"Catatan Akhir Sekolah” bercerita mengenai 4 orang yang merupakan sahabat, mereka selalu Membuat masalah di sekolah dan mereka selalu bersama-sama apa pun keadaannya, kisah yang mana suatu ketika salah satu dari mereka yang mempunyai wajah tampan.
Ia selalu memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan- perempuan yang suka dengannya, dan ketika salah satu dari perempuan itu ada yang benar-benar tulus mencintainya, tapi ia tetap saja memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan itu, hingga pada akhirnya ia menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridho pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan Setelah Lulus 26
Setelah aku dan Ardi sampai di rumah Putri menggunakan motor.
"Putri main yuk," panggilku.
"Ih apaan sih Do kaya anak kecil aja," tegur Putri tersenyum.
"Yaudah ayo Put langsung aja," ajakku.
"Ayo...oh iya Do bentar," jawab Putri.
"Lisa," panggil putri.
"Iya Put kenapa," jawab Lisa.
"Ayo ikut," ajak Putri.
"Ke mana Put?" tanya Lisa.
"Main," jawab Putri.
"Enggak ah Put, Lisa di rumah aja," kata Lisa.
"Loh kok begitu sih, itu Ardi udah jemput, masa gak mau sih," kata Putri.
"Lu bohong Do itu Lisa gak tahu, kalau kita mau main," Bisik Ardi.
"Diam lu," jawabku.
"Emang gak apa-apa Di kalau Lisa ikut?" tanya Lisa.
"Gak apa-apa Lis, ikut aja yuk," jawab Ardi tersenyum.
"Oke sebentar ya, Lisa ganti baju dulu," kata Lisa.
"Kamu kenapa ngeliatin aku terus?" tanya Putri.
"Cantik," jawabku.
"Raja gombal," canda Putri, sambil mencubit perutku.
"Aduh sakit Put," kataku.
"Bodo," ketus Putri, tersenyum.
"Otw," kata Lisa.
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat aku berboncengan di atas motor bersama Putri.
"Put, coba deh kamu lihat matahari itu," kataku.
"Udah, terus kenapa," jawab Putri.
"Kamu tahu gak kenapa matahari pagi ini teriknya sangat indah?" tanyaku.
"Kenapa," jawab Putri.
"Kurang peka kamu...dia tuh sedang menyambut hari-hari kebersamaan kita dan mungkin aja dia iri," kataku, sambil tersenyum.
"Kamu bilang dia sedang menyambut hari-hari kebersamaan kita, berarti kalau nanti kita gak bersama lagi, teriknya gak akan seindah itu lagi," lirih Putri.
Aku terdiam dan tidak membalas perkataan Putri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kami sampai di Warung Babeh.
"Putri," panggil Tiara.
"Hay Ra," jawab Putri.
"Ya Allah kangen bangat sama Putri, apa kabar Put, Tiara udah dengar soal Putri, Putri gak di apa-apa in kan sama Arnes?" tanya Tiara.
"Alhamdulillah enggak kok Ra, oh iya Guys Putri minta maaf ya kalau Putri kemarin- kemarin udah beda tongkrongan sama kalian, maaf ya," kata Putri.
"Santai Put," jawab Bagus.
"Iya Put, santai," jawab Arman.
"Wah ada Lisa nih," kata Aji.
"Jangan macam-macam Ji, oh iya Guys sekarang Lisa udah gak jadi perempuan penggoda lagi, dan lu semua termasuk lu Ji, jangan pernah macam-macam sama Lisa lagi," tegasku.
"Siap, Do," jawab Ali.
"Weh mantap panglima kita ini," jawab Kobar.
"Setuju Wae lah aku mah he he," jawab Tiara.
"Oh iya Guys gua ada sedikit pengumuman, sekarang Ardi resmi gua pilih sebagai ketua The Killer," kataku.
"Eh Do apaan sih lu, enggak ah," jawab Ardi.
"Oke semuanya setuju kan," kataku.
"Setuju," Sahut semuanya.
"Oh iya satu lagi, lu semua boleh makan sepuasnya, tapi bayar sendiri," candaku.
"Garing lu Rab," jawab Arman.
"Kira in benaran, hu arab" jawab Tiara.
"Lah benar atuh sok Wae makan sepuasnya," jelasku.
"Serius nih?" tanya Tiara.
"Serius Ra makan sepuasnya kalau bisa sampai gendut juga gak apa-apa," jawabku.
"Weh makasih ya arab ganteng he he," puji Tiara.
"Jangan-jangan Ridho merayakan hari balikan sama Putri nih," ledek Bagus.
"Jangan mancing Gus, gua cuma mau traktir aja, gak ada maksud lain kok, tapi kalau lu semua gak mau di traktir yaudah gak apa-apa, gak rugi gua," jawabku.
"Bercanda Do," kata Bagus.
"Untuk sekarang Putri sama Ridho cuma sahabat aja kok, gak lebih," jelas Putri.
Setelah kami selesai makan, aku langsung mengantarkan Putri pulang.
"Oh iya Guys gua antarin putri pulang dulu ya, udah sore," pamitku.
"Iya Guys Putri pulang dulu ya," pamit Putri.
"Oke hati-hati," sahut semuanya
"Lu gak bareng Di?" tanyaku.
"Lu duluan aja Do, gua masih ada urusan dulu sama Lisa," jawab Ardi.
"Urusan apa tuh," sindir Tiara.
"Foto Preweding ini mah," canda Kobar.
"Ngasal lu Bar kalau ngomong," tegas Ardi.
"Do Putri hari ini senang bangat bisa kumpul lagi, makasih ya Do," kata Putri.
"Iya, aku juga senang bisa sama kamu lagi he he," candaku, tersenyum.
"Gombal," jawab Putri tersenyum.
Setelah aku mengantarkan Putri pulang, aku langsung pulang dan tertidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat di penghujung malam, Arnes dan teman- temannya beraksi untuk membakar rumah Putri.
"Udah lu siap in semua nya?" tanya Arnes.
"Siap Nes, aman," jawab Tyo.
"Yaudah ayo otw," kata candra.
"Semua siap," tegas Arnes.
"Siap," Sahut semuanya.
Setelah Arnes dan teman-teman sampai di rumah Putri.
"Oke Mon sekarang lu siram bensinnya, tapi ingat jangan sampai ketahuan!" perintah Arnes.
"Oke Nes, Yo teman in gua ayo," kata Simon.
"Ah lu, yaudah ayo," jawab Tyo.
"Siram Mon, mumpung sepi," kata Tyo.
"Oke Yo, korek mana Yo?" tanya Simon.
"Nih gerak cepat," jawab Tyo.
"Kabur Yo kabur," kata Simon.
"Loh kok itu geng motor bakar rumahnya Putri, woy jangan kabur lu!" teriak Bu Dewi, tetangga Putri.
"Sial ketahuan kabur-kabur!" geram Arnes
"Put, Putri bangun kebakaran!" teriak Bu Dewi.
"Aduh kok asap mulu sih, kebakaran Put...Put bangun kebakaran!" teriak Lisa.
"Kebakaran Lis ?ayo cepat Lis kita keluar!" jawab Putri.
"Ayo Put hati-hati," teriak Lisa.
"Lis tolong Putri, kaki Putri kena kayu!" jerit Putri.
"Ya Allah Putri, ayo Put bangun, cepatan!" teriak Lisa.
Akhirnya Putri dan Lisa berhasil keluar dari rumah, tapi rumahnya hangus terbakar tanpa tersisa.
"Ya ampun Lis, rumah kita ke bakar!" rintih Putri menangis.
"Sabar Put, oh Iya Put Lisa kasih tahu Ardi dulu ya," kata Lisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Halo lis kenapa?" tanya Ardi.
"Di bisa tolong aku gak sama putri," jawab Lisa.
"Kenapa Lis," kata Ardi.
"Rumah putri ke bakaran, kamu ke sini ya Di!" rintih Lisa menangis.
"Apa...kebakaran, tapi kamu sama Putri gak apa-apa kan?" tanya Ardi.
"Gak Di alhamdulillah," jawab Lisa.
"Oke aku ke sana sama teman-teman, kamu jaga diri sama jaga in Putri pasti dia syok bangat tuh!" pamit Ardi.
"Iya Di," jawab Lisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ardi menelepon Kobar.
"Halo Bar, lu lagi di mana?" tanya Ardi.
"Lagi kumpul Di, sama bocah, emang kenapa," jawab Kobar.
"Bocah semuanya suruh ke rumah Putri, ada Ridho gak di situ," kata Ardi.
"Loh emang nya ada apa sih Di, kayanya lu kok panik bangat sih," jawab kobar.
"Rumahnya putri kebakaran Bar, maka nya bocah suruh ke rumah Putri buat bantu-bantu!" tegas Ardi.
"Apa Di, serius lu," jawab Kobar.
"Gak mungkin kaya beginian gua bikin bercandaan Bar!" tegas Ardi.
"Oke siap Di," jawab Kobar.
"Oke kita ketemu langsung di rumah Putri ya," kata Ardi.
Ardi berusaha meneleponku, tapi tidak kunjung aku angkat karena saat itu aku masih dalam keadaan tertidur.
"Ayo Do angkat, gawat nih, aduh Do lu ke mana sih... yaudah nanti gua coba lagi deh," kata Ardi.