DON'T PLAGIAT 😡😡
BUAT OKNUM YANG SUKA NGE-COPY KARYA ORANG LAIN AUTHOR CUMA MAU BILANG "INSAFLAH SEBELUM KARMA MENGHAMPIRI". GAK MAU KAN DIKENAKAN PASAL MENJIPLAK HAK CIPTA DAN HAK MILIK ORANG LAIN?
PUNYA OTAK DIPAKE DONG UNTUK BUAT ALUR NOVEL YANG BEDA DARI YANG LAIN. BUKAN MALAH DI PAKE BUAT MIKIRIN CARA NGE-JIPLAK PUNYA ORANG. SENENG BANGET NYOLONG 🙂 .
Author mewakili isi hati teman-teman Author yang karyanya kena jiplak 😒😴🤪😂
--------------------------------------------------------------------
Tujuan utama menikah bukan hanya memiliki keturunan, namun menyempurnakan keinginan kecil seorang wanita dalam hubungan pernikahan.
---------------------------------------------------------------------
“Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada akhirnya dia berubah....”
Kisah ini hanya cerita fiksi belaka dan imajinasi author sendiri :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Safika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SCA 24
Malam dimana setiap pasangan pengantin baru memadu kasih dan saling bermesraan tetapi berbeda halnya dengan Aisayh juga Bram.
Aisyah tak tau kesalahan apa yang telah diperbuatnya sehingga Bram bisa melontarkan kata-kata yang sangat menyakiti hatinya.
Astagfirullah Mas!!! Sebenarnya aku ada salah apa sama kamu sampai-sampai kamu marah sama aku? Tanya Aisyah pada dirinya sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10:00 malam, namun keduanya masih belum ada yang menutup mata. Fikiran mereka jauh berkelana entah kemana.
Aisyah pun memberanikan diri untuk membuka suara. "Mas!!!"
Bram pun hanya menoleh malas tanpa bersuara sedikitpun. Raut wajahnya datar tanpa ekspresi sama sekali.
"Mas Bram marah sama Aisyah?"
"___" Diam?? Itulah yang dilakukan Bram. Saat ini ia tengah mati-matian menahan amarahnya agar tak meledak dan tak sampai bermain tangan.
Pikiran Bram saat ini melayang mengingat foto-foto yang diberikan oleh Dira tempo hari mengenai perselingkuhan Aisyah. Perselingkuhan?
"Kenapa sikap Mas Bram berubah akhir-akhir ini?" Tanya Aisyah sekali lagi dengan mata yang sudah berair.
Bram pun merasa muak dan ingin beranjak dari tempatnya duduk tetapi lengannya ditahan oleh Aisyah. Dengan sekali sentak, tangan Aisyah pun terhempas menjauh.
"Kamu jangan pernah nyentuh aku dengan tangan sial*n kamu." Kata Bram sambil menunjuk ke arah Aisyah.
"Kenapa Mas? Kamu kenapa?"
"Kamu tanya kenapa hah? Kamu itu lupa atau pura-pura lupa sih sebenarnya? Masa hal yang kamu nikmati bisa kamu lupain gitu aja." Tanya Bram dengan sinis.
Hal yang kamu nikmati ? Aisyah sungguh tak paham maksud dari perkataan Bram. Rasanya masih tampak abu-abu.
"Maksud Mas Bram apa?" Tanya Aisyah sekali lagi.
"Cihh.... Sudahlah, aku benar-benar muak berbicara dengan wanita sepertimu. Dan sekarang mari kuantar kau ketempat yang semestinya." Kata Bram dengan senyum liciknya lalu menyeret paksa tangan Aisyah.
Karena kuatnya tarikan yang dilakukan Bram membuat Aisyah meringis sakit. Bahkan Aisyah merasa bahwa tangannya kini agak memerah.
Aisyah dan Bram saat ini tengah berada di rumah khusus yang dibeli Bram untuk masa depannya nanti dengan keluarga kecilnya. Rumah berlantai 3 itu dihiasi berbagai furniture mewah dengan gaya modern.
Rumah seluas dan sebesar itu hanya memiliki satpam untuk berjaga dipintu gerbang masuk. Pelayan? Tak ada sama sekali. Bukannya Bram tak mampu menyewa pelayan, hanya saja ini salah satu rencana Bram kedepannya untuk menyiksa istri tersayangnya. Hmm?
Mereka berdua pun telah sampai disebuah ruangan berdiameter 3 x 2 dengan warna cat dinding putih polos juga sudah terkelupas. Di dalam kamar tersebut hanya tersedia kasur lipat juga bantal kepala ukuran sedang dan dengan tambahan meja kayu dengan tinggi 30 cm.
Ruangan tersebut agak kotor. Terbukti dari lantai yang dipenuhi dengan warna bintik hitam dan pasir-pasir kecil seperti bekas digigit serangga kayu. Tak hanya itu, di jendela satu kaca itu juga tampak buram karena tak pernah dibersihkan.
Otak Aisyah berputar mencerna ini semua. Ada apa ini? Aisyah pun memberanikan diri bertanya kepada suaminya itu.
"Mas!!! Ki-kita ngapain kesini?"
Bram hanya tersenyum sinis dan langsung mendorong kasar Aisyah masuk kedalam ruangan itu. "Ini kamar kamu sayang." Kata Bram dengan senyum manisnya yang malah membuat Aisyah meneguk ludahnya kasar.
Kamar? Sekali lagi Aisyah bertanya kepada Bram. "Bukannya kita tidur sama-sama yah Mas? Kenapa kita tidurnya terpisah?"
"Hey jala*g!!! Aku gak akan pernah mau dan gak pernah sudi tidur seranjang dengan perempuan sejenismu." Dan setelah mengatakan itu, Bram pun berlalu meninggalkan Aisyah di kamar tersebut.
Sebenarnya Bram tak ingin berbuat demikian. Saat dikamar tadi, Bram sudah menahan amarahnya namun sayang Aisyah seakan-akan memancing amarah Bram.
Bram yang tak ingin berlaku kasar dengan bermain tangan hanya bisa menyeret Aisyah masuk kedalam sebuah kamar yang sangat sempit. Setidaknya ini awal dari penyiksaanmu sayang.
Sedangkan Aisyah, ia hanya menatap kosong kepergian Bram. Jala*g? Mengapa Mas Bram memanggilku seperti itu? A-apa ini memang benar-benar sifat Mas Bram yang dia sembunyiin?
Rasanya di otak Aisyah sudah muncul seribu pertanyaan akan apa yang ia alami saat ini. Mulai dari sifat Bram yang berubah, kadang membentaknya, dan lainnya.
Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, Aisyah pun memutuskan untuk membersihkan kamar yang akan ia tempati kedepannya. Aisyah mulai mengambil sapu yang ada di belakang pintu dan mulai menyapu dinding yang terdapat jaring laba-labanya.
Setelahnya, Aisyah lun mengambil lap dan mulai melap satu persatu perabotan yang ada di dalam kamarnya. Mulai dari jendela, meja kayu, sampai pintupun ia bersihkan. Kemudian mengepel lantai agar tampak bersih.
Hampir setengah jam Aisyah berkutat membersihkan ruangannya itu akhirnya telah usai sudah. Nampak semuanya sudah bersih dan nyaman untuk ditempati.
Aisyah pun melangkah mendekat ke arah kasur dan segera berbaring. Tak lupa ia melepaskan hijabnya dan membaca doa sebelum memasuki alam mimpi.
Sungguh kejadian hari ini membuat Aisyah merasa lelah. Biarlah semua berlalu apa adanya dan berakhir dengan semestinya.
Sedangkan di kamar Bram, ia tengah berdiri di balkon kamarnya sambil memandangi hamparan langit hitam dengan hiasan bintang juga bulan.
Asap rokok mengepul keluar melalui celah mulut dan hidungnya. Entah mengapa Bram bisa kembali ke kebiasaan buruknya itu. Mungkin otak dan pikirannya sangat lelah.
Huhfftt.....
"****!!!! Kenapa semuanya bisa kayak gini sih? Kenapa Aisyah tega ngekhianatin aku?" Gumam Bram sambil menghisap dalam-dalam rokoknya.
Kecewa? Itulah yang mereka berdua rasakan saat ini. Bram kecewa dengan pengkhianatan yang dilakukan Aisyah tanpa tahu menahu kronologi sebenarnya dan Aisyah yang kecewa dengan sifat Bram yang sangat kasar padanya.
.
.
.
.
.
.
Hollaaaa Guyss...
Untuk Part Ini Agak Pendek Karena Author Lagi Sibuk Ngurusin Tugas Sekolah.
So Jangan Lupa Like, Komen, Vote, Favorit, dan Tip Agar Author Tambah Semangat. Buat Kalian Yang Nunggu Kelanjutan Cerita Di THE LADY OF PHOENIXES Agar Tetap Sabar Karena Author Masih Dalam Masa Merilis BAB Baru....
미안해
#Queenbe