Mira seorang gadis yang terpaksa harus mengubah penampilannya untuk menghindari pembulian yang terjadi padanya tapi bukanya terhindar dari pembulian malahan dia tambah di buly.
setelah dia masuk ke sebuah universitas yang cukup terkenal Mira bertemu dengan seorang pangeran kampus yang terkenal sangat play boy, seiring berjalannya waktu Mira memiliki rasa kagum pada pangeran kampus itu, tapi dia harus memendam rasa itu karena dia sudah mempunyai tungangan, hati Mira hancur saat mendengar kalau ternyata sang tunggangan ternyata selingkuh dengan Ratu kampus..
bagai manakah kisah selanjutnya dari Mira? apakah Mira bisa menerima kenyataan yang pahit itu dan harus rela melupakan tangannya yang sudah terjalin selama bertahun-tahun??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sarianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
" Hahhh, kapan aku bisa menggandeng tanganmu seperti ini lagi, aku merindukan dirimu. " Kata Rafael sambil menatap sebuah foto dirinya dengan seorang wanita di hendphonnya.
Di dalam butik....
" Ini tu di kasih begini. " Kata Maudi sambil melilitkan kain pada gaun yang ia rusakkan waktu itu.
" Kamu gak liat apa di sketsanya itu gak di lilit kaya gitu, nih liat ni. " Kata Lusi sambil memperlihatkan buku sketasa ke wajah Maudi.
" Aku bisa melihatnya dari jauh gak usah sampai sedekat itu juga kali. " Kata Maudi kesal.
" Sudahlah kapan gaun ini akan selesai jika kalian dari tadi kalia. selalu saja bertengkar terus. " Kata Radit sambil menahan kain agar bisa di jahit.
" Diam saja kamu, pegang saja itu. " Bentak Maudi dan Lusi bersamaan.
Maudi dan Lusi saling menatap setelah beberapa menit kemudian mereka saling buang muka dan sibuk dengan urusan masing-masing, Maudi dengan hendfonya dan Lusi dengan buku sketsanya.
" Mengapa dua wanita ini bertengkar, hahh aku akan menjadi boneka manekin kalau begini terus, datangkanlah penyelamat untuk ku. " Batin Radit.
Radit sedikit mengubah posisinya berdiri, Maudi yang melihat kalau Radit bergeser sedikit langsung bertambah kesal.
" Kamu kenapa harus pindah posisi sih, kan jadi rusak lagi gaunnya. " Kata Maudi kesal.
" Iya maaf sayang, jangan marah-marah gitu entar cantiknya hilang lo. " Kata Radit sambil mengelus kepala Maudi lembut.
" Biar saja jelek, kalau gak suka tinggalin aja, ini lagi ngapain sih ngelus kepala segala. " Kata Maudi tambah emosi.
" Untung sayang, kalau tidak..... huhhh sabar. " Batin Radit sambil mengelus dadanya pelan agar tidak ketahuan oleh Maudi.
" kalian sudah mulai mengerjakannya, sudah sampai di mana pengerjaannya? " Tanya Mira yang baru saja masuk keruangan di mana biasa ia membuat atau mendisain gaunnya.
" Hahh penyelamatku akhirnya datang. " Batin Radit yang masih menahan kain agar tidak jatuh.
" Mira untunglah kamu datang kalau tidak anak nakal itu akan menghancurkan gaun ini lagi. " Ucap Lusi.
" Yaampun mereka akan mulai lagi, rasanya aku mau menangis. " Batin Radit. Kemudian menghembuskan nafasnya berat.
" Apa! Heh wanita tua, itu bukan aku yang salah kamu aja yang gak tau.... " Kata Maudi.
" Gak tau apa ha..? " Tanya Lusi mulai emosi.
" Heleh sudah tua masih juga mengadu seperti anak kecil saja, ingat umur. " Kata Maudi mengalihkan pembicaraan.
" Heh anak kecil yang paksa dewasa, denger ya kalau orang mau mengadu itu gak usah ingat umur, umur berapa pun bisa mengadu tau. " Kata Lusi yang sudah mulai kesal.
" Bilang aja gak mau kalah dari aku, dasar ! pasti kamu irikan karena aku sudah punya pasangan sedangkan kamu masih jomlo. " Kata Maudi dengan bangga dan dengan nada mengejek.
" Memang kenapa kalau aku jomlo, dengerya jomlo itu pilihan bukan gak laku. " Kata Lusi dengan percaya diri.
" Sudahlah kalian tidak lelah bertengkar terus, lihatlah betapa malangnya pria yang menahan kain entah dari kapan ia berpose seperti itu. " Kata Mira sambil menunjuk kearah Radit.
Radit pun merasa bahagia karena akhirnya dia akan tertolong, tapi...
Beberapa jam kemudian....
" Sayang putar kearah sini. " Kata Maudi.
" Radit coba kamu merunduk sedikit. " Pinta Mira. Radit pun merunduk sesuai perintah Mira.
" Coba kamu angkat lenganmu ke atas. " Pinta Lusi. Kemudian mengecek apakah ada yang salah.
" Aku benar-benar menyesal karena telah bahagia Mira datang, Rafael kamu di mana aku membutuhkan dirimu. " Batin Radit dengan wajah Yang sangat menyedihkan.
" Sayang apa kamu baik-baik saja? " tanya Maudi.
" Iya aku baik-baik saja kok sayang. " Jawab Radit.
" Bagaimana aku mau baik-baik saja aku sekarang sudah jadi boneka manekinnya. " Batin Radit.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat kini matahari sudah terbenam dan sudah waktunya mereka pulang kerumahnya masing-masing.
" Lusi kamu hari ini pulang kerumah atau apartemen? " Tanya Mira.
" Aku harus pulang kerumah ada urusan yang harus aku selesaikan segera. " Jawab Lusi.
" Apakah tentang perjodohan itu? " Tanya Mira lagi.
" Iya. " Jawab lesu Lusi. " Kalau begitu aku duluan ya, daaa. " Sambung Lusi kemudian masuk kedalam mobil miliknya.
Setelah mobil Lusi sudah meninggalkan parkiran Mira pun akhirnya masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah.
#penaAutoon
#penaAutoon