorang lewat ponsel miliknya.
"Halo, kakek! Tolong Affan kek!" Kata Alfa yang menelfon kakeknya.
"Affan tak mau menikah kek!" Alfa hanya bisa berharap pada sang kakek saat ini.
Setelah menelfon kakeknya Alfa menunggu di dekat jendela kamarnya yang di tralis besi. Alfa bisa melihat bodyguard ayahnya sangat banyak dan sedang berjaga di luar sana.
setelah lama menunggu, Alfa bisa melihat mobil kakeknya datang sungguh ia sangat bahagia saat ini.
Kakeknya memasuki rumah dan memanggil nama putranya yaitu ayahnya Alfa.
"Dimana cucuku?" Tanya sang kakek begitu ayahnya Alfa datang.
"Ada apa ayah?" Tanya Ayahnya Alfa.
"Dimana cucuku? Apa kau sudah tuli sekarang hah?" Marah sang kakek.
"Dia tak bisa kemana mana, dia akan menikah Minggu depan. Jadi ayah jangan menghalanginya!"
"Jadi benar apa kata Affan! Kau sudah berubah gara gara wanita jal*ngmu itu! Mau maunya kau ditipu wanita bertopeng itu! Dan cucuku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dengan orang yang dicintainya saja ingat itu!" Sang kakek berjalan menuju kamar Alfa.
"Dia akan tetap menikah Minggu depan!" Kata Ayahnya Alfa tak mau kalah.
"Apa ini yang ku ajarkan padamu? Apa kau tak memikirkan kebahagiaan cucuku sejak dulu? Kau hanya sibuk bekerja kerja dan kerja tanpa memikirkan kebahagiaan cucuku!" Kata sang kakek kesal.
"Ini juga demi kebahagiaan dia ayah!"
"Tau apa kau tentang cucuku? Urusi saja urusanmu jangan pernah kau seret cucuku!" Kata sang kakek final.
Sang kakek membuka pintu kamar yang di kunci dari luar. Mendengar pintu di buka Alfa berjalan mendekati pintu dan mendapati sang kakek sudah berdiri disana.
"Ayo pulang bersama kakek nak!" Ajak sang kakek.
Alfa mengangguk menghampiri kakeknya.
"Lalu bagaimana dengan pernikahannya ayah? mereka akan mencabut sahamnya dari perusahaanku!" Kata ayahnya Alfa.
"Terserah kau saja, ayah tak mau ikut ikutan dan jangan pernah libatkan cucuku lagi!" Ancam sang kakek.
Alfa duduk di sebelah sang kakek, ia masih saja diam tak berbicara. melihat sang cucu hanya diam saja, sang kakek meraih tangan cucunya.
"Ada apa? Apa kau masih memikirkan kekasihmu?" Tanya sang kakek.
Alfa menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin pindah sekolah saja kek! Aku ingin ke Amerika saja" Kata Alfa tanpa mengalihkan pandangannya dari luar jendela.
"Apa kau sudah menyerah? Jika memang iya, kakek akan mengabulkannya tapi ingat! Kau harus menjadi yang lebih baik lagi, buktikan jika kau bisa!" Kata sang kakek, Alfa hanya menganggukan kepalanya kemudian tersenyum pada kakeknya.
...****************...
Nada sedang di ajak jalan jalan oleh para sahabatnya. Nada masih memikirkan perkataan Alfa sebelumnya, jika mereka adalah sepasang kekasih.
"Mm... teman teman! Apa aku boleh menanyakan sesuatu?" Tanya Nada.
"Apa Na? Katakan saja!" Kata Vio.
"Mm... Apa orang uang bernama Alfa adalah kekasihku? Kemarin dia mengatakannya padaku dan kemudian dia di usir ibuku." Kata Nada.
Vio melirik kearah Willie dan Vanio yang di jaba anggukan oleh mereka.
"Na, Alfa adalah kekasihmu. Kalian juga teman satu kamar di asrama, Alfa sangat baik dan selalu perhatian padamu. Ya Awalnya sih kami mengira jika Alfa sama seperti teman temannya yang super brandalan, tapi nyatanya dia pria yang sangat baik.", Kata Vio sedih.
"Sebelum kejadian yang menimpa dirimu, dia sempat mengabaikanmu tanpa sebab ke.udian menghilang tanpa kabar selama 2 Minggu, dan saat dia kembali kami kehilangan dirimu." Lanjut Willie.
"Kau tahu Na! Awalnya kami sangat marah pada Alfa tapi yang kami lihat Alfa benar benar menyesal karena mengabaikanmu. Dan dia menjelaskan semuanya kenapa dia mengabaikanmu." Kata Vanio berubah sedih.
"Dia pria yang sangat pantas untukmu Na, Dia mencarimu siang dan malam dan saat mendengar kau ditemukan dalam kondisi kritis ia juga sempat mengalami kecelakaan di depan rumah sakit." Kata Vio mengingat kejadian beberapa Minggu yang lalu.
"Dia datang menunggumu dengan tubuh penuh luka, dia tak memperdulikan kondisinya sendiri dan saat mendengar kau kehilangan Calon bayi kalian Alfa jatuh pingsan." Willie menundukkan kepalanya dan mengusap air matanya yang menetes.
"Apa kau tak mengingat sosok Alfa Na?" Tanya Vanio.
Nada hanya diam dan mencerna semua perkataan sahabatnya itu.
"Alfa?" Gumam Nada sebelum ia memegang kepalanya.
Willie dan kawan kawan panik ketika Nada mengerang sakit sambil memegang kepalanya.
"Nada! Na, sudah jangan di pikirkan jika membuat kepalamu sakit!" Kata Vio sambil menopang tubuh Nada.
Di kepalanya kembali mengingat kepingan kepingan kenangan bersama Alfa.
"Maukah kau jadi kekasihku?"
.
.
.
"Aku mencintaimu Na!"
.
.
.
"Dasar keras kepala."
Nada langsung terdiam tangannya sudah tak memegangi kepalanya lagi. Air matanya mengalir begitu saja membuat teman temannya yang tadinya panik ikut diam sebelum kembali panik.
"Alfa..." Gumam Nada.
"Wil! Yo! Van! Aku sudah ingat sekarang! Aku, aku harus bertemu dengan Alfa sekarang!" Kata Nada membuat para sahabatnya terdiam.
"Ais... Kenapa kalian diam! Cepat antarkan aku ke rumah Alfa!" Kata Nada kesal.
"Aah... iiya.. ayok!" Kata Willie masih tak percaya.
Vio langsung mencari taxi untuk mereka tumpangi.
Saat mereka akan masuk ke dalam taxi, ada Fatih yang kebetulan lewat.
"Kalian mau kemana?" tanya Fatih.
"Kami mau kerumah Alfa! Nada sudah ingat kembali!" Jelas Vanio.
"Hei, Alfa tidak di rumah sekarang! Dia ada dirumah kakeknya kemarin dia menelfon ku." Kata Fatih.
"Yaudah kita ke sana sekarang!" Willie dan kawan kawan berjalan ke mobil Fatih.
"Kalian mau ngapain?" Tanya Fatih.
"Ya kerumah kakeknya Alfalah." sahut Vio.
"Kenapa di mobilku?" Tanya Fatih bingung.
"itu artinya kita minta lu anterin kita orang!" Kata Willie di jawab tawa oleh yang lainnya.
"Terus taxinya?" Fatih menunjuk mobil taxi yang masih berhenti di depannya.
"Lah, ada yang gratis buat apa? Udah cepet buruan!" Kata Vio.
Fatih lebih memilih menurut dari pada di kroyok kan gak lucu.
...#...
...#...
...#...
...To be continue...
...happy reading guys...