NovelToon NovelToon
Harris & Raya

Harris & Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:620.8k
Nilai: 5
Nama Author: bulanseptember

Area 21+

🌸🌸🌸

"How damn you are Naraya."

Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.

Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Makan Masakan Mami Renata 2

"Ah leganyaa." Selena keluar dari kamar mandi dengan senyum merekah dibibirnya.

Ya, Selena yang memenangkan perebutan kamar mandi dapur. Sedangkan Naraya harus rela menaiki anak tangga untuk menuju kamar mandi didalam kamarnya. Renata yang memperhatikan kedua anak itu hanya geleng-geleng kepala.

"Kalian ini sudah pada kuliah masih saja seperti anak kecil" Renata sibuk mempersiapkan makan siangnya dengan mengomel.

Selena sudah biasa mendengar omelan sayang Renata. Sehingga dia santai-santai saja dan menghampiri Renata.

"Jangan marah-marah dong Mi, sini aku bantuin, aku disuruh apa? hem? pegang yang mana?" Selena cengo, dia sama saja dengan Naraya, tidak bisa memasak.

Renata menatap tajam Selena, yang ada bukannya membantu malah membuat kacau masakannya.

"Kamu duduk disana" Renata menunjuk meja makan yang berada di depan kitchen set miliknya.

"Iya Mami sayaang" Selena manja, Renata hanya tersenyum dan melanjutkan aktifitasnya.

Selena duduk dengan tenang, tanpa mengeluarkan suara berisiknya. Selena memperhatikan Renata yang sedang sibuk di dapur. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Selena ingin ketika dia sudah menikah nanti dia akan menjadi seorang ibu seperti Renata.

"Oh my god!" Selena menepuk pelan keningnya sendiri.

Lamunan Selena terganggu ketika dia mulai mengingat misinya. Sebelum Naraya datang, dia harus segera menyelesaikan misi pikir Selena.

"Mami." Selena memulai aksi.

"Apa sayang?" Renata menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari kompor.

"Kata Raya hari ini Harris mulai magang, apa iya Mi?" Selena sok polos.

"Kamu ini sama saja seperti Raya, panggil Harris dengan sebutan kakak. Dia itu lebih tua daripada kamu" Renata mengomel, tidak terima calon menantu kesayangannya tidak dihormati.

Selena manyun, "Iya iya Mi."

"Bener kak Harris mulai magang?" Selena.

"Wek, ternyata emang jijik manggil Harris pake embel-embel kakak. Pantesan Raya selama ini gumoh mulu tiap panggil Harris kak". Selena membatin.

"Iya sayang, ini hari pertama Harris magang." Renata.

"Yaahh, padahal Lena mau ajak makan siang bareng disini, makan masakan Mami. Aku sama kak Harris kan suka banget masakan mami." Selena memasang umpan.

Renata nampak berpikir, tidak mungkin bisa Harris menyempatkan diri datang kesini. Ini adalah Hari pertamanya magang, pasti akan sangat sibuk.

Tapi didalam hati Renata ia ingin sekali jika Harris makan siang dengan masakannya, apalagi di hari pertama magangnya ini. Pasti itu akan jadi kado yang indah.

Renata pun tersenyum.

"Bagaimana jika kamu saja yang mengantar makan siang untuk Harris?" Renata

"Yah, kok Lena Mi. Lena kan mau makan disini! Mami jangan pilih kasih gitu dong." Selena pura-pura sebal. Dalam hatinya dia sangat bahagia, sepertinya misi akan berhasil.

"Kenapa lo?" Naraya datang dan langsung melihat wajah kesal Selena.

Renata yang melihat kedatangan Naraya pun tersenyum lebar.

"Raya, kamu antar makan siang untuk Harris ya?" Renata.

"Gotcha!! misi selesai!" Batin Selena.

Naraya langsung melongo, apa maksudnya?

"Hah? apaan Mi? anter makan siang buat kak Harris? nggak mau!" Naraya menolak keras.

"Jangan gitu dong sayang, Harris pasti sangat senang jika kamu mengantarkan masakan mami untuk makan siangnya." Renata.

"Ih Mami kepedean, sekelas CEO mau makan apa aja tinggal tunjuk Mi. Nggak usah repo-repot dianterin segala." Naraya tetap menolak.

"Pokoknya kamu antar makan siang untuk Harris, akan mami siapkan" Renata.

"Hih! Mi Raya nggak mauuu" Naraya merengek.

"Miii!" tidak mendapat respon semakin membuat Naraya sebal.

"Lo anterin gue!" Naraya menunjuk Selena yang pura-pura sibuk bermain ponsel.

"Ogah, gue kan mau makan disini" Tolak Selena.

"Mami! Lena nggak mau anterin aku, udahlah nggak usah anter-anter bekal buat Harris" Naraya.

"Lena memang berniat makan disini, jangan kamu ganggu. Kamu kan bisa naik taksi" Renata dengan sibuk menyiapkan bekal Harris.

Selena menjulurkan lidahnya pada Naraya, Naraya langsung mengepalkan kedua tangannya didepan dada, berniat ingin meninju Selena.

"Raya!" Renata yang melihat aksi marah Naraya pun mulai mengeluarkan titahnya.

"Kamu anter sekarang! ini!" Renata.

"Ya ampun Mi! ngrepotin Raya banget. Nenteng-nenteng bekal, naik taksi lagi!" Naraya masih tidak terima, tapi dia tetap mengambil bekal itu.

"Pergi!" titah Renata.

Selena tersenyum puas, misinya berjalan dengan lancar. Semoga saja hubungan Naraya dan Harris akan membaik setelah ini, pikir Selena.

Renata yang melihat senyum lebar dibibir Selena pun mulai mengetahui maksud pembicaraan Selena tadi. Selena memang sengaja memancing Renata agar meminta Naraya mengantar bekal makan siang untuk Harris.

Renata tersenyum, atas niat baik Selena.

Renata melihat kepergian Naraya dengan mulut yang tak berhenti menggerutu. Sebenarnya Renata pun menghawatirkan pertunangan anak bungsunya itu, apalagi setelah mengetahui jika anak sulungnya juga menyukai laki-laki yang sama.

Apakah pertunangan ini akan berhasil?

Pertanyaan itu sering sekali muncul dipikiran Renata. Renata bukanlah ibu yang tidak peka. Renata tau jika kedua anaknya itu selama ini berselisih paham, entah masalah apa yang menyebabkan kedua anaknya itu menjadi tidak akur.

Renata pun menyadari jika Naraya selalu mengalah untuk Nadira. Dan kini saat Naraya bertunangan dengan Harris, Nadira pun menginginkan Harris.

"Huh!"

Renata menghela nafas berat ketika memikirkan kedua anaknya.

***

Dan disinilah Naraya saat ini berdiri, di depan gedung tinggi perusahaan Sanjaya dengan tangan kanan yang menenteng bekal buatan Renata.

Naraya memasuki gedung itu tanpa ragu, dulu dia pernah kesini ketika menemani Johan menemui Yuda.

Naraya langsung saja melewati meja resepsionis. Naraya sudah tau dimana ruangan CEO. Tidak penting pikir Naraya harus mendatangi meja resepsionis, yang ada malah menambah urusan.

Nanti saja ketika sampai di ruagan Harris baru dia akan meminta izin sekretaris Harris untuk masuk.

Naraya menekan angka 20 ketika sudah memasuki lift karyawan. Seketika itu juga Naraya menjadi pusat perhatian di dalam lift.

Di dalam lift itu ada tiga karyawan perempuan dan satu karyawan laki-laki. Keempat karyawan itu memperhatikan Naraya dari atas sampai bawah, juga memperhatikan bawaan Naraya.

"Adek ada perlu apa kesini?" ucap salah satu karyawan perempuan, sebut saja A.

Naraya pun menoleh, sebenarnya dia sangat malas untuk berbasa-basi. Dia ingin urusannya cepat selasai dan segera pergi dari sini.

"Aku anter bekal buat kak Harris, aku adiknya Harris Sanjaya." Naraya menjelaskan, ada kebohongan dan ada kebenaran.

"Tapi pak Harris tidak punya Adik." Ketus salah satu karyawan perempuan B. Perempuan B menatap curiga kepada Naraya, dia bukan karyawan disini. Bahkan Naraya tidak menggunakan tanda pengunjung yang selalu diberikan penjaga resepsionis kepada para tamu.

Naraya hanya menghela nafas jengah.

"Yaudah kalo nggak percaya, tanya aja nanti sama Kak Jihan." Naraya tak kalah ketus. Jihan adalah sekretaris Yuda, dan kini pasti menjadi sektetaris Harris. Naraya sudah mengenal Jihan.

Karyawan A dan B pun terdiam, tapi mereka tetap mengikuti Naraya menuju ruangan CEO, mereka masih mencurigai Naraya.

Naraya dan kedua karyawan itu pun menghampiri meja Jihan yang berada di depan ruangan Harris.

"Kak Jihan." Sapa Naraya.

"Nona." Jihan pun langsung berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat. Jihan tau jika Naraya adalah anak dari Johan Kohler pengusaha sukses sekaligus kolega dan juga sahabat Yuda pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

Seketika itu juga, kedua karyawan itu ketakutan. Ternyata mereka sudah bersikap tidak sopan kepada salah satu kerabat pemilik perusahaan ini.

"Maafkan kami Nona." Karyawan A.

"Kami sungguh tidak tahu." Karyawan B.

Naraya lagi-lagi menghela nafas malas. Jihan yang melihat adegan itu pun dibuatnya bingung.

"Ada apa Nona?" Jihan mencari tahu.

"Nggak apa-apa kak, cuma salah paham." Naraya.

"Kalian kenapa masih disini? kembali ke devisi masing-masing!" Perintah jihan kepada dua karyawan itu.

"Baik Bu." Kedua karyawan itu menjawab kompak, dengan wajah menunduk mereka meninggalkan Naraya dan Jihan.

"Nona ada perlu apa kesini?" Tanya Jihan sopan.

"Aku anterin bekal buat kak Harris." Naraya dengan menunjukkan bawaan ditangannya.

Jihan bingung harus bagaimana.

"Tapi sekarang pak Harris sedang makan siang." Ucap Jihan ragu-ragu.

1
pink magenta
oh cintanya ama si raya toh bukan ama diraaaa wkwkwk
pink magenta
ini kenapa jawabannya begini yak?
Nurlaela
up terus...menarik bgt ceritanya
Vanni Sr
ko gada yaa cerita selena dn kris
chaaa
memperjuangkan cinta sih oke2 aja Ray..tp gak gini jg lah.malah jadi agresif bgt..sampe cium2 laki.jadi perempuan 'mahal' itu lbih baik dr pada ngemis2 cinta gini.
chaaa
segitunya Lo Ray ngemis cinta laki2..
Melly Hapitasari
ok banget
Jalma Listya
keren
She uchull: kak, mau tanya siapa yang plagiat karya saya?
total 1 replies
AsnitaParassa Tabang
naraya kok k gk ada hrg diri nya sbagai perempuan huu
AsnitaParassa Tabang
Haris ma egois
Afrilho
masih menyimak
Afrilho
alur yg bagus mulai....
Diana Lestari
wow visual nya okok thor
Riska Wulandari
d tinggu karya karyanya terbarunya kaka..
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
Riska Wulandari
hareudang2 Krissss..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
akhirnya..lega..🥰
Riska Wulandari
biar g lupa rasanya??🤭🤭
Riska Wulandari
Selena sama Kris aja ya thor,,kayaknya cocok..
Riska Wulandari
hanya beberapa trilliun saja!!
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭
Riska Wulandari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!