NovelToon NovelToon
New Journey Of The Legendary King

New Journey Of The Legendary King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ahli Bela Diri Kuno / Kebangkitan pecundang / Kehidupan alternatif / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Prabu Jayabaya yang merasa bahwa tugasnya sebagai pemimpin yang dicintai oleh rakyat sudah usai, melakukan moksa untuk sampai di alam keabadian. Namun takdir berkata lain. Sang Maha Pencipta justru memasukkan roh nya ke dalam tubuh seorang lelaki culun dan miskin bernama Jay yang baru saja meninggal dunia karena sebuah kecelakaan aneh.



Sebagai Jay, Prabu Jayabaya merasa harus menemukan kebenaran atas kecelakaan yang direkayasa ini. Siapa dalang nya juga orang orang yang terlibat di dalamnya.


Di bantu Ratih yang menurut Prabu Jayabaya adalah titisan dari istri nya, Prabu Jayabaya yang kini menjadi Jay, satu persatu kebenaran akhirnya terungkap dengan jelas.


Bagaimana caranya Prabu Jayabaya yang kini menjadi Jay mengungkap misteri kecelakaan maut yang menewaskan Jay yang asli ini terjadi? Simak kisah selengkapnya dalam "New Journey of the Legendary King".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayembara Marissa ( bagian 2 )

"Ada apa Icha? Kenapa kau menghentikan ku? "

Jay menatap heran ke arah Marissa yang tiba-tiba menghentikan nya. Terlihat jelas ia sedang cemas.

"Mas Jay jangan gegabah. Dia adalah Si Manusia Besi, yang tak bisa dibunuh bahkan dengan senjata api sekalipun. Bagaimana mungkin Mas Jay mengalahkannya? ", bisik Marissa Wijaya segera.

" Aku punya cara sendiri, kau tak perlu mencemaskan ku. Mundurlah, aku tidak ingin kau jadi bahan ejekan semua orang terutama si bajingan Reynold Waseso itu ", balas Jay dengan bisikan pula.

" Tapi Mas Jay, dia... "

Belum selesai Marissa Wijaya bicara, suara keras Reynold Waseso terdengar lantang memenuhi ruangan.

"Mengapa kasak-kusuk seperti itu Nona Muda Wijaya? Apa kau ingin orang itu mundur dan menyerah pada ku?! "

Dengan penuh amarah dan kebencian, Marissa Wijaya langsung menatap tajam ke arah Reynold Waseso yang tersenyum smirk penuh percaya diri. Dia benar-benar tidak suka dengan orang itu.

"Aku yang membuat sayembara, tentu saja aku yang mengatur jalannya acara. Peserta harus ikut aturan, jika melanggar akan aku diskualifikasi. Apa kau mengerti, Tuan Penjahat Kelamin? "

"Kau.... ", omongan Marissa barusan sungguh sungguh membuat Reynold Waseso mati kutu. Melihat itu, Kelvin pun segera turun tangan.

" Dalam sejarah nya, keluarga Wijaya tidak pernah ingkar janji Marissa. Kau memang pengatur sekaligus hadiah dari acara taruhan ini tetapi kau harus memahami aturan Keluarga Wijaya yang sekali diucapkan pantang untuk menarik nya.

Apa kau ingin menginjak-injak aturan yang ada di keluarga kita, Icha?!! ", ujar Kelvin sambil menoleh ke arah Bagus Wijaya di belakangnya. Dia benar-benar menggunakan aturan keluarga disaat yang tepat.

" Kali ini Kakek tidak bisa berbuat apa-apa, Icha. Apa yang sudah kau ucapkan, kau harus melakukan nya", timpal Bagus Wijaya segera.

"Tapi kakek, aku hanya ingin.. "

Belum selesai Marissa Wijaya bicara, tangan Jay langsung mencekal nya sambil menggeleng pelan hingga membuat perempuan cantik itu diam dan menoleh ke arah Jay. Reynold Waseso yang melihat ini semakin murka.

"Mau membatalkan janji ya kau buat Nona Muda Wijaya? Aha, sudah terlambat...!!!

Orang ku pasti akan menghabisi nyawa laki-laki brengsek mu itu. Manusia Besi, tunggu apa lagi??! Habisi bajingan itu untuk ku...!!! "

Tanpa menunggu perintah dua kali, Si Manusia Besi langsung berlari cepat ke arah Jay dan Marissa. Tanpa ampun, ia langsung menerjang ke arah mereka.

Whhhuuuuuuuggghhh!!!

Jay yang waspada langsung mendorong tubuh Marissa ke arah William dan saudaranya sementara ia berkelit menghindari terjangan kaki kanan lelaki bertubuh besar dengan kulit gelap ini.

Melihat serangannya gagal dengan mudah, Si Manusia Besi kembali memburu Jay dengan serangan nya yang mematikan. Jay yang masih mencoba untuk menjajaki kemampuan musuh nya, kembali bergerak lincah menghindar.

15 menit kemudian...

Satu kaki Si Manusia Besi menyambar cepat ke arah pinggang Jay. Namun dengan cepat Jay melompat tinggi dan langsung memutar tubuhnya sambil melayangkan sepakan keras ke arah rahang kiri si Manusia Besi.

Bhhhaaaaaaaaaaagggg...

Si Manusia Besi yang punya nama asli Robert Traore terhuyung mundur tetapi tidak jatuh. Dengan mata mendelik marah, ia mengusap bekas sepakan keras Jay.

"You are death..!!!! "

Usai berteriak penuh murka, Robert Traore alias Si Manusia Besi langsung melompat maju ke arah Jay sembari mengayunkan tinju nya. Jay dengan lincah menghindar sambil menyarangkan pukulan keras ke arah perut lawan.

Dhhheeeeeeeeppppphh!!

Mendapat pukulan keras itu, Robert Traore hanya mendengus sambil mengayunkan tinju tangan kiri nya ke arah pelipis kanan Jay sekuat tenaga.

Whhhuuuuuuuggghhh bhhhaaaaaaaaaaagggg..

Oooouuuuggghhhh..!!!!

Jay melengguh tertahan dan tubuhnya terpental ke belakang. Pelipis mata kanannya pecah dan darah langsung merembes keluar. Melihat lawannya jatuh, Robert Traore langsung memburu dan kembali melayangkan tendangan keras ke arah perut Jay yang masih meringkuk di tanah.

Dhhhiiiiieeeeeeesssshh...

Aaaaaaaaarrrrrggggghh!!

Tubuh Jay kembali terlempar ke arah tempat Marissa Wijaya berada. Darah segar langsung keluar dari muntahan nya. Melihat keadaan Jay yang sedemikian rupa, Marissa hendak mendekat namun satu isyarat tangan kiri Jay mencegahnya.

Perlahan, Jay bangkit dari tempat jatuh nya sedangkan Robert Traore berjalan mendekat dengan penuh kesombongan.

"Habisi bajingan itu, Manusia Besi! Aku ingin dia mampus..!! ", teriak Reynold Waseso dari belakang.

" Iya, jangan biarkan dia hidup! Bunuh dia..!! ", imbuh Kelvin tak kalah lantang.

Phhuuuiiiiiihhhhhhh... !!!!

Dengan kasar, Jay meludah sisa darah yang ada di mulutnya. Setelah itu ia pun mulai menggunakan tenaga dalam nya karena tahu bahwa lawannya kali ini tidak bisa dikalahkan hanya dengan kemampuan beladiri biasa.

Perlahan tubuh Jay terlihat mengeluarkan aura merah kekuningan. Efek serapan dari pecahan Mustika Naga Api memang mempengaruhi aura tenaga dalam milik Jay yang kini sepenuhnya telah berubah berwarna merah. Itupun disertai dengan hawa panas yang menakutkan.

Mulut Jay komat-komat merapal mantra Ajian Sepi Angin. Usai ajian meringankan tubuh tingkat tinggi ini di rapal, tubuh Jay menjadi seringan kapas.

Robert Traore yang semula begitu percaya diri akan mengalahkan Jay dengan mudah usai membuat lawannya ini jatuh, langsung menghentikan langkah nya. Perubahan tubuh Jay membuat nya gentar. Melihat sikap pembunuh bayarannya itu, Arnold Waseso geram bukan main.

"What the fucking hell you are waiting for, Iron Man?!!! Kill him! Make him suffer cause humiliated me..!!! Remember, I've paid you a lot money..!!! ", teriak Arnold Waseso dalam bahasa Inggris.

Sambil mendengus keras seperti banteng, Robert Traore langsung menerjang maju ke arah Jay. Kepalan tinju nya kembali mengincar kepala Jay yang masih berdiri di tempat nya.

Melihat semua itu semua orang mengira bahwa Jay pasti akan mati. Bahkan Reynold Waseso pun sudah berteriak-teriak kegirangan karena mengira Jay sebentar lagi pasti mati. Tetapi di kejap mata berikutnya, mereka langsung terperanjat melihat apa yang terjadi.

Saat kepalan tinju Robert Traore hampir mengenai wajah Jay, dengan gerakan cepat yang sukar diikuti oleh mata biasa, Jay menghindari serangan maut ini. Lalu dengan sekuat tenaga ia melayangkan tinju nya ke arah rusuk kiri Robert Traore.

Dhhhiiieeeeessssshhh krrekkkk....

Aaaaaaaaaaarrrrrrgggghhh!!!!

Suara seperti tulang yang patah terdengar sebelum jeritan keras terdengar dari mulut Robert Traore Si Manusia Besi. Tubuh lelaki tinggi besar dari Nigeria inipun langsung terhuyung-huyung mundur.

Tetapi ini baru awal dari pembalasan Jay...

Melihat lawannya terhuyung-huyung mundur, dengan gerakan super cepat Jay mendahului arah tubuh Robert Traore. Lalu dengan siku yang sudah di lambari tenaga dalam, Jay menghajar tulang pinggang Si Manusia Besi.

Bhhhuuuuuuuuggghhhh!!!

Krreekkk Oooooouuggghhhh..!!!

Kembali Robert Traore meraung kesakitan usai sikutan keras Jay menghajar pinggangnya. Tak cuma itu, sepertinya tulang rusuk melayang nya juga di patahkan oleh Jay. Si Manusia Besi kembali tertatih tatih hendak jatuh ke depan. Dan Jay tak membuang-buang kesempatan untuk mengalahkan nya.

Jay kembali melesat mendahului gerakan Robert Traore si Manusia Besi dan melesakkan dengkulan ke arah rahang nya.

Dhhhuuuuugggggh!!!

Kerasnya dengkulan Jay membuat Robert Traore langsung tak sadarkan diri dan roboh seketika itu juga. Bunyi jatuh nya mirip dengan suara banteng yang roboh oleh serangan matador. Suasana ruang perjamuan Keluarga Wijaya pun hening seketika. Semuanya menatap Jay dengan tatapan mata tak berkedip.

"I-ini bagaimana mungkin...? ", gumam Kelvin lirih.

Mereka semua tahu bagaimana reputasi dari Si Manusia Besi di dunia bawah tanah internasional. Menduduki posisi sebagai peringkat keempat tentu nya sudah menjadi garansi bahwa ia akan mudah melakukan tugasnya sebagai pembunuh.

Tetapi kini, di hadapan Jay, sosok yang sama sekali tidak terlihat seperti seorang ahli beladiri ataupun jagoan jalanan, Robert Traore si Manusia Besi tumbang dengan keadaan sangat menyedihkan. Ini seperti kisah David mengalahkan Goliath.

Di luar keterkejutan semua orang, Marissa buru-buru berlari mendekati Jay dengan penuh kekhawatiran.

"Kau baik-baik saja Mas Jay..??! "

"Aku baik baik saja, Icha. Hanya beberapa luka memar tidak akan membunuh ku. Kau tenang saja", Jay mencoba menenangkan Marissa dengan tersenyum tipis. Melihat ini Marissa langsung menarik nafas lega.

" Siapa lagi yang ingin menantang?! Majulah sekarang juga.. ", kembali suara Jay menggema di ruang perjamuan Keluarga Wijaya itu.

Hening, tak ada suara sama sekali. Andaikan ada jarum yang jatuh saja, pasti terdengar oleh semua orang. Setelah cukup lama tidak ada yang bersuara, Marissa pun langsung berkata, " Karena tidak ada lagi maka Mas Jay lah pemenangnya.. "

Kasak-kusuk antara para tamu dan sanak kerabat keluarga Wijaya pun kembali terdengar. Apalagi saat Marissa menggandeng lengan Jay mendekati Tuan Besar Wijaya di kursi roda nya.

"Nah Kakek, sesuai dengan taruhan kita sebelumnya maka setelah ini Kakek tidak boleh lagi mengatur kehidupan pribadi ku. Dengan siapa aku memilih untuk bersama, Kakek tidak boleh keberatan sama sekali", ucap Marissa sambil tersenyum penuh kemenangan.

Belum sempat Bagus Wijaya bicara, Arnold Waseso dan putranya Reynold mendekati mereka.

"Tuan Besar Wijaya, rupanya kau memang sengaja mengundang kami untuk mempermalukan kami. Masalah ini belum selesai, ingat itu! Jaga dirimu baik-baik, kami permisi.. ", setelah berkata demikian Arnold Waseso dan putranya Reynold segera melangkah keluar dari tempat itu sementara dua orang satpam langsung menggotong tubuh Robert Traore mengikuti mereka.

Satu persatu orang mulai meninggalkan tempat itu, mengikuti langkah Arnold Waseso dan putranya. Termasuk Kelvin Wijaya dan ayahnya Mario.

Sementara para tamu undangan mulai meninggalkan tempat, mata Patih Cakraningrat terus tertuju pada Jay yang diapit oleh Marissa.

"Aku harus cari tahu siapa bocah ini sebenarnya?"

1
Ardan
wahhh poin kok reset jadi 0 yah, tiap hari ngasih poin buat author mas Ebez, padahal dikit lagi dpt Bronze 😭
Ardan
semoga masih dilanjutkan ceritanya 👍
Ardan
akhirnya jayabaya cepat paham zaman modern berkat kepintaran ingatan jay yg asli
Ardan
wahh sang raja, langsung bisa bhs barat nih 😄👍
Ardan
luarbiasa
Ardan
kayaknya Jay double job juga nih👍
Ardan
seorang raja menjadi guru SMA nih
Ardan
hebat surabaya, motpr udah bisa masuk jalan tol 👍
Ardan
wahh tabrakan di jalan tol yah
fajar Rokman.
kang ebez novel yg ini g ad lanjutannya ta..
Ebez: InsyaAllah ada 🙏🙏
total 1 replies
Wan Trado
ngopi dulu Kang Ebez, terus lanjut lagi yaaa.. 😁👍
Wan Trado
hehehe, bahannya elastis..
Wan Trado
karya yg sangat baik, menggabungkan keadaan masa kini dengan masa lalu yg bernilai sejarah tinggi.. 👍 betul-betul ide brilliant Kang Ebez 👍
hanya saja sosok Jay yg sesungguhnya jangan dimatikan harusnya, sehingga ada kolaborasi antara Jay sebagai manusia dan Sukma Prabu sebagai titisan, apalagi seorang Jay benar-benar sosok pangeran penerus kerajaan.
kedepan kalau benar pangerannya naik tahta, itu bukan lagi Jay tapi Sang Prabu karena Jay hanya raga saja dengan jiwa Prabu.
alangkah baiknya Jay naik tahta sebagai Raja, dan Prabu menyelesaikan tugas titisan ditubuh Jay dengan cara moksa..
🙏 mohon maaf Kang Ebez, sekedar pandangan saja.. 🙏
selamat berkarya 🤝
Wan Trado
jay, kamu dicari tuhh.. 😁
Wan Trado
gusti Gayatri.. 🙏
Wan Trado
trengginas... sudah lama tidak mendengar kata ini.. 😁👍
Thomas Andreas
kapan dilanjut thor
Thomas Andreas
ketemu deh
Thomas Andreas
dikit lg terungkap
Thomas Andreas
ngana yg death
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!