NovelToon NovelToon
DIBALIK EMOTICON CINTA 1515

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Petualangan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:283.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sis Fauzi

Kisah cinta 500 tahun. Sesion pertama background tahun 1515M.
Miryam dan Santika bersahabat sejak kecil. di hati mereka tumbuh perasaan cinta. Miryam menanam pohon pemberian Santika yang disebut pohon Cinta. Dia lalu menggambar emoticon cinta bertuliskan Miryam Santika 1515.

Suatu hari, Miryam diperkosa siluman Naga hingga hamil. Dia diselamatkan Panembahan Somawangi, tokoh sakti yang jatuh cinta dan ingin memperistrinya. Janin yang ada dalam perutnya dipindahkan ke perut perempuan lain. Saat lahir bayi setengah siluman itu diberi nama Ken Darsih.

Panembahan Somawangi mengajarkan ilmu Tirtanala, yang kekuatannya dapat membekukan sekaligus menghancurkan. Miryam kemudian membunuh panembahan Somawangi dan kembali kepada Santika.

Tapi Santika dibunuh oleh Ken Darsih. Miryam lalu membekukan jazad Santika di dalam peti mati dibawah pohon cinta. kemudian dia juga membekukan dirinya kembali.

Sesion kedua background tahun 2020 M.
500 tahun kemudian Tim ekspedisi pengembangan kota baru menemukan jazad Santika dan Miryam. Jazad Santika yang sudah mati dipisahkan dari tubuh Miryam yang ternyata masih bisa dihidupkan.

Jantung dan mata Santika dicangkokkan ke tubuh Andika, dokter muda putera tunggal bos perusahaan properti terbesar. Sejak itu dia tidak lagi mencintai tunangannya dan pergi mencari kekasih sejatinya, Miryam.

Setelah hidup kembali, Miryam dibawa ke pondok pesantren milik kyai Badrussalam. Tapi Miryam pergi karena ingin mencari jazad Santika sampai ketemu.

Ken Darsih bangkit dari tidur panjangnya untuk mencari Miryam. Tapi terjebak menjadi anggota geng Dark O pimpinan Ivan Drako. Manusia setengah siluman Naga itu dimanfaatkan untuk menghabisi musuh-musuhnya. Kapten Dandung yang sedang menyelidiki keterlibatan geng Dark O dalam pembunuhan terhadap kartel-kartel narkoba, malah jatuh cinta kepada Ken Darsih.

Apakah Miryam dapat menemukan Santika yang jantung dan matanya di cangkok ke tubuh Andika. Bagaimana kisah kapten Dandung mengejar cinta Ken Darsih? Apa yang akan dilakukan Miryam kepada Ken Darsih, musuh bebuyutan sekaligus puterinya sendiri? ikuti terus kisahnya di novel "Dibalik Emoticon Cinta 1515". Have fun and enjoy it.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sis Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 26. SANG PENARI

SANG PENARI

Pagi menjelang siang, matahari bersinar cukup terik dengan panas yang membakar kulit. Apalagi musim kemarau yang begitu panjang sedang mencapai puncaknya. Ken Darsih berdiri tegak ditengah tanah yang agak lapang. Seperti sosok makhluk yang tak bernyawa, tubuhnya diam membeku tanpa kata-kata. Matanya terpejam, kedua tangannya disilangkan di depan dada dan mulutnya terkatup rapat. Buah dadanya yang bulat penuh, perlahan bergerak naik turun secara teratur, memperlihatkan kalau masih ada kehidupan di dalam raganya.

Wuss…Lalu datanglah angin kering berkesiur lembut menerbangkan sebagian anak rambutnya. Menyiramkan debu ke sekujur tubuhnya, yang halus dan putih bening.

“Hai, lihat! Siapa gadis itu? Cantik sekali,” kata salah satu penduduk sambil menggaruk punggung tangannya.

Hampir berbarengan mereka melihat ke arah tanah lapang. Setelah itu mereka saling berpandang-pandangan. Rasanya gadis itu bukan penduduk desa sini, kulitnya begitu mulus. Rasa ingin tahu dan tertarik langsung menyergap hati mereka .

“Siapa dia?”

“Aku juga tidak mengenalinya.”

“Iya. Tiba-tiba sudah berada di sana. Seperti terbawa angin.”

Mereka saling berpandangan, sebelum kemudian melangkah menghampiri Ken darsih di tengah lapangan. Lalu mereka berdiri mengitari tubuh gadis yang masih diam mematung itu. Mereka yang melihatnya langsung terpesona. Gadis itu begitu cantik, belum pernah mereka melihat gadis secantik itu. Rambutnya hitam bergelombang, wajahnya halus sebening batu pualam dan hidungnya lancip seperti sudut bintang.

“Kau pastilah jelmaan bidadari yang tersesat di desa kami”, kata seorang pemuda sambil menggaruk-garuk tubuhnya,” Siapa namamu dewi?”.

Ken Darsih masih terdiam. Orang-orang juga terdiam, menikmati pesonanya. Debu-debu datang menyergap terbawa lingkaran angin kering yang berhembus. Kerumunan itu menarik perhatian penduduk lainnya.

Beberapa orang yang lebih dewasa nampak kaget melihat wajah Ken Darsih.

“Miryam?” kata mereka.

“Iya. Wajahnya mirip sekali dengan Miryam,” sahut yang lainnya. “Apa mungkin dia masih semuda itu?”

“Siapa Miryam?” bisik seorang pemuda belasan tahun.

“Dia adalah mawar Jalatunda, yang menghilang tigabelas tahun yang lalu,” sahut orang tadi. “Waktu itu usianya sekitar duabelas tahun. Berarti sekarang seharusnya dia sudah berusia duapuluh lima tahun.”

“Apa mungkin dia anaknya? Waduh, kaya pinang dibelah dua ya? Cantik banget.”

Suasana menjadi gaduh kembali. Mereka semua penasaran dengan kehadiran gadis yang wajahnya mirip sekali dengan Miryam, sang Mawar Jalatunda.

Lalu terdengar langkah beberapa orang mendatangi kerumunan warga, Dadhungawuk bersama beberapa pengawalnya. Orang-orang segera menyingkir, memberi jalan kepada Lurah mereka. Di waktu yang sama, Badranaya juga mendatangi tempat itu. Saat melihat Ken Darsih, langkahnya mereka langsung terhenti. Betapa terkejutnya hati kedua laki-laki itu. Sepertinya mereka melihat gadis yang sama yang muncul di dalam mimpi mereka.

“Ken Darsih!” seru Dadhungawuk dan Badranaya berbarengan.

***

Jika ada seseorang yang membuatmu merasa bahwa jika bersamanya surga lebih dekat, perjuangkan. Karena dia adalah cinta yang selama ini kau cari. Betapa terkejutnya hati Dadhungawuk dan ki Badranaya melihat gadis yang muncul dalam mimpi, tiba-tiba hadir dihadapan mereka. Orang-orang juga terkejut sekaligus penasaran, nampaknya Lurah mereka sudah mengenal gadis itu.

Sejenak Dadhungawuk dan Badranaya saling berpandangan. Mereka juga memiliki rasa penasaran yang sama. Mengapa ki Badranaya mengetahui nama gadis itu. Apakah mereka saling mengenal? Batin Dadhungawauk. Pertanyaan yang sama juga menghinggapi hati ki Badranaya. Tapi kemudian Dadhungawuk merubah sikapnya untuk menghilangkan kecurigaan orang-orang. Dengan langkah berwibawa di hampirinya gadis itu.

“Mohon maaf nyai. Kalau boleh tahu, siapakah nyai dan apa tujuannya datang ke desa kami?” tanya Dadhungawuk dengan bahasa yang lebih santun.

Beberapa saat gadis itu terdiam, tidak menjawab pertanyaan Dadhungawuk. Tapi kemudian gadis bidadari itu membuka matanya. Dilihatnya penduduk desa yang berdiri mengelilinginya. Tubuh-tubuh mereka kurus dan begitu lusuh. Sekujur tubuh mereka nampak dipenuhi bintik-bintik merah bercampur nanah. Sepertinya mereka terkena penyakit kulit yang sangat parah. Nampak tangan-tangan mereka tak pernah diam menggaruk, mengusir rasa gatal yang terus menggerayangi.

Lalu gadis itu tersenyum tipis. Sebagian besar wajah-wajah itu sangat dia kenal. Wajah-wajah yang telah membuangnya ke hutan Kecipir lima tahun yang lalu. Mereka yang telah menghina dirinya dan memisahkan kasih sayang ibunya. Ya, Ken Darsih masih ingat betul peristiwa itu. Walaupun mereka sama sekali tak mengenal dirinya.

“Aku seorang penari. Namaku Ken Darsih,” ucapnya kemudian. Suaranya terdengar serak-serak basah. Lembut menggetarkan sekaligus membuat bulu kuduk berdiri.

Orang-orang pun terdiam terpaku menikmati suara dan senyumnya yang memikat.

“Bolehkah aku menari bersama kalian?”

Tawaran gadis penari itu menyadarkan orang-orang dari keterpukauan. Mereka pun menganggukkan kepalanya hampir berbarengan.

“Silahkan Nyai,” ujar Dadhungawuk.

Ken Darsih menatap tajam Dadhungawuk sekejap. Lalu dia menutup matanya. Mulutnya nampak komat-kamit membaca doa-doa. Lalu mendadak matahari tertutup awan yang sangat tebal. Cuaca yang cerah menjadi mendung, langit yang terang tiba-tiba menjadi gelap. Sepertinya hujan akan turun dengan lebatnya siang ini. Sesuatu yang aneh di tengah musim kemarau panjang. Tapi orang-orang tidak peduli. Mereka masih mengamati gerak-gerik gadis penari itu dengan seksama, tanpa berkedip sama sekali.

Pelan-pelan, Ken Darsih mencabut seruling yang terselip di pinggangnya, lalu diletakkan di depan mulutnya. Semua mata terpana. Semua hati larut dalam diam menunggu.

“Tutuiiiit tutuiiit tuuut. Tutuuuuuuuut tuiit tuuuut tuiiiiiiit”.

Suara seruling terdengar lembut mengalun memecah keheningan. Menghadirkan pesona yang menggetarkan hati. Orang-orang pun langsung larut dalam iramanya.

“Tut..tut..tut! Tut tut tut ttuit tut!”

Sejenak kemudian, gadis itu merubah iramanya dengan nada yang lebih cepat. Kaki kirinya pun bergerak menghentak tanah. Membunyikan lonceng-lonceng kecil yang melingkar di kakinya. Menggerakkan tubuhnya dalam sebuah tarian yang menggoda.

Cling! Cling cling cling! Tuttuttut! Tuttuttut! Tututituiit!

Ken Darsih mulai melenggak-lenggokkan tubuhnya layaknya seorang penari.

Gerakannya rancak dan bertenaga, seirama suara seruling. Tanpa sadar, orang-orang juga mulai menggerakkan tubuhnya. Mereka ikut menari sambil menggaruk-garuk tubuhnya. Semakin lama semakin cepat. Rasa gatal mendadak hilang, berganti dengan rasa gembira, Belum pernah mereka merasakan kegembiraan yang begitu luar biasa.

“Cakacakacakacak! Ho ya ho ya! Demak tingting joss!” teriak mereka sambil tertawa,

Cukup lama mereka menari. Baju mereka bahkan sudah basah bermandi keringat. Menjelang senja, gadis itu tiba-tiba menghentikan gerakan tubuhnya. Lalu berjalan begitu saja meninggalkan tempat itu. Orang-orang memandangnya tak mengerti. Mengapa kegembiraan ini harus berehenti? batin mereka. Apalagi kemudian rasa gatal kembali datang mrnggerayangi tubuh mereka.

“Maaf Nyai. Singgahlah sebentar di rumah kami”, panggil Lurah Dadhungawuk.

Gadis itu menggeleng, menolak tawarannya. Dia terus saja berjalan.

“Tapi kami ingin mengucapkan terimakasih kepadamu”, tiba-tiba Badranaya menyambung perkataan Dadhungawuk.

“Terimakasih untuk apa orang tua?” Ken Darsih menoleh lalu menghentikan langkahnya. Kali ini dia menatap tajam Badranaya. Lurah Dadhungawuk menghela napas, lalu bergeser menempatkan dirinya di depan Badranaya.

“Sudah lama sekali desa kami tidak kedatangan tamu. Sejak wabah penyakit kulit menyerang desa kami, tak seorangpun mau singgah di desa kami. Kaulah satu-satunya orang yang mau singgah dan menghibur kami”, katanya.

Gadis penari itu terdiam sambil menatap dingin Dadhungawuk dan Badranaya secara bergantian. Rupanya kakek tua inilah suami Nyai Nagabadra. Dialah satu-satunya orang yang tidak larut dalam tariannya. Dia memang tidak memiliki masalah dengan Badranaya. Tapi dia mendapat perintah dari Nyai Nagabadra untuk menghabisi siluman berwujud manusia ini.

1
Nini 🐻
hai Thor aku mampir nih saing dukung karya yuk jangan lupa tinggalkan jejak 🥰
Indah Nihayati
baguss
siska A
hai thor...
ayo mampir kekaryaku juga yaa


salam dari"perjalanan hidup Eden "
Abu Alfin
Dukungan datang dari Markas
🙏🙏🙏
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Semangat 💪💪💪
KIA Qirana
Pengorbanan seorang Putera, yang dibalas dengan amukan tak manusiawi 😭😭

Next Thor
salam dari
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌹🌹🌹🌹🌹
KIA Qirana
😭😭😭😭
jadi kalau cantik bisa bahaya dong 😭😭 oh no

Ayo lanjut dukungan thor
salam dari
Era Berdarah Manusia
I Firmo
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
KIA Qirana
Ayo all
Jangan pelit komen
Kalau bisa yang banyak
Berikan dukungan anda
Cetak nama anda di karya para Author
Ayo semangat

salam Thor
Era Berdarah Manusia
I Firmo
👍👍👍👍👍👍
Neng Dasa
👍🏻
Neng Dasa
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Neng Dasa
👍🏻👍🏻👍🏻
Neng Dasa
👍🏻
Renjani
⭐⭐⭐⭐⭐
Li Permana
Next kak, bagus banget ceritanya
Sis Fauzi: lanjuut 👍
total 1 replies
Li Permana
Wah, baru mulai baca ada adegan romantis kayak gini. Jadi kebawa suasana melihat kedekatan antara kedua sahabat ini ...

Miryam pasti bakalan memiliki perasaan kepada santika nih kayaknya😆😆
Sis Fauzi: mantap 👍
total 1 replies
Rosananda
aku mampir
Sis Fauzi: terimakasih
total 1 replies
👑Keluarga author
✅✅✅✅✅
Sis Fauzi: ❤️ PGRI
total 1 replies
👑Keluarga author
✅✅✅✅✅✅
Sis Fauzi: ❤️PGRI
total 1 replies
👑Keluarga author
✅✅✅
Sis Fauzi: love PGRI ❤️
total 1 replies
👑Keluarga author
✅✅✅
Sis Fauzi: love PGRI
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!