NovelToon NovelToon
Love Scenario

Love Scenario

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Sita adalah gadis yang sangat menjauhi percintaan. Kenangan masa lalu yang meninggalkan noda dalam hatinya.

Erick datang menyelamatkan Sita dari kekangan sang ayah yang ingin menjualnya. Untuk mengajak menjadi istri hanya untuk membuktikan kalau ia bisa melupakan mantan kekasihnya.

Sebuah kepura-puraan membawa luka pada hidup Sita. Lelaki yang ia harapkan bisa membawanya dalam kebahagiaan justru menyakitinya.

"Kamu sangat indah Sherena ...."

Seketika hati Sita seperti di iris-iris. Bagaimana tidak, di saat Erick sedang menikmati tubuhnya justru menyebut nama orang lain yang telah pergi darinya.

Saat Erick menyadarkan semua telah terlambat. Sita telah pergi dari hidupnya. Akankah dengan seiring berjalannya waktu mereka akan dipertemukan lagi oleh takdir?




Folow Ig author @Samar_Jenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

“Tugas apa yang kau berikan, Tuan?” tanya Marcel. Walau Erick sudah menyinggung, tetapi tampaknya lelaki itu tidak merasa malu atau tersinggung sedikit pun.

“Sebelum pergi dari negara ini, aku ingin kau menjadi wali untuk Sita saat dia menikah nanti.”

Marcel mengernyitkan dahinya. “Tapi, besok aku harus segara kembali ke Perancis, karena izinku berkunjung ke Indonesia hanya untuk dua hari. Besok adalah hari terakhir aku di sini.”

Erick tampak berpikir. “Baiklah, besok kau harus menjadi wali buat Sita. Aku harap tidak ada penolakan dan bantahan,” kekeh Erick.

Sita seketika menoleh ke arah Erick, tercengang dengan kalimat yang diucapkan lelaki itu. Menikah besok?

“Baiklah, sebelum aku pergi akan menikahkan Sita terlebih dulu.”

“Kau boleh pergi sekarang. Tapi jangan lupa kami akan menikah besok malam pukul delapan malam. Jangan coba-coba tidak datang, kalau sampai itu terjadi aku akan mencarimu walau kau ke ujung dunia pun.” Erick tampak tidak main-main dengan ucapannya. Ia tidak suka jika ada orang melanggar janjinya. Ia tidak akan segan-segan memberi hukuman yang pantas untuk orang yang melakukannya.

Marcel bangkit dari sofa berdiri dengan sedikit membungkukkan kepala lalu berkata, “Saya permisi dulu, Tuan.”

Erick diam hanya memberi isyarat dengan matanya, kalau dia mengizinkan.

Sebelum pergi Marcel menatap ke arah Sita yang menunduk tak berdaya itu. Lalu Marcel pergi dengan diikuti kedua bodyguardnya.

Kini tinggal Erick dan Sita suasana hening menyeru di dalam apartemen itu. Erick hanya memandangi Sita yang hanya menunduk di hadapannya. Tiba-tiba ia menyipitkan mata saat melihat pipi Sita terlihat memar berwarna merah kebiru-biruan. Tanpa menunggu lama Erick mengambil mangkuk dan mengisi dengan air hangat dan karena tidak tahu di mana letak handuk kecil di tempat itu ia berinisiatif menggunakan sapu tangan yang ada di kantongnya.

Erick membawa mangkuk lalu meletakkan di atas meja di depan Sita. Ia bergabung duduk di sebelah perempuan yang masih menunduk itu. Tanpa beralih menatap pipi Sita ia meraih sapu tangan itu lalu memerasnya memegang pundak Sita lalu berkata, “Sita, aku akan mengompres pipimu.”

“Enggak usah, Mas. Aku enggak perlu obat. Luka ini tidak sebanding dengan luka di hatiku.” Mata Sita berkaca-kaca menahan tangis supaya tidak pecah.

Erick tidak peduli walau Sita menolaknya ia bersikeras untuk mengompres wajah Sita. Karena ia tahu luka memar harus segera di kompres dengan air hangat untuk mengurangi lebam setelahnya. Ia menangkup dagu Sita lalu mengarahkan kepadanya. Pelan-pelan mengusap wajah mulus yang ternoda dengan bekas tangan itu dengan lembut.

Sita tampak memejamkan mata walau sakit ia tidak merasakannya. Ia hanya menahan perihnya luka di dada. Jika luka di pipinya bisa diobati, maka tidak untuk luka di hatinya ia tidak tahu luka yang ia rasakan akan hilang atau membekas di hatinya.

“Sudah selesai.”

Sita membuka matanya setelah mendengar Erick mengucapkan kalimat.

“Terima kasih,” ucapnya.

“Enggak perlu mengucapkan terima kasih, Sita, ini hanya hal kecil.” Erick tersenyum manis pada Sita.

“Enggak, ini bukan hal kecil. Ini adalah hal besar. Kau sudah membeliku, menyelamatkan aku dari kekangan orang tuaku. Enggak ada lagi yang berhak lagi atas hidupku sekarang selain kamu, Mas. Lalu apa itu kalau bukan hal besar?”

Tidak terasa air mata Sita tumpah ia menangis tersedu-sedu. Ia tidak tahan lagi menahan sesaknya di dada karena akibat ulah papanya. Harga dirinya hilang, ia harus menyerahkan hidup dan mati untuk lelaki yang telah membelinya yaitu Erick. Semoga lelaki itu memperlakukan Sita dengan baik nanti setelah menikah.

Erick meraih wajah Sita lalu membenamkan ke dadanya. “Menangislah, keluarkan isi hatimu. Aku siap menjadi sandaran selama yang kamu inginkan.”

Sita menangis sejadi-jadinya di dada Erick. Sedangkan lelaki itu membelai rambut Sita. Ada rasa kasihan yang terbesit dalam benaknya saat melihat Sita seperti ini. Ia juga mempunyai adik perempuan nalurinya sebagai lelaki yang ingin melindungi muncul ketika melihat seorang perempuan tersakiti.

***

Di keesokan hari Mama Lisa setelah diberitahu Erick kalau ia akan menikahi Sita malam ini, Lisa sangat antusias setelah mendengar itu, memandu para pelayan menyiapkan kamar pengantin, mengawasi para pegawai yang sedang menghias rumah semua tidak luput dari pengawasan mama Lisa.

Malam ini tidak ada tamu karena pernikahan terlalu mendadak diadakan. Lisa dan Erick berencana setelah beberapa hari saat suasana sudah kondusif akan melakukan resepsi pernikahan. Untuk malam ini sementara hanya ada mama Lisa dan beberapa kerabat penghulu dan tidak lupa Erick mengundang Raka dan istrinya. Dan ada juga Rio dan Vita.

Lisa sangat senang akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Walau pernikahan ini terlalu mendadak setidaknya ada rasa lega di hatinya karena putranya akan segera menikah. Dengan begitu ia akan segera mempunyai seorang cucu.

Kamar Erick di hias seindah mungkin dengan nuansa putih layaknya hotel berbintang lima. Lisa memesan orang ahli desain ruangan yang mendatangkan beberapa orang pekerja sehingga mempercepat pekerjaan selesai.

Tidak terasa waktu menunjukkan sudah pukul 19 : 00 itu tandanya hampir tiba waktunya ijab kabul. Para kerabat yang berjumlah sepuluh orang datang. Setelahnya mereka duduk di kursi yang sudah di siapkan.

Tak selang berapa lama akhirnya rombongan keluarga datang. Ada Mama Claris, Zia, Vita dan juga Rio. Sedangkan Raka berjalan di belakang mereka.

Lisa segera menghampiri mereka menyambut dengan hangat merangkul mama Claris.

“Selamat ya, jeng. Akhirnya Erick akan menikah juga. Aku tidak menyangka pernikahan akan diadakan secepat ini,” ucap Claris.

“Tadinya pernikahan akan dilaksanakan sebulan lagi, tapi ... tiba-tiba kemarin Erick memberi tahuku kalau dia akan menikah malam ini.”

“Mungkin sudah gak tahan kali, Tante,” sahut Rio lalu dengan cepat Vita memukul bahunya.

“Bukankah semakin cepat semakin baik, Tante?” sahut Raka dari belakang. “Enggak lama lagi Erick akan menyusul kami, mempunyai momongan.” Raka memeluk Zia dari samping lalu mengusap perut lembut Zia membalas dengan tersenyum.

“Tante senang banget melihat kalian seperti ini.” Lisa tersenyum memandang kemesraan Raka dan Zia. “Ayo silakan duduk.” Karena waktu sudah hampir tiba ia mengajak Claris beserta keluarga untuk duduk.

Erick menuruni tangga dengan langkah jenaka satu per satu anak tangga ia lalui menuju di mana penghulu duduk di kursi. Ia menemui Raka terlebih dulu sebelum berlabuh ke kursi hadapan dua orang yang siap menikahkannya itu.

“Hai, Rik! Selamat ya ....” Raka menjabat tangan temannya itu lalu berpelukan persahabatan.

“Simpan ucapan selamatmu itu. Karena belum melaksanakan pernikahan. Pasti kalian semua senang ya atas pernikahanku?” gumam Erick tapi terdengar oleh Raka.

“Kami akan lebih senang lagi kalau kalian segera punya anak,” bisik Raka.

“Erick, santai jangan tegang gitu, tarik napas dalam-dalam,” sahut Rio melihat wajah Erick sangat tegang.

1
Putri Sifani
luar biasa mengandung air mata bawang
BellaSasi
Hem hem
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
keren
Sisi Tarsun San'ngisa
good mam, anakmu emang harus di tegasi biar otaknya mikir
Sisi Tarsun San'ngisa
biasa laki-laki kalau sudah bucin jadi tolol
Siti Aisyah
Lumayan
Windarti08
maaf Thor... aku agak bingung, cerita ini kan ada kaitannya dengan cerita yang lain, jadi bagusnya judul mana yang harus dibaca terlebih dahulu biar nyambung ceritanya🙏
samar: skip aja kak bagian ini kalau bingung 🥰 cerita tokoh ini (Arini) ada di novel Single Mother🙏
total 1 replies
Benazier Jasmine
akhirnya menikah juga Keisha sm kerel, terimakasih kak authooor, ceritanya bgs👍👍👍
Benazier Jasmine
bener Keisha cemburu sm karel, nara nempel saja sm karel, aplg tingglnya 1hotel
Benazier Jasmine
karel u itu bodoh bgt, y jelas marah u batalin mendadak apalg yg telp kaisya sekretaris u, jelas donk marah bgt
Benazier Jasmine
erick ular jos gandos, 2x bercinta lgs bertelur😂😂😂
Benazier Jasmine
kyk erik sm sita blm cerai
Benazier Jasmine
semua kemarahan erik ke sita akibat dr sharena
Benazier Jasmine
unboxing terpaksa
Benazier Jasmine
ternyata ibu tirinya sita, mantanya erick ya thooor, namanya kok sama
Benazier Jasmine
semangat
kumala sari
sangat bagus
Ana. 090471
👍👍👍👍👍
chaaa
sita. sita..ngapain Lo ngaku kalau cinta sama si Erick? di manfaatin kan Lo ma tu laki sampe dia pake syarat utk nahan Lo.. jgn mellow lah sita..harus sangar ngadepin si Erick.
Yusri Yusoff
bagaimana dgn nasib Nara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!