NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:70.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Raka Atmadja adalah pewaris tunggal Keluarga Atmadja.


"Ambillah, anggap saja itu ganti rugi dariku atas hilangnya keperawananmu!"


"Dasar Kau pria brengsek!!! Tidak aku sangkah di muka Bumi ini ada pria brengsek seperti dirimu!"


"Kau pikir dengan Uang itu, Kau bisa mengembalikan keperawananku yang sudah Kau nikmati! Tidak akan pernah sebanding dengan uang mu Tuan!!! Jangan berpikir uang Anda bisa membeli segalanya! Anda salah besaaar Tuan!"


"Jangan berteriak di depanku!! Kau pikir kau itu siapa? Kesalahan terletak pada dirimu sendiri. Datang dalam keadaan mabuk ke kamarku lalu membuka seluruh pakaianmu sendiri dan meminta sesuatu yang harusnya nggak akan aku lakukan. Coba Kau berpikir sejenak Pria mana yang akan menolak? Apa lagi saya memang Pria normal yang tertarik dengan lawan jenis. Wajar saya menerima kemauan panas Anda!"


Kisah Raka menemukan sang pujaan hati bernama Eva, saat melakukan one night stand yang membuatnya hamil. Apakah Raka akan menerimanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TM25: PERTEMUAN

Ketika kembali ke Apartemen , Eva melihat kearah dapur yang berantakan. Raka yang menggunakan celemek tidak sempat lagi melepasnya , ketika Eva sudah menatap bingung ke Raka. Mengangkat kedua tangannya , menyapa Eva dengan senyuman.

" Kamu Sudah kembali?" Tanyak Raka sambil nyengir.

" Pak Raka ngapain? " Tanyak Eva khwatir dan menghampiri Raka.

" Saya lapar." ucap Raka sedih.

" Sini biar saya saja yang masak , kerjakan saja urusan pak Raka. Nanti kalau sudah masak saya panggilkan pak Raka ya." ucap Eva menarik Penggorengan dari tangan Raka.

" Terimakasih." Katanya Ringan.

Kemudian Eva membuat olahan bahannya , sebelum memulainya Raka menariknya.

" Pakai Ini." memasang celemek pada Eva. Dan mengikat rambut Eva.

Kemudian Raka kembali ke ruang kerjanya , melanjutkan pekerjaan kantor yang belum selesai. Eva berbalik untuk melanjutkan pekerjaanya. Bergerak dengan ahli , memasak nasi , memotong sayuran dan membersihkan ikan. Semua dia lakukan sendiri.

Setelah beberapa saat , sudut mata Eva menangkap sosok tinggi yang sedang berdiri didepan pintu dapur. " Apa ada masalah?" Tanyak Raka ke Eva.

" Ouw tidak. . . sebentar lagi akan selesai." ucap Eva.

" Jika kamu butuh sesuatu katakan saja pada saya. saya takut kamu kelelahan. "

Eva menatap jam dinding sudah jam 8 mungkin dia sudah terasa lapar. " Tidak ini , sudah selesai. Pak Raka bisa duduk sekarang." ucap Eva.

Raka pun berjalan , dan duduk didepan Eva. Mereka pun menikmati hidangan makan malam yang dibuat Eva.

" Apa terasa enak? " Tanyak Eva saat Raka tanpa merespon sedari tadi.

" Ini Enak. Setiap yang kamu masak selalu enak." jawab Raka dengan bersemangat.

Semenjak Eva tinggal sendiri , dia sudah terbiasa untuk masak. Hidangan Rumah mampu dia kuasai untuk beberapa menu langsung bisa dihidangkannya untuk Raka.

" Eva." Panggil Raka tiba - tiba.

" Ya Pak? "

" Besok kita makan siang dengan kedua orang tua saya. " ucap Raka perlahan.

Eva pun terbatuk. Kemudian Raka berdiri menepuk bahunya dan memberikan air putih ke Eva.

" Pak. . . kenapa bisa secepat ini? saya belum mempersiapkan diri Pak." ucap Eva.

" Apa yang harus kamu persiapkan? Kan ada saya?" Tanyak Raka kemudian kembali duduk didepannya.

" Pak. . . gimana kalau orang tua pak Raka bertanyak tentang keluarga saya?" Tanyak Eva sedih.

Raka menarik tangan Eva dan menggenggamnya.

" Kamu tidak perlu takut , ada saya." ucap Raka lagi.

" Baiklah Pak." ucap Eva .

--------------------------------------

" Pak Raka , apa yang kita bawak untuk orang tua pak Raka? " Tanyak Eva ke Raka yang sedang menyetir pagi itu.

" Apa ya? saya juga bingung. Tidak usah dipikirkan , kita datang membawak diri saja mereka sudah senang." ucap Raka tersenyum ke Eva.

" Pak Raka disini , saja." ucap Eva saat sudah diperempatan jalan ke Kantor.

" Tidak , kita sama turun didepan sana. Kamu akan segerah jadi Istri saya. Jadi tidak ada yang perlu kita tutupi kan? " Tanyak Raka serius.

Eva hanya menghela nafasnya. Dengan terpaksa dia mengikuti kemauan Raka. Mereka bersama - sama Turun dari Mobil Raka , dan benar saja sebagian mata melihat ke arah Eva dengan sorot mata yang mengerikan. Banyak yang menyukai Presdir tampan itu. Tapi tak satupun yang mampu singgah dihati Raka.

Eva kemudian buru - buru masuk ke Kantor. Tidak menunggu Raka sama sekali. Dari kejahuan Casandra melihat Eva. Mengejar Eva yang hampir masuk Lift.

" ele. . . Ele. . . udah terang - terangan nih? " Goda Casandra.

" Apaan , itu pak Raka sendiri yang mau. Bukan gua."

" Duh pak Raka romantis banget ya Va?" Ucap Casandra mengandai - andai.

" San. . . Entar siang gua jumpa sama keluarga Pak Raka. Gua bawak apa ya? "

" Apa ya? Lo bawak sesuatu pun mereka udah punya segalanya begitu entar malah jadi gak digubris lo sakit hati. Pak Raka sendiri bilang apa?"

Sesampainya mereka diruangan Mereka.

" Katanya bawak diri saja , orang tuanya sudah senang."

" Ya sudah , kan Pak Raka bilang seperti itu. Jadi tidak usah kamu pikirkan lagi." ucap Casandra.

Eva pun terdiam. Ada benarnya juga yang dikatakan Casandra. Ya sudahla seperti kemauan Raka. Bawak diri saja.

Sebelum jam makan siang , Raka mengiirim pesan singkat ke Eva.

" Tunggu saya di Loby , sebentar lagi kita kerumah orang tua saya."

Buru - buru Eva pamit pada Casandra , Jimmy dan Varel. Karena dia tidak mau Raka menunggu. Kemudian dia turun ke Loby seperti yang dikatakan Raka. Sesampainya dia di Loby, dia menyapa Aurel Customer Service Perusahaan Raka. Sekedar berbincang. Tapi tak lama , dari kejahuan datang Waty menghampiri Eva.

" Perempuan ****** , sekarang benaran tidak tauh malu Lo ya. Mainan lo sekarang Pak Presdir. Jangan mimpi Lo bisa naik langsung jadi Ibu Presdir. " ucap Waty tiba - tiba.

Semua mata memandang kearah Eva dan Waty.

" Apa maksud lo! ini perusahaan , jangan suka - suka lo ngomong Waty. Malu dilihat orang." ucap Eva takut.

" Oww. . . Masih punya malu Lo ya? Jangan macam - macam berpikiran bisa mendapatkan pak Raka dengan tubuh Lo!." ucap Waty lagi.

" Apaan sih Lo Waty. Gua gak mau berdebat dengan Lo.!" ucap Eva.

Tak lama Raka sudah berjalan dari arah belakang mereka. Melihat keramaian , disatu sisi ada Leo yang sudah sedari tadi memperhatikan mereka. Tapi biarlah pak Raka sendiri juga mendengar suara Iblis wanita yang menggangu Eva sedari dulu.

" Ada apa ini ribut - ribut." ucap Raka membelah kerumunan.

Dari jauh Casandra , bersama Jimmy dan Varel turut ikut menghampiri Eva. Eva sebenarnya sangat malu.

" ini nih Pak Raka , dari dulu sampai sekarang tidak pernah lelah merusuh ke Eva." ucap Casandra.

" San." ucap Eva menggelengkan kepalanya.

" Biarin saja , biar Pak Raka juga tauh Pegawainya ada yang bar - bar." ucap Casandra.

" Ada apa bisa kamu jelaskan? " Tanyak Raka ke Waty.

" Saya cuma mau memperingatkan Eva saja Pak , untuk tidak menggangu Pak Raka . Kemarin saya lihat dia turun dari Mobil Pak Raka." ucap Waty.

Semua mata tertuju pada Eva.

" Lagian kamu kenapa ngurusin pribadi orang! Jika Eva memang Pacar saya , apa urusan kamu!" Tanyak Raka datar dan ringan.

Sontak semua semakin takjub akan kebenaran itu. Waty tertunduk malu. Dia dipermalukan didepan orang banyak. Oleh Raka sendiri.

" Jangan berani lagi kamu ganggu Eva , saya tidak mau masalah seperti ini ada lingkungan Perusahaan saya!" ucap Raka tanpa melihat ke Waty dan menarik tangan Eva keluar dari perusahaan.

" wuh. . . kenak semprot Lo kan sama Pak Raka." ucap Casandra ke Waty.

Mereka bertiga jalan ke Kantin kantor.

" San. . . maksud Pak Raka tadi itu? Eva pacarnya benaran tuh? " Tanyak Varel.

" Iya benar. . . " jawab Casandra singkat.

" Yakin Lo San? " Tanyak Jimmy.

" Yakinlah. . . Eva kemarin yang bilang ke Gua. Pak Raka ngejar - ngejar dia tuh. sempat di tolak Eva, Pak Raka tetap ngebet banget ." Casandra mulai ngarang. Dia tidak mungkin memberitaukan tentang kehamilan Eva.

--------------------------

Raka menatap Eva yang hanya terdiam sedari tadi.

" Kamu tidak apa - apa kan?" Tanyak Raka.

" agh. . . tidak pak."

" siapa wanita tadi?"

" loh Pak Raka gak kenal sama karyawan Pak Raka sendiri?"

" Tidak. . . saya tidak mengingat orang yang tidak ada arti bagi saya."

" Itu namanya Waty Pak. Dia team 2 dari Divisi Humas. Semenjak saya di angkat jadi Ketua dia gencar ganggu saya. Gak tau apa salah saya. Saya juga bingung."

" Jadi tadi kamu dipermalukan kenapa gak digampar aja sekalian." ucap Raka mencoba memancing amarah Eva.

" Buat apaan seperti itu pak. Kita kan sedang diperusahaan malu lah. Tadi saya juga malu banget , banyak yang liatin. mana Pak Raka bilang lagi saya ini pacar pak Raka. Besok ditaruh dimana muka saya pak." ucapnya sedih.

" Sudah jangan dipikirkan. Besok saya bilang kamu Istri sah saya." Raka malah tertawa.

" Pak Raka!" ucapnya menoleh ke Raka.

Beberapa jam akhirnya mereka tiba dirumah kediaman orang tua Raka. Komplek perumahan mewah yang sembarangan orang tidak bisa membelinya. Karena bukan hanya memiliki uang saja , tapi ada persyratan untuk dapat menghuni komplek mewah itu.

Eva sangat takjub , awal masuk saja sudah banyak orang bertugas untuk menyambut kedatangan mereka.

" Kalian sudah tiba." ucap Lusi dari samping.

" Nenek." ucap Eva bahagia.

" Iya sayang , mari kita duduk disini. Sebentar lagi orang tua Raka akan keluar." ucap Lusi mengajak mereka diruang keluarga.

Raka sendiri biasa saja , ya karena memang dia setenang air. Tidak memikirkan apa yang menjadi pikiran kedua orang tuanya nanti.

Tak lama mama dan Papa Raka , Tuan Radja Atmadja dan Nyonya Savira Atmadja,pun masuk kedalam ruangan. Wajar saja papa dan mama Raka selama ini tinggal di Amerika. Tapi bagi mereka Raka anak kesayagan mereka.

" Ma.. " ucap Raka menghampiri mamanya dan memeluk Tubuh Mamanya.

" Raka. . . mama rindu banget sama kamu." ucap Mamanya, sambil membalas pelukan erat putranya.

" Raka juga rindu sama mama."

" Hallo Nak." ucap Papa Raka, juga memberikan pelukan pada Raka.

" Siapa Gadis yang cantik ini ma?" Tanyak Mama Raka pada Lusi.

Lusi tersenyum. " Kemarilah nak." ucap Lusi ke Eva.

" Ini Eva , yang mama ceritakan pada kalian tempo hari. " ucap Lusi memperkenalkan Eva pada kedua orang tua Raka.

Raka berjalan ke sisi Eva, meranggkul dan menggenggam tangan Eva , tangan Eva terasa sangat dingin. sedingin Es. dia gugup , benaran sangat gugup. Sudah lama dia tidak merasakan rasa Keluarga.

" Ma Ini adalah Eva , calon Istri Raka Ma. Yang akan Raka nikahi Minggu depan." ucap Raka dengan pasti.

Mendengar anak lelakinya akan menikah , Mama Raka segerah melihat Eva. Matanya terpaku pada Eva.

Sorot mata mamanya Raka berbeda dari sorot matanya yang awalnya hanya kosong karena melihat orang asing sekarang berubah. Mulai menilai Eva dengan teliti , sesekali ia menyoroti Eva dari Atas hingga bawah dengan mata yang bukan terpesona.

Terbesit di pikiran mama Raka wanita yang sexy Karena banyak yang dibayangin mama Raka anaknya itu pasti menyukai wanita yang sexy, Tidak seperti dugaanya dia memilih gadis yang di depannya sangat polos. Wajah saja tidak menor , biasa saja nggak ada wownya.

Dia melihat Eva lagi , lalu menatap ke Raka. Wajah Raka memandang Eva lembut , tangannya yang menggenggam erat Eva membuat mama Raka tiba - tiba tersenyum. Anaknya memang memilih yang sesuai dengan kemauannya. Mama Raka suka dengan anak gadis polos tidak berlebihan seperti Eva yang apa adanya.

" Ya Baiklah , anak mama akan segerah menikah kamu sudah dewasa sayang. Mama nggak sangkah nenek akhirnya memberikan yang sesuai dengan kamu." ucap sang mama dengan mata yang berkaca - kaca menyentuh pipi Raka.

" Jangan menangis ma." kata Raka.

Mendengar perkataan mamanya , Eva sangat tercengang. Dengan mudah seperti itu , mama langsung menyetujui mereka. Raka yang melihatnya mengusap lembut kepalanya.

" Buruan perkenalkan diri kamu sama mama." bisik Raka.

Eva langsung tersadar , wajahnya sudah memerah.

" Tante , salam kenal saya Eva." ucap Eva sopan.

" Panggil saja mama , kamu akan segerah jadi anak mantu mama." ucap Mama Raka senang dan membelai lembut rambutnya.

" Ii. i. ya Ma. " ucap Eva gugup. Sudah lama kata mama tidak pernah keluar dari bibirnya. Matanya berkaca - kaca.

" Kamu memang baik , jangan sungkan sayang." ucap mama Raka menarik tubuhnya dan memeluk Eva. " Jangan menangis , mulai hari ini kamu anak mama juga." ucap mama Raka lagi.

Sebenarnya mama Raka sudah mendengar semua cerita dari Lusi. Kesan pertama mamanya sudah munyaki Eva.

" Kalian persiapkan pernikahan kalian dengan baik. dan mama mau , anak dikandungan kamu juga bertumbuh dengan baik. Kamu mengerti? " Tanyak sang mama.

" Iya ma..." Jawab Eva.

Papa Raka pun sudah menerimanya. Dia mengenal Eva , saat Papa Raka menjabat sebelum digantikan oleh Raka. Dia tau Eva anak yang baik. Penuh kerja keras tidak suka di kasihanj. Jadi Papa Raka tidak berkata banyak. Dia senang, yang jadi mantunya bukanlah orang yang hidupnya dikuasai oleh Uang.

" Halo Pa " ucap Eva menyapa.

" Iya Nak , senang rasanya saya tau kamu yang mejadi mantu saya." ucap Papa Raka mengusap lembut rambut Eva seraya senyum.

" Terimakasih Pa." ucapnya sungkan.

" Jangan sungkan. Kalian hari ini menginaplah disini , papa dan mama masih ingin bersama kalian." ucap papanya senang.

" Baiklah Pa. Nenek juga disini bersama kita kan?" Tanya Raka ke Lusi.

" Ya. . . malam ini kita akan berpesta." ucap Lusi bahagia.

Akhirnya resmi sudah Eva diterima langsung oleh keluarga besar Raka. Tinggal mengurusi masalah pernikahan , Nenek Raka yang akan bergerak cepat. dikomandoin dengan bawahannya. Walaupun sudah berumur , Nenek Lusi masih menjabat diperusahaan suaminya , kakek Raka yang sudah tiada. Dengan begitu , nenek Raka masih memiliki banyak kendali. Semua bisa diatasinya. Hanya dengan perintah sang Nenek.

1
Ayunda Marbun
sebenarnya si raka gak salah ,yg salah cuma dia gak mengakui anak itu ,si eva yg dtg mabuk² maksa si raka tp yauda la semua ditangan author
Diiaan
datang lagi aku di 2025🤣
Moch Firman
karya yg keren
Jamaliah
visualnya ada yang di hapus yaa Thor
Retno Wijayanti
Luar biasa
Rumiati Arumi
membaca cerita nya ada rasa yang bercampur aduk,Antra nanggis,dan tertawa sendiri dlm menghayati sebuah cerita
👍👍🙏
Rumiati Arumi
semakin kesini semakin seru ceritanya👍
Maelfie Alzena
dulu pernah BCA berkali2pingin BCA LG dari kemarin di cri2 gak ada judul bnyak tp peran beda cuma inget nama peran utama nya saja. nama author nya jg GK tau.
Sustika Ekawati: bener banget kak,aku udah cari² sampai berbulan bulan kak,baru nemu sekarang🤣🤣🤣
total 1 replies
Siti Rohayati
saya Sdh ber x membaca tapi tak bosan alur cerita ny bagus mantap /Drool/
Pujianto Ajha
Luar biasa
Happy Situmorang
Luar biasa
srimusvita
ok
endang asmarini
semangat athor
Anonim
akhirnya/Doubt/
Anonim
nyesal km raka
Anonim
eva dak usah kerja sj/Facepalm/
Anonim
wkwkwk raka
Anonim
habis ini gantian mantannya raka yg keluar
Anonim
nenek hebat
Anonim
gila itu org
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!