NovelToon NovelToon
Ternyata Suamiku Miliader

Ternyata Suamiku Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Murniasih

Orang tua ku bercerai karena papa selingkuh, mama di rawat dan aku harus membayar biaya rumah sakit yang banyak. Papa akan membantu dengan syarat aku mau menggantikan kakak tiriku menikah dengan lelaki keluarga Dumai, yaitu Rian Dumai.

Lelaki yang disebut sebagai anak haram di keluarganya, anak yang di usir dan di buang keluarga besarnya bahkan kini sedang mendekam di penjara. Tapi demi mama aku bersedia.

Seperti apa tampang lelaki itu?
apakah dia lelaki baik atau ternyata memang lelaki dengan pribadi buruk. Akan kah suatu saat tumbuh cinta di pernikahan kami?

****

Setelah sekian purnama vakum cleaner, aku mencoba nulis lagi guysss. Yah semoga aja ada yang baca. terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 - Empat bulan kemudian

Yang Muhammadiyah hari ini Puasa ya,,, Selamat menjalankan ibadah puasa ya man teman semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kelancaran. Untuk yang NU puasanya hari Selasa ya.

Mohon maaf lahir batin semuanya, semoga ibadah Ramadhan kita kali ini lancar berkah barokah mendapatkan pahala ganda dari Gusti Allah. Jaga kesehatan selalu.

Happy Reading 😘

****____****

Kehidupan kembali ke jalan normalnya, bos Marco kembali ke Italy bersama semua anak buahnya termasuk Wildan. Alex pun tak lagi menampakkan keberadaan nya. Begitu juga dengan kehidupan Rian dan keluarganya nampak baik-baik saja selama empat bulan ini. Mereka pun kini kembali ke rumah mereka dan tidak lagi tinggal di rumah tengah hutan. Maudy diketahui mengandung bayi laki-laki dan itu didengar oleh pihak keluarga Rian. Kakek Rian yang mengetahui akan mempunyai cicit laki-laki senang tak terkira, beliau memerintahkan orang untuk ke rumah Rian dan mengajak Rian datang ke kediamannya.

Tapi di tengah orang yang berbahagia masih ada pasangan suami istri yang justru kesal mendengar kabar istri Rian hamil bayi laki-laki.

"Gimana nih sayang, Maudy berhasil hamil seperti mau kakek," ucap wanita yang tak lain adalah Tante Rian sendiri.

"Sudah kamu diam dulu, lebih baik kita berfikir gimana caranya agar bayi itu tidak lagi ada." jawabnya pelan setengah berbisik.

"Gimana caranya?"

"Kakek pasti menyuruh Rian dan istrinya untuk datang makan malam, nah nanti kita kasih aja obat peluruh kandungan ke dalam minuman istrinya."

"Wah cerdas juga kamu sayang, tapi kalau ketahuan gimana?"

"Sebelum ketahuan kita akan pecat pembantu itu lebih dulu dengan memberinya uang tutup mulut tentunya."

"Bagus-bagus. Kalau bayi itu gugur dengan otomatis Rian tidak akan mendapatkan peluang apapun dari kakek."

Kedua orang itu senyum dengan pikiran masing-masing. Tanpa mereka sadari dibalik tembok pembatas seorang wanita paruh baya dia kepala pembantu di rumah itu merekam semua pembicaraan suami istri. Secara kebetulan Bu Ani yang sedang melintas mendengar suara pelan karena penasaran dia hentikan langkah dan memilih jarak yang dekat agar bisa lebih mudah mendengarkan apa yang di bicarakan.

"Kalian sudah jahat dan sekarang semakin jahat." gumamnya lalu pergi ke belakang pelan-pelan.

Bu Ani adalah pembantu terlama yang bekerja dirumah kakek dan dia paham betul bagaimana keadaan di rumah itu, mulai dari ayah Rian menikah hingga fitnah dan perselingkuhan ayah Rian, termasuk pengusiran Rian dan ibunya.

***

Sementara di rumah Johan, Silvi sudah dengan dandanan cantik nya berpamitan kepada mama.

"Good luck sayang," kata mamanya.

"Doakan aku ma, byee."

Aneh ingin berbuat hal buruk tapi minta di doakan, baiklah semoga gagal hehehe 😁

Silvi berencana akan ke rumah Maudy, dia beralasan ingin menyampaikan pesan dari papa, sejak semalam pun dia sudah memberi kabar pada Maudy akan kedatangannya. Dengan menaiki taksi pergilah ke rumah Maudy, tiba di sana setelah empat puluh lima menit perjalanan. Mengetuk pintu.

Tok..tok..tokk..

"Mau cari siapa mbak?" pintu di buka oleh mbak Uli yang menatap asing wajah baru didepannya.

"Kamu pasti pembantu disini ya, saya baru lihat kamu. Perkenalkan saya kakak dari Maudy, dia ada didalam kan?"

"Bu Maudy ada didalam. Tapi sebelum mbak nya masuk perkenalan saya Uli dan saya bukan pembantu baru disini karena memang hanya saya yang bekerja disini sejak Bu Maudy menikah."

"Ya ya ya, saya gak peduli."

"Oke kalau begitu saya juga gak peduli sama mbak nya, permisi." mbak Uli hampir saja menutup pintu tapi Maudy keburu datang.

"Siapa mbak yang datang, ko gak disuruh masuk?" tanya Maudy begitu keluar kamar.

"Silahkan masuk." mbak Uli kembali membuka pintu.

Sejak pelajaran beladiri dan menembak mbak Uli jadi lebih waspada kepada wajah asing yang datang. Terlebih lagi sejak Maudy hamil mbak Uli semakin menjaga dan tetap melanjutkan latihan menembak dan karate nya.

"Maudy adikku sayang,,, aku kangen sama kamu." Silvi berjalan menghampiri Maudy yang menatap nya dengan kening berkerut.

"Mau ngapain,?!"

"Ih, ko gitu sih respon nya, aku kan kangen sama adikku dan mau lihat calon keponakan ku juga."

"Sekarang kamu sudah lihat aku baik-baik saja, lalu kamu kesini ada perlu apa?"

"Masa seperti ini sih kakak mu datang tidak disuruh duduk, gak disediain minum dan camilan. Kita ini keluarga loh."

"Duduklah kalau mau. Kalau haus kamu bisa lihat kan di meja ada air mineral gelas bisa kamu minum. Oiya mbak Uli coba ambil snack yang aku simpan di lemari bawah ya, bawa kesini."

"Baik Bu," mbak Uli ke belakang bersamaan dengan Silvi yang menjatuhkan bokongnya di sofa. Matanya tak lepas menatap kemewahan rumah itu sangat jauh dari rumahnya sekarang.

Sejak bisnis ayah tiri nya bangkrut kehidupan Silvi dan keluarganya turun drastis, kini mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang mereka beli setelah menjual rumah besar mereka.

"Yang ini kan Bu?" tanya mbak Uli yang sudah kembali dengan toples di tangan nya dari luar nampak camilan kering dengan bentuk panjang-panjang berwarna kemerahan seperti di siriam bubuk cabai.

"Iya mbak taruh di meja, makasih mbak. Nah kamu Silvi, silahkan sudah ada minum dan camilan bisa dicicipi."

"Camilan apaan nih, masa orang kaya camilan nya cuma ginian sih?"

"Justru ini camilan orang kaya, kamu gak pernah makan kan karena kamu sudah miskin jadi cobalah makan siapa tahu bisa kembali kaya."

"Aku gak percaya,"

"Terserah, intinya ngapain kamu kesini?!"

"Papa meminta mu datang dia kangen, papa lagi sakit."

"Papa sakit apa? Sudah dibawa ke rumah sakit?"

"Kami gak ada biaya untuk membawa papa ke rumah sakit."

"Ya sudah aku akan menyuruh orang untuk datang ke rumah mu dan membawa papa ke rumah sakit soal biaya aku yang membayar. Meskipun papa sudah menyakiti mama dan aku, tapi biar gimanapun papa tetap papa ku."

"Justru itu aku kesini karena ingin minta bantuan dana sama kamu untuk membawa papa, biar kami aja yang bawa papa ke rumah sakit."

"Hahaha Silvi kamu pikir aku bodoh, sudahlah kalau tujuan mu kesini minta uang dengan alasan papa, sorry aku gak akan kasih. Karena aku akan tetap menyuruh orang ke rumah papa mengecek keadaan papa. Oiya aku juga mau bilang makasih karena kamu menolak menikah dengan Rian,"

"Sialan.!!"

"Daripada kamu marah-marah mending cepetan nikah sebelum ketuaan. Mbak Uliiiiii!!!"

Silvi yang kesal dihina dia maju dan mencekik leher Maudy, bersamaan dengan teriakan Maudy tadi mbak Uli datang berlari dan menjambak rambut Silvi kencang hingga dia kesakitan dan melepaskan tangan nya dari leher Maudy.

Silvi mengusap kepalanya yang perih dan Maudy mengambil udara banyak sambil terengah.

"Pergi kamu dari sini,,!!!" mbak Uli menyeret tangan Silvi membawa nya keluar dengan menghentak kasar hingga Silvi pun tersungkur.

"Pembantu sialann,, akan ku balas kalian.!!" umpatnya kesal dan berdiri.

Setelah Silvi pergi, mbak Uli kembali ke Maudy yang masih megelus-elus leher nya.

"Gimana Bu gak pa pa, perlu saya telponkan pak Rian?"

"Jangan mbak, jangan kasih tau Rian."

"Ada apa seperti ribut-ribut, mama sampai terbangun.!" mama yang baru saja bangun keluar kamar karena suara berisik dan duduk disebelah Maudy.

Mama sudah bisa berjalan tanpa dibantu kursi roda lagi setelah menjalani terapi berbulan-bulan.

****____****

Jangan lupa like, komen nya makasih.

1
Ira Sulastri
Cuman kedar saran saja Rian, semua aset/ harta di atas namakan kamu dulu. Di saat Alex datang bilang dg cara baik2 kasih sedikit sekedar sedekah tp kl ngelunjak secara tak benar itu hak kamu untuk menolak memberikan nya Rian
Ira Sulastri
Hadeeeeeeehhh kl kelompok ular berbisa sdh berkumpul jadi 1 ya begitu yg ada nanti saling semburkan bisa nya, semoga Rian dan Istri bisa mengbalau semuanya
Ira Sulastri
Rudi dan Yuni siap di lempar ke ujung kulon 🤭
F 888 EKA💞
bagus,,, lanjutkan thor
Ira Sulastri
Cakep Rian dan kakek gercep👍👍
Ira Sulastri
Semoga RS yg di tuju di kakek dan Rian ga bs di sogok, kl pun mau bantu malah jujur ke kakek dan Rian. Andre semoga dapat membawa berita bagus untuk Rian akan keberadaan papa nya
Ira Sulastri
Semoga hasilnya positif mmg keturunan nya ya Rian, dan siap2 hempaskan benalu serakah ke dasar laut
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
bener nih rian
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
bener tuh alasan saja
Ira Sulastri
Semoga saja senjata makan tuan, biar malu sendiri merasakan sakit perut
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
alhamdulillah masih ada orang baik yg akan menggagalkan rencananya
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
mohon maaf lahir dan batin juga buat semuanya
Ira Sulastri
Waspada selalu Maudy......


Makin seruuuuu, di lanjut kak author 😍
Ira Sulastri
Yaelah Alex mah mmg mau ngali lobang kuburan sendiri, bukannya sadar malah mengancam
FILDZA CAHYA
Bagus dan sangat menarik ceritanya dan yg paling saya suka ceritanya tidak berbelit2
𝓔𝓴𝓪𝓛𝓾𝓷𝓪♀🍆𝕸y💞👏: terimakasih kakak sudah mampir
total 1 replies
nuryyantimanullang 212
bgus
𝓔𝓴𝓪𝓛𝓾𝓷𝓪♀🍆𝕸y💞👏: makasih kaka sudah mampir
total 1 replies
Ira Sulastri
Alhamdulillah 😍🤲🏻
Ira Sulastri
Maudy semoga bisa terselamatkan oleh suami mu tercinta, lagian Maudy kenapa sok polos sih🤦 harusnya jawab ga tau biar ga ribet. Hadeeeeeeehhh kl sdh begini kan bikin liyer 🤔
Ira Sulastri: Betul sekali 😍
total 2 replies
Ira Sulastri
Rian harusnya Maura di ajari ilmu beladiri jg biar lebih mantab dalam menjaga diri dan mamanya disaat kamu ga ada di sisinya
💞 NYAK ZEE 💞
apa yg mau diungkit orang itu tanggung jawabnya, kewajibannya .
kalau ada suami yg seperti itu suruh banyak2 ikut kajian agama banyak2 dengerin tausiyah....
kalau masih ngak sadar juga undang ustadz buat merukiyah itu suami modelan yg seperti itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!