NovelToon NovelToon
My Love Story 2

My Love Story 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Dinda Angel

Dia dikenal sebagai "KR", pria tertampan dan pria terdingin yang mereka kenal, siapa lagi kalau bukan Kara Wijaya. Kehidupan Kara berubah setelah dirinya harus kehilangan orang yang penting dalam hidupnya, Kara menjadi sangat dingin dan arogan. Mereka juga menjuluki pria tampan berhati es, tapi dibalik semua itu sifat hangat Kara masih tersimpan.

suatu hari Kara bertemu dengan seorang dokter cantik, dokter itu dikenal karena keramah tamahannya. bukan hanya kecantikan dia juga disukai banyak orang karena kebaikan hatinya, dokter itu bernama Nadia Salsabillah.


Takdir membawa mereka pada sebuah perjodohan, apakah Kara akan mencintai dan menerima Nadia sebagai pengganti Angel?


ikuti kisah mereka ya...

jangan lupa baca My Love Story season 1 dulu ya🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. merindukannya.

2 bulan telah berlalu, hubungan Kara dan Nadia menjadi teman baik. tidak ada pertengkaran diantara mereka, tapi sesekali mereka meributkan sesuatu entah apa pun itu. sering kali jika Nadia mendapat kesulitan Kara siap membantu begitu juga dengan sebaliknya.keduanya sangat sibuk, Kara sibuk rapat dikantor sedangkan Nadia sibuk dirumah sakit kadang mereka sampai lupa waktu.

suatu hari Nadia dikirim keluar kota karena ada sebuah bencana alam disalah satu kota, dan dikota itu membutuhkan beberapa dokter, untuk memberikan kesehatan pada anak anak dan orang tua.

"Nad aku sudah kasih vitamin kesemua anak anak dan orang tua." ucap Dewi, Nadia sedang memeriksa hasil laporan kesehatan.

"iya Wi kita harus siap sedia untuk menyelamatkan mereka."

"iya Nad, mereka juga meminta bantuan, para tentara diperintahkan untuk kesini katanya sih tentara itu akan datang siang ini." Nadia hanya diam dengan itu.

"aku mengkhawatirkan Kara!" ucap Nadia, Dewi pin tersenyum geli.

"kau mengkhawatirkannya atau merindukan nya?" wajah Nadia langsung memerah seketika, Dewi tertawa renyah melihat itu.

"diamlah Dewi, aku sedang fokus!" Dewi semakin tertawa dengan itu.

setelah itu mereka mendengar suara helikopter sangat keras, Nadia dan para dokter mau pun perawat keluar untuk melihatnya. terlihat beberapa helikopter datang terdapat beberapa tentara disana, semua perawat terkagum kagum melihat mereka.

semua tentara diperintahkan untuk mencari korban yang belum ditemukan, dan menyelamatkan beberapa orang yang membutuhkan bantuan.

dilain tempat Kara sedang sibuk rapat dengan beberapa pemilik saham dan karyawan, dengan serius Kara membicarakan kemajuan perusahaannya.

"rapat selesai, bubar!" ucap Kara setelah beberapa jam, semua pun keluar dengan arahan Kara.

Kara duduk diruang kerjanya, Reno menghampiri Kara dan memberikan beberapa laporan yang harus Kara cek.

"aku mengkhawatirkan Nadia!" ucap Kara tiba tiba.

"benarkah, kau mengkhawatirkannya atau merindukannya!" goda Reno

"apa maksudmu, aku khawatir dia harus pergi karena bencana alam, kalau dia pergi karena berlibur tidak masalah." tegas Kara, tapi Reno tidak percaya.

"semakin hari aku lihat hubungan kalian semakin baik,!"

Kara mengingat kejadian saat Nadia pulang dari rumah sakit

Kara membawa Nadia pulang kerumah nya, Nadia tampak bingung dengan keadaan rumah itu yang sepi.

"mama dan papa pulang kesemarang, mereka akan disana 5 bulan." jelas Kara.

"lama sekali, kenapa maksudku ada apa emangnya?" ucap Nadia pelan

"papa dalam perjalanan bisnis jadi mama ikut, mereka tidak tahu tadi pagi kamu demam."

"hm.. tidak usah diberitahu, aku sudah baik baik saja." Kara membaringkan tubuh Nadia untuk beristirahat, saat Kara hendak pergi Nadia memegang tangannya.

"terima kasih, terima kasih untuk semuanya." Kara tersenyum dan duduk disamping Nadia.

"sama sama, aku sudah berjanji pada ibumu untuk menjagamu jadi aku akan selalu menjagamu." ucap Kara tersenyum.

"bisakah kita berteman, agar kita terus berteman saat kita berpisah, bagaimana?" Kara terkejut dengan perkataan Nadia, dan Kara mengingat surat kontrak itu.

"ya.. mari kita berteman.." Nadia mengarahkan jari kelingkingnya, Kara pun menerima kelingking itu dengan kelingkingnya.

"baiklah ibu dokter, sekarang istirahat lah!" Kara menyelimuti Nadia.

"baiklah pak direktur." Kara tersenyum dengan itu.

"apa aku terlihat seperti bapak bapak?" ketus Kara, Nadia pun bangun dari tidurnya.

"kau juga memanggilku ibu, apa aku seperti ibu ibu. bahkan panggilan dari Bagas lebih baik dari pada panggilan darimu." saut Nadia.

"baiklah bagaimana kalau aku memanggilmu istriku tersayang!" goda Kara membuat Nadia memerah dan Kara pun tertawa.

"Kara kenapa kau selalu menggodaku hentikan!" Nadia memukul Kara dengan bantal, Kara pun membalas memukul dengan bantal dan akhirnya mereka perang bantal dikamar itu.

****

"ya.. kami mencoba berteman, meskipun kadang tetap ribut.." Kara tersenyum, Reno terkejut melihat itu.

"Kara apa ini?, kau tersenyum!" Kara langsung menatap Reno dengan tajam.

"Kara aku punya ide!" Reno mengalihkan suasana agar Kara tidak marah.

"apa?"

"kita kirim bantuan atas nama perusahaan untuk kota itu bagaimana?" Kara tampak berpikir dengan ide Reno.

"baiklah, aku akan katakan berapa yang harus dikirim." Reno tampak tersenyum.

****

Nadia sedang memeriksa obat obat an yang dibutuhkan disana, dengan teliti ia memeriksa semua itu. tiba tiba hpnya berdering mendapat pesan dari Kara, Nadia tersenyum senang.

Kara: "hai ibu dokter apa aku mengganggu mu?"

Nadia: "tentu, aku sedang sibuk pak direktur!"

Kara: "apa yang kau sibukkan?"

Nadia: "aku sedang ada diruang obat jadi aku sibuk!"

saat Nadia sedang asik membalas pesan Kara tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruang obat itu dan menghampiri Nadia, terlihat seorang berpakaian tentara berdiri sangat tampan dan juga gagah tinggi tapi terdapat terluka pada lengannya, Nadia terkejut dan langsung membawa tentara itu duduk dikursi yang ia duduki sebelumnya.

"kenapa seperti ini pak?" ucap Nadia saat mencoba membersihkan luka itu dengan antiseptik.

"ahhsss.. aku tidak sengaja tertimpa benda tajam tadi saat berusaha menolong anak kecil." ucap tentara itu menahan sakit saat Nadia membersihkan lukanya.

"kau sangat mulia, kau tidak memperdulikan dirimu sendiri." ucap Nadia lagi.

"tentu saja, itu sumpah kami para tentara, melindungi siapapun yang membutuhkan bantuan kita. kau juga sama, kau juga sangat mulia sebagai dokter." tegas tentara itu, Nadia tersenyum kearahnya. tentara itu memperhatikan Nadia yang fokus membalut lukanya, dan juga melihat nama yang tertera di kartu identitas yang Nadia kalungkan.

"hm.. pak ini sudah saya bersihkan, oh iya jangan dibuka ya kalau ingin dibuka datangi saya saja, saga akan berikan obat lagi dan membersihkannya" ucap Nadia tersenyum, tentara itu hanya mengangguk.

"tidak perlu memanggilku pak, aku masih muda tidak perlu sungkan, bahkan usiaku masih 28 tahun.!" Nadia bingung dengan itu.

"hm.. seumuranku. jadi, aku harus panggil apa?" tentara itu tersenyum manis pada Nadia.

"nama, bagaimana kalau kita berkenalan?" tentara itu mengulurkan tangannya, Nadia dengan senang hati membalas uluran tangan itu.

"baiklah perkenalkan namaku dokter Nadia Salsabillah dari jakarta." ucap Nadia tersenyum.

"hm.. perkenalkan namaku kapten Rudi Hasbullah." ucap tentara itu memperkenalkan diri.

"baiklah terima kasih dengan ini, lanjutkan perkerjaanmu." ucap Rudi.

"hm.. sama sama kapten selamat kembali bertugas." ucap Nadia melambaikan tangan.

"panggil aku Rudi, maka aku akan memanggilmu Nadia." Nadia mengangguk dan tersenyum, lalu Rudi keluar dari ruangan itu.

"hm.. suaranya tegas sekali, tapi hebat juga masih muda sudah menjadi kapten, Rudi ya.. lumayan namanya.." gumam Nadia kembali melihat obat obat itu lagi.

***

#siapa Rudi? baca my love story season 1 pasti ketemu siapa Rudi😁

eh Iya mau kasih tau kalian maaf ya kalau author lama up soalnya author mau belajar dulu buat ujian, tapi kalau sempet pasti up lagi hehe😊

jangan lupa like dan komen kalian😍 jangan bosen ya...🤗

1
Susi Yanti
dilanjut aja thor
Susi Yanti
salut sama Vano....mudah2an gak ada niat tersembunyi
Utin Rohani Hani
lanjut kisah Naira Thor
Anha
iih mungkin pelakor datang
Anha
suka bacanya
Ismu Srifah
aduh pelakor mulai datang
Ismu Srifah
ngomong donk wanita butuh ucapan & perbuatan buat bukti nya
Ismu Srifah
itu tandanya kau sdh cinta kara
Ismu Srifah
jelas saja lihat foto istrimu
Cherly Miracle
risa dan febriyan sj
Sukma yrz
kok ngk lanjut2 Thor...
Margaretha Taruk
, u, alja
d
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa diklik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
Ely
adnan dan naira...cinta sejati...versi anak2
Anggraini
asyi
Kokom Komala
thor lanjut cerita naira
Wida Yanti
Adnan itu nama anak dan suaminya ya ???? jadi bingung saiya
augst
hedeh
augst
halu mana ad 5 mnggu ank bsa slmat tanpa ad ibu..jgn ngco deh
augst
orng sultan kok g kpe kompor listrik
augst
kendadak DOTS nyasar ksni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!