NovelToon NovelToon
Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Misteri
Popularitas:16.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asabernisletih

Perhatian–perhatian cerita ini beralur lambat. Harap bersabar menanti ceritanya ya .... 😁

Gea Agatha adalah seorang wanita berusia 21 tahun yang hidup mandiri. Gea berusaha hidup menjauh dari keluarganya yang membencinya. Wanita mandiri itu memiliki seorang kekasih bernama Davin Angkara.

Suatu hari, mereka mengikrarkan janji sehidup semati. Namun naas, Gea malah dikhianati oleh kekasihnya di hari pernikahannya yang membuatnya harus berada pada keadaan yang lebih mengecewakan. Hari itu juga, ia bertemu dengan Briel, seorang laki-laki yang juga harus menikah di hari itu juga yang sama sekali tidak Gea kenal, memaksa Gea untuk menikah dengannya karena suatu kesalahpahaman.

Mereka berdua mengarungi bahtera rumah tangga yang diterpa berbagai macam musim.

Akankah Gea dan Briel bisa melewati semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asabernisletih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. H-1

Melamun.

Itulah kegiatan yang Briel lakukan saat ini. Raganya memang ada disini namun pikirannya melayang-layang entah kemana. Ia berusaha menemukan suatu jawaban yang mengganggu di pikirannya. Briel menyandarkan punggungnya pada sofa yang ada di dalam jet pribadinya. Di tangannya telah ia pegang gelas berisi red wine. Ia menyesap wine itu sedikit demi sedikit.

"Ada apa ini? Kanapa aku merasa tidak nyaman? Apa yang akan terjadi? "

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di dalam benaknya saat ini, silih berganti. Briel merasakan sesuatu yang aneh menelusup di dalam hatinya. Ia merasa ada suatu hal besar yang akan terjadi. Namun ia tak kunjung mengetahui jawabannya.

"Bos,"

Satu kata yang keluar dari mulut Adam hanya menjadi angin lalu bagi Briel. Ia bergeming, dengan tatapan mata yang lurus ke depan. Respon Briel yang seperti itu membuat Adam bertanya-tanya.

"Apa yang terjadi dengannya?"

Pyarr

Gelas yang Briel pegang jatuh tatkala kata "Bos" keluar lagi dari mulut Adam yang disertai dengan sentuhan ringan di pundak sang atasan untuk mendapat perhatian dari bosnya itu. Ia ingin menyampaikan suatu hal penting berkaitan dengan perusahaan.

Gelas yang pecah itu membuyarkan lamunan Briel.

"Maaf, Bos."

Adam berbicara seraya membungkukkan badannya. Ia tidak enak hati telah mengagetkan bosnya, walaupun tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.

Briel mengangkat tanganya ke depan, sebatas dadanya. "Tidak apa, Dam. Tolong bersihkan saja pecahannya! Aku mau tidur dulu."

"Tapi Bos...."

Adam mengurungkan niatnya untuk memberitahu Briel. Briel sudah berlalu meninggalkan Adam di sana. Adam terheran-heran dibuatnya.

"Ada apa dengannya? Apa jangan-jangan Bos Briel mulai gila beneran lagi?" gumamnya lirih. Ia mengurungkan niatnya untuk mengatai Briel gila secara terang-terangan di depannya karena ia merasa iba melihat bosnya cukup kacau untuk saat ini. Ia tidak habis pikir bosnya akan seperti itu saat ini.

🍂

"Bunda.... " teriak seorang wanita yang tak lain adalah calon menantu Tere.

"Iya, Sayang," ucap Tere sembari memeluk calon menantunya dengan rasa sayang.

"Aku kangen, Bun." Ia semakin memeluk erat calon mertuanya itu.

"Ah, manisnya camenku ini."

Tere mengelus pelan pipi calon menantunya itu. Sang calon menantu melemparkan senyum manisnya sebagai jawaban untuk sang calon mertua. Tingkahnya sangat menggemaskan di matanya.

"Sela, kamu ke sini sendirian?" tanya Tere. Ia mencari-cari orang yang mungkin bersama dengan Sela, namun ia tak menemukan siapapun yang datang bersama Sela.

"Iya, Bun."

"Dimana orang tuamu atau kakakmu?"

"Dad dan Mom tengah menemui rekan bisnis mereka. Kalau Abang, biasalah Bun. Dia selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya," jelasnya seraya menyunggingkan senyum manisnya.

Tere memakluminya. Ia tidak heran jika mereka sibuk karena mereka mengurus perusahaan mereka sendiri. Sedangkan Frans tidak begitu sibuk karena ia mempunyai orang kepercayaan yang dipercaya untuk mengelola perusahaannya sehingga sering kali Frans bisa pulang lebih cepat.

Sela celingukan mencari seseorang. "Dimana Briel, Bun?"

Seketika wajah Tere lesu. Ia juga bingung. Kenapa anaknya tak kunjung pulang, padahal ini sudah satu hari menjelang pernikahan sesuai dengan janji Briel. Sela tersenyum tatkala ia melihat perubahan raut muka Tere.

"Bun, mungkin Briel masih ada di dalam pesawat saat ini. Kan ini masih sore, Bun. Mungkin beberapa jam lagi ia akan sampai juga."

Sela mencoba untuk berpikir positif. Dan ternyata benar. Ucapan Sela cukup menenangkan bagi Tere. Tere memeluk kembali calon menantunya itu. Dengan senang hati Sela menerima pelukan hangat itu.

"Emmm… semoga kalian benar-benar berjodoh," ucap Tere sambil terus memeluk Sela.

"Wah wah wah... kenapa ayah gak diajak ikut berpelukan nih?"

Ucapan seorang laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Frans membuat mereka berdua saling melepaskan pelukan mereka. Mereka saling melempar senyum.

"Sudah lama, Sel?"

"Belum, Yah. Baru aja."

Sela segera mencium punggung tangan calon ayah mertuanya itu.

"Kamu mau cari Briel ya? Nggak sabar pengin lihat Briel secara langsung?"

Tebakan Frans benar. Sela tersipu ketika ia mengucapkan dua kalimat tanya itu.

"Iya, Yah" ucapnya malu-malu. Frans dan Tere terkekeh melihat tingkah laku sang calon menantu yang malu-malu.

"Yah, jangan digodain dong calon menantunya. Malu tuh dia."

Frans tertawa. " Iya, Bun."

Frans mengarahkan perhatiannya kepada Sela. "Sabar aja ya. Sekitar enam sampai tujuh jam-an lagi Briel sudah sampai kok. Tadi asistennya memberitahu ayah."

"Yahh tengah malem dong, Yah?" ucap Sela.

Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia ingin sekali bertemu dengan Briel sebelum menikah. Harapannya telah pupus. Namun itulah yang diinginkan Briel. Ia tidak mau melihat calon istrinya sebelum ia melangsungkan pernikahannya. Tere mengelus pundak Sela dengan lembut.

"Sudah ya, mari kita masuk saja. Kita lanjut berbincang di dalam saja," ajak Frans.

"Bagaimana kabar calon besan?" tanyanya sambil terus berjalan.

"Baik, Yah. Mereka berdua sehat."

Mereka bertiga beriringan masuk ke dalam rumah.

🍂

"Tunggu waktuku, Gea. Besok aku akan melihatmu nangis darah di depanku."

Dela tersenyum miring. Ia tak sabar menunggu hari esok segera tiba.

🍂

//

Happy reading all, jangan lupa bahagia 💕💕

1
Rumini Parto Sentono
Luar biasa
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
Biasa
Herlianti Amrah
mengandung bawang Thor
Herlianti Amrah
bagus
feliciya ayu
,👍👍👍👍
Dewi R Tumu
kenapa d pnggil bang hrsnya mas aja biar enak gitu bacanya
Enung Samsiah
dasar bril kamu baru nyadar dri tadi bodoh +maksa lgi,,,, kasian ayu gara" kakanya sidavin , udah pke bju pngntin nggk kebagian mmpelai😂😂,, jodoh memng ada d tngn autor,,, ada ada aja 😂😂😂
Enung Samsiah
ayu lngsung nikah aja sm adam
Enung Samsiah
untung gereja sm hotel deket jdi gea bisa jdi nikah meski salah orang sih,,, mungkin fasturnya yg tdi ya,, 😂😂
Enung Samsiah
davin sm dela pasangn yg sngt cocok
Enung Samsiah
buknnya gea+hendri+Bima pd pintar tp knpa tdk bisa melihat susi devin anehhhhh,,,,
Enung Samsiah
potonya kurang satu ya???
Isabell Serinah
seasson2 lagi plseeee
Dia Jeng
akhirnya happy ending....ditunggu ektra part nya thor🙏🙏🙏
Riska Ridwan Siska
ternyata Gea gak jadi meninggal dan menikah dengan Gaza yg jadi bucin akut, bahagia selalu Briel dan Gea

Makasi thor ceritanya bagus, meski up nya lama tapi gpp
ditunggu karya selanjutnya
Dia Jeng
thor benarkah ini😭😭😭
🕯️: penginnya benar apa tidak ini kak 😭😭
total 1 replies
Dia Jeng
akhirnya bisa up lg thor
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍😭😭😭
Elsa Rahma
harian aja Thor
tetap semangat berkarya
Riska Ridwan Siska
setelah sekian lama akhirnya up juga....thor gak ada cita2 mau up dobel malam ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!