NovelToon NovelToon
My Bodyguard Is My Love

My Bodyguard Is My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:313.8k
Nilai: 5
Nama Author: hunny24

Reina putri tunggal seorang CEO perusahaan besar yg sudah kehilangan ibunya saat melahirkannya harus menerima kenyataan bahwa Ayahnya sedang sakit parah. Ayahnya berencana menjodohkannya dengan seorang bodyguard.. Jaka adalah bodyguard yg akan dijodohkan dengannya. Tapi Jaka pun tidak tahu masalah perjodohan ini. Apakah perjodohan ini akan terjadi?? Akankah Reina ataupun Jaka akan jatuh cinta?? Akankah Reina menyetujui permintaan Ayahnya yg sedang sakit parah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hunny24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Menjenguk Pak Sis

Siang itu seperti biasa Reina pulang sekolah dijemput oleh Jaka. Namun Reina masih khawatir bagaimana kabar Pak Sis, ia pun berniat meminta Jaka mengantarnya ke rumah sakit tempat Pak Sis dirawat.

"Coach.. ayo kita jenguk Pak Sis.." pinta Reina.

"Tidak masalah tapi kau harus pulang dahulu dan makan siang" jawab Jaka.

"Baiklah, tapi benar ya kau akan mengantarku? " tanya Reina lagi.

"Iya, tidak masalah jika hanya ke rumah sakit" jawab Jaka.

"Okee.." timpal Reina.

Mereka pun pulang ke rumah dan makan siang di rumah, baru pergi ke rumah sakit. Sehabis makan Reina langsung bersiap dan berangkat menuju rumah sakit. Sebelum berangkat Bi Inah memberi Reina makanan untuk Pak Sis.

"Non.. ini Bibi titip ya, buat Pak Sis" pinta Bi Inah.

"Wah.. kalian memang sudah seperti keluarga, perhatian sekali pada satu sama lain. Terimakasih ya Bi dan juga sampaikan terimakasihku pada koki di dapur" jawab Reina

"Iya non.. Bapak kan sudah mengajari kami supaya menganggap semuanya seperti keluarga" jawab Bi Inah.

" aku juga sayang kalian, aku harap kalian betah bekerja dengan Ayahku" kata Reina.

"Iya non semua juga menyayangi non Rei, dan pastinya kami sangat betah ada disini" jawab Bi Inah.

"Maafin aku ya Bi, gara-gara aku kalian semua harus merasakan kejadian kemarin, terutama Pak Sis dan Pak Kus.." lirih Reina.

"Tidak apa-apa non. Bukan salah non Rei juga, semua ini sudah takdir gusti Allah.." kata Bi Inah mencoba menguatkan Reina.

"Iya Bii terimakasih, untuk semuanya juga.. setelah semua yg terjadi kalian masih bersamaku.." jawab Reina.

"Iya non.. sudah-sudah yang berlalu biar berlalu.. Kita harus saling peduli satu sama lain" timpal Bi Inah.

"Iya Bii.. aku berangkat dulu ya.. Assalamualikum.." kata Reina.

"Waalaikumsalam.." jawab Bi Inah.

Lalu Reina berangkat dengan Jaka. Di mobil Reina jadi lebih diam dan kelihatan sedih, tapi Reina berusaha untuk menutupi itu. Ia mencoba mengobrol dengan Jaka.

"Coach, kita mampir ke toko kue S ya.. dijalan xxx.." pinta Reina.

"Baik.. Apa kau baik-baik saja Rei?" tanya Jaka.

"Aku baik-baik saja Coach.. " jawab Reina.

"Baiklah.. tapi jangan salahkan dirimu sendiri ingatlah itu. Semua yang terjadi mungkin takdir, dan Pak Sis melindungi mu karena peduli padamu" kata Jaka.

"Iya Coach aku hanya sedih" jawab Reina.

"Iya aku paham, aku juga merasa bersalah karena meninggalkan kalian disana. Tapi, tidak semua hal bisa kita kendalikan. Jadi, cukup jadikan pelajaran" kata Jaka.

"Iya Coach kau benar" jawab Reina.

"Sudahlah Pak Sis akan sedih jika kau pasang tampang jelek begitu.. " kata Jaka mencairkan suasana.

"Coachh.. aku tidak sejek itu" jawab Reina sambil mengerucutkan bibirnya..

Dan Jaka hanya bisa tersenyum melihat tingkah Reina. Kemudian mereka sampai di Toko Kue S. Mereka berdua turun, karena Jaka harus ekstra hati-hati akibat kejadian kemarin. Bahkan ada beberapa tim khusus yang mengikuti mereka. Mulai dari Gps di mobil hingga handphone Reina pun tak luput dari pengawasan. Surya sudah memerintahkan seperti itu untuk mengantisipasi kejadian tak terduga lainnya.

Setelah memilih dan membayar, mereka keluar dari toko dan kembali je mobil. Jaka heran kenapa Reina membeli begitu banyak kue di toko tersebut.

"Apa ini semua untuk Pak Sis? " tanya Jaka heran.

"Tidak, ini untuk semua orang di rumah. Untukmu juga ada Coach, ini untukmu.." kata Reina sambil memberi kue kepada Jaka.

"Terimakasih, tapi aku tidak suka makanan manis. Jadi kasih ke yg lain saja dari pada mubazir" jawab Jaka.

"Kau jahat sekali coach.." jawab Reina.

"ini anak kenapa lagi? udah dikasih tau aku gak suka kenapa ngatain jahat? yauda lah terima aja, ntah nti bisa dikasih ke siapa buat bantu abisin"gumam jaka dalam hati.

"Baiklah Rei, maaf aku tidak bermaksud.. aku akan menerimanya dan terimakasih kuenya" jawab Jaka sembari menerima kue tersebut.

"Nah gitu dong.. itu namanya menghargai pemberian.. lain kali aku akan memberi sesuatu yang kau sukai" kata Reina sambil tersenyum.

"Iya aja dah.. ribet cewek kalo udah ngambek" pikir Jaka dalam hati.

Jaka hanya menjawab dengan senyumannya. Namun tidak membuat Reina berhenti. Sepanjang jalan Reina terus mengoceh.

"Coach apa yang kau sukai?" tanya Reina.

"Itu rahasia, kenapa kau kepo sekali Rei" jawab Jaka.

"Ihh nyebelin, orang ditanya baik-baik juga" kata Rena cemberut.

"Maaf tapi memang itu aturan pekerjaanku, aku bisa jadi apa saja agar menyesuaikan dengan pekerjaan" jawab Jaka dengan alasan pekerjaan

"Jadi ini semua palsu?" jawab Reina.

"haduhh.. makin panjang nanya nya.."gumam Jaka dalam hati yg mulai frustasi.

"Bukan begitu juga, tapi kami bodyguard tidak bisa memilih. Kadang harus jadi mata-mata, kadang juga seperti ini,kadang harus menyamar, kurang lebih begitu" jawab Jaka.

"Hmm.. tapi apa sikapmu yg ini adalah sikap aslimu?" tanya Reina lagi.

"Iya kurang lebih begitu" jawab Jaka asal agar Reina tidak banyak bertanya lagi.

Dan mereka pun sudah sampai di rumah sakit. Jaka langsung mengarahkan Reina ke ruangan Pak Sis. Meski hanya sebagai pengawal biasa, Pak Sis mendapat fasilitas Vip yg cukup bagus. Surya betul-betul tahu cara berterimakasih pada orang-orang yg sudah menjaga putrinya. Setelah masuk ke ruangan, Reina melihat kondisi Pak Sis yang sudah lebih baik.

"Hallo Pak Kus.. apa kabarmu?" sapa Reina.

"Sudah lebih baik non, terimaksih sudah mau menjenguk saya" kata Pak Sis terharu dijenguk Reina.

"Tidak usah sungkan Pak, berkat bapak saya dan yang lain baik-baik saja. Justru aku yg harus berterima kasih pada bapak" jawab Reina.

"Sama-sama non, bapak senang non dan yg lainnya baik-baik saja" kata Pak Sis.

"Iya pak.. Ohh ini titipan dari Bi Inah dan yg lain, aku juga tadi mampir ke toko kue" kata Reina sembari memberi bungkusan makanan dan kue yg dia beli tadi.

"Wah, terimakasih banyak non.. terimakasih juga buat yg lain tolong beritahu ya non.." kata Pak Sis.

"Iya sama-sama Pak" jawab Reina tersenyum.

Mereka pun ngobrol sebentar lalu pulang karena hari mulai gelap. Reina dan Jaka pun berpamitan sebelum pulang. Jaka sudah memberitahu Reina kalau keluarganya Pak Sis berada jauh di kampung jadi sengaja tidak dikabari agar tidak khawatir. Itu juga pesan Pak Sis karena tidak mau merepotkan anak dan istrinya.

1
Taysa
menarik
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
asma la
👍👍
Siti Fatonah
baguss thorr semangattt
Siti Fatonah
masalahnya rebutan harta nehh
Imarin
salam kenal dari novel cinta jarak jauh berujung miris.
Jangan lupa mampir di novel q juga ya.. kita saling support
Rini Kusmiyanti
aku juga mau nitip jodoh anak ku heee😀
Jeragan Kates
lanjut
Arobi
lanjutlah
Arobi
dasar anak muda
Arobi
belanja nie yeeeeee,,,,,,,
Arobi
lanjut
Arobi
hadeeeeeeh,,,,,
Arobi
so sweet
Arobi
lanjut
Arobi
siapa tuh,,,,
Arobi
wah,,,,
Arobi
pakai senjata rahasia aja
Arobi
deg degan,,,,
Arobi
tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!