Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 PERSIDANGAN
Setelah semua keluarganya pulang,
Ardi hanya duduk termenung di ruang tamu. Mbok Inem yang melihat hal itu
menjadi takut bila Ardi akan tantrum seperti tadi siang.
Mbok Inem membereskan piring dan gelas bekas
makan tadi sambil mengawasi Ardi. Mbok Inem sudah merasa capek dan mengantuk
tetapi dia belum berani tidur karena takut Ardi akan berbuat yang aneh-aneh.
“Mbok, istirahat dulu. Itu diberesin besok
aja” kata Ardi kepada Mbok Inem karena merasa kasihan karena Mbok Inem
kelihatan capek.
“Iya Mas, nggak apa-apa” jawab Mbok Inem.
“Mbok... sudah besok aja beresinnya. Mbok
Inem kelihatan udah capek dan ngantuk” kata Ardi lagi.
Mbok Inem kemudian berpamitan untuk tidur
duluan dan meninggalkan Ardi sendirian.
Ardi merenung, bingung mau berbuat apa.
Ngantuk, tapi tidak bisa tidur. Dia merasa stress dengan keadaan yang terjadi
saat ini. Ingin rasanya menghubungi Mina
dan Bimo tapi keadaan tidak memungkinkan. Ardi menghela nafas panjang kemudian
rebahan di depan TV dan karena kecapekan dia tertidur.
....................................
Malam ini Winda lembur lagi menyelesaikan
orderan yang harus dikirim besok. Dia sudah merasa capek, apalagi tadi dia
mendapat pesan dari tetangganya tentang Ardi yang tantrum karena ditinggal
Mina.
Winda merasa sedih, bukan karena Ardi
ditinggal Mina. Tapi ada rasa kecemburuan karena merasa tidak adil. Winda
merasa ketika dia meninggalkan Ardi dulu, Ardi tidak pernah sekalipun berusaha
untuk membuatnya tetap di sisinya. Ardi tidak berusaha mempertahankan
hubungannya dengan Winda, dan tidak mempertanyakan kenapa Winda pergi
meninggalkannya.
Malam itu, sambil menyelesaikan kerjaannya
Winda menangis mengingat perlakuan Ardi kepadanya.
.....................................
Hari Minggu, semua keluarga Ardi pergi ke
kota S untuk menemui orangtua Mina. Mereka ingin membicarakan hubungan Ardi
dengan Mina.
Sampai di rumah Mina, orangtua Mina kaget
karena kedatangan tamu yang tidak mengabari.
“Maaf, mengganggu waktu Bapak dan Ibu” kata
Lela setelah dipersilahkan masuk oleh orangtua Mina.
“Iya Bu, tidak apa-apa” kata Ayah Mina.
“Kami ke sini mau bertemu dengan Mina” kata
Lela.
“Maaf Bu, Lela sedang keluar dengan Bimo.
Kalau boleh tahu ada pa ya?” tanya Ayah Mina basa basi.
Kemudian Lela menjelaskan maksud kedatangan
mereka kepada Ayah dan Ibu Mina. Ayah dan Ibu Mina merasa tidak enak karena
masalah yang ditimbulkan oleh anaknya, akan tetapi mereka masih menutupi
kesalahan anaknya.
“Maaf Bu, sepertinya Mina tidak mau kembali
bersama Ardi lagi. Kami sudah membujuknya tetapi anaknya kukuh tidak mau
balikan dengan Ardi. Dan sekarang kami sudah menyewa pengacara untuk mengurus
perceraian Mina dengan Ardi” kata Ayah Mina.
Ardi yang mendengar hal itu wajahnya menjadi
merah menahan marah. Dia masih belum tahu kenapa Mina tega meninggalkannya dan
memisahkannya dengan Bimo.
“Tapi Pi.... apa alasannya Mina mau bercerai
dengan saya?” tanya Ardi ekpada Ayah Mina.
“Papi juga nggak tahu Di.... katanya memang
dia sudah tidak betah dengan kamu dan ingin berpisah dengan kamu” kata Ayah
Mina.
Ardi yang mendengar hal itu tidak bisa
menahan amarahnya kemudian,
“Apa Mina sudah punya lelaki lain!?” kata
Ardi dengan nada tinggi.
“Apa maksudmu!?” jawab Ayah Mina masih ingin
menutupi.
“Saya tahu sewaktu Mina di sini dia bertemu
dengan lelaki lain di Mall sampai malam-malam!?” kata Ardi tidak sabar untuk
mendapat pengakuan dari keluarga Mina.
Ayah Mina yang mendengar hal itu kaget karena
Ardi tahu Mina bertemu dengan lelaki lain,
“Kata siapa Mina bertemu dengan lelaki lain! Jangan
menuduh kamu!” kata Ayah Mina marah untuk menutupi betapa malunya dia karena
ulah anaknya.
“Waktu Mina di sini, Mbok Inem mendengar
pembicaraan Papi dan Mami kalau Mina ketemuan dengan cowok di Mall. Ngajak Bimo
lagi! Apa nggak malu selingkuh ngajak anak!” kata Ardi tidak sabar. Nadanya
tinggi seperti membentak orangtua Mina.
“Maaf, ini rumah kami. Silahkan keluar dari
rumah kami!” kata Papi Mina.
Lela yang seumur hidupnya yang tidak pernah
diusir dan kali ini diusir oleh Ayah Mina menjadi sakit hati kemudian mengajak
keluarganya untuk pergi dari rumah Mina.
“Sudah Ardi! Kalau memang Mina mau cerai ya
sudah! Jangan mengemis cinta pada orang yang nggak respek sama keluarga kita!”
kata Lela mengajak Ardi pergi.
Mereka sekeluarga kemudian meninggalkan rumah
Mina dengan hati yang penuh amarah. Ardi bertekad untuk mendapatkan hak asuh
Bimo. Kalaupun dia harus bercerai dengan Mina, setidaknya dia mendapatkan hak
asuh Bimo sehingga dia bisa bersama Bimo
selamanya.
Di dalam mobil, mereka mulai ngobrol lagi
membicarakan perceraian Ardi dengan Mina,
“Sepertinya Mina memang sudah mantap untuk bercerai
dengan kamu Ardi” kata Lela.
Ardi hanya terdiam tidak bisa menjawab
perkataan kakaknya.
“Kamu bagaimana Ardi? Apa yang akan kamu
lakukan?” kata Lela lagi karena tidak ada tanggapan dari Ardi.
Ardi yang terus didesak oleh keluarganya
kemudian menjawab,
“Aku akan cari pengacara Kak, aku hanya mau
mendapat hak asuh Bimo saja” jawab Ardi.
Lela terdiam, dia tidak tega mau mengutarakan
pendapatnya tentang Bimo. Lela masih berpikir Bimo bukanlah anak Ardi.
“Ya coba saja. Siapa tahu dapat hak asuhnya”
kata Lela.
.............................................
Setelah keluarga Ardi berkunjung ke rumah
Mina di Kota S, satu minggu kemudian Ardi mendapat surat dari Pengadilan Agama tentang
gugatan cerai dari Mina.
Setelah itu persidangan menjadi alot karena
Ardi tetap meminta hak asuh Bimo dan membeberkan Mina berselingkuh di
Pengadilan.
Karena hal itu Mina memutuskan untuk
melakukan tes DNA.
“Kenapa harus tes DNA segala?!” tanya Ardi
kepada Mina.
“Karena Bimo bukan anakmu!” jawab Mina.
Persidangan diundur lagi karena harus
menunggu hasil tes DNA.
................................
Sambil menunggu tes DNA, Ardi merasa gundah
karena dia takut akan hasil tes DNAnya. Kenapa Mina tega berbuat seperti itu,
pikirnya. Kenapa kalau Bimo bukan anaknya, dia yang harus bertanggungjawab
menikahi Mina, pikirnya.
Bagaimana hidupku tanpa Bimo? Hatiku sudah
kuserahkan seutuhnya kepada Bimo karena merasa Bimo adalah anakku, Ardi
berpikir keras bagaimana nanti kalau ternyata hasil tesnya menunjukkan bahwa
Bimo bukan anaknya.
Ardi merasa marah kepada Mina. Dia merasa
seperti dipermainkan oleh Mina dengan permintaan Mina yang ingin tes DNA.
Ardi membayangkan apabila dulu Mina tidak
meminta pertanggungjawabannya, kemungkinan Winda masih berada di sisinya. Dan
saat itulah Ardi teringat dengan Arjuna.
Ardi menangis dengan keras sambil
berteriak-teriak. Mbok Inem yang mendengar Ardi berteriak sambil menangis
akhirnya menghubungi Lela untuk segera pulang untuk menenangkan Ardi.
Lela merasa masalahnya bertambah, dia masih
bekerja tetapi juga harus mengurusi Ardi yang sedang ada masalah.
Lela pulang, dan mulai menenangkan Ardi,
setelah Ardi tenang, Lela berbicara kepada Ardi,
“Di, bukannya kakak tidak mau mengurusimu,
tapi kerjaan kakak juga banyak” kata Lela.
mending bobo...
bikin kesel/eneg dehhh..