ARC 1 - Reruntuhan Kuno Dimensi ~ END
Sekte Qingyun adalah salah satu dari sekte-sekte besar di benua itu. Murid-muridnya berbakat, dengan kekuatan mereka masing-masing mereka berlomba-lomba untuk menjadi lebih kuat mencapai puncak di sekte itu.
Namun, ada seseorang yang tak bisa melakukan semua itu... Yun Zhi namanya, dia memiliki tubuh yang begitu lemah, membuatnya tak bisa berkultivasi seperti yang lain. Sampai pada akhirnya ia ditemukan dengan wanita cantik yang akan membuatnya lebih kuat.
Ini akan menjadi perjalanan panjangnya, yang terlemah menjadi yang terkuat.
BUAT YG MAU NANYA "KAPAN MC-NYA OP?" MCNYA OP DI BAB 20AN!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Yun Zhi Menang?
Feng Shan, yang sebelumnya berniat membantu Yun Zhi, kini mengubah pikirannya sepenuhnya. Matanya terpaku pada pertarungan yang berlangsung di udara. Yun Zhi tidak selemah yang ia bayangkan—jauh dari itu.
"Bisa bertarung sengit dengan kultivator yang lebih tinggi darinya... dia ini sebenarnya sekuat apa." Feng Shan, sambil memperhatikan setiap pergerakan Yun Zhi dan Pak Tua Ji, memulihkan kekuatannya dengan menyerap energi Qi di udara. Ia melakukannya dengan gerakan tenang, menyadari betapa berharganya setiap helai Qi yang ia kumpulkan.
"Tian Zhi ini... tidak boleh di singgung, akan berbahaya di masa depan," gumannya, sebuah pengakuan yang penuh hormat dan ketakutan tersembunyi.
Pertarungan Yun Zhi dan Pak Tua Ji semakin sengit. Keduanya melayang di udara, satu sosok melesat bebas dengan kekuatan bawaan, dan yang satu lagi didorong oleh sayap petir yang berdenyut. Keduanya melesat cepat satu sama lain. Yun Zhi beralih ke belakang Pak Tua Ji dengan kecepatan teleportasi yang memukau, segera memberikan tebasan horizontal dengan pedang hijaunya.
Pak Tua Ji menghindari serangan itu dengan sedikit gerakan kepala, sebuah reaksi yang nyaris terlambat. Ia berbalik dan segera menyerang balik dengan teknik pedang terbang. Tiga pedang yang terbentuk dari Qi melesat dan hendak menusuk Yun Zhi.
"Hancurkan!" Yun Zhi, tanpa gentar, menyatukan Qi-nya ke pedangnya. Dengan satu tebasan yang presisi dan kuat, ia berhasil menghapus semua pedang terbang itu, mengubahnya menjadi kabut Qi.
Pak Tua Ji tidak tinggal diam, ia kembali menyiapkan serangan yang lebih mematikan. "Jari Kaisar!" Serunya. Seketika, sebuah jari besar dan menakutkan, terwujud dari Qi kental milik Pak Tua Ji, terbentuk di udara.
Jari raksasa itu mengeluarkan tekanan kuat yang membebani atmosfer, dan mengarahkan dirinya ke Yun Zhi. Yun Zhi membenarkan fondasinya di udara, mengabaikan rasa sakit. Ia kemudian mengusap bibirnya yang sedikit berdarah akibat benturan Qi sebelumnya.
"Tangan Pemecah Surga!"
Seketika, perwujudan tangan emas raksasa muncul dari belakang Yun Zhi. Tangan itu kini terlihat lebih ganas dan memancarkan aura kehancuran yang lebih intens dari sebelumnya. Kekuatannya meningkat seiring dengan pertumbuhan kultivatornya.
Kedua serangan kolosal itu kemudian saling bertabrakan di tengah langit, menyebabkan ledakan besar lagi yang mengguncang Reruntuhan Yunque. Kedua kekuatan itu seimbang sesaat, namun Yun Zhi tidak berhenti disana. Ia mengaktifkan kemampuan teleportasinya, melakukan beberapa langkah teleportasi mikro yang nyaris tak terlihat, dan akhirnya berada di belakang Pak Tua Ji.
"Cepat sekali!" batin Pak Tua Ji, kesadaran murninya tak sanggup melacak kecepatan Yun Zhi.
Sebelum Pak Tua Ji sempat bereaksi penuh, Yun Zhi lebih dulu menyerangnya. "Octane Blast!" Dengan tangan kosong yang dipenuhi Qi eksplosif, Yun Zhi menghantam bagian punggung Pak Tua Ji.
Pukulan itu meremukkan, membuat tulang-tulang Pak Tua itu retak. "AGHH!" Seketika ia terpental jauh ke bawah, jatuh ke tanah dengan bunyi dentuman. Darah pun menyembur dari mulutnya, membasahi debu reruntuhan.
"Uhuk—uhuk! Bocah sialan!" Pak Tua itu mengusap darah dari sudut bibirnya, matanya dipenuhi amarah bercampur keputusasaan. "Tidak akan kubiarkan kau lolos!"
Sementara Pak Tua Ji mencoba bangkit, di langit Yun Zhi menyatukan kedua tangannya dalam formasi segel yang rumit. Dari belakangnya muncul perwujudan tubuh raksasa yang menjulang tinggi, seluruhnya terbentuk dari Qi murni. Raksasa di belakangnya menyerupai Yun Zhi sendiri, namun berwarna keemasan karena diciptakan dari esensi Qi.
"Se—setengah langkah Core Formation!" Wajah Pak Tua Ji dipenuhi ketakutan yang mencekik, keringatnya menetes deras. "Kekuatannya tiba-tiba meningkat, sebelumnya saja sudah sangat kuat. Sedangkan sekarang ia mencapai setengah langkah... apa-apaan Bocah ini!"
Yun Zhi menggerakkan tangannya mengarah ke Pak Tua Ji. Seketika, raksasa Qi di belakangnya bereaksi dan menggunakan telapak tangannya untuk memberikan serangan penghancur ke tanah.
"Pak Tua... kau tidak lemah, hanya saja salah pilih lawan. Mati di tanganku pun, tidaklah memalukan untukmu," suara Yun Zhi menggema, dipenuhi aura dominasi dari raksasa emas itu.
Pak Tua Ji, di detik-detik terakhir hidupnya, mengepalkan tangannya kuat-kuat, sebuah perlawanan terakhir dari kebanggaan yang terluka. "Sial! Aku sudah berkultivasi sangat lama. Kenapa bisa dikalahkan oleh seorang Bocah yang bahkan belum mencapai Core Formation."
Akhir sudah dekat. Ia hanya bisa pasrah dan menerima serangan terakhir dari Yun Zhi. Ketika tangan raksasa emas itu akhirnya menekannya ke tanah, Pak Tua Ji seketika lenyap tanpa sisa, hanya menyisakan kawah kecil di reruntuhan.
Dari kejauhan, Yun Zhi memperhatikan hasilnya, memastikan musuhnya tiada. "Ini tidak sesuai rencana. Tapi setidaknya berjalan lancar."
Ketika Yun Zhi akhirnya turun dan menginjakkan kakinya ke tanah yang kini bergetar sunyi, pada saat itu juga Feng Shan datang menghampiri. Ia memberikan tepuk tangan yang lambat dan penuh kekaguman kepada Yun Zhi.
"Tidak buruk, Rekan Tian. Kau benar-benar mengalahkannya sendirian." Feng Shan hanya dapat tersenyum, meskipun rencananya melenceng, hasil ini benar-benar di luar dugaannya.
"Ini juga berkat Rekan Feng yang mengalahkan kultivator Core Formation yang satunya. Jika aku sendiri menghadapi mereka tadi, kemungkinan sudah terluka parah." Yun Zhi tetap menjaga penampilan.
"Haiyaaa... jangan merendah, Rekan Tian. Sudahlah, sekarang saatnya untuk berburu harta di reruntuhan." Feng Shan mengakhiri basa-basi, fokusnya kembali pada harta karun Istana Yunque yang kini terbuka.