Takdir tak selalu buruk untuk kita. Jadikan masa lalu menjadi pelajaran untuk lebih baik di masa depan.
Seperti yang di alami seorang guru cantik bernama Aretha Zayba Almira. Ia sempat terpuruk dengan masa lalu kelam dan trauma mendalam yang di ciptakan mantan kekasihnya. Harus kehilangan kehormatan yang ia jaga hingga hampir mati bunuh diri. Tapi ia bisa bangkit dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sempat menutup hati pada beberapa pria yang datang padanya, hingga takdir menemukannya dengan seorang pria yang mau menerima semua masa lalu dan memperlakukan Amira seperti seorang ratu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
viral
Mobil Gilang meninggalkan pelataran cafe, Membelah jalanan kota Jakarta yang gemerlap dan padat.
Gilang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari sesekali matanya melirik kaca spion yang ada di depannya mengawasi Amira yang duduk di belakang nya bersama Lidia.
Amira hanya diam sedari tadi, melihat keluar kaca mobil. Ia menerawang jauh menatap malam yang tidak terlalu cerah. Hanya ada beberapa bintang yang muncul malam ini.
Bahkan sinar rembulan pun hanya mengeluarkan cahaya redup yang menghiasi malam. Seakan mewakili perasaan Amira yang saat ini terasa risau tak menentu.
Lidia yang duduk di sebelah nya pun hanya bisa terdiam menatap sahabatnya ini dengan tatapan sendu. Ingin bertanya, tapi ia sadar jika ini bukanlah waktu yang tepat, walaupun ribuan pertanyaan bercokol di kepala nya.
Sesekali terdengar helaan nafas berat dari bibir mungil Amira, terkadang wanita cantik itu pun memejamkan mata meresapi sakit yang ia rasa. Terlalu indah di awalnya hingga tak dapat membayangkan sakit untuk yang kesekian kalinya.
Sepanjang perjalanan tak ada yang bersuara diantara mereka, tenggelam dalam pikiran masing-masing menyelami perasaan yang tak tahu dasarnya. Hanya terdengar deru suara mobil Gilang yang melaju hingga tak terasa mereka telah tiba di depan gerbang rumah Amira.
Gilang pun menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang rumah Amira, lalu mematikan mesin mobilnya.
" Ra, kita sudah sampai. " ujar Gilang sembari menoleh ke jok belakang.
Tapi yang ditegur hanya diam tak bergeming Matanya menerawang keluar jendela mobil. Gilang dan Lidia saling tatap bingung, Lalu Lidia berinisiatif memegang bahu Amira untuk menyadarkan nya agar kembali ke dunia nyata.
" Ra, kita sudah sampai. " ujar Lidia lembut.
Amira pun tersentak, ia pun segera menoleh kearah Lidia dan Gilang.
" Astaghfirullah, maaf ya. Aku nggak nyadar kalo udah sampe." Amira meringis.
" iya. nggak apa-apa kok" Gilang menimpali.
" Ya udah, aku turun ya. Kalian mau mampir nggak?" Amira menawarkan dengan senyum kaku, agak dipaksakan.
" Aku langsung pulang aja Ra, Lagian udah malem banget. Besok aja aku main kerumah kamu" tolak Lidia. Gilang pun menggangguk setuju.
Amira menoleh menatap Gilang dan Lidia bergantian
" Baiklah. Sampai bertemu besok, Assalamualaikum" Amira berpamitan sembari turun dari mobil.
" Waalaikumsalam" jawab Lidia dan Gilang kompak.
Amira pun menutup pintu mobil dan berlalu menuju gerbang yang dibukakan oleh satpam yang berjaga disana. Amira berjalan dengan menunduk dan langkah gontai memasuki perkarangan rumah.
Setelah Amira memasuki rumahnya, barulah Gilang melajukan mobilnya kembali yang kemudian akan mengantarkan Lidia terlebih dahulu.
" Malang banget nasib kamu Ra. Dikiranya Arif itu pria baik-baik, eh nggak tau nya playboy cap kadal." Ujar Lidia memecah keheningan. Bibir nya tak henti menggerutu mengutuk Arif, tak jarang pula sumpah serapah di lontarkan oleh Lidia, ikut menyertai perjalanan mereka pulang.
Sedangkan Gilang hanya menjadi pendengar setia atas kekesalan hati dari Lidia. Gilang maklum dengan apa yang dilakukan oleh Lidia sekarang, karna mereka sudah bersahabat sejak lama. Mana mungkin tidak marah dan kesal jika sahabat terbaik nya disakiti oleh orang lain.
******
Pagi itu Amira duduk di tepi kolam renang disamping rumahnya, mencelupkan kaki nya kedalam air kolam yang tidak terlalu dingin sembari memainkan ponsel ditangannya. Amira sedang menjelajah internet menghilangkan jenuh yang menggerogoti nya mencari kesibukkan agar dapat melupakan kejadian semalam.
Mata Amira terpaku kala melihat satu artikel yang sedang viral hari ini. Tergelitik hatinya dan membuat Amira penasaran akan artikel tersebut. Lalu dengan agak gugup ia membuka artikel itu dengan wajah sedikit tegang.
Alangkah terkejutnya Amira dikala membuka artikel yang berjudul " Nggak nyangka !!
Wanita berhijab ini adalah seorang pelakor" Orang yang ada didalam foto artikel tersebut adalah dirinya dan Siska yang sedang berada di cafe kemarin. Bahkan banyak lagi Artikel lain dengan judul berbeda
Amira menutup mulutnya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang ponsel dengan sedikit gemetar
" Astaghfirullah, apa lagi ini " gumam nya sedih.
Bahkan yang lebih menyakitkan Amira ialah banyak komentar yang menyudutkan kan nya bahkan ada yang tak segan mencaci dan menghina Amira di laman komentar artikel tersebut.
ih.. percuma ya pakek jilbab tapi kelakuan nya minus. nggak laku kali ya,
tulis sebuah akun @dede21
hati-hati ya yang punya pasangan, kudu dijaga baik-baik. karna pelakor semakin merajalela.
@Risaadira
Dan banyak lagi komentar buruk lainnya yang ditujukan kepadanya.
Amira memejamkan mata menghalau rasa perih di hatinya sembari mengucap istighfar tak henti-hentinya, Ia pun menutup artikel yang ia baca. Tak sanggup rasanya membaca semua komentar buruk yang ditujukan padanya.
Dalam sekejap berita keributan yang terjadi di cafe X semalam menjadi viral. Pihak Siska sangat diuntungkan disini, banyak yang membela bahkan bersimpati kepada Siska dan menyudutkan Amira dengan komentar buruk mereka.
" Astaghfirullah, sabar dan tenang Amira. Ini hanya cobaan" ujarnya menenangkan diri sendiri sembari menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskan nya secara perlahan.
" Allah akan memberikan ujian kepada orang-orang yang dicintainya. Bersabarlah wahai Aretha Zayba Almira" gumamnya kepada diri sendiri.
cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya sebenarnya adalah bentuk kecintaan Allah. Bukankah dengan diturunkannya cobaan, manusia dapat teruji keimanannya? Kala menurunkan cobaan, sesungguhnya Allah tengah mencintai hamba-Nya.
Bukankah Allah sudah menegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 286
"La yukallifullaha nafsan illa wus-aha.” Yang artinya: “Allah tidak membebani seseorang (menurunkan ujian), kecuali sesuai dengan kesanggupannya.”
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT pernah berfirman yang artinya: “Jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku turunkan ujian (kesulitan dan kesempitan) kepadanya. Hal itu agar ia memohon kepadaKu (agar ujian dapat diangkat darinya melalui doa-doa yang dipanjatkan).”
Amira pun segera bangkit dan segera berlalu menuju lantai atas , berniat akan melaksanakan shalat Dhuha dikamar nya. Tak henti-hentinya ia beristighfar dan bershalawat agar hatinya menjadi lebih tenang.
Memang cobaan itu tidak menyenangkan, tapi bagaimana pun dia harus bisa menjalani dan melewati nya. Ia mencoba berfikir positif dengan apa yang terjadi padanya sekarang.
Mungkin Arif memang bukan jodoh yang baik untuk nya dan Allah akan memberi jodoh yang lebih baik nantinya. Sebagaimana Firman Allah yang disebutkan didalam QS An Nur ayat 26
"Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”.
Jelas dalam firman tersebut bahwa Allah memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hamba Nya tersebut, sebab itulah senantiasa ada nasehat bahwa setiap orang hendaknya memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya agar kelak mendapat jodoh yang baik pula.
*****
**happy reading 💖💖💖💖
Tinggalkan jejak like, komentar and vote
makasih 🥰🥰**
Emosi tetaplah emosi
Kesal dan sakit hati, jelaslah
Betapa tidak 🙄🙄
manakala sesuatu yang menyakitkan terpampang didepan mata