NovelToon NovelToon
Kembaranku Penggantiku

Kembaranku Penggantiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Bullying dan Balas Dendam / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Nadira selalu hidup dalam bayang-bayang saudara kembarnya, Nayla. Wajah mereka identik, tetapi nasib mereka sangat berbeda. Nayla adalah anak kebanggaan keluarga—cantik, pintar, dan selalu diprioritaskan. Sementara Nadira dianggap cadangan, seseorang yang hanya dipanggil saat keluarga membutuhkan “pengganti.”
Semua berubah ketika Nayla mengalami kecelakaan misterius sehari sebelum pertunangannya dengan Arsen Wijaya, pewaris keluarga kaya yang dingin dan sulit ditebak. Demi menjaga nama baik keluarga dan kontrak bisnis miliaran rupiah, Nadira dipaksa menyamar menjadi Nayla sampai kondisi saudara kembarnya pulih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 — Orang Mati yang Kembali

Nama itu seperti petir yang menyambar di tengah hujan.

Mahendra Pratama.

Tidak ada suara selama beberapa detik.

Semua orang hanya menatap foto tua di tangan Rey.

Seolah berharap tulisan itu berubah.

Seolah berharap mata mereka salah membaca.

Namun tidak.

Nama itu tetap ada.

Nyata.

Mengerikan.

Dan cukup untuk membuat wajah beberapa orang langsung pucat.

“Tidak mungkin...”

Papanya Nadira mundur satu langkah.

Tangannya gemetar.

“Aku lihat sendiri pemakamannya.”

Suara pria itu terdengar nyaris seperti bisikan.

Pak Rudi bahkan terlihat lebih buruk.

Wajahnya kehilangan warna.

Keringat dingin muncul meski udara malam begitu dingin.

“Aku juga.”

Deg.

Nadira langsung menoleh.

“Siapa sebenarnya Mahendra?”

Tak ada yang langsung menjawab.

Karena jelas nama itu membawa terlalu banyak masa lalu.

Terlalu banyak luka.

“Dia partner ayahmu.”

Akhirnya Pak Rudi bicara.

Tatapannya masih menempel pada foto itu.

“Dulu.”

“Partner bisnis?”

tanya Nayla.

Pak Rudi tertawa kecil pahit.

“Kalau cuma bisnis mungkin hidup kita nggak bakal hancur kayak sekarang.”

Deg.

Semua langsung diam.

“Dua puluh tahun lalu…”

Pak Rudi menarik napas panjang.

“Mahendra Pratama adalah orang paling berpengaruh di kelompok kami.”

Kelompok.

Bukan perusahaan.

Bukan bisnis.

Kelompok.

Dan pilihan kata itu membuat Nadira langsung merasa tidak nyaman.

“Dia cerdas.”

“Karismatik.”

“Dan berbahaya.”

Tatapan Pak Rudi kosong.

Seolah sedang melihat masa lalu yang jauh.

“Semua orang percaya sama dia.”

“Termasuk ayahmu.”

Deg.

Papanya langsung menunduk.

Seolah rasa bersalah lama kembali menghantamnya.

“Apa hubungannya sama keluarga kami?”

tanya Nadira.

Tak ada yang menjawab.

Sampai akhirnya mamanya yang bicara.

Dengan suara yang sangat pelan.

“Dia kakak kandungku.”

Deg.

Dunia seperti berhenti.

“Apa?”

Nadira menoleh cepat.

Mamanya menangis.

Benar-benar menangis.

“Mahendra adalah kakakku.”

Deg.

Nadira merasa kepalanya mendadak kosong.

Karena itu berarti...

Orang yang selama ini disebut-sebut dalam semua rahasia itu...

Masih keluarganya sendiri.

“Kok Mama nggak pernah cerita?”

Mamanya tertawa kecil.

Tawa yang terdengar menyedihkan.

“Karena aku pikir dia mati.”

Air matanya jatuh lagi.

“Dan aku nggak mau kalian tumbuh dengan bayangan dia.”

“Dia orang jahat?”

Raka bertanya pelan.

Pertanyaan polos itu membuat semua orang terdiam.

Karena tidak ada jawaban sederhana.

Pak Rudi akhirnya menghela napas.

“Awalnya nggak.”

Sunyi.

“Awalnya dia cuma orang yang pengen kaya.”

Tatapannya perlahan berubah suram.

“Lalu uang mulai mengubah semuanya.”

“Dia yang bikin organisasi itu.”

“Dia yang merekrut orang-orang berpengaruh.”

“Dia yang ngajarin semua cara menyembunyikan uang.”

Nadira langsung merinding.

Karena semakin lama...

Nama Mahendra terdengar seperti akar dari semua masalah.

“Lalu kenapa dia dianggap mati?”

tanya Damar.

Rey menjawab kali ini.

“Karena dia memang sengaja menghilang.”

Semua langsung menoleh.

“Apa maksudnya?”

Rey tersenyum tipis.

“Ada kebakaran besar dua puluh tahun lalu.”

Tatapannya jatuh ke foto.

“Semua orang pikir Mahendra mati di sana.”

Deg.

“Padahal?”

“Padahal dia kabur.”

Suasana langsung terasa lebih dingin.

Karena itu berarti...

Selama dua puluh tahun.

Seseorang mengendalikan semuanya dari balik bayangan.

Tanpa diketahui siapa pun.

“Pak Surya kerja buat dia?”

tanya Arsen.

Rey mengangguk.

“Iya.”

“Dan ayah gue?”

Rey diam beberapa detik.

Lalu menjawab pelan.

“Juga.”

Deg.

Arsen langsung membeku.

Meski jauh di dalam dirinya mungkin sudah menduga.

Tetap saja...

Mendengarnya langsung terasa berbeda.

“Jadi semua orang cuma pion?”

Nayla bertanya.

“Kurang lebih.”

jawab Rey.

“Pak Surya cuma manajer.”

“Sedangkan Mahendra...”

Tatapannya berubah dingin.

“...pemilik papan catur.”

Nadira langsung mengepalkan tangan.

Karena satu hal mulai jelas.

Mereka selama ini melawan orang yang salah.

Pak Surya bukan akhir.

Dia hanya gerbang.

Dan sekarang...

Musuh sebenarnya mulai terlihat.

“Tunggu.”

Arsen tiba-tiba mengernyit.

Tatapannya tajam ke arah Rey.

“Kalau lo tahu semua ini...”

Sunyi.

“Kenapa baru muncul sekarang?”

Deg.

Pertanyaan itu langsung membuat semua orang terdiam.

Karena memang benar.

Kenapa sekarang?

Kenapa setelah semua kekacauan terjadi?

Rey tersenyum kecil.

Namun kali ini tidak ada kehangatan di sana.

“Aku nyari bukti.”

“Selama lima tahun.”

Tatapannya kosong.

“Aku hidup pakai nama palsu.”

“Aku pindah-pindah negara.”

“Aku hampir mati beberapa kali.”

Deg.

Tak ada yang menyela.

Karena nada bicaranya terdengar terlalu nyata untuk dibohongi.

“Dan minggu lalu...”

Rey mengeluarkan sebuah flashdisk kecil.

“...aku akhirnya dapat ini.”

Tatapan semua orang langsung jatuh ke benda itu.

“Apa isinya?”

tanya Nadira.

Rey mengembuskan napas.

“Lokasi.”

“Lokasi apa?”

Tatapannya berubah tajam.

“Lokasi Mahendra.”

Deg.

Jantung Nadira langsung berdetak keras.

Karena setelah berbulan-bulan hidup mereka dipenuhi teka-teki...

Akhirnya ada petunjuk nyata.

“Dia di Indonesia?”

tanya Damar.

Rey mengangguk.

“Iya.”

“Dekat.”

“Bahkan lebih dekat dari yang kalian kira.”

Kalimat itu langsung membuat suasana makin tegang.

“Seberapa dekat?”

Arsen bertanya.

Rey menatapnya cukup lama.

Lalu berkata pelan,

“Lumajang.”

Deg.

Semua langsung membeku.

Nadira bahkan merasa salah dengar.

“APA?”

Rey tidak mengulang.

Karena ekspresinya sudah cukup menjawab.

Mahendra ada di Lumajang.

Di kota yang sama.

“Mustahil.”

Papanya langsung menggeleng.

“Kalau dia ada di sini, pasti ketahuan.”

“Belum tentu.”

jawab Rey.

“Kalau dia punya uang sebanyak itu.”

“Dan orang sebanyak itu.”

Tatapannya dingin.

“Dia bisa sembunyi di depan mata kita.”

Raka yang sejak tadi diam akhirnya bicara.

Pelan.

Sangat pelan.

“Aku pernah lihat dia.”

Deg.

Semua langsung menoleh.

“Nggak mungkin.”

gumam Nadira.

Namun Raka terlihat serius.

“Aku pernah lihat.”

Tangannya mulai gemetar.

“Waktu masih di rumah besar itu.”

Deg.

Rumah tempat ia disembunyikan.

“Kapan?”

tanya Arsen cepat.

Raka memejamkan mata.

Berusaha mengingat.

“Kadang malam.”

“Dia datang.”

“Om Adrian takut sama dia.”

Deg.

Suasana langsung membeku lagi.

“Dia ngomong apa?”

tanya Nadira.

Raka terlihat berpikir keras.

Lalu perlahan menjawab.

“Dia bilang...”

Napas anak itu mulai tidak teratur.

“Kalau aku masih hidup...”

Air mata mulai muncul di matanya.

“...semua bakal berantakan.”

Sunyi.

Tidak ada yang bicara.

Karena sekarang semuanya mulai masuk akal.

Kenapa Raka diburu.

Kenapa dia disembunyikan.

Kenapa begitu banyak orang mati.

Karena Raka adalah saksi.

Saksi yang bisa menghancurkan kerajaan Mahendra.

“Dia lihat wajah Mahendra?”

tanya Damar.

Raka mengangguk kecil.

“Iya.”

“Yakin?”

“Iya.”

Deg.

Rey langsung menatap anak itu lama.

Sangat lama.

Lalu perlahan tersenyum.

Senyum pertama yang terlihat tulus malam itu.

“Bagus.”

Semua mengernyit.

“Apa yang bagus?”

tanya Nayla.

Rey memasukkan tangan ke saku.

Lalu berkata pelan,

“Karena sekarang kita punya senjata.”

Namun sebelum siapa pun bisa menjawab—

Sebuah suara ledakan terdengar dari arah depan kantor polisi.

DUUARRR!

Tanah bergetar.

Kaca-kaca gedung pecah.

Jeritan langsung terdengar dari dalam kantor.

Deg!

“Apa itu?!”

Nadira refleks memeluk Raka.

Damar langsung menarik Nayla ke belakang mobil.

Arsen otomatis berdiri di depan Nadira.

Sedangkan polisi-polisi mulai berlarian panik.

DUARRR!

Ledakan kedua terdengar.

Lebih dekat.

Asap mulai membumbung dari gedung utama.

Sirene darurat langsung meraung.

“Semua tiarap!”

teriak seseorang.

Namun kekacauan sudah terjadi.

Orang-orang berlari ke segala arah.

“Bukan kebetulan.”

Rey berkata pelan.

Tatapannya berubah dingin.

Sangat dingin.

“Aku tahu cara kerja mereka.”

Deg.

Nadira langsung menoleh.

“Maksudnya?”

Rey melihat ke arah gedung yang terbakar.

Lalu berkata dengan suara datar,

“Dia tahu aku datang ke sini.”

Sunyi.

“Dan sekarang...”

Tatapannya perlahan beralih ke arah mereka.

“...dia mau menghapus semua saksi.”

Deg.

Jantung Nadira langsung terasa berhenti.

Karena jauh di atas gedung

kantor polisi yang mulai dipenuhi asap—

Seseorang berdiri di atap.

Hanya terlihat sebagai siluet hitam di tengah hujan.

Diam.

Mengawasi.

Seolah sedang menikmati kekacauan yang terjadi.

Dan entah kenapa...

Saat melihat sosok itu—

Raka langsung menjerit ketakutan.

“ITU DIA!”

Tubuh anak itu gemetar hebat.

Air mata mengalir tanpa henti.

“Itu dia!”

Deg.

Semua langsung membeku.

Karena hanya ada satu orang yang bisa membuat Raka bereaksi seperti itu.

Satu orang.

Yang seharusnya sudah mati dua puluh tahun lalu.

Mahendra Pratama.

1
Noorjamilah Sulaiman
rumit
Noorjamilah Sulaiman
mungkin mama nadira ini org kaya
Noorjamilah Sulaiman
aku jd binggung, Adrian ini jahat atau papa arsen yg paling licik
Noorjamilah Sulaiman
apa ug sebenarnya berlaku?
Noorjamilah Sulaiman
mantap
Noorjamilah Sulaiman
terlalu rumit,knpa semua itu ada d dlm penjara tmpt Rafael
Noorjamilah Sulaiman
kerena sblm tu ada lelaki yg melihat mereka masa nadira mkn mlm drumah keluarga arsen
Noorjamilah Sulaiman
ceritanya rumit,siapa sebenarnya musuh mereka adakh keluarga arsen sendiri?
Noorjamilah Sulaiman
cerita ini menarik tp mungkin blm djumpai ole pembaca atau sbb cerita ini blm tamat
Noorjamilah Sulaiman
teka teki btl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!