NovelToon NovelToon
Cincin Sistem

Cincin Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Mafia / Sistem
Popularitas:920.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: DzAFaR

MC kita bernama ZARKEN. suatu hari, dia melihat ada benda jatuh dari langit didepan rumahnya. Tanpa berpikir lagi, dia mengambil benda tersebut dan setelah itu....
Apa yang akan terjadi kepada ZARKEN?...

°°°°°

Penasaran?? Ayo ikuti perjalanan ZARKEN sekarang juga!!!...

👉»Mulai Baca«👈

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DzAFaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Yang Sangat Tajam

...[ SELAMAT MEMBACA ]...

...Pagi, hari senin, 2 maret 2020....

Di rumah, Zarken sedang sarapan bersama Ibu-nya di ruang makan. Setelah selesai sarapan, Zarken berangkat menuju sekolah.

25 menit kemudian …

Zarken sampai di kelas, lalu dia mengobrol dengan Nasya.

Tidak lama kemudiam, bel masuk kelas berbunyi.

"Terrring!! ... Terrring!! ... Terrring!! ..."

5 menit kemudian …

Ibu Maryam datang ke kelas.

"Selamat pagi semuanya." Ibu Maryam menyapa semua murid.

"Selamat pagi Bu." Semua murid membalas Sapaan Ibu Maryam.

"Sebelum kita memulai pelajaran pada pagi hari ini, alangkah baiknya kita berdo'a terlebih dahulu. Berdo'a menurut kepercayaannya masing-masing, berdo'a mulai" Ibu Maryam berkata, lalu dia mulai berdoa.

Semua murid mulai berdo'a.

"Berdo'a selasai." Ibu Maryam berkata.

"Ibu akan membagikan lembar jawaban yang kalian kerjakan seminggu yang lalu dan untuk nilai tertinggi di kelas ini adalah Zarken. Beri selamat dan tepuk tangan untuk Zarken." Ibu Maryam yang sangat senang berkata.

"Prok! ... Prok! ... Prok! ... Prok! ..." suara tepuk tangan semua murid di kelas.

"Selamat ya Zarken." Iky yang duduk dibelakang memberi ucapan selamat.

"Terima kasih, Ky." balas Zarken sambil tersenyum.

"Selamat ya Zarken, aku tunggu traktirannya." Nasya berkata sambil tersenyum manis.

"Siap, kamu mau di traktir apa?" tanya Zarken sambil tersenyum.

"Aku terserah kamu saja." jawab Nasya sambil tersenyum.

"Baiklah, bagaimana kalau istirahat nanti, aku yang bayar semua jajanan yang kamu mau." Zarken berkata dengan santai.

"Apa Putri juga akan di traktir?" tanya Nasya sambil tersenyum.

"Ya." jawab Zarken dengan santai.

Tiba-tiba Ibu Maryam memangil Zarken.

"Zarken, tolong bagikan lembar jawaban ini ke teman-teman kamu." Ibu Masyam memanggil sambil mengeluarkan lembar jawaban.

Kemudian Zarken berjalan ke arah Ibu Maryam, lalu dia mengambil lembar jawaban, dan mulai membagikan kepada semua temannya yang ada di kelas.

Setelah selesai membagikan kertas jawaban, Zarken kembali ke tempat duduknya, lalu dia melihat ke lembar jawaban miliknya, dan dia sangat senang dengan nilai yang dia dapatkan.

Ibu Maryam memulai pelajaran Matematika sampai waktu istirahat tiba.

Setelah waktu istirahat selesai, di lanjutkan ke pelajaran Bahasa Inggris sampai bel pulang betbunyi.

"Terrring!! ... Terrring!! ... Terrring!! ..."

"Baik, itu saja pelajaran untuk hari ini. Sebelun kita pulang, mari kita berdoa menurut kepercayaannya masing-masing, berdoa mulai." Setalah mengatakan itu, Ibu guru langsung berdoa.

Semua murid mulai berdoa.

"Berdoa selesai, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya." Ibu guru berkata.

"Sampai jumpa Bu." balas Semua murid.

Kemudian semua murid berjalan keluar kelas.

Zarken dan Nasya berjalan menuju Pintu Gerbang sekolah.

Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di depan Pintu Gerbang sekolah dan terlihat Supir sedang menunggu Nasya disana.

"Ken, aku pulang duluan ya." Nasya berkata sambil tersenyum kepada Zarken.

"Ya, hati-hati." balas Zarken sambil tersenyum.

Setelah itu, Nasya masuk kedalam mobil lalu mobil mulai berjalan pergi dari depan pintu gerbang sekolah.

Zarken berjalan pulang ke rumahnya.

20 menit kemudian …

Zarken sampai di rumah, dia menyapa Ibu-nya. Setelah itu, dia masuk kedalam kamarnya dan berganti pakaian.

Setelah berganti pakaian, Zarken bertanya kepada Sistem.

"Sistem, berapa poin yang saya miliki sekarang?"

[Poin Tuan Rumah : 31.880 poin]

Zarken sedikit sedih melihat poin miliknya, dia berniat ingin membeli Elixir PK tingkat rendah untuk meningkatkan kekuatan semua Prajuritnya. Namun, poin yang dia miliki saat ini sangat tidak cukup membeli Elixir untuk semua Prajuritnya.

Zarken memikirkan cara, bagaimana dia bisa mendistribusikan Elixir kepada prajuritnya.

10 menit kemudian …

Setelah Zarken berpikir, dia memutuskan untuk membeli 500 Elixir PK kelas rendah.

"Sistem, saya mau beli 500 Eluxu PK tingkat renda lalu kirim ke penyimpanan Cincin." Zarken berkata kepada Sistem.

[500 Elixi PK tingkat rendah \= 25.000 poin.]

[Pembelian berhasil! Poin telah di kurangi! Sisa poin Ruan Rumah : 6.880 poin]

[Elixir berhasil di kirim ke penyimpanan cincin!]

Setelah selesai membeli Elixir, Zarken menelpon K-60 untuk datang menjemputnya di rumah.

15 menit kemudian …

K-60 datang di depan rumah Zarken, Zarken langsung masuk ke dalam mobil, dan mobil berangkat menuju Markas Bulan Merah.

Di dalam mobil, Zarken memkai Topeng putih miliknya.

2 Jam kemudian …

Mobil sampai di halaman Markas, terlihat banyak Prajurit yang sedang berlatih pedang.

Zarken keluar dari dalam mobil, lalu dia menyuruh Tiger untuk ikut bersamanya ke dalam Markas.

Di dalam Markas, Zarken duduk di kursi tahta, dan Tiger duduk di depan Zarken.

"Bagaimana dengan latihan para Prajurit?" Zarken bertanya dengan santai.

"Semua Prajurit sedikit berkembang dalam menggunakan pedang, Master." Tiger menjawab dengan penuh hormat.

"Pedang apa yang di gunakan para Prajurit?" Zarken bertanya.

"Pedangnya seperti ini, Master." setelah mengatakan itu, Tiger mengeluarkan pedang yang digunakan Prajurit.

Zarken mengambil pedang tersebut, lalu dia melihat keseluruhan dari pedang, dan dia cukup suka dengan pedang ini.

Kemudian Zarken mencoba menebas meja kayu yang ada di sampingnya dan meja kayu terpotong menjadi dua bagian dengan mudah.

Zarken cukup terkejut melihat pedang ini sangat mudah memotog meja kayu seperti halnya momotong kue.

"Dari mana kamu membeli pedang ini?" Zarken bertanya.

"Saya membelinya di tukang pandai besi, di DKI Jakarta." Tiger menjawab.

Zarken mengangguk.

"Tidak heran pedang ini sangat tajam, ternyata kamu belinya di DKI Jakarta." Zarken berkata dengan santai sambil melihat ke pedang yang ada ditangannya.

"Apakah Tuan tau sesuatu mengenai pedang ini?" Tiger bertanya.

"Tidak, saya tidak tau mengenai pedang ini." Zarken menjawab dengan santai.

Kemudian Zarken mengeluarkan Elixir PK kelas rendah ke lantai.

"Kamu bagikan Elixir ini ke Prajurit yang masih memiliki kekuatan di Alam Bumi tingkat tujuh dan tingkat delapan, pokoknya saya ingin semua Prajurit memiliki kekuatan di atas Alam Bumi tingkat sembilan, sebelum berperang dengan Geng Sabit Kematian dan Geng Naga Hitam. Saya akan memberikan Elixir lagi nanti." Zarken berkata dengan serius.

"Baik, Master." balas Tiger dengan penuh hormat.

"Kamu bagikan kepada Prajurit sekarang juga." Zarken berkata.

"Siap, Master." balas Tiger, lalu dia berjalan keluar dari ruangan.

Tiger memanggil Kepala dan Wakil Kepala Divisi untuk membantunya membagikan Elixir PK kelas rendah kepada semua Prajurit.

Di halaman, Tiger mulai membagikan Elixir PK kelas rendah sesuai dengan perintah yang Zarken berikan.

"Master, memberikan Elixir ini untuk meningkatkan kekuatan kalian dan Master ingin semua Prajuritnya memiliki kekuatan di atas Alam Bumi tingkat sembilan. Kalian tidak boleh mengecewakan harapan Master, ketika kita berperang dengan Geng Sabit Kematian dan Geng Naga Hitam!" Tiger berkata dengan sangat serius.

"Siap, Komandan!" balas semua Prajurit dengan semangat yang membara.

"Kalau begitu, kalian lanjutkan latihannya." Tiger berkata, lalu dia berjalan masuk kedalam Markas.

Di ruang tengah, Zarken sedang memainkan handphone miliknya.

Tiba-tiba Tiger datang ke ruang tengah.

"Master, saya sudah memberikan semua Elixir kepada Prajurit." Tiger berkata dengan penuh hormat.

Zarken mengangguk.

"Saya lapar, tolong bawakan beberapa makanan ke ruang makan." Zarken berkata dengan santai.

"Baik, Master." balas Tiger, lalu dia berjalan menuju dapur dan menyuruh pelayan memasak makanan untuk Zarken.

Zarken berjalan ke ruang makan, lalu dia duduk di kursi sambil memainkan handphone.

20 menit kemudian …

Para pelayan membawakan makanan ke ruang makan dan menaruhnya di meja makan.

Zarken langsung memakan makanan yang sudah di hidangkan.

...****************...

...Like, favoritkan, rate bintang 5, tinggalkan komentar, vote, follow author, dan kalian juga bisa memberikan tip lho~...

...[ TERIMA KASIH ] ...

^^^Written by : DzAFaR^^^

1
Bioone4
ayo lh knp make bahas baku gitu jgn terlalu formal lh
Andie $
👍👍
keep on going..
DigiDaw
Ke temen sekolah sampe pake bahasa "Saya"/Smug/
Inyoman Raka
koq bukanya si jack yg jadi bawahannya yg baik mau nolongin ngantar wek wwk , tapi malah sitiger
Ya Fi
Luar biasa
pembaca
up lagi ?
Gusti Rahmat
akhirnya update Thor setelah sekian lama
Tuan Bertopeng
Lanjutkan Thor!!!/Scream/
Muhammad Naqiuddin Bin Hassan
Kaya akatsuki deh
Didi Wahyudi
Luar biasa
Ridha Ansari
lnjt thor
Zarabex
lanjut Thor 👍 mantap cerita nya bagus banget
Tasrifin ipin
ok
Jimmy Avolution
Cukup menarik...
Ismar Rizal
mana boss sambungan tolong jangan lama-lama
Ismar Rizal
ceritanya seru banget boss semoga banyak cerita super rich
Iing Nasikhin
bukanya membahagikan, orang tua dulu, malah nyenengin kawan dulu
Iing Nasikhin
mc ya pelit gk pernah, kasih duit ke bawahan,
Samsul Wanci
lanjutkan Thor makin seru ni
Aa
sayang gak ada adegan wikwik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!