Xun JeHa, seorang anak yg lahir dengan kondisi tubuh cacat, jantungnya mengalami kebocoran menjadikan tubuhnya mudah lelah, serta kualitas tulang yg rendah membuat dirinya sama sekali tidak mempunyai harapan menjadi seorang pendekar.
Namun suatu kejadian telah merubah itu semua, merombak kehidupannya dan membuatnya menjadi pendekar tanpa tanding.
Sanggupkah pemuda berwajah rupawan itu memikul tanggung jawab dengan kekuatan yang dia miliki..??
Update setiap senin-jum'at.
sabtu-minggu libur (family time)
©by RubahPerak77
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jurang Neraka
Tempat itu terletak di puncak gunung Pinus kembar, menurut legenda dahulu kala ada seorang pendekar berilmu tinggi yang jatuh di sana, namun sampai kini tak pernah muncul lagi. oleh karena itu tempat tersebut diberi nama Jurang Neraka, jurang yang tak mempunyai dasar.
Feng shen terkejut dan juga merasa beruntung saat mengetahui kenyataan bahwa yang memergoki perbuatannya adalah seorang yang sudah dia kenal, seorang anak laki laki yang bahkan tidak mempunyai kemampuan beladiri sama sekali.
Pria yang sudah gelap mata itu pun tidak mau ambil pusing, prioritasnya saat ini adalah melenyapkan bukti dan saksi siapapun itu...!!!. Feng Shen pun segera menarik pedang dari sarung nya, sementara itu JeHa yang mengetahui bahaya sedang mengancam ,mencoba untuk menawarkan kesepakatan, "Tetua Feng, tolong ampuni aku, aku berjanji tidak akan menceritakan apa yang aku lihat malam ini pada siapapun", JeHa berkata dengan terbata bata.
Xun JeHa sadar bahwa saat ini dirinya ada dalam posisi hidup dan mati, namun entah kenapa tubuhnya menolak untuk berlutut kepada pria yang saat ini sedang bersiap menghunuskan pedang ke arahnya. Anak laki laki itu pun mencoba terlihat berani, bahkan terlihat jelas cahaya kemarahan di mata nya. Sebuah kilatan cahaya yang sungguh tidak bisa diketahui dengan pasti penyebabnya.
Sebelum JeHa sempat berkata kata lagi, Feng Shen segera menusukan pedangnya tepat di jantung JeHa. Anak kecil itu pun menjerit karena merasakan sakit yang teramat dalam, belum juga reda rasa sakit yang dideritanya, saat ia menyadari bahwa ada telapak yang mengandung tenaga dalam memukul dada nya.
Tubuh anak kecil itu pun terdorong dan jatuh berguling ke belakang. JeHa memuntahkan darah segar yang sangat banyak dari mulutnya, ia merasakan panas di dada dan ia yakin seluruh organnya telah hancur oleh serangan tapak barusan. Seolah belum cukup menyiksa, Feng Shen menendang tubuh mungil yang sudah tak berdaya itu berkali kali hingga JeHa pun terjatuh ke dalam Jurang.
JeHa masih sempat melihat sosok tersebut saat tubuhnya terjun ke dalam jurang neraka, ia bahkan merasakan angin yang berhembus menerpa telinganya sebelum akhirnya kesadarannya menghilang.
"Ayah...Ibu...aku datang", JeHa pun tersenyum lemah sesaat sebelum menutup mata.
Laki laki itu hanya mematung memandangi mulut jurang, saat ini segala pikiran sedang berkecamuk di otaknya. Untuk beberapa saat Feng Shen berani bersumpah bahwa dia sama sekali tidak berada dalam kuasa penuh untuk mengontrol tubuhnya. Ia merasa dorongan emosi telah mengambil alih tubuhnya dan membuatnya melakukan pembunuhan sadis kepada bocah laki laki yang menjadi cucu angkat Ketua Pedang Pinus.
Feng Shen menyarungkan kembali pedangnya yang berlumuran darah bocah tak berdosa. Dengan langkah seribu Feng Shen bergegas menuju gubug tempat gadis itu ditinggalkannya.
Sesampai nya di sana, Feng Shen segera mengancam gadis tersebut untuk tutup mulut, dirinya bahkan berjanji akan segera menikahi gadis tersebut asalkan dia melupakan kejadian malam ini. Gadis yang ketakutan itu merasa bahwa dirinya tidak punya pilihan selain mengangguk, lalu Feng Shen membantu nya berdiri dan mengantarkan gadis itu ke rumahnya.
Matahari sudah mulai menampakan sinarnya saat gadis tersebut sampai dirumahnya, Kedua orang tua sang gadis yang tidak tahu apa apa, menganggap Feng Shen sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan anak nya dari kelompok penyamun.
**************
Arc 1 ( Kenangan masa kecil ) TAMAT..!!!
**Hai pembaca setia LPEE, maaf jika selama episode episode awal ini banyak susunan kata yang ancur dan juga typo berterbaran dimana mana..serta alur cerita yang letoy.
Saya akan berusaha memperbaiki diri, dan mulai Arc ke 2 nanti, alurnya akan sedikit aku percepat.
KriSar selalu aku tunggu lho gaes...
Oia, dukung author dengan cara kasih ⭐⭐⭐⭐⭐
👍👍👍👍👍
dan comment ya**