Ashila Nur Hamidah
Seorang hijabers cantik dan baik yang dijodohkan orang tuanya dengan Rayhan Yahya Al-abshory, seorang yang menabraknya pada saat berangkat ke kampus.
Rayhan Yahya Al-abshory
seorang lelaki tampan bak pangeran kerajaan tetapi mempunyai sifat dingin dan selalu bertindak semena mena, dia adalah seorang CEO ternama yang mempunyai banyak perusahaan terkenal, dia merasa terkejut karena dia di jodohkan oleh orang tua nya dengan wanita yang tak dikenalnya.
Akankah mereka menerima perjodohan ini????
tunggu kelanjutannya hanya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamidah.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Panggilan Baru
"Makasih ya, Mas." ucap Ashila setelah suaminya itu menurunkan dirinya di tempat tidur.
"Kamu bilang apa tadi?"
"Makasih."
"Setelah kata makasih kamu bilang apa lagi?"
"Mas."
"Kamu panggil saya Mas?"
"Memangnya kenapa? Gak boleh? Para perempuan kecentilan itu ajah bebas banget godain kamu, pake kata 'Mas' segala lagi. Masa aku sebagai istri kamu gak boleh panggil Mas." cerocos Ashila.
"Sebentar.. Para perempuan kecentilan itu siapa sih?"
"Perempuan yang di taman komplek tadi."
Rayhan menatap Ashila dengan tatapan menyelidik. "Kenapa kamu liatin aku kayak gitu?" tanya Ashila sambil menaikkan sebelah alisnya.
Rayhan mendekatkan wajahnya pada wajah Ashila, membuat Ashila mundur sampai kebelakang. Namun naas, Ashila terjebak di kepala tempat tidur dan tangan kekar suaminya itu sudah mengunci pergerakan tubuhnya.
"K-kamu mau ngapain?" tanya Ashila tergagap.
"Kamu.." Rayhan semakin memajukan wajahnya hingga jarak mereka hanya beberapa centimeter saja, bahkan mereka dapat merasakan hembusan napas masing-masing. "Cemburu, ya." lanjut Rayhan sambil menyunggingkan bibirnya.
"E-enggak, siapa yang cemburu, aku cuma gak suka ngeliat orang yang suka godain suami orang." ucap Ashila gugup.
"Yang bener?" Rayhan semakin mendekatkan wajahnya dan hampir saja hidung mereka bersentuhan.
Ceklek!
Pintu kamar Rayhan dan Ashila pun terbuka. "Ekhem." suara deheman langsung menyadarkan dua insan yang saling bertatapan dan membuat keduanya gelagapan.
"Heee! Sorry. Aku ganggu, ya." ucap Kayla sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dan langsung menutup pintu kembali.
Rayhan pun langsung menjauhkan wajahnya dari Ashila. Ia beringsut dari dari kasur dan melangkah keluar kamar.
Baru dua langkah Rayhan berjalan, ia berbalik menatap Ashila. "Sekarang dan seterusnya kamu harus panggil saya Mas." ucap Rayhan kemudian pergi keluar kamar.
***
Tak lama kemudian, Rayhan kembali lagi ke kamar sambil membawa nampan berisi makanan dan segelas air.
"Ayo makan, saya suapin." ucap Rayhan sambil duduk di tepi tempat tidur.
"Gak usah! Aku punya tangan sendiri kok. Yang sakit kan kaki, bukan tangan. Jadi aku bisa makan sendiri."
"Yaudah kalo gitu kamu yang suapin saya." ucap Rayhan menyodorkan piring yang dipegangnya pada Ashila.
"Kamu kan punya tangan sendiri, kenapa harus disuapin."
"Tangan saya pegel, abis gendong kamu. Jadi, sebagai bayarannya kamu harus suapin saya."
"Ooh jadi kamu gak ikhlas gendong aku?"
"Ikhlas kok. Cuman satu hal yang harus kamu tau kalo di dunia ini itu gak ada yang gratis!"
"Oke deh aku suapin. Terus kita makan satu piring, nih?"
"Iyalah. Kan saya cuman bawa satu piring."
"Satu sendok juga. Berarti..." Ashila memelototkan matanya sambil membayangkan sesuatu.
"Berarti kalo kita makan satu sendok, secara gak langsung kita ciuman. Itu kan maksud kamu?"
Mendengar kata ciuman, seketika Ashila jadi teringat mimpinya bahwa orang yang ada di depannya ini mencium bibirnya.
Begitu pun Rayhan, ia juga teringat ketika ia mencium bibir istrinya semalam.
"Nih aa.." Ashila menyendokan makanan di piring dan menyuapkannya pada Rayhan.
Rayhan pun menerima suapan Ashila. "Ininya yang banyak." ucap Rayhan menunjuk ikan dalam piring yang dipegang Ashila.
****
Malam hari sehabis isya Ashila dan Kayla tengah memakan cemilan sambil menonton film romantis di televisi ruang tamu.
"Kak Shila.."
"Hemz." balas Ashila masih tetap fokus melihat televisi.
"Apa Kakak bahagia menikah dengan Kak Rayhan?"
Ashila yang terus memakan cemilan tiba-tiba berhenti, ia menoleh ke arah Adik iparnya.
"Kenapa kamu nanya kayak gitu?"
"Yah aku nanya ajah."
"Kakak gak tau harus jawab kayak gimana, Kay."
"Maksudnya?"
"Kamu tau kan Kakak sama Kakak kamu itu menikah karena dijodohkan. Ya kami pasti butuh yang namanya adaptasi, Kay."
"Kakak tau gak, dulu Kak Rayhan itu..." Suara dering di ponselnya menghentikan Kayla yang sedang berbicara. Ia meraih ponselnya. "Kak, temen aku nelepon. Aku tinggal dulu ya. Entar kita lanjut lagi ngobrolnya. Aku mau ceritain semua tentang Kak Rayhan." ucap Kayla berlalu pergi menuju tangga.
Ashila hanya menganggukan kepalanya, ia kembali memakan cemilannya, tiba-tiba rasa penasaran muncul pada dirinya. "Sebenarnya Mas Rayhan dulu kenapa, ya? Kok muka Kayla tadi kayaknya serius banget?" tanya Ashila pada diri sendiri.
"Mending aku ke kamar ajah deh, udah ngantuk juga." Ashila mematikan televisi lalu pergi menuju kamarnya.
SEKRANG KATANX CINTA SAMA SUAMI??
MENJIJIKKAN WANITA SAMPAH