Sequel DIA HANTU
Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENOBATAN
Devano dan Narura memasuki ruang penobatan. Alex mendengus kesal.
Para tamu menoleh melihat tuan rumah memasuki ruangan. Suasana sepi seketika. Refano dan Yukari juga sudah hadir.
"Terimakasih untuk kehadiran kalian di istana ini. Aku akan memperkenalkan pangeran mahkota kerajaan Diamond" kata Devano lantang.
Devano mengulurkan tangannya pada Alex. Alex menghela napas berat kemudian beranjak dari duduknya dan menerima uluran tangan Devano.
Cuaca sekitar kerajaan Diamond begitu mendung dan terdengar suara gelegar petir. Diiringi hujan deras dan kilatan cahaya putih membelah langit kelam.
"Alexander Lee.. Putra sulungku.. Akan ku nobatkan sebagai Raja dari... "
Tiba-tiba kaca jendela di seluruh istana pecah satu persatu. Para tamu wanita berteriak ketakutan kecuali Geisha.
Devano tidak menyelesaikan kata-kata nya. Tiba-tiba makhluk -makhluk seperti bunglon yang besar memasuki istana lewat jendela -jendela yang sudah pecah itu.
Yoona terbelalak. Dia ingat, makhluk -makhluk itu yang pernah menerornya dulu. Yoona memegang erat lengan Angelo. Angelo terkejut dengan tindakan Yoona. Mereka saling menatap.
"Aku takut, aku belum bisa mengendalikan kekuatanku dengan benar" kata Yoona. "Tenanglah, ada aku" kata Angelo. Gerald yang melihat itu memutar bola matanya. Harusnya dialah yang mengatakan itu pada Yoona.
Beberapa raja dan pangeran yang hadir melawan mereka semua. Beberapa naga putih mengguncangkan istana Diamond.
"Shiray, tetap di belakang ku" kata Alex. Shiray mengangguk. Refaldo melompat dan berubah menjadi naga biru. Dia menyerang makhluk -makhluk itu dengan cakarannya.
Yukari juga turut membantu. "Gerald, lakukan sesuatu " kata Geisha. "Kau pikir aku sedang apa! " gerutu Gerald sambil menghujamkan pedangnya pada para chamelman yang menyerangnya.
Geisha memutar bola matanya. Dia juga bertindak melawan mereka.
Mata Angelo berubah menjadi hijau. Dia menyerang makhluk -makhluk itu dengan pengendalian udaranya.
Yoona masih ragu untuk menggunakan kekuatannya. "Dimana Sam, dia pasti bisa menolong kita" gumam Yoona.
"Narura, bawa Yoona dan Shiray ke ruangan yang aman! Cepat! " kata Devano. Narura mengangguk dia pun segera berlalu.
Devano berubah menjadi naga biru dan melawan para pasukan chamelman itu dengan membabi buta.
Narura menarik lengan Yoona dan Shiray kemudian membawa mereka ke ruang rahasia.
"Disini kita aman. Ada mantra yang tertempel di setiap dinding di ruangan ini " kata Narura. Mereka terlihat cemas.
♡♥♡♥♡♥♡
Angelo mendengus kesal. Terdengar gemuruh dari luar terlihat seorang wanita berbaju terbatas memiliki sayap dan ekor berwarna putih.
Dia memasuki ruangan dengan angkuh. Tak lain dia adalah Bianca. Yukari berubah menjadi naga dan menyerangnya namun dengan tangannya terangkat Yukari tersungkur.
Devano kembali berubah menjadi manusia. "Apa-apaan ini Bianca! " bentak Devano.
"Berikan tahtamu pada Samuel!! " hardik Bianca. "Katakan dimana Sam! Apa yang kau lakukan pada Sam! " bentak Refano yang sudah berubah menjadi manusia sambil membantu Yukari berdiri.
"Samuel ada padaku! " kata Bianca lantang. Terdengar langkah kaki memasuki ruangan. Para tamu dan para druckless yang ada di ruangan itu menoleh.
Deg
Devano dan Alex tercengang.
Angelo ,Geisha dan Gerald mengerutkan dahinya.
Yukari menggeleng tidak percaya. Refano terbelalak.
"Sam" gumam Yukari sambil beranjak akan menghampiri Sam namun Refano menahannya.
Sam berdiri disana di belakangnya ada banyak chamelman yang mengkawalnya.
Ada keanehan pada Sam dimana matanya menghitam semua.
"Apa yang kau lakukan pada Sam hah!! " bentak Yukari. "Dia anakku! Hak ku melakukan apapun padanya! Dan ini kebaikan untuk nya! " bentak Bianca.
"Iya! Kau memang ibunya, tapi bukan ibu yang baik! Devano lakukan sesuatu! Dia anakmu kan! " bentak Yukari.
Devano masih terdiam, dia melirik Alex yang juga kini sedang menatap nya. "Aku benci mengatakan ini, tapi aku ingin menyelamatkan dia " kata Alex dengan tatapan tertuju pada Sam.
"Baiklah, aku minta pada para tamu untuk pergi dari istana ini dan kembali ke istana kalian, aku tidak mau ada yang terluka karena masalah keluargaku" kata Devano.
Beberapa tamu pun berlalu keluar. "Aku tidak akan pergi, aku akan membantu mu yang mulia" kata Gerald.
"Aku tidak mau kau terluka Raja Gerald " kata Devano. "Aku yang menginginkannya, bukankah kerajaan kita bekerja sama? Jadi aku harus membantu mu" kata Gerald sambil menatap Alex dengan tajam.
"Iya, kami akan membantu dengan sekuat tenaga" kata Geisha sambil menatap Bianca dengan tajam.
"Iya, aku juga" kata Angelo.
"Aku juga! "
"Kami juga! "
Beberapa raja lainnya juga mendukung. Devano menghela napas berat.
"Dengar Bianca, sebelum semuanya terlambat lebih baik hentikan semua ini " kata Devano.
"Cih! Tidak akan sebelum Samuel kau nobatkan menjadi raja! " bentak Bianca.
"Aku hanya akan menobatkan Alex menjadi raja, tidak dengan Samuel, dia pangeran disini" kata Devano.
"Cih! "
Bianca akan menyerang Devano tapi di hadang Yukari dan Geisha.
"Putri, apa kau yakin akan menghadapinya? " tanya Yukari. "Kenapa tidak" jawab Geisha.
Alex meloncat berdiri berhadapan dengan Sam. "Sam! Apa kau mendengar ku? " tanya Alex.
Tiba-tiba, Sam menyerang Alex. Alex meloncat mundur. "Seperti nya pikiran nya di kendalikan Bianca " batin Alex.
Angelo, Gerald dan pangeran serta raja lainnya melawan para chemelman yang terus menerus memasuki ruangan dan mereka semakin banyak.
Sementara itu, Yoona, Shiray dan Narura terlihat cemas di ruangan mantra. Yoona mondar -mandir di depan Narura dan Shiray.
Tiba-tiba, mereka merasa ruangan itu berguncang. Yoona menoleh kearah jendela yang tertutup cahaya hijau transparan.
Dia mendekat dan melihat keluar. Ternyata beberapa naga putih mengguncangkan istana dan ada sebagian naga yang terbang menabrak istana itu.
"Ibu, naga- naga itu " kata Yoona sambil menunjuk mereka. "Biarlah, kau tidak usah memikirkan naga-naga itu, yang penting kita aman disini" kata Narura.
Di luar ruangan, pasukan Bianca semakin banyak memasuki ruangan itu. Bahkan ada makhluk yang menyerupai belut moray.
Devano dan Refano yang menyerang mereka. Bianca masih berhadapan dengan Yukari dan Geisha. Geisha menghunus pedangnya dan mengarahkannya pada Bianca. Namun ekor Bianca yang panjang menghentak tubuh Geisha hingga terlempar.
Gerald terkejut dia akan menghampiri Geisha, tapi seekor belut moray menghadangnya.
Yukari mengangkat kedua tangannya ke atas. Sebuah rantai bercahaya hijau muncul dari lantai dan mengikat seluruh tubuh Bianca.
Geisha berusaha bangkit dan dia meloncat seraya mengangkat tinggi pedangnya akan menusuk Bianca.
Namun Bianca menutup matanya dan muncul kilatan petir membuat Yukari dan Geisha tersambar. Mereka tersungkur jatuh dan pingsan.
Bianca bergegas memasuki ruangan lain di istana itu. Devano menghalanginya. "Berhenti mengganggu keluarga ku! " bentak Devano.
"Aku tidak akan berhenti sebelum kau menjadi kan Samuel raja! " bentak Bianca. Terjadi perkelahian.
Devano tahu itu siasat Bianca, namun Sam yang sedang berkelahi dengan Alex melompat dan melawan Devano.
"Sam!! Minggir!! " bentak Devano. Namun Sam dengan kedua bola mata menghitam sama sekali tidak merespon dan tetap berkelahi dengan Devano.
Bianca berlalu. Alex mengejar Bianca kemudian menghalangi jalannya.
"Cih! Minggir kau anak sialan! "
♡♥♡♥♡♥♡
IG : ucu_irna_marhamah
By
Ucu Irna Marhamah
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪