NovelToon NovelToon
Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Status: tamat
Genre:Fantasi / Barat / Tamat
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Marlia

Tidak ada seorang raja dan seorang ratu, mereka hanyalah keturunan dan pewaris leluhur.

Tidak ada kerajaan, mereka tinggal dan hidup bersama beberapa manusia lainnya.

Tetapi tetua akan selalu ada sebagai penengah dari semuanya dan mereka terbagi menjadi beberapa golongan yaitu Ducis, Feroces, Civitas.
Sampai suatu waktu, warna bulu menjadi masalah besar bagi Tetua G, mereka akan mencari 'mereka yang berbeda dari yang lainnya' yang hidup bersama para golongan.

(Up 1 kali dalam 2/3 hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Marlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Dunia Sihir

'Sesuatu yang sudah berulang kali kita perjuangkan agar terwujud seperti yang kita harapkan, itu menunggu waktu untuk dapat bisa menjadi milik kita seutuhnya.'

Kalimat itu dulu sering Lyra dengar saat masih dalam rangkulan Peal, kemudian Peal akan menunjukkan beberapa bintang dan menamainya seperti yang dia inginkan. Usianya baru masuk tujuh tahun dan waktu itu rasanya hidupnya baik-baik saja sampai pada akhirnya dia mengenal apa itu beban hidup yang akan selalu dia pikul, sekalipun dia sedang tertidur.

Saat dia sedang memperhatikan dua gumpalan besar di hadapannya yang salah satunya bergerak, Lyra melirik Chrysler sekilas, dia rupanya memperhatikan jamur Jack O' Lantern di pinggiran jalan utama.

"Apakah itu Rick?" tanyanya seraya menunjuk gumpalan lain yang tidak menunjukkan tanda-tanda adanya sesuatu yang hidup di baliknya.

"Ah, aku tidak tahu namanya, tapi lelaki ini tadinya terhipnotis, sehingga kesadarannya agak lambat untuk pulih." sahut Chrysler ketika menyadari Lyra berbicara lagi.

Dia bergidik ngeri, entah seperti apa rasanya terhipnotis. Padahal dia melihat Rick baik-baik saja, tetapi rupanya selama itu dia di pengaruhi oleh si mata merah. Menyadari hal yang membuatnya bingung itu, tanpa basa basi dia menanyakan soal itu kepada Chrysler secara langsung.

"Apakah kau bisa menghipnotis?" tanyanya.

Chrysler agak terkejut, "aku?" dia menunjuk dirinya sendiri. "sebenarnya, kami para penyihir tidak bisa melakukan semuanya, termasuk melakukan hipnotis. Tapi ada beberapa dari kami yang bisa melakukannya." balasnya. "Berbeda dengan vampir, hampir semua populasi mereka yang ada di bumi, mereka bisa mempengaruhi pikiran semua mahkluk."

"Vampir?" kedengarannya Chrysler sedang bercanda. "Mana mungkin.." Lyra terdiam melihat wajah Chrysler pias seketika saat dia tertawa.

Chrysler hanya melihatnya tanpa membuka mulutnya sama sekali, dia hanya menatap Lyra terdiam tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Lyra mencoba melambai-lambaikan tangannya di depan wajahnya dan Chrysler langsung menghembuskan napas dan mengalihkan wajahnya dari Lyra.

"Maaf," katanya. "Seharusnya aku tidak tertawa, aku, aku hanya.. Tidak percaya akan hal itu."

"Kalau kau ada, mereka juga ada." dia bangkit dari duduknya.

Lyra mendengar suara Irish meneriaki Chrysler, saat Lyra mengintip, tangannya melambai-lambai seakan memberi tanda. Chrysler yang sudah berdiri membentangkan kedua tangannya di udara seperti mencoba menangkap udara, dia menghadap lurus ke jalan utama.

Chrysler melihatnya sekilas, "tetap di situ, jangan menyentuh dan melihat apapun." lalu Chrysler mengeluarkan suara aneh.

Yang terjadi setelahnya adalah kabut hitam pekat datang dari seluruh penjuru jalanan utama, kabut tersebut sesekali mengeluarkan aliran listrik berwarna ungu dan memiliki percikan api-api kecil kekuningan yang biasa muncul saat tukang las karbit mengerjakan pengelasan. Sementara itu Chrysler terus mengeluarkan suara seperti merapal kan mantra dan Lyra yang di penuhi rasa penasaran ikut berdiri di belakangnya.

"Alohomora!" kedua tangan Chrysler memegang sesuatu yang mengeluarkan cahaya terang, dia memegang benda tersebut tetapi tidak menyentuhnya secara langsung, benda itu melayang di antara kedua tangannya.

Lyra tidak mampu melihat cahaya itu lebih lama sampai-sampai dia harus menunduk dan menutup mata dengan kedua tangannya, entah apa yang terjadi setelahnya tetapi dia menyadari kalau dia sudah terbaring di samping gumpalan besar. Matanya rasanya sakit dan tidak dapat melihat secercah cahaya pun, dia merasa seolah kehilangan penglihatan.

***

"Kau sudah merasa lebih baik?" dia mengenal suara itu.

Kemudian Lyra membuka matanya dan menemukan seseorang berdiri di sampingnya, "aku pingsan, ya?" tanyanya, agak malu.

Orang itu tersenyum kecut, kedua bibirnya maju beberapa inci. "Chrysler sudah memperingatkan, tapi aku tahu hal itu memang membuat penasaran." balasnya lalu duduk di samping Lyra yang masih terbaring lemah.

Dia sadar, bahwa dia sudah berada di tempat yang berbeda, karena dia pingsan—hal ini terjadi untuk kedua kalinya—dia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Dia terbaring dengan lengan yang agak sakit, bekas luka itu tiba-tiba saja berdenyut.

"Jangan khawatir, kau istirahat saja dulu, semuanya aman kok. Kita sudah sampai di tempat perkemahan para penyihir dan terimakasih atas tumpangannya." Irish memberikannya teh herbal hangat yang asapnya masih mengepul di atas mug besar berwarna putih bergagang yang terbuat dari bahan batu giok.

Bukankah batu itu begitu langka untuk di sana? Pikirnya.

"Apa lenganmu terasa sakit?"

Lyra menerima mug itu dengan pergerakan lambat, "ku rasa lenganku yang ini jatuh lebih dulu, rasanya berdenyut-denyut." balasnya mengakui.

"Kalau begitu istirahatlah dulu, saat rasanya sudah leboh mendingan, aku mungkin sudah mendapatkan obat penawarnya." Irish langsung bangkit lalu berbalik dan meninggalkannya sendirian di sana.

Sebelum Irish akan menghilang dari pandangannya, Lyra cepat-cepat memanggilnya. "hei Irish," dia menoleh melihatnya, "terimakasih." lanjutnya.

Dia mengangguk sambil tersenyum sebagai balasannya.

Saat sedang bertanya-tanya tentang bagaimana keadaan Sean sekaligus khawatir dengan kondisinya, tiba-tiba suara dari luar tenda perkemahan yang lumayan besar itu membuatnya setengah penasaran dengan apa yang terjadi.

Dia pikir tadinya tempat ini hanya perkemahan biasa seperti Bukit Perkemahan pemburu Feroces, tetapi saat dia melangkah keluar tenda, penampakan itu tidak membuatnya percaya sama sekali. Tempat itu luas dan penuh dengan jajaran tenda di setiap pinggirannya, juga beberapa pondok kecil seukuran 2 × 3 yang isinya penuh dengan tanaman hijau dan beberapa ada yang berwarna aneh, seperti ungu dan biru. Di tengah-tengah tempat itu di hiasi kolam kecil dan pinggiran kolamnya di hiasi tanaman pula, dia pikir awalnya itu hanya kolam biasa. Namun, ternyata dia salah, saat dia melihat lebih dekat, di dalam kolam itu terdapat air mancur yang mengeluarkan cahaya terang seolah memiliki lampu. Dia tidak henti-hentinya menggelengkan kepala karena tidak percaya dengan apa yang saat itu dia lihat.

Dia masih mencari-cari dari mana keributan itu berasal dan rupanya matanya langsung mendapati sosok Chrysler di antara kerumunan di dekat pohon besar yang sudah mati. Mau tidak mau Lyra berjalan mendekatinya.

"Oh, Lyra." Chrysler rupanya menyadari kehadiran Lyra di sampingnya.

Lyra menyunggingkan senyum, "apa yang kau lakukan?" tanyanya.

"Ah, ya, aku sedang merekrut anggota kelompok. Maksudku, ya, kami akan melakukan aksi-aksi menakjubkan untuk ditampilkan saat malam nanti." dia menulis satu persatu nama orang-orang dari gulungan kertas yang datang padanya dengan cara melayang.

Awalnya dia mencari-cari dari mana semua kertas itu berasal, tetapi rupanya Chrysler sendiri yang menggerakkan kertas itu menuju ke arahnya. Entah kenapa rasanya iri melihat kehebatan mereka, bahkan dia tidak habis pikir bagaimana hal itu benar-benar terjadi di depan matanya.

"Kau ketuanya?" tanya Lyra basa-basi. "Apakah semua penyihir di bebaskan melakukan sihir apapun di sini?" tanya Lyra lagi.

"Tidak juga, tetapi Nona Yue sudah menetapkan aturan dan siapa yang melanggar akan mendapatkan sanksi." balas Chrysler, matanya masih melihat ke buku. "Eh, tidak kok. Aku bercanda." tukasnya tiba-tiba karena mungkin tidak mendengarkan jawaban dari Lyra. "Nona Yue hanya tidak suka dengan kekerasan, jadi dia menjunjung tinggi kedamaian di tempat kuasanya. Kami sebagai penyihir sekaligus anak didiknya, sangat berterimakasih padanya sebab kami bisa datang kemari dan pergi sesuka hati. Dia hanya memberikan kami tempat tinggal, karena beberapa dari kami memang suka berpetualang."

Lyra mengangguk seraya menghirup udara segar yang datang dari pepohonan rindang menjelang sore itu. "Sepertinya aku ingin tinggal lebih lama." ucapnya pelan.

Chrysler melihatnya, dia menutup bukunya. Matanya berbinar, "aku menjamin dengan nyawa taruhannya kalau tempat ini benar-benar aman. Nona Yue membuatnya dengan sihir yang tidak kalah hebat dengan leluhur kami sebelum-sebelumnya. Dia bilang tempat ini adalah dunia sihir."

Apa benar boleh begitu? Lalu siapa sih Nona Yue yang sejak tadi disebutkan Chrysler? Apakah orang itu benar-benar yang paling berpengaruh di tempat ini? Atau mungkin dia memang seseorang yang menciptakan dunia sihir itu? Lyra bertanya pada dirinya sendiri seolah akan menemukan jawabannya saja.

"Oh, ya, kau mau ku antar berkeliling sebentar?" tawarnya.

"Bukankah kau masih sibuk?"

"Tidak juga, aku akan mengumumkannya sekitar sepuluh menit lagi. Lagipula, aksi ini hanya untuk hiburan. Menurut Nona Yue, semua orang bahkan dewa sekalipun membutuhkan hiburan dalam hidupnya." balasnya.

"Kau sejak tadi menyebut Nona Yue, tapi kau tidak mengatakan siapa dia." Lyra akhirnya mendengus kesal.

Chrysler tertawa, dia berjalan meninggalkan beberapa orang yang masih ada di sana entah untuk apa sambil melambaikan tangan kemudian berkata "sepuluh menit!" dengan tegas.

Mau tak mau, Lyra ikut menyusulnya dan mencoba mengiringi langkahnya yang lebar, dia baru sadar kalau Chrysler cukup tinggi di banding Sean. Meskipun memang tubuh Sean tegap berisi, tetapi Sean hanya sedikit lebih tinggi beberapa senti dengannya. Dengan masih memegang buku di tangan kanannya, Chrysler membenarkan rambutnya. Sementara Lyra memperhatikan sambil mengomel dalam hati.

"Saat usiaku beranjak tiga belas tahun," Chrysler bersuara, "Peony mengajakku kemari sambil berpetualang mencari beberapa obat herbal. Dia sengaja mampir kemari hanya untuk sekedar mengenalkan ku kepada penyihir lainnya agar suatu waktu saat sedang berpetualang dan tidak sengaja bertemu di jalan, kami tidak akan salah sangka. Kemudian Peony mengatakan padaku kalau ini adalah dunia sihir yang dibuat penyihir hebat." mereka masih berjalan dengan santai dan beberapa orang yang berada di depan tenda mereka memanggil Chrysler. "Ku pikir awalnya itu hanya omong kosong," Chrysler terkekeh, "sampai pada akhirnya aku melihat itu." Chrysler melihat ke atas, Lyra mengikutinya tetapi tidak ada apa-apa.

"Kau lihat apa?" tanyanya yang setengah mati penasaran.

"Itu." Chrysler mendorongnya pelan agar maju satu langkah lagi, kemudian Chrysler berjalan ke depan wajah Lyra dan menjentikkan jemarinya tepat di dahi Lyra.

Sesuatu seperti bintang yang berkedip-kedip muncul dari jentik kan jemarinya dan sedetik kemudian sesuatu ikut muncul di belakang Chrysler, hal itu bukan berasal dari cerita dongeng anak-anak tetapi benar-benar di dunia nyata. Sebuah tangga besar dari bebatuan dengan permukaan yang rata, menuju ke atas dimana ada sebuah bangunan berdiri tanpa pondasi yang menyentuh tanah di bawahnya, bangunan itu benar-benar melayang. Jika dalam cerita dongeng, bangunan itu disebut sebagai kerajaan, dimana raja dan ratu beserta pangeran dan putri hidup di dalamnya.

"Apa kau harus melakukan hal yang barusan?" tanya Lyra tanpa memindahkan wajahnya untuk melihat Chrysler.

Chrysler mengangguk, "tidak semua orang bisa melihatnya, kecuali ada seseorang yang memang sudah lama tinggal di tempat ini dan memberikan mu izin untuk melihatnya."

Lyra masih belum ingin memindahkan tatapannya. "Jadi.." aku bahkan tidak bisa berkata-kata lagi. "Nona Yue adalah.."

"Seorang Ratu di dunia sihirnya." sambung Chrysler.[]

1
Uti Dewi
suka ceritanya👍👍
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi nambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
Auriell Zeta
Bagus kak❤❤

Maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya
Nureti
Hai kak 👋
Sukses iya untuk karyanya.

Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Helena Samuel
Unik ceritanya ...bagus
IndahNC: Permisi kak, numpang promo ya♡ mari buat kakak2 semua yang suka novel bergenre romance and teen. Bisa singgah ke karya saya, baik yang judul 'Kamu Tidak Sendiri' ataupun 'Benci Jadi Cinta'😉 kritik dan saran dari kalian adalah apresiasi untuk saya. Buat kakak2 semua yang berkenan jangan lupa mampir♡ di tunggu kak. Mksh
total 1 replies
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Ulva Dillah
hai kak aku mampir nih bawa boom like+rate+comment. oh iya kak cerita kak bagus banget👍😍. di tungguh yah kak up selanjutnya. boleh nih mampir di lapak aku"antara cinta dan pengorbanan". makasih kak🤗🤗
Yelda Artika Saputri
hai kakak author , aku mampir nih bawa 36 like + rate+comment .Ceritanya bagus banget , penulisan nya juga rapi .Enak dibaca .Semangat terus ya kak up nya .Ditunggu up selanjutnya .Boleh nih mampir di lapak aku" Dendam atau cinta" .Makasih kakak🤗🤗🤗🤗🤗
Author Vanda: izin promo Thor

mampir yuk di novelku The president daughter and mafia

terima kasih 🌹
total 2 replies
Auriell Zeta
Bagus kak❤

Maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya...
Nalika Junaedi
Ditunggu kelanjutannya
PROMISE🌺
Hallo kk aku mampir membawa like rate fav untukmu 🤗 semangat terus kk feedback karya aku yuk ditunggu kedatangannya 🤗
Nalika Junaedi
Semangat Lyra
fleurlovin
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya~
☁️ ▸ ℝℂℍ ⋆ ࣪. ⩇⩇ || Hiatus
Hai kak,jangan lupa feedback nya "Terlahir menjadi ratu Antagonis" aku tunggu ya!
.
Oh ya cerita nya bagus kos 😆
Nalika Junaedi
Serasa nonton film
dia_
TEMPERATUR OF LOVE 🍁 (18+) dan JEBAKAN UNTUK PERNIKAHAN 🌵 (18+) izin memberikan boom like..

terus semangat berkarya Author terkece 🤩
Pratiwi Rahmadani: izin promosi kak saya baru saja membuat novel tentang cinta & benci mari kak mampir kenovel saya
total 3 replies
Nalika Junaedi
Semangat thor
Nalika Junaedi
Semangat thor...
keren novelnya
Rina Marlia: terimakasihhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!