Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
H-1
Sejak tadi pagi intan mulai merasakan cemas di sekujur tubuhnya, ia tak menyangka besok ia akan resmi jadi seorang istri. istri dari bos nya sendiri padahal, dari awal rama bergabung di kantor dan menjadi kepala substansi bagian dengan perilaku manjanya pada pak dahlan membuat intan selalu menggerutu dan tak habis memakinya dalam hati.
Namun besok beda lagi ceritanya, ia harus menjaga mulutnya pada rama sebagai seorang istri yang baik dan mematuhi perintah suami.
"Akh...yaampun!!! apa aku harus kabur aja ya?" teriak intan dalam kamar sambil memandang jendela yang mengarah ke samping rumah
"Kalo aku kabur, ibu sama bapak gimana? apa mereka gak akan sedih?" sambung intan memangku wajahnya
Ia menghamburkan nafasnya kencang tak beraturan, intan mencoba tenang namun tetap saja tak bisa. apalagi handphone nya dan handphone rama disita oleh bu ajeng jadi, kini ia terus memikirkan pernikahan nya besok. terlebih ucapan pak dahlan masih terngiang-ngiang dikepala-nya bahwa nanti malam intan dan keluarga akan pergi ke gedung.
"Aduh mana udah sore lagi, kalo kabur juga kabur kemana? kalo kabur aku mati kelaparan gak ya?" pikir intan sambil membaringkan tubuhnya lemas
"Krek" pintu terbuka membuat intan terkejut dan menatap pintu
"Intan cepet mandi, nanti kita berangkat ke gedung" ucap ibu yang masih memegangi gagang pintu
"Sekarang bu? bukannya nanti malem?" tanya intan panik
"Kan jauh dari sini, makanya siap-siap dulu" jawab ibu yang kemudian pergi membiarkan pintu terbuka
"Aku udah gak kebayang pas nanti aku duduk di pelaminan sama rama berdua, terus di liatin sama tamu undangan. mana aku gak tau siapa aja yang diundang lagi!" maki intan sambil menggaruk kepalanya kasar
"Intan!!!" teriak ibu yang belum melihat intan keluar kamar
"Iya" jawab intan sambil menenteng handuk berwarna ping
Rumah adwimarta.
Sama halnya dengan intan yang paling risau di keluarga miwarta bukan lah pak dahlan atau bu ajeng melainkan mempelai pria.
Rama terlihat sudah selesai mandi dengan rambut yang masih basah, ia menggunakan kaos hitam dan celana jeans pendek sambil mengacak-acak rambutnya tak karuan.
"Benar-benar sial, kenapa aku harus menikah dengan intan? pegawai songong itu!!!"
"Apa iya aku berjodoh dengan nya? tapi kan, aku menikah dengan nya gara-gara ada kesalahpahaman waktu itu. aku jadi nyesel pernah nyuruh ayah nyopot cctv" gerutu rama
Tak lama bibi datang membawa kan makanan "Den, makan dulu" ucap bibi sambil menaruh piring serta gelas di meja depan televisi
"Iya bi makasih" jawab rama masih dengan perasaan kacau
"Aduh bibi gak sabar pengen buru-buru besok" ucap bibi bicara pada rama yang tengah menatap nya kesal
"Keluar bi ah" suruh rama dengan kesal
Bibi pun terkekeh melihat sikap rama, ia berpikir rama hanya canggung dan takut salah menyebut nama
Rama pun memakan makanan yang tadi dibawakan bibi dengan cepat
Pak gilang dikamarnya sedang menikmati secangkir kopi di sore hari menjelang malam ini sambil bermain laptop, ia masih mengecek pekerjaan nya dikantor.
Ia mendapat email dari sekertaris pribadi pak dahlan yaitu airin, yang bilang bahwa dirinya akan ikut ke gedung malam ini sesuai dengan perintah pak dahlan.
Setelah beberapa menit memainkan laptopnya ia pun akhirnya turun dan duduk dimeja makan.
"Bi, buatin gilang mie instan dong" ucap gilang setelah duduk
"Baik den" jawab bibi yang segera membuat mie instan
Terlihat bunda sedang memperintahkan dua orang supir untuk membawa beberapa koper
"Iya masukin kesana, semuanya ya" suruh bunda , ia kemudian menghampiri gilang
"Kamu udah makan?"
"Belum bun, nunggu mie instan"
"Loh kok makan mie instan?"
"Lagi pengen"
"Yaudah, kamu panggil ayah sana ke atas ajak makan dulu sebelum berangkat" suruh bunda pada intan
"Rama udah makan bi?"
"Udah nyonya, tadi saya antar kan ke kamarnya" jawab bibi
"Haduh dia itu, dari dulu gak berubah" ucap bunda menggelengkan kepalanya
Setelah keluarga wimarta makan malam dan telah selesai mempersiapkan semua perlengkapan akhirnya mereka pergi menuju gedung di antar oleh supir
Dan salah seorang supir nya lagi menjemput keluarga intan sesuai dengan perintah pak dahlan
Walaupun agak sedikit lama karena muter-muter mencari rumah intan, akhirnya supir pun tiba "Maaf nyonya, tuan saya telat" ucap pak supir membungkuk kan badannya
"Iya pak gapapa" jawab intan
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan membawa dua koper saja
Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di gedung sampoerna strategic square , mereka pun segera masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan di lantai atas
"Pak" ucap pak dahlan melambaikan tangannya ketika melihat bapaknya intan
Mereka berjabat tangan dan tersenyum lebar
Intan diminta langsung masuk ke dalam kamar, ia disuruh jangan keluar kamar kalau tidak ada perlu
Begitu pun dengan rama, saat intan datang . yang sedang duduk hanya lah pak dahlan bu ajeng dan pak gilang. sedangkan rama sudah ada didalam kamar katanya
Intan mendengus kesal saat membaringkan tubuhnya ia masih tak menyangka bahwa waktu semakin cepat saja berlalu , bahkan suara jam sangat menggangu hatinya
Kini intan memejamkan matanya menunggu matahari kembali bersinar besok pagi
Sedangkan rama didalam kamar masih tertawa terbahak-bahak menonton anime kesukaannya lewat handphone nya karena dirinya tadi berhasil merayu bunda agar menyerahkan handphone miliknya
Rama bahkan melupakan apa yang akan ia lalui besok, dirinya bahkan sudah cukup menderita dua hari kemarin karena terus menerus menghapal kan dan bahkan di ancam oleh ayah untuk tidak salah dalam proses akad dan
"Rama" ucap pak gilang saat mendengar gelak tawa rama diluar kamar
"Eh kak, ada apa?" tanya rama masih santai menatap layar handphonenya
"Kamu lagi apa?"
"Nonton"
Secepat kilat pak gilang menariknya dan memasukan ke kantong celananya
"Eh kak" ucap rama panik sambil berusaha mengambil handphone miliknya
"Sini kak, kata bunda gapapa tadi" ucap rama berkacak pinggang
"Itu kan kata bunda, bukan kata kakak. cepet tidur"
"Kak gilang!!!!" teriak rama pada pak gilang yang berjalan keluar dan menutup pintu
"Ih dasar, untung kamu kakak ku. kalau kamu adikku, sudah ku buang kamu saat pertama kali lahir!!!" gerutu rama sambil menendang pintu pelan
Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidur karena ia merasa bosan di dalam kamar jika hanya mematung
Semua keluarga pun sudah mulai masuk ke dalam kamarnya masing-masing dan mengistirahatkan tubuhnya untuk mempersiapkan acara besok pagi, yang akan menjadi hal pertama untuk masing-masing keluarga
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.