Tisha Silvalia gadis panti asuhan yang dibuang oleh orang tuanya.dan harus menerima kenyataan bahwa suami yang menemaninya selama tiga tahun ini mengucapkan kata cerai saat Tisha mengandung Buah hati pertama mereka,kehadiran orang ketiga memicu pertengkaran mereka dan dengan mudah Ardan suami Tisha mengucapkan talak.Hati Tisha hancur namun memilih menerima keputusan suaminya.selama pernikahan suami nya tidak pernah memperdulikan kebahagia Tisha.Ardan memilih tinggal menetap diluar negeri hanya sekali-kali pulang ke Indonesia saat ingin mengecek beberapa cabang bisnisnya.Dan kesalahan terbesar menurut Ardan adalah menerima Tisha sebagai istrinya yang tak dicintainya karena perjodohan yang direncanakan Orang tua Ardan dengan ancaman kalau menolak semua aset kekayaan akan papanya ambil alih.tentu Ardan tidak mau kehilangan semua itu ia tidak bisa hidup tanpa harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Masih flashback
Hai para reader dukung Author dengan like,vote,dan komen ya semoga kalian menyukai karya ku ini ya🤗
happy reading.....
gadis kecil berkepang dua itu pun hanya menangis karena ketakutan.Suasana malam yang sepi ditambah hujan rintik membuatnya beringsut duduk di tepi jalan.
"Mama Icha Takut ma,,,,,,"Suara nya yang mulai serak akibat tangis nya dan saat tadi Ia berteriak memanggil kedua orang tuanya.
Sebuah tangan hangat menyentuh pundaknya.dan tak ada lagi tetesan air hujan mengenai tubuh gadis kecil itu.
Icha mengangkat kepalanya untuk melihat seseorang yang menyentuhnya.
"Ibu siapa????"Tanya Icha pada seseorang wanita paruh baya yang kini sudah didekatnya dan memayunginya juga.
"Anak manis kok nangis disini,ayo masuk kedalam bersama ibu"Ajak Ningsih nama Ibu pemilik panti Asuhan Kasih Bunda.
Gadis kecil itu terlihat ragu dengan orang yang baru dikenalnya dan Ningsih tau akan pikiran gadis kecil di hadapannya.
"Ibu bukan orang jahat,jangan takut ya.Ibu tinggal dirumah ini"Ningsih menunjuk rumah panti asuhan nya.
"Siapa namanya"
"Icha,,,Bu"ucap nya pelan
"Nama yang cantik seperti orangnya"Ningsih sengaja memberikan pujian pada Icha agar gadis kecil ini mau tersenyum dan caranya berhasil.
"Yuks,,ikut ibu masuk kedalam,lihat hujannya udah semakin deras"Bu Ningsih Mengulurkan tanganya sedikit ragu akhirnya Icha menyambut tangan Bu ningsih.
Tadi Bu Ningsih lupa menutup Korden jendela saat ingin menutupnya melihat Dua orang tergesa-gesa masuk mobil.
kejadiannya sangat cepat Bu Ningsih juga tak dapat mengejar dan melihat langsung orang yang tega meninggalkan gadis mungil ini.
Selama dipanti asuhan Icha mendapatkan kasih sayang dari Bu Ningsih,dan semua teman-teman bernasib seperti Icha juga sangat menyayanginya.mereka saling memberi support.
Bu Ningsih merasa curiga dan menghampirinya"Sedang apa disini???"
Pria itu sedikit terkejut saat Bu Ningsih tiba-tiba berada didekatnya.
"Hanya berjalan-jalan Bu"pria itu memberi alasan
Bu Ningsih tak percaya namun tak bisa berbuat banyak,Pria itu mengeluarkan ponselnya dan mendapat panggilan seseorang.
Melihat Bu Ningsih masih diam ditempat,pria itu memilih menjauh untuk menerima panggilannya.
Merasa penasaran Bu Ningsih mengikuti pria tersebut dan bersembunyi ditempat yang aman namun masih mendengar suara pria itu.
"Hallo Bos,,,,,,"
"Apa kamu sudah dipanti Asuhan itu"
"Sudah Bos,cuma aku belum menemukan Anak bernama Icha"
Mendengar nama Icha disebut,Bu Ningsih merasa khawatir.
"Icha,apa yang ingin dia lakukan pada anakku"
"Tunggu perintahku selanjutnya,sebaiknya awasin saja panti asuhan itu"Perintah seseorang dari seberang telpon
"Baik Bos"pria itu pun mengakhiri panggilannya.
Bu Ningsih menunggu pria itu menjauh baru dia keluar dari persembunyiannya dan berlari kearah panti asuhan.
"Icha,,,,"
"Iya Bu"gadis kecil yang kini sudah berumur 6 tahun itu mendekati Bu Ningsih.
"Mulai sekarang Ibu akan mengganti nama Icha,bila ada yang bertanya tentang Icha bilang kalian semua tidak tau kalian mengerti"
Walau masih bingung semua anak panti menggangguk setuju.
"Ibu akan mengganti namamu "Tisha silvalia,kamu suka nama itu sayang"Bu Ningsih membelai lembut pipi Icha.
"Suka,,,nama yang bagus"ucap Icha Polos
"Ingat jangan berbicara dengan dengan orang asing,sekarang kalian tidur,besok kita akan segera pindah Panti asuhan"
Seorang donatur meminta Bu Ningsih untuk menepati satu rumah miliknya yang tidak terpakai,melihat keadaan panti yang mulai rusak.
"Baik Bu,,"jawab mereka semua serentak
Tanpa mereka sadari malam ini akan ada peristiwa tragis yang akan menjadi kenangan buruk bagi mereka yang selamat saat seseorang membakar Panti asuhan itu.
"Kebakaran,kebakaran"Bu Ningsih mendengar kegaduhan diluar membuatnya terbangun dan melihat kearah jam 2 dini hari.
"Asap apa ini,uhukkkkkk,uhukkkkkkkkk"Bu Ningsih terbatuk melihat Asap mengepul Bu Ningsih tersadar terjadi kebakaran di panti asuhannya.
"Anak-anak,,!!!!!!!"histeris Ningsih dan berlari keluar kamarnya,Api berkobar semua warga berusaha memadamkan api
Anak-anak yang ketakutan bersandar Kedinding ngeri melihat api yang sudah menyala besar.
"Abel,Indah,Ruri,Rina cepat selamatkan adik-adik mu,bantu mereka keluar"Perintah Ningsih pada anak asuhannya yang sudah remaja.dengan mengumpulkan keberanian Mereka pun menerobos api.dan disambut cepat oleh Warga.tidak ada warga yang berani masuk Api semakin membesar.
"Tisha,,,,,dimana kamu nak"Ningsih terus mencari Tisha karena tidak melihatnya keluar bersama anak yang lain.
"Bu,,,Bu,,,Tisha disini hikssssss,hiksssss"Api sudah mengelilingi nya.
Saat bangunan hampir runtuh dengan cepat Ningsih berlari dan mendorong Tisha.
Brukkkkkkkkkkkkkk,,,,,,Runtuhan kayu yang terbakar mengenai kepala Bu Ningsih yang mencoba melindungi Tisha.
"Akhhh,,,,,,,,,,,,,,,"Teriak Tisha Histeris
Seorang pemadam menyelamatkan Tisha,namun kedatangan mereka sudah sangat terlambat.
"ibu,,,,jangan tinggalin Tisha,,,,,,,,"inilah selalu Tisha sebut dalam Mimpinya.