NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Pelayan Magang Bermahkota Emas

​Berita mengenai menghilangnya Kaisar Langit Barat di Puncak Awan Tersembunyi menyebar lebih cepat daripada api yang melalap rumput kering. Di ibu kota, para menteri panik, mengira sang penguasa telah diculik oleh entitas kuno yang bangkit kembali. Namun, kenyataannya jauh lebih tragis sekaligus menggelikan.

​Di halaman gubuk Ye Xuan, sang Kaisar masih berkutat dengan kuali raksasa ketiga. Wajahnya yang biasanya mulus kini penuh dengan busa sabun dan arang. Ia bernapas terengah-engah, setiap otot di lengannya bergetar bukan karena memegang pedang, tapi karena kekuatan mematikan dari "kerak nasi" yang menempel di dasar kuali.

​"Kenapa... kenapa noda ini tidak mau hilang?!" geram Kaisar sambil menyikat sekuat tenaga. "Aku telah menaklukkan sembilan provinsi, tapi kuali ini tidak bisa kutaklukkan dalam satu jam?!"

​Ye Xuan berjalan lewat sambil membawa jemuran baju. Ia berhenti sejenak, melihat cara kerja sang Kaisar, lalu menggelengkan kepala dengan ekspresi konyol. "Waduh, Pak Pejabat. Anda ini terlalu pakai tenaga otot. Sikatnya itu pakai perasaan, jangan seperti mau mengajak berkelahi. Coba rendam dulu pakai air hangat sisa rebusan ubi tadi."

​Kaisar tertegun. Ia mencoba saran Ye Xuan, dan secara ajaib, noda gosong itu luruh seperti salju yang mencair. Mata sang penguasa berkaca-kaca. "Sangat sederhana... rahasia semesta ternyata ada dalam air ubi hangat..."

​Melihat sang Kaisar mulai "mendapatkan hidayah dapur," Ye Xuan pun menepati janjinya. Ia menyalakan kompor dan mulai mengolah nasi dingin sisa semalam. Dengan gerakan yang terlihat sembrono namun sangat presisi, Ye Xuan memasukkan irisan bawang, sisa potongan bayam transendental, dan bumbu rahasia (yang sebenarnya cuma garam dan sedikit terasi yang ia buat sendiri).

​Sreeeeeng!

​Aroma nasi goreng itu meledak, menembus hidung Kaisar dan membuatnya hampir pingsan karena kenikmatan aromanya. Bahkan para peramal bintang yang tadinya sudah mau pulang, mendadak duduk kembali dengan rapi sambil memegang sendok kayu mereka masing-masing.

​"Ini dia, Nasi Goreng 'Sisa Semalam'. Makanlah selagi panas," kata Ye Xuan sambil menyodorkan piring tanah liat kepada Kaisar yang masih berlumuran sabun.

​Kaisar menyuapkan satu sendok penuh ke mulutnya. Seketika itu juga, jiwanya seolah-olah terbang ke langit ketujuh. Ia melihat bayangan leluhurnya sedang menari di antara butiran nasi. Energi batinnya yang selama ini stagnan di puncak alam Great Emperor mendadak bergolak, menembus hambatan yang sudah ada selama seratus tahun.

​BOOM!

​Cahaya emas meledak dari tubuh Kaisar, menandakan ia baru saja naik tingkat. Namun, bukannya berteriak bangga, Kaisar justru menangis tersedu-sedu sambil terus mengunyah. "Selama ini aku mengejar kekuasaan... padahal kebahagiaan sejati hanyalah nasi goreng sisa dengan sedikit rasa terasi..."

​"Tuh kan, Pak Tua, sudah kubilang nasi gorengku itu manjur buat orang stres," bisik Ye Xuan pada Ao Guang.

​Ao Guang hanya bisa menghela napas. "Senior, Anda baru saja membuat seorang Kaisar naik tingkat menjadi Demigod hanya dengan nasi sisa. Jika dunia tahu, mereka akan berhenti berkultivasi dan mulai mengantre nasi goreng di sini."

​Saat suasana sedang haru, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari langit. "Ayahanda! Apa yang Ayahanda lakukan di tempat kumuh ini?!"

​Tiga orang pangeran dengan zirah perang lengkap turun dari langit, diikuti oleh ribuan tentara elit. Mereka melihat ayah mereka duduk di tanah, memegang piring tanah liat, dan wajahnya kotor penuh arang.

​"Berani sekali kalian menyiksa Kaisar kami!" teriak Pangeran Sulung sambil menghunuskan pedang ke arah Ye Xuan.

​Kaisar langsung berdiri, tapi bukannya membela diri, ia justru mengangkat kualinya yang sudah bersih dengan bangga. "Berhenti! Jangan ganggu Master! Lihat ini... kuali ini sudah bersih mengkilap! Aku baru saja memahami makna kehidupan melalui sikat sabun!"

​Para pangeran itu terdiam, saling lirik dengan wajah yang sangat konyol. Mereka mulai berpikir bahwa ayah mereka telah terkena sihir tingkat tinggi yang merusak fungsi otak.

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!